Ryan Adhi Pratama

123.1K posts

Ryan Adhi Pratama banner
Ryan Adhi Pratama

Ryan Adhi Pratama

@adhiprtm

1% more everyday

Penajam Paser Utara Katılım Eylül 2009
897 Takip Edilen700 Takipçiler
Ryan Adhi Pratama retweetledi
Georitmus 🇮🇩
Georitmus 🇮🇩@zakiberkata·
Luk kuluk kuluk hujaaaan Luk kuluk kuluuuk
Georitmus 🇮🇩 tweet mediaGeoritmus 🇮🇩 tweet mediaGeoritmus 🇮🇩 tweet mediaGeoritmus 🇮🇩 tweet media
Indonesia
33
11
103
2.6K
Unit Gawat Djodoh
Unit Gawat Djodoh@Marimar_Aauw·
@florieliciouss @SateTong Nahh nyebelin banyak jebakan gini ya. Udah jelas mau topup, pake ditawarin asuransi kan ngeselin (baik pilihan atau otomatis wajib).
Indonesia
2
0
4
350
Unit Gawat Djodoh
Unit Gawat Djodoh@Marimar_Aauw·
Sekarang top up e-Toll nya Mandiri bayar lagi 1000 perak, wajib beli asuransinya yg berlaku 7 hari. Di mana-mana uang kita dipotong terus gini ya. Bahkan wajib padahal kita ga butuh.
Indonesia
14
18
59
4.1K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
Junto
Junto@Jumianto_RK·
Dampak kesepakatan impor ayam dari Amerika Serikat, peternak ayam lokal gulung tikar. Jadi angka 150.000 ton merujuk pada bahan baku daging ayam olahan (MDM), sementara 580.000 ekor merujuk pada bibit ayam hidup, yang disepakati melalui perjanjian dagang dengan AS pada awal 2026. Gimana UMKM mau bangkit, kalau harga 🐓🐓🐤🐤🐔🐔 tak terkendali, perternak merugi di ongkos operasional.
Junto tweet media
Indonesia
7
20
38
2K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
Onno W. Purbo
Onno W. Purbo@onnowpurbo·
Panduan Praktis Pengadaan Barang dan Jasa Bidang IT Belanja negara tidak boleh hanya membeli teknologi. Ia harus membangun kemandirian, kendali, keamanan, SDM, dan kedaulatan digital nasional. drive.google.com/file/d/1yJqsPZ…
Indonesia
2
4
13
411
Ryan Adhi Pratama retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
#CATET Bnyk emg yg belum tau bedanya gerd, maag, dispepsia, gastritis, tukak lambung, hingga perforasi lambung. Aku jelasin satu2 ya bedanya! 1. GERD: naik/masuknya isi lambung ke kerongkongan secara kronis yg udah timbul gejala, seperti heartburn, sering serdawa, batuk, dll 2. Dispepsia/mag: sekumpulan gejala ketidaknyamanan pd perut bagian atas 3. Gastritis: peradangan dinding lambung 4. Tukak: luka pada lambung 5. Perforasi lambung: kondisi darurat saat dinding lambung bolong/bocor shgg isi lambung keluar ke rongga perut & bisa nyebabin infeksi berat (peritonitis) & perdarahan Bisa aja GERD itu kambuhan jika penderitanya tidak bisa ngontrol pemicu. Klo sdh mengenali pemicunya & bisa ngontrol utk membatasi pemicu tsb, GERD bisa ga kambuhan dan penderita dpt hidup sehat Temen2 sdh ada riwayat sakit lambung yg mana nih? Sering kambuh nggakkk?
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

sebenarnya istilah gerd itu udah terkenal dari dulu apa baru populer di kalangan gen Z ya?? kebetulan habis ngobrol sama manajer toyota jakarta, dia curhat katanya timnya gen Z sering banget gerd. kalau tim saya paling cm 1-2 aja, kebanyakan sehat dan aman2 aja Alhamdulillah kalau pendapatmu gimana???

Indonesia
14
24
116
4.6K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
satyaxbt
satyaxbt@satyaXBT·
rata-rata gaji nasional: 3,3 juta/bulan harga rumah di kota: 500 juta nabung 100% gaji tanpa makan, tanpa bayar kos, tanpa hidup.. butuh 12 tahun buat beli rumah hidup bagaimana ini
Indonesia
107
272
1.4K
40.6K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
"Indonesia dulu negara paling korup sedunia" adalah understatement. Memangnya, apa sih yang dicuri rezim Soeharto? Uang? Bukan cuma uang. Tanah. Rezim Orba mencuri tanah. Tiap orang mencuri berhektar-hektar bahkan bisa sampai 340.000 hektar. "Old Money" kaya karena mencuri.
zhil tweet media
zhil@zhil_arf

Dwifungsi ABRI dibentuk pada zaman Soekarno tahun 1957, bukan zaman Soeharto. Apa itu Dwifungsi ABRI? Jabatan? UU? Kenyataannya lebih sederhana: uang. "Nasionalisasi 1957" itu maksudnya semua perkebunan cash crop milik perusahaan Belanda disita oleh AD, di semua daerah. Orang AD langsung menduduki jabatan sipil yaitu jabatan di perusahaan perkebunan. Pada saat yang bersamaan, orang AD tetap menduduki jabatan militer. *Inilah* Dwifungsi ABRI. Nasionalisasi perusahaan asing ini bisa terjadi setelah darurat militer (SOB) dideklarasikan di masa PRRI/Permesta pada masa rezim Orde Lama. Darurat Militer memberikan kekuasaan pada pangdam tiap daerah untuk basically melakukan "apapun". Misalnya, menyita aset perkebunan Belanda yang nilainya fantastis dan mengelolanya seolah milik pribadi. Boleh dong. Kan lagi darurat militer. Bebas. Kalau tidak setuju ditembak. Kekuasaan nekolim perusahaan-perusahaan asing Belanda diganti dengan kekuasaan ireng. Londo putih ditukar dengan londo ireng. Ternyata, kelakuan rezim londo ireng malah lebih red flag. Setelah pertukaran pemain, kualitas manajemen tata kelola perkebunan yang disita ternyata (1) sangat asal-asalan dan (2) sangat rampok. Perkebunan dikelola dengan sangat asal-asalan karena ternyata, gerombolan baru yang sombong dan sok tahu ternyata sama sekali tidak terdidik dalam hal manajemen ataupun teknik kehutanan. Mereka hanya terdidik dalam membunuh orang. Akhirnya ngasal saja. "Sangat asal-asalan" dan "sangat rampok" ini adalah salah satu penyebab langsung robohnya output ekonomi komoditas ekspor Indonesia selama 1958-1967, hiperinflasi, kelaparan massal. Merekalah salah satu dalang terbesar kemiskinan ekstrem di dekade itu. Karena mereka bingung dan ngasal dalam mengelola ekonomi kita. Dan rampok. Orang yang kritis terhadap perampokan nasional sekaligus bencana buatan nasional ini, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa. Rule of thumb politik adalah, "di mana uangnya?" Ketika Buya Hamka dipenjara dan disiksa, tanya: "di mana uangnya?" Ternyata uangnya di perkebunan Sumatra. --- Salah satu anak setan yang dibentuk rahim basah berdarah Dwifungsi ABRI yang ngasal dan rampok ini adalah Pangdam IV/Diponegoro, Kolonel Soeharto. Saat itu Soeharto berkuasa terhadap perkebunan cash crop Jawa Tengah bersama gerombolan banditnya seperti Sudono Salim dan Bob Hasan. Di Jawa Tengah, gerombolan bandit liar yang diketuai Soeharto ini mencuri kayu bulat, beras, hasil gula, bahkan truk-truk tentara milik negara yang disalahgunakan untuk mengangkut komoditas-komoditas curian itu. Sungguh serakah, truknya ikut dicuri. Sebanyak 200 buah truk milik AD diam-diam dijual Soeharto ke seorang makelar bernama Tek Kiong. Barangkali Soeharto bukan bandit paling cerdas, karena buktinya ia berhasil tertangkap basah oleh PARAN, lembaga antikorupsi yang dibentuk KASAD A.H. Nasution yang panik melihat gilanya open season korupsi pasca nasionalisasi. Bandit yang lebih cerdas barangkali adalah bandit di perkebunan Sumatra dan Sulawesi, yaitu di daerah perang aktif PRRI/Permesta yang kebun-kebunnya merupakan war goal Pusat. Siapakah nama-nama bandit di sana? Tidak jelas. Itu dia. Cerdas. Soeharto juga barangkali bukan bandit terbesar di zaman Orde Lama. Bandit paling besar dan paling rampok sepertinya adalah Ibnu Sutowo, yang diberikan kendali atas Permina pada tahun 1957 (yang lalu berganti nama jadi Pertamina). Harus diingat bahwa alasan *utama* Jepang menjajah Indonesia tahun 1942 adalah karena mencari sumber daya migas pasca embargo Amerika. Setelah kita merdeka, seluruh bisnis migas raksasa ini malah jatuh dalam kekuasaan Dwifungsi ABRI di bawah keserakahan Ibnu Sutowo yang sekaligus merangkap sebagai penjahat gangster Mafia Tanjung Priok. Gatot Taroenamihardja, jaksa yang mau mengusut Ibnu Sutowo, tiba-tiba dilindas truk di jalan sampai kakinya harus diamputasi. Setelah PRRI/Permesta ditumpas, gelombang-gelombang nasionalisasi lainnya dilancarkan pada perusahaan asing milik selain Belanda yang sebelumnya tak tersentuh. Perampokan dan miskelola semakin parah selama masa Konfrontasi 1963-1965 pasca penyitaan perusahaan-perusahaan Amerika dan Inggris dan pengusiran para manajer and engineernya. Aset-aset produksi komoditas yang disita itu ikut dirampok habis dan dikelola asal-asalan. Keruntuhan ekonomi Indonesia pun semakin ekstrem, apalagi ketika dicombo dengan (1) kematian Djuanda yang meninggalkan kekosongan IQ pemerintahan dan (2) bencana politik luar negeri Soekarno yang mengakibatkan isolasi internasional. Setelah Soeharto jadi presiden, model sistem perampokan kolonial yang ia bangun di Jawa Tengah kemudian malah diterapkan secara formal dan teratur di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Inilah Dwifungsi ABRI. Kontrol Dwifungsi ABRI terhadap Indonesia diamankan dengan kekerasan bersenjata sampai level desa lewat sistem Kodam-Kodim-Korem-Koramil yang ada. Jawa dirampok *dan* luar Jawa dirampok. Uang yang dihasilkan diambil. Inilah Dwifungsi ABRI. Inilah Orde Baru. --- Dwifungsi ABRI adalah rangkap jabatan fungsi militer dengan jabatan fungsi pengamanan produksi uang. Bisnis milik keluarga Soeharto dan struktur mafia nasionalnya diamankan dengan kekuatan senjata Dwifungsi ABRI. Di Kalimantan, Bob Hasan sampai mendapatkan julukan sebagai "Raja Hutan". Uang yang dihasilkan bos mafia hutan nasional ini tentu fantastis. Kelakuan Bob Hasan si Bandit Hutan ini terus berlangsung sampai ia malah ditunjuk jadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Maret 1998, yaitu di tengah kepanikan krismon. Dari posisi ini, Bob Hasan berkuasa terhadap seluruh industri dan seluruh perdagangan dan seluruh ekspor impor yang ada di Indonesia, setidaknya selama 2 bulan. Meanwhile, *40%* tanah di seluruh Timor Timur malah dirampok langsung secara pribadi oleh keluarga Cendana yang saat itu telah menjadi the Lord of Crime di Indonesia. Tanah milik penduduk Timor Timur dicuri keluarga Cendana dan penduduknya ditembak. Sepertiga populasi Timor Timur mati dibantai. Orang yang membantai Timor Timur sangat menyeramkan. Misal, dulu santer seorang komandan gila psikopat melakukan pembantaian bersenjata di daerah Kraras di Timor Timur. Seluruh populasi Kraras termasuk anak kecil dan bayi habis dibantai. Menurut atasannya yang resah, A.M. Hendropriyono, tes psikologi komandan itu menunjukkan "G4 alias gila". Anehnya, si gila pembunuh berantai itu malah dibiarkan asyik melanjutkan perburuan manusia untuk dibantai di Timor Timur. Di Aceh lebih seram lagi karena gerombolan bandit yang menduduki Aceh selama DOM bukan hanya mencuri kayu bulat atau menyiksa penduduk atau berburu manusia atau mencuri cadangan migas Aceh, melainkan juga menanam narkoba seperti kartel Pablo Escobar di Kolombia. Tujuannya adalah uang. Aceh luluh lantak, tetapi seluruh Sumatra dan Indonesia juga ikut rusak karena narkoba. Uang dari perkebunan Sumatra dan Sulawesi, uang dari perkebunan Jawa Tengah, uang dari Kalimantan, uang dari Timor Timur, uang dari migas dan kayu bulat dan narkoba Aceh, uang dari seluruh Indonesia, semua uangnya diamankan di bawah kekerasan bersenjata Dwifungsi ABRI. Inilah Dwifungsi ABRI. --- Hari ini, banyak sekali orang yang entah bagaimana punya lahan sawit, tebu, karet, dll sebanyak ribuan bahkan ratusan ribu hektar bahkan jutaan hektar. Dapatnya kapan coba? Kapan belinya? Uangnya dari mana? Kok bisa sih, tiba-tiba ratusan ribu hektar di Aceh atau Kalimantan jadi punyanya si ini dan si itu? Memangnya itu tanah dulunya punya bapak lo?

Indonesia
16
271
799
30.8K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
Financelot
Financelot@FinanceLancelot·
3 foods that don't expire: Pasta, Oatmeal and Rice Buy now before September.
English
84
127
1.4K
48.5K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
talon
talon@TalonXBT·
Se-miskin miskin nya kamu jangan pernah kepikiran untuk ngambil duit orang lain dengan cara menipu.
Indonesia
37
34
197
4.2K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
PNS Garis Lucu 💤
PNS Garis Lucu 💤@PNS_Garis_Lucu·
Mau naikkin terus harga plastik atau yg lain, ya silakan. Paling nanti kalo ketinggian ga bakal ada yg beli. Konsumen mending milih batal beli atau beralih yg lain. Akhirnya juga tuh toko ga bakal ada yg mau beli. 😌
Kompas.com@kompascom

"Mulai naik itu sejak sepekan sebelum Lebaran dan terus naik harganya sampai sekarang," ujar Taufik Baca selengkapnya: bandung.kompas.com/read/2026/04/0… ~SN #hargaPlastik #plastik #hargaNaik

Indonesia
1
4
8
603
Ryan Adhi Pratama retweetledi
The Hormuz Letter
The Hormuz Letter@HormuzLetter·
Urea fertilizer is up 50% since the Strait closed five weeks ago. Trump's Tuesday 8 PM ET deadline decides whether the next 90 days hold or compress. 30% of the world's fertilizer passes through Hormuz. The Gulf produces nearly half of global urea and 30% of ammonia. European and African farm markets are already paying for it. Asia takes the oil hit first. 80% of its imports run through the Strait. Vietnam holds under 20 days of reserves. Japan and South Korea have deeper reserves but near-zero domestic production. Europe takes the macro hit. The ECB postponed rate cuts and raised its inflation forecast. No fiscal room after 2022. Germany, UK, Italy carry the highest recession exposure. Trump told Fox today the US does not need Gulf oil. Europe does. The US has shale. The pressure lands in fertilizer, petrochemicals, and supply-chain inflation long before it hits the pump. Q2, not Q1. If Tuesday's strike triggers Iranian retaliation against Aramco, UAE desalination, or Kuwait refineries, the 90 days becomes weeks.
The Hormuz Letter tweet media
English
3
76
259
24.6K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
The Spectator Index
The Spectator Index@spectatorindex·
Bitcoin price Six months ago: $114,300 Now: $67,500
English
107
223
2.6K
176.3K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
First Squawk
First Squawk@FirstSquawk·
Indonesia currency tumbles to historic low of 17,028 per dollar
English
10
52
237
25.2K
Ryan Adhi Pratama
Ryan Adhi Pratama@adhiprtm·
@mesatu_ Kelas menengah yang biasanya pake pertamax apakah akan beralih? Apakah nantinya pertalite juga dibatasi untuk kendaraan bermotor roda 2?
Indonesia
1
0
0
64
Media Sabtu Minggu
Media Sabtu Minggu@mesatu_·
RESMI! Harga BBM subsidi (pertalite dan biosolar) gak akan naik sampai akhir 2026. Eitsss, jangan senang dulu. Purbaya bilang ini gak berlaku buat pertamax Cs. Jadi, siap-siap banyak yang berebut pertalite!
Indonesia
2
1
5
358
Ryan Adhi Pratama retweetledi
Gold Telegraph ⚡
Gold Telegraph ⚡@GoldTelegraph_·
The Bank of France has pulled its remaining gold from the United States. The right question? The question isn’t why they did it… It is why no one is talking about it. Classic.
English
42
274
1.4K
65.8K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
The Spectator Index
The Spectator Index@spectatorindex·
BREAKING: 🇯🇵 Japan's 10-year government bond yield rises to the highest in 28 years
English
59
197
1.3K
118.9K
Ryan Adhi Pratama retweetledi
Yoseph Samodra
Yoseph Samodra@yosephsamodra·
buat yang belum tahu: Bidan TKS adalah singkatan dari Bidan Tenaga Kerja Sukarela, yaitu bidan yang bekerja di fasilitas kesehatan (seperti Puskesmas atau Pustu) tanpa status pegawai tetap atau kontrak resmi, seringkali dengan imbalan minimal atau bahkan sukarela (nombok udah 'lumrah'). Mereka menjalankan tugas bidan pada umumnya, seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan normal, perawatan nifas, dan pelayanan KB, terutama di desa (atau 'kota'), yang jelas daerahnya pelit atau memang ga ada duit. Seringkali menjadi ujung tombak pelayanan di daerah terpencil namun dengan perlindungan kerja yang terbatas. Ga dikasih asuransi kesehatan ataupun pensiun tentu saja. Bidan TKS BERBEDA dengan Bidan Desa (bidan profesional penugasan pemerintah) atau Bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang memiliki kontrak dan gaji yang jelas.
Cakrawala Peristiwa@sefixime10969

@NakesPuskesmas @yosephsamodra Mayoritas TKS di puskesmas sy bahkan dok. Gak digaji, gak dapet jaspel, gak dpt SK kerja. Literally mengharap pahala dan "suatu saat diangkat" (pdhl daftar p3k aja perlu SK). Resign 1, yang masuk 3. Gt trs. Kayaknya udah oversupply banget lulusannya smp mau jd TKS 😢

Indonesia
5
20
61
12.4K