Abdullah Alfarizi
7.2K posts

Abdullah Alfarizi retweetledi

@Sri_nuryantiK Lah jeng Sri, kalo saya bilang dia anak muda malah menghina 🤣😛
Indonesia

Puas menghina orang lain, senang, bahagia?
Padahal kita gak pernah tahu, orang yang elo rendahkan itu bisa jadi akan ditinggikan derajatnya oleh yang Maha Kuasa.
Hati-hati karma, tebar tuai. Penguasa langit punya banyak cara untuk merendahkan makhluknya
SERUAN H7@seruanhl
Ketika tatap kosong, benak bengong, jiwa bingung, menyatu dalam satu ekspresi.
Indonesia

@OneLove4Human contoh jawaban bodoh dari kaum domba kw paylus
🤣
Indonesia

@Mundiwangi4 Wahyu 5:6 dan di tengah tua tua itu berdiri seekor anak domba seperti tersembelih bertanduk 7 bermata 7 itulah ke tujuh roh tuhan yg di utus ke seluruh bumi.
🫣🫣🫣 seperti ini ternyata sosok tuhan lu,
Menyeramkan.
Indonesia

Muslim cerdas cinta 🩵 Israel
Somaliland 99% muslim sunni membuka hubungan diplomatik dengan Israel 🇮🇱

ILoveIsrael@_IloveIsrael
Hari ini, sejarah tercipta di Yerusalem. 🇮🇱 Dr. Mohamed Hagi, Duta Besar pertama Republik Somaliland untuk Israel, resmi tiba dan menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Isaac Herzog.
Indonesia

@atmawiratna Ngetwit mah gampang, sono cobain situ yang jadi pak Anies
Indonesia

Ngomong mah gampang, sono cobain situ yang jadi Presiden.
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
Indonesia

@KapudS640 Sy pilih pak prabowo 2014 gak jadi kesel galau.. sy pilih pak prabowo 2019 makin kesel gak jadi.. 2024 pilih pak anies gak jadi yah sudah mungkin 2029 nnt sy pilih diri sendiri aja
Indonesia

Sekeras dan sekuat apapun kalian menghakimi dan menghujat Gus Yaqut, Doa dan Dukungan untuk Gus Yaqut akan terus dilangitkan oleh Para Kyai dan juga Kader Ansor Banser, semoga Gus Yaqut selalu diberikan kekuatan dan kesehatan, Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin🤲
𝐃𝐨𝐚 𝐘𝐚𝐧𝐠 𝐓𝐚𝐤 𝐁𝐢𝐬𝐚 𝐃𝐢𝐛𝐨𝐫𝐠𝐨𝐥
Saat rompi oranye itu dipakaikan kepada Gus Yaqut, banyak orang mungkin mengira sebuah perjuangan telah selesai. Mereka mungkin merasa suara seorang kader terbaik NU bisa dipatahkan dengan jeruji besi dan tuduhan. Tapi mereka lupa satu hal: yang sedang mereka hadapi bukan sekadar seorang individu. Yang mereka hadapi adalah cinta, khidmah, dan doa jutaan hati yang selama ini tumbuh bersama perjuangan panjang Nahdlatul Ulama
Di saat sebagian orang sibuk menggiring opini, dari pesantren-pesantren justru mengalir munajat yang tak pernah putus. Para kiai melangitkan doa dengan penuh harap dan air mata. KH Abdul Ghofur Maimoen, putra Mbah Moen, dengan teduh mendoakan: “Semoga selalu kuat, sehat, dan segera menemukan jalan kebenaran serta keadilan.” Sebuah doa yang lahir bukan dari kepentingan, tapi dari mata batin yang mengenal siapa yang sedang diuji
Romo Kiai Lukman Harist Dhimyati dari Tremas mengingatkan kita pada kisah Nabi Yusuf. Sosok jujur yang justru harus melewati penjara, bukan karena kejahatan, melainkan karena kebenaran memang sering kali harus berjalan melewati lorong gelap terlebih dahulu sebelum akhirnya menemukan cahaya. Dan sejarah selalu mencatat, orang-orang besar memang kerap diuji dengan cara yang tak biasa
Dari Jogja, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga pelosok-pelosok kampung yang mungkin tak pernah disebut media nasional, doa-doa terus bergerak. Sunyi, tapi kuat. Tidak gaduh, tapi menghunjam langit
Sementara itu, Ansor dan Banser tidak pernah diajari untuk meninggalkan sahabatnya sendirian dalam ujian. Di Bandung, ribuan kader berkumpul dalam istighasah dan munggahan Ramadan. Zikir dilantunkan, air mata jatuh tanpa komando. Bukan karena skenario, bukan karena pencitraan. Tapi karena mereka merasa sedang menjaga orang yang selama ini ikut menjaga mereka
Di Semarang, Bukittinggi, Bangka Belitung, sampai desa-desa kecil yang namanya bahkan tak tercatat di peta nasional, surat-surat dukungan ditulis dengan tangan dan doa. Viral di media sosial bukan karena buzzer, tapi karena ketulusan hati rakyat kecil yang tahu arti kesetiaan
“Gus Yaqut adalah kita”
Kalimat sederhana itu bukan sekadar slogan. Itu adalah rangkuman dari bertahun-tahun pengabdian, perjuangan, dan keberpihakan kepada jam’iyyah serta umat. Sebab orang-orang NU tahu, tidak semua perjuangan bisa dijelaskan lewat berita. Ada pengorbanan yang hanya dipahami oleh mereka yang pernah berjalan bersama
Dan yang paling membuat hati ini tersentuh, dari balik jeruji itu Gus Yaqut masih sempat berpesan:
“Ansor jangan diam, teruslah bergerak”
Lalu disusul kalimat yang membuat banyak mata berkaca-kaca:
“Kulo titip Jam’iyyah”
Bayangkan. Dalam keadaan paling berat dalam hidupnya, yang masih dipikirkan bukan dirinya sendiri, melainkan organisasi, kader, dan perjuangan. Orang yang bahkan di tengah ujian masih memikirkan jam’iyyah, pantaskah begitu mudah disebut pengkhianat?
Para santriwati melangitkan doa di pondok-pondok pesantren. Para kiai sepuh di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Yogyakarta menyebut namanya dalam wirid-wirid malam mereka. Dan di situlah kita sadar, ada kekuatan yang tidak akan pernah bisa diborgol oleh siapa pun
Do'a
Doa tidak bisa dipasangi rompi oranye. Tidak bisa dipenjara. Tidak bisa dibungkam oleh opini dan framing. Ia terbang menembus langit, lahir dari hati-hati yang ikhlas dan keyakinan bahwa kebenaran mungkin bisa ditunda, tapi tidak akan pernah bisa dikalahkan
Karena sejatinya, yang membuat seseorang tetap berdiri bukan jabatan, bukan kekuasaan, bukan pula sorotan media. Tapi cinta dari orang-orang yang percaya pada ketulusannya
Dan cinta semacam itu, selalu menemukan jalannya sendiri untuk menang #GusYaqutAdalahKita

Indonesia

@geloraco Pendekar tapak suci putera muhammadiyah siap bela yg benar
Indonesia

Hercules Minta Amien Rais Jaga Mulut: Saya Nggak Mau Tangan Saya Berdarah Lagi, Ingat Itu ya!
gelora.co/2026/05/hercul…
Indonesia















