Afriyantoeko

21.6K posts

Afriyantoeko banner
Afriyantoeko

Afriyantoeko

@afriyant0ek0

Not better than anybody

MLG Katılım Şubat 2011
1.3K Takip Edilen624 Takipçiler
Afriyantoeko retweetledi
Ridwan Gunawan
Ridwan Gunawan@RidwanRWG·
Mumpung market lg gak enak, saya mau ngajak belajar bareng buat nambah2 pengetahuan dan skill tipis2 yang mau ikut bisa tulis komen atau QRT/RT post ini Pemateri @keharyapatihan @MikaelDewabrata @riantisilvi @karimakayyim Masih mau ngajakin yg lain (TBC) @bepituLaz pemateri founder stage in Code with Claude at London @Rudiyanto_zh @cettabox @donnyjustinvest Buat yg berminat ngisi kelas ini bisa DM saya ya buat diatur jadwalnya
Ridwan Gunawan tweet media
Indonesia
265
242
796
62.5K
Afriyantoeko retweetledi
The Economist
The Economist@TheEconomist·
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images
The Economist tweet media
English
497
26.8K
40.6K
3.6M
Afriyantoeko retweetledi
M. Chatib Basri
M. Chatib Basri@ChatibBasri·
Berikut artikel saya di Kompas, 14 Januari 2026, “ APBN 2026 Berlari di Ruang Sempit”. Kerja keras Kemenkeu patut diapresiasi. Namun persoalan sesungguhnya justru menunggu di 2026. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi tantangan ini? kompas.id/artikel/apbn-2…
M. Chatib Basri tweet media
Indonesia
46
772
1.8K
222.8K
Faiz Ghifari
Faiz Ghifari@MFaizGhifari·
Aku mau bikin kelas gratis tentang Claude Kepikiran buat bahas: •⁠ Kenapa Claude happening, bedanya sama LLM lain apa? •⁠ ⁠⁠Claude Chat vs Cowork vs Claude Code •⁠ ⁠⁠Effective Claude prompting techniques •⁠ ⁠⁠Claude Cowork use case & Automations for professionals • Claude MCP and Integrations with 3rd Party (PPT, Sheet, etc) • Bikin Web Apps dan Deploy secara gratis pake Claude Code Siapa aja yang mau join? Coba Follow + Retweet + Reply di bawah ya 👇🏻
English
923
993
3.4K
157.3K
Hammerfrøst
Hammerfrøst@wirz__·
@dittolongdit Bojoku arek malang nyel, tak jak mangan nang gultik gandaria sing lek malem minggu antrine awur2an. Komen e setelah 2 suapan pertama, “sek enakan gule gawenanku yang” wkwkwkwwk jancok ancen
Indonesia
1
0
1
301
Afriyantoeko retweetledi
vyooo
vyooo@vyowiz_·
25–30 itu bukan dewasa. Itu cuma umur di mana lo mulai ngerti: Orang dewasa ternyata banyak yang ngaco juga.
Indonesia
118
8.2K
29.3K
492.8K
Afriyantoeko retweetledi
Reza Sudrajat
Reza Sudrajat@penduduk_lokal_·
@kompascom Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya akan melanjutkan gugatan perkara ini apapun hasilnya Mohon dukungan & doa dari semuanya, demi Pendidikan kita. Panjang umur Pekerja Pendidikan 🙏
Indonesia
1.5K
21K
49.1K
1.6M
Afriyantoeko retweetledi
Tigor Siagian, CFA, FRM
Tigor Siagian, CFA, FRM@tigorsiagian·
Investor pasif seperti Vanguard, BlackRock & State Street Global Advisors menggunakan index sebagai panduan (benchmark) dalam pengelolaan dana investasi. Sementara kualitas index sangat tergantung kepada kualitas isinya (konstituen). Entah saham, obligasi atau aset lain. Kalau kualitas konstituen tidak bisa diandalkan maka kualitas dana kelolaan (dan hasilnya) otomatis juga diragukan. Apakah kemudian setiap index dapat digunakan untuk menjadi benchmark? Tentu tidak. Sebagai pedoman, kurikulum CFA exam menyebutkan bahwa sebuah benchmark yang valid harus memiliki sifat yang disingkat SAMURAI yaitu: Specified in advance: ditentukan sejak awal sebelum periode investasi dimulai. Appropriate: sesuai dengan tujuan dan strategi investasi. Measurable: dapat diukur secara kuantitatif. Unambiguous: definisinya jelas dan tidak menimbulkan tafsir ganda. Reflective of current investment opinion: mencerminkan pandangan investasi yang relevan saat ini. Accountable / Owned: ada pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaannya. dan Investable: dapat direplikasi atau benar-benar bisa diinvestasikan. Dengan kriteria itu, tidak semua indikator dapat disebut benchmark, karena banyak indikator di pasar tidak memenuhi seluruh unsur SAMURAI tersebut. Kalau market index saja tidak serta merta bisa digunakan sebagai benchmark pengelolaan (serta) patokan kinerja pengelolaan dana, apalagi indikator subyektif self-claimed kayak "McLaren lo warna apa?"
Indonesia
16
121
553
34.8K
Afriyantoeko retweetledi
Clara Ng
Clara Ng@clara_ng·
Di ruang yg sama, akan selalu ada: 1. Org yg membaca dunia lewat teks, struktur, dan ide 2. Org yg membaca dunia lewat ruang, pengalaman, dan rasa Itu dua anak saya. Berbeda bgt, tp buat saya sbg ortu paham satu hal: gk semua kecerdasan perlu diarahkan atau diatur. Kecerdasan sebaiknya hny perlu diberi izin utk jadi diri sendiri
Indonesia
5
444
2.7K
47.2K
Afriyantoeko retweetledi
Tigor Siagian, CFA, FRM
Tigor Siagian, CFA, FRM@tigorsiagian·
Sedikit masukan untuk gen-z & gen alpha yg punya duit terbatas untuk spending. Dari gen-x yang kebetulan sudah hidup lebih lama dan sempat 23+ tahun terlibat mengelola investasi global ratusan miliar dollar. Kalo lo merasa perlu beli kelas untuk meningkatkan kemampuan diri, menurut gw skill paling penting yg perlu lebih awal dikuasai tuh how to think. Pahami mental models penting. Contoh: first principles. Terus aplikasikan dalam kehidupan dan karir. Salah satu gunanya agar paham memisahkan antara luck dan skill. Dengan paham pemisahan itu dgn benar maka bisa paham (contohnya) mana aset yg rationally valuable dan mana yg sekadar becek karena narasi dari cocot influencer. Berikutnya akan paham mana yg bisa disebut investasi dan mana yg sekedar aksi spekulatif. Selaraskan dengan ekspektasi. Selaraskan dengan horizon investasi. And act accordingly. Jangan terbalik. Aset spekulatif dibeli dengan mindset investasi atau sebaliknya. Kalo udah tau bedanya, ga bakalan kegocek influencer YouTube modal kemampuan videografi dan kata sumpah serapah.
Indonesia
35
1.4K
7.7K
452.4K
Afriyantoeko retweetledi
Falkenhaynz🍉
Falkenhaynz🍉@keharyapatihan·
Kalo tertarik dengan rewind ekonomi US setahun ke belakang, bisa baca dokumen "Economic Report of the President" yang tiap awal tahun diterbitin oleh Council of Economic Advisers (CEA) Isi pembahasannya bet, mulai dari isu WFH, pentingnya perluasan BPJS dan penurunan harga obat, green energy, kesamaan pajak global supaya company ga bikin perusahaan daftarnya di negara tax haven, hingga dampak COVID 19 ke pengajaran di sekolah serta pentingnya kenaikan gaji guru Funfact, banyak Ketua The Fed, pemenang Nobel Ekonomi, dan ekonom-ekonom besar di US yang dulunya mimpin CEA ini: Alan Greenspan (Chairman The Fed legendaris), Janet Yellen (Menkeu dan Ketua The Fed perempuan pertama), Ben Bernanke (Ketua The Fed pas GFC 2008), Joseph Stiglitz (Pemenang Nobel Ekonomi dan Kepala Ekonom Dunia), Gregory Mankiw (penulis textbook ekonomi yang jadi standar pendidikan ekonomi di dunia), dsb 10/10 would recommend baca dokumen ini
Falkenhaynz🍉 tweet mediaFalkenhaynz🍉 tweet mediaFalkenhaynz🍉 tweet mediaFalkenhaynz🍉 tweet media
Indonesia
8
205
1.1K
49.9K
Guardian Of Bekasi
Guardian Of Bekasi@rgoestama·
Ini salah satu kuncian makan malem gua selama merantau. Gak gampang cari makan yg proper dgn harga ekonomis di dkt kantor gua yg ada di tengah kota dan di jalan protokol kota sebesar Surabaya. Nasi Jagung Kedungdoro (di gmaps namanya Ronde Jahe Merah dan Angsle). Rp.15ribu ud dpt nasi jagung, perkedel jagung, urap, tongkol kecombrang cabe ijo, tumis terong, telur bumbu bali, dan peyek. Gokil gak tuh!
Guardian Of Bekasi tweet media
Indonesia
33
24
258
33.8K
Afriyantoeko retweetledi
Cak Sugeng 🍉
Cak Sugeng 🍉@cak_sugenk·
Di Kota Malang, negara kalah sama preman.
Indonesia
54
403
998
48.8K
Afriyantoeko retweetledi
M. Chatib Basri
M. Chatib Basri@ChatibBasri·
Mengajar selalu menghadirkan rasa yang sulit dijelaskan. Di kelas Harvard CID Student seminar @HarvardCID saya mengajar topik Crisis and Reform in Practice: Indonesia’s Experience and Lessons from Emerging Markets. Ilmu Di ruang kelas Harvard Kennedy School bukan sekadar teori, tapi percakapan lintas generasi. Mahasiswa datang bukan hanya untuk mendengar, tapi untuk mempertanyakan, dan di situlah seorang pengajar juga belajar. Teaching always brings a feeling that’s hard to describe. At the Harvard CID Student Seminar, I teach Crisis and Reform in Practice: Indonesia’s Experience and Lessons from Emerging Markets. In the classrooms of the Harvard Kennedy School, knowledge is not just theory, it’s a dialogue across generations. Students come not only to listen, but to question, and that’s where a teacher truly learns.
M. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet media
Indonesia
3
20
178
8.5K
Afriyantoeko retweetledi
M. Chatib Basri
M. Chatib Basri@ChatibBasri·
Sekitar 25 tahun lalu, saya menulis disertasi yang diinspirasi oleh model Grossman–Helpman : model yang, hingga kini, masih menjadi rujukan utama dalam political economy of protection. Kesimpulan saya waktu itu: yang paling menikmati subsidi dan proteksi perdagangan di Indonesia adalah sektor-sektor yang dikuasai oleh crony capitalists — mereka yang dekat dengan kekuasaan. Hari ini, saya kembali berdiskusi dengan Elhanan Helpman, salah satu penulis model itu,!guru besar ekonomi di Harvard University. Sebuah pertemuan yang istimewa, belajar kembali teori perdagangan internasional mutakhir langsung dari sumbernya. Kadang, perjalanan akademik membawa kita berputar: kembali ke titik awal- mudah2an- dengan pemahaman yang lebih dalam. Yg saya rasakan belajar itu, bukan tentang tahu lebih banyak, tetapi menyadari betapa banyak yang saya tidak tahu.
M. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet mediaM. Chatib Basri tweet media
Indonesia
8
110
610
20K