Agoes shoe

14.7K posts

Agoes shoe

Agoes shoe

@agoeshoe

Katılım Mayıs 2017
955 Takip Edilen453 Takipçiler
♏💤🇯🇵🅰️🇱🅴❎™️✪ⓃⓀⓇⒾ🇮🇩
Di depan Pak Jokowi nunduk penuh hormat, tapi di belakang belum tentu berkata sama. Bedanya, Pak Jokowi tak sekalipun menjelek-jelekkan dia. Di situlah terlihat mana yg benar2 negarawan & mana yg hanya pandai bermain kata.
Indonesia
36
28
130
6.8K
Agoes shoe
Agoes shoe@agoeshoe·
@99propaganda Jangan disamakan sama pm singapur cuma naik pesawat komersil tahu negaranya kaya tapi pelit,beda dengan kita 2 pesawat sekaligus ,hutang banyak ga masalah,apbn devisit ga masalah,yg penting pamer dulu 😀😀😀😀
Indonesia
0
0
0
25
key
key@99propaganda·
Orang luar aja takjub dengan Maung, lah di dalam negeri malah ada gerombolan yang nyinyir.
Indonesia
91
38
115
3.8K
Agoes shoe
Agoes shoe@agoeshoe·
@KerjaHasil_id Norak apa apa dipolitisi...itu moment nikahan,knp seh jadi politikus kamu baper banget
Indonesia
0
0
1
32
Agoes shoe
Agoes shoe@agoeshoe·
@windewaoke @LambeSahamjja Pragmatisme sebenarnya ada partai yg calegnya bnayak sekali dari kalangan artis dan secara elektoral naik,tapi secara kwalitas ga tahu deh..undang undang memang harus diubah,awal pemilu di era reformasi anggota dewannya bagus bagus,kita tunggu saja nanti
Indonesia
1
0
0
11
pak dewa
pak dewa@windewaoke·
@agoeshoe @LambeSahamjja Sistem tertutup mereka teriak2 ga demokratis.. serba repot 😂. Hrs nya kondisi tingkat intelektual bangsa ini hrs nya proporsional tertutup. Jd pesohor hanya untuk narik suara ke partai.. tp yg masuk yg kompeten menurut parte. Meski suap dan kongkalikong pejabat parte jg ada.
Indonesia
1
0
0
7
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Mau heran kenapa Indonesia ga maju2? Noh, DPR lu Mulan Jameela! lulusan SMA, yg sarjana setelah mjd DPR. Paling kerennya, dia itu membidangi Energi, Riset dan Lingkungan Hidup!! Paling lucu, dia itu kuliah jurusan sastra inggris. Itu salah satu dari banyaknya orang2 ga kompeten yg ngurusin negara sebesar Indonesia Gw ga bilang pendidikan mendefinisikan manusia, karena Bu Susi ga harus jd sarjana tapi keren (yah tapi sepak terjang dan background beliau bukan biduan kayak Muljam) cc:proletar
Indonesia
80
241
913
37.2K
Brigadir JM
Brigadir JM@Franken_blues·
Memilih duduk semeja dgn Pak Jokowi, padahal Ganjar hadir juga. Prof. Mahfud terlihat agak grogi 😁 Tenang prof, Pak Jokowi orang baik.
Indonesia
107
78
1.1K
320.6K
Agoes shoe retweetledi
Mahfud MD
Mahfud MD@mohmahfudmd·
Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
Indonesia
765
6.3K
12.1K
503.1K
Agoes shoe retweetledi
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
TERMUL DIE HARDER IJAZAH JOKOWI TERIAK PALING KERAS, HIDUP JALAN DI TEMPAT Setahun saya mengamati. Perilaku, pernyataan, gerak-gerik para “termul”, mereka yang merasa berdiri paling depan membela ijazah, membela Joko Widodo seolah hidup dan mati mereka ditentukan di sana. Mereka pikir: loyalitas = imbalan teriakan = kenaikan kelas kedekatan = perubahan nasib Tapi realitasnya? Tidak ada yang berubah. Ekonomi tetap. Status sosial tetap. Hidup? jalan di tempat. Bahkan satu yang paling vokal, paling sering tampil, paling “die hard”yang kalau bicara sudah seperti Ahli segala bidang, satu ketika saya temui, mobilnya mobil tua. Bertahun-tahun jadi termul, tak ada yang berubah. Maaf ya termul. Mobil untuk kalian seharusnya bukan sekadar kendaraan. Itu simbol. Simbol bahwa yang kalian kejar, harta, jabatan, tidak pernah benar-benar kalian bisa dapatkan. INI MASALAHNYA: KALIAN SALAH MEMAHAMI KEKUASAAN! Kalian kira kekuasaan itu seperti air hujan, turun ke semua yang berdiri di bawahnya. Padahal tidak. Kekuasaan itu seperti cahaya senter: hanya menyinari segelintir titik. Sisanya? Gelap. Yang naik itu: elite. inner circle. pemilik modal. pengendali sistem. Bukan kalian yang hanya berteriak di luar pagar. Muncul di media bukan berarti punya kuasa. Dekat dengan Jokowi, bolak-balik ke Solo bukan berarti dekat secara realitas. Kalian punya satu hal: suara. Tapi tidak punya: akses. aset. pengaruh nyata. Dan tanpa itu, kalian bukan pemain. Kalian hanya TOA alias pengeras suara. INI YANG PALING MENYAKITKAN Yang paling loyal, seringkali yang paling tidak diangkat. Yang paling keras membela, justru yang paling mudah dilupakan. Kalian habiskan waktu, energi, bahkan HARGA DIRI untuk sesuatu yang tidak pernah dirancang untuk mengangkat kalian. BANGUN! Kalau kalian ingin hidup berubah, jalannya bukan: menjadi pembela bukan menjadi buzzer bukan menjadi penjilat kekuasaan bukan menghinakan diri menjadi Termul. Tapi menjadi: pemilik nilai pemilik skill pemilik aset pemilik posisi tawar Tanpa itu, sekeras apapun kalian berteriak, hidup kalian tetap sunyi. KESIMPULAN PALING TELAK Ini bukan soal siapa penguasa. Bukan soal Joko Widodo atau siapa pun. Ini soal satu KEBODOHAN KOLEKTIF: berharap hidup berubah hanya karena berdiri dekat dengan kekuasaan. Padahal kenyataannya: kalian tidak pernah benar-benar dekat. DAN PADA AKHIRNYA… Sejarah akan mencatat: bukan siapa yang paling keras berteriak, tapi siapa yang benar-benar membangun kekuatan. Dan saat itu tiba, banyak dari kalian akan sadar kalian hanya jadi Uang recehan dalam kaleng yang kalau jatuh bunyinya KROMPYAANG. Yang naik pesawat jet pribadi Tetap Kaesang.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
241
570
1.8K
36.6K
Agoes shoe retweetledi
Menteri Pekerja RI
Menteri Pekerja RI@MenteriPekerja·
siapa yg bilang politik itu ga ngaruh ke kehidupan sehari-hari? SINI MAJU!!! Sebelum ada Jokowi : PKWT dulu itu skemanya Kontrak paling lama 2 tahun dan diperpanjang hanya boleh 1 kali selama 1 tahun. jadi PKWT max 3 tahun abis itu PKWTT. setelah jokowi : PKWT sekarang itu skemanya kontrak bebas mau berapa kali (mau 6bln + 6bln + 6bln boleh) berapa lama asalkan paling lama 5 tahun (akumulasi 6 bulan sampe jumlahnya 5 tahun) dan selesai masa kontrak dapat uang kompensasi) setiap presiden itu bisa ganti kebijakan, jadi jangan bilang politik ga ngaruh ke hari hari ya adik adik.
Indonesia
101
3.1K
8.8K
338.2K
txt keabsurdan wni
txt keabsurdan wni@txtharihariWNI·
Guys, alhamdulillah... akhirnya hari ini aku mau cerita sesuatu yang udah lama banget aku pendem sendiri. Hampir 8 bulan suami aku nganggur. 8 bulan yang terasa kayak seumur hidup. Aku nggak pernah tau rasanya bayar listrik sambil nahan napas, atau belanja bulanan sambil ngitung-ngitung di kepala takut lebih. Tapi sekarang aku tau. Suami aku orangnya gengsi, tapi demi keluarga dia tetep mau ngelamar ke mana-mana. Ditolak berkali-kali. Pulang sambil senyum depan aku, tapi aku pernah denger dia nangis pelan di kamar mandi tengah malem. Dikira aku tidur. Aku pura-pura tidur, tapi air mata aku ngalir sendiri. Seminggu lalu dia pamit pagi-pagi, bilang mau interview lagi. Aku cuma bilang "iya, semangat" sambil senyum. Tapi begitu pintu ditutup aku langsung sujud, nangis, minta sama Allah tolong jangan biarkan suami aku patah lagi hari ini. Dan tadi sore dia pulang... Senyumnya beda. "Mama, aku keterima. Sales Wifi MyRepublic." Guys aku langsung nangis duluan sebelum dia selesai ngomong. Dia malah ketawa ngeliat aku. Tapi matanya merah juga. Alhamdulillah ya Allah. Sekecil apapun rezekinya, ini pintu yang Kau bukain buat keluarga kami 🤲
Indonesia
283
822
10.3K
289.7K
Ego
Ego@akuprismadayu·
@LambeSahamjja Cocoknya EMJE ini di komisi berapa sebenarnya min? 😅
Indonesia
2
0
0
2.7K
agung basoeki
agung basoeki@AgungBasoeki·
@ulil Petinggi militer dan pemerintahannya mati semua gk mampu membalas koq ngaku menang … kayak hamas saja ngaku menang lawan Israel 😀
Indonesia
3
0
0
461
Agoes shoe
Agoes shoe@agoeshoe·
@Najazi731 @LambeSahamjja Ke papua bawa M16,pulang bawa 16m,...kudengar sayup sayup...dan ketika aku terbangun ..oooo ternyata aku mimpi 😀
Indonesia
0
0
1
130
adjiQncy
adjiQncy@Najazi731·
@LambeSahamjja Kenapa JK sewaktu jadi wapres Jokowi tidak menyelesaikan kasus KKB di tanah Papua padahal mirip2 dgn masalah GAM di Aceh, apa peranan JK waktu jadi wapres tidak bisa dominan dibanding posisinya diluar pemerintah? padahal dgn pengalaman menyelesaikan banyak konflik seharusnya bisa
Indonesia
4
0
1
919
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada satu pertanyaan yang belum pernah dijawab dengan jujur di ruang publik Indonesia: kenapa Jusuf Kalla selalu muncul tepat di saat Indonesia dalam kondisi paling genting dan apakah itu murni kepedulian seorang negarawan, atau ada sesuatu yang lebih personal di baliknya? Gue akan coba jawab itu dengan jujur. Siapa JK sebelum jadi politisi: Sebelum ada nama Jusuf Kalla di istana negara, ada Kala Group imperium bisnis yang dibangun keluarganya sejak 1952 di Makassar, mulai dari pedagang kain tekstil, lalu masuk ke transportasi bus, konstruksi, otomotif, energi, logistik maritim, properti, sampai pembangkit listrik. Kala Group bukan sekadar perusahaan besar. Mereka menguasai pintu masuk ekonomi Indonesia Timur secara literal: stok aspal untuk jalan di Sulawesi dan Kalimantan, kapal logistik antar pulau, dealer Toyota dan Daihatsu di wilayah yang tidak dijamah pemodal Jakarta, pembangkit listrik PLTA yang menyuplai grid nasional. Setiap pejabat daerah di Sulawesi yang mau bangun jalan atau jembatan hampir pasti akan bersentuhan dengan bisnis keluarga Kalla. Dan kekuatan ekonomi inilah yang kemudian menjadi modal politik. Kenapa JK tetap relevan meski tidak punya jabatan: Kebanyakan tokoh politik Indonesia relevan karena satu hal: partai, militer, atau popularitas rakyat. Megawati punya PDIP dan nama Soekarno. Prabowo punya jaringan militer. Jokowi punya dukungan massa yang luar biasa. JK tidak punya satupun dari itu setelah 2019. Tidak lagi ketua partai besar, bukan jenderal, tidak punya relawan fanatik. Tapi dia punya sesuatu yang lebih langka: reputasi sebagai orang yang bisa membereskan masalah yang tidak bisa diselesaikan jalur resmi. Dan itu terbukti nyata bukan klaim. Konflik Poso yang sudah memakan korban sejak 1998 diselesaikan dalam dua hari di Malino dengan cara yang tidak pernah berhasil dilakukan militer. Konflik Ambon diselesaikan dengan cara yang sama. Dan yang paling besar: MOU Helsinki 2005 yang mengakhiri 30 tahun perang GAM versus Indonesia sesuatu yang gagal dilakukan semua pemerintahan sebelumnya. Caranya selalu sama: identifikasi akar masalah yang sebenarnya, bagi kekuasaan secara adil, beri kompensasi ekonomi yang nyata. Tidak ada ceramah moral, tidak ada operasi militer tambahan. Murni negosiasi bisnis yang diterapkan ke konflik politik. Kekuatan yang jarang disebut jaringan Islam akar rumput: JK adalah Ketua Dewan Masjid Indonesia selama bertahun-tahun. Indonesia punya lebih dari 800.000 masjid dan musala. Itu bukan angka kecil itu jaringan distribusi informasi dan pengaruh yang lebih luas dari partai politik manapun di Indonesia. Di bawah JK, DMI bukan lagi sekadar organisasi urusan ibadah. Dia ubah menjadi jaringan sosial dan ekonomi aktif. Dan yang paling cerdas: dia melarang masjid digunakan untuk kampanye politik. Hasilnya? Dia justru dapat simpati terdalam dari umat dianggap sebagai pelindung yang tidak pamrih. Di sisi lain dia bisa masuk ke pesantren NU dan bicara dengan kiai sepuh di pelosok Jawa. Di sisi yang lain dia juga dihormati di kalangan Muhammadiyah yang lebih terdidik dan berorientasi bisnis. Tidak banyak politisi Indonesia yang punya akses ke dua ekosistem Islam yang berbeda karakter itu secara bersamaan. Analogi yang JK sendiri gunakan soal dua ormas ini sangat tepat: Muhammadiyah seperti holding company perintah terpusat, rapi, dari atas ke bawah. NU seperti franchise McDonald's kekuatan ada di pemilik masing-masing gerai, bukan di kantor pusat. Jadi untuk melobi NU, lobi pengurus pusat Jakarta saja tidak cuku harus keliling ketemu kiai-kiai sepuh di daerah. Dan JK paham itu, dan dia melakukannya. Kenapa JK tidak bisa dihapus dari panggung: Karena dia membangun sesuatu yang tidak bisa dirobohkan oleh pergantian presiden: infrastruktur bisnis yang dibutuhkan negara, jaringan sosial yang tersebar dari pelosok Sulawesi sampai pesantren Jawa, dan rekam jejak nyata menyelamatkan Indonesia dari perpecahan. Ketika Golkar hampir pecah berantakan 2014-2016 kubu Abu Rizal Bakrie vs kubu Agung Laksono tidak ada jalur hukum atau keputusan pengadilan yang bisa menyatukan mereka. Yang bisa menyatukan mereka hanya JK, karena kedua kubu respek padanya dan tidak ada yang berani mengabaikan tawaran damai dari mantan wapres yang punya semua koneksi itu. Dan sekarang bagian yang paling menarik dan paling tidak enak didengar: Setiap kali kondisi fiskal Indonesia memburuk, nama JK tiba-tiba muncul lagi di media. Dia berteriak soal disiplin APBN, soal bahaya utang, soal subsidi BBM yang harus dikurangi. Di permukaan itu terdengar seperti kepedulian seorang negarawan senior. Tapi kalau kita tarik benang merahnya ada yang perlu dipertanyakan. PT Bukaka Teknik Utama, perusahaan keluarga Kalla yang terdaftar di bursa, sedang menagih piutang Rp200-300 miliar dari perusahaan negara terkait proyek tol MBZ yang sudah selesai bertahun-tahun tapi belum dibayar. Di saat yang sama, Bukaka sedang mengkonversi utang Rp2,2 triliun menjadi modal perusahaan langkah yang biasanya dilakukan ketika kondisi keuangan sedang tertekan. Dan logikanya sederhana: kalau pemerintah terus berutang besar untuk subsidi, uang di perbankan tersedot ke instrumen negara. Bunga bank naik. Bagi Bukaka yang punya utang triliunan dengan bunga yang mengikuti pasar kenaikan bunga adalah ancaman serius. Ketika JK berteriak agar pemerintah disiplin fiskal, itu bisa dibaca dua cara: kepedulian murni seorang negarawan atau upaya agar lingkungan bunga bank tetap rendah dan bisnis keluarganya tetap bisa bernapas. Dan timing-nya terlalu presisi untuk diabaikan. Tahun 2026 Indonesia harus membayar atau mengalihkan utang yang jatuh tempo senilai Rp833,96 triliun. Tepat di periode itu JK paling vokal. Soal keterlibatan di isu ijazah Jokowi: JK bahkan ikut merespons isu ijazah Jokowi sesuatu yang biasanya hanya diributkan aktivis media sosial. Sampai dilaporkan membuat laporan polisi terkait konten yang menyudutkannya. Tapi di balik kata-kata yang terkesan netral, ada pesan politik yang lebih dalam: JK sedang mengingatkan publik bahwa dialah yang dulu membawa Jokowi dari Solo ke Jakarta. Tanpa JK, Jokowi mungkin tidak sampai ke titik itu. Dan ini bukan sekadar nostalgia. Ini adalah klaim moral bahwa dia punya hak untuk mengkritik arah kebijakan Jokowi karena dia yang menginvestasikan reputasi politiknya untuk mengantarkan Jokowi ke kekuasaan. JK bukan sepenuhnya negarawan murni yang tulus. Tapi dia juga bukan sepenuhnya pengusaha yang cuma cari selamat. Dia adalah keduanya dan dia tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa keduanya ada dalam dirinya. Dalam sistem politik Indonesia, orang yang paling bertahan lama bukan yang paling idealis dan bukan yang paling oportunis. Yang paling bertahan adalah yang punya keduanya dan tahu kapan menggunakan yang mana. Selama 4 dekade JK membuktikan itu. Dan selama bisnis keluarganya masih menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia Timur, selama jaringan sosialnya masih tertanam di 800.000 masjid dan ratusan pesantren, dan selama tidak ada orang lain yang punya rekam jejak nyata menyelesaikan konflik dia akan terus muncul setiap kali Indonesia membutuhkan seseorang yang tahu cara membereskan masalah yang tidak bisa diselesaikan sistem resmi. Pertanyaannya bukan apakah dia tulus atau tidak. Pertanyaannya adalah: apakah negara punya pilihan selain mendengarkannya? ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan konten Nas Creativy. Ini adalah analisis berbasis fakta publik dan interpretasi pola bukan tuduhan terhadap individu. Semua klaim tentang kondisi keuangan perusahaan mengacu pada informasi yang sudah dipublikasikan secara terbuka.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
13
45
153
13.2K
Senja Kelabu
Senja Kelabu@senjamakinmerah·
@Hidupsebagai62 Padahal yg tertutup juga tidak jaminan akhlaknya baik. Warga kita lebih mudah menilai seseorang dari cassingnya lalu menghakimi sesuai standar moralitas mereka apabila tidak sesuai dengan harapan mereka.
Indonesia
3
0
51
39.8K
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Gak ada habisnya sekarang pakaian Syifa Hadju lagi yang di kr!tik ped4s oleh warganet karna memakai pakaian yang makin kesini makin terbuk4. Syifa bukan nya habis nik4h pakaian nya ketutup malah makin terbuka ujar beberapa warganet, dan ada juga yang membandingkan dengan pacar adik ipa4rnya Tissa, suka sekali sama Tissa selalu pakai pakaian tertutup. 🙄 Source : thread
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
43
9
278
261.7K
Brigadir JM
Brigadir JM@Franken_blues·
Jgn bandingkan Ade Armando dgn Hasto ya. Beda kelas!
Indonesia
39
11
54
3.7K
Agoes shoe
Agoes shoe@agoeshoe·
@Franken_blues 😀😀😀😀 ko narasinya sama..berapa banyak ngerahin buzzer?
Indonesia
0
0
0
54
Brigadir JM
Brigadir JM@Franken_blues·
Si Juru Damai yg kerahkan buzzer dan 40 Ormas utk melawan seorang Ade Armando, cuma seorang akademisi. Dahsyat ini sih.
Brigadir JM tweet media
Indonesia
416
67
258
22.3K
KerjaHasil_id
KerjaHasil_id@KerjaHasil_id·
Ade Armando lebih memilih berjuang sendiri di hadapan hukum daripada mengharap back up dari siapapun. 1 vs 40 Respect untuk Ade Armando! @adearmando61
Dedy Nur@DedynurPalakka

Justru sikap "gentle citizen" seperti ini yang bikin nama Ade Armando menjadi sangat positif bahkan di tengah gempuran negatif dari buzzer-buzzer bersemangat seperti kawan saya @Anak__Ogi ✍️ AA ingin kirim pesan kepada dunia kalau beliau ini siap berhadapan dengan tuntutan hukum dari 40 ormas islam bersemangat. 1 lawan 40 saja kita sudah bisa membuat penilaian siapa yang berani dan siapa yang hanya berani saat bergerombol. Hidup bang @adearmando61

Indonesia
65
5
35
2.2K
Brigadir JM
Brigadir JM@Franken_blues·
Tugas buzzer jongos" banteng ngerik semua 😅 - Adili Jokowi - Makzulkan Gibran - Tangkap Silvester - Fitnah Ahmad Ali dan PSI - Tangkap Ade Armando - Penjarakan Grace Natalie Mereka itu manusia atau iblis sih? 🤣🤣🤣
Indonesia
138
25
121
9K
Agoes shoe
Agoes shoe@agoeshoe·
@LambeSahamjja Dari awal yg menyerang jk kita sudah tahu semua...buzzer2 yg setiap hari berseliweran dan polanya semua sama,tp dari peristiwa ini kita bisa melihat setidaknya karakter,yg kayak sopan,ndesoni,sok lugu tapi lewat buzzernya wow...dan kita seolah olah terbuai
Indonesia
0
0
1
870
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kesaksian yang menurut gua adalah salah satu yang paling penting dan paling jarang didengar publik tentang siapa sebenarnya Jusuf Kalla dan kenapa serangan yang diarahkan kepadanya sekarang bukan hanya tidak adil tapi juga sangat berbahaya bagi bangsa ini. Yang berbicara adalah Prof. Dr. Hamid Awaluddin orang yang selama 40 tahun mengenal JK secara personal dan hadir langsung di garis depan proses perdamaian Ambon dan Poso yang JK pimpin. Soal kemarahan JK yang disebut mencapai level murka ada dua hal yang membuat JK bereaksi sekeras itu. Pertama pidato di UGM yang sudah disampaikan berkali-kali selama puluhan tahun tiba-tiba dipotong dan diedit dengan niat memprovokasi. Potongan itu diambil bukan untuk menjelaskan konteksnya tapi untuk membikin kehebohan. Dan yang paling menyakitkan bagi JK adalah seluruh hidup dan karirnya justru dibangun di atas satu hal menjadi jembatan yang menghubungkan dua pihak yang berseberangan. Kedua penyerangan itu menggunakan isu agama sebagai senjata. Dan tokoh-tokoh muslim yang datang ke rumah JK di bawah pimpinan Din Syamsuddin bukan datang karena diundang JK. Mereka datang karena marah karena melihat ada pihak yang secara sengaja menggunakan isu agama untuk menyerang tokoh yang justru selama hidupnya paling keras membela kohesi sosial lintas agama. Soal konteks pidato yang dipersoalkan Prof. Hamid membongkar fakta yang selama ini tidak pernah sampai ke publik secara utuh. Ucapan JK tentang dua pihak yang merasa dirinya syahid itu sudah keluar 24 tahun lalu. Konteksnya adalah ketika JK dan Hamid sedang berjuang merintis perdamaian Ambon. Ada pemahaman dari kedua belah pihak yang berkonflik bahwa membunuh lawan adalah jalan masuk surga. JK menilai pemahaman itu keliru dan menyuruh Hamid untuk menyampaikan ke publik bahwa keduanya bukan masuk surga tapi masuk neraka karena tidak ada agama yang menganjurkan saling membunuh. Dan ketika Hamid bertanya kenapa JK tidak menyampaikannya sendiri jawaban JK adalah genius kalau saya yang ngomong dan ada yang protes maka seluruh ikhtiar perdamaian ini bisa bubar. Tapi kalau Hamid yang ngomong dan ada yang protes masih bisa dianggap salah paham atau salah ucap. Sehingga saya masih bisa masuk untuk menyelesaikan. Hasilnya tidak ada satu pun yang protes. Bahkan Nurcholish Madjid Cak Nur menelepon Hamid dan berkata kami punya pemahaman yang sama tapi tidak berani menyatakannya secara terbuka. Beliau berani karena ikhlas. Pertanyaan Prof. Hamid yang tidak bisa dijawab oleh siapapun yang menyerang JK sangat sederhana dan sangat menusuk ucapan itu sudah 24 tahun. Kenapa baru dipersoalkan sekarang? Apa yang terjadi 30 hari sebelum tiba-tiba potongan itu viral? Jawabannya adalah JK baru saja meminta Jokowi menunjukkan ijazahnya. Soal momen paling dramatis yang Prof. Hamid ceritakan dan ini menurut gua adalah bagian yang paling penting untuk dipahami semua orang yang sekarang ikut-ikutan menyerang JK. Larut malam setelah pulang dari Ambon JK membawa Hamid ke Kemang. Di ruangan itu ada perwakilan Laskar Jihad. JK duduk di tengah. Perundingan berjalan alot. Lalu salah satu juru bicara Laskar Jihad berkata bahwa JK tidak mengerti aspirasi Islam. JK pukul meja. Jangan pernah kau ceramahi saya tentang Islam. Berapa anak yatim kau pelihara? Berapa masjid kau bangun? Dalam agama Islam yang paling mudah dilakukan itu mendamaikan orang dan itu adalah ibadah tertinggi. Lalu JK bilang dia tidak peduli apakah mereka mau ikut perdamaian atau tidak karena dia tetap akan damaikan Ambon. Tidak boleh ada darah menetes karena perbedaan agama. Pamit. Jabat tangan. Senyum. Pulang. Subuh harinya JK menelepon Hamid mereka akhirnya mau damai. Soal keberanian yang taruhannya nyawa Prof. Hamid bercerita tentang ketika mereka harus masuk ke kawasan Kristen di Ambon dalam kondisi konflik aktif. Di pintu masuk kawasan itu ada papan yang bertuliskan semua boleh masuk kecuali orang Islam dan anjing gila. JK tidak berhenti. JK berkata kenapa mesti takut yang begituan kita mau damaikan orang niatnya baik. Kendaraan mereka hanya dua mobil kijang. Ajudan JK ditanya berapa peluru yang dibawa lima atau enam. JK bilang cukuplah untuk mengamankan kita. Di kawasan itu mereka menunggu seorang pastor yang sedang tidur siang lebih dari satu jam. Ketika pastor itu bangun dan menyesal karena membuat Menko menunggu JK bercanda ke Hamid inilah harga menunggu lebih dari satu jam. Dan pastor itu menyatakan siap mengikuti apapun keinginan JK untuk perdamaian. Soal serangan menggunakan isu pembakaran gereja tahun 1997 Prof. Hamid membongkar faktanya secara lengkap. Yang terjadi bukan JK yang terlibat pembakaran gereja. Ada seseorang yang membakar kertas. Ada anak kecil yang melihat dan mengira itu Quran yang dibakar. Isu menyebar malam itu. JK sebagai Ketua HMI Cabang Makassar langsung menemui Pangdam Solihin GP dan meminta tindakan. Pangdam menyuruh JK menemui Gubernur Ahmad Lamo. Gubernur sedang mau ke daerah dan bilang bicarakan Senin. JK pulang ke kampungnya di Bone. Dan ketika di sana terjadilah kerusuhan itu. JK justru orang yang paling cepat merespons dan mencoba mencegah. Tapi yang terjadi kemudian adalah JK diinterogasi berjam-jam. Dan JK menjawab jangan persoalkan saya tanya panglimamu karena saya sudah lapor ke Pangdam. Soal pola yang sangat mengkhawatirkan Prof. Hamid menyebut ada sejarawan yang mengatakan pola ini mirip dengan pola sebelum G30S PKI meletus. Pola saling membenturkan antarkelompok menggunakan isu agama dan isu identitas secara sistematis dan terkoordinasi. Dan yang membuat ini semakin serius adalah kecepatan dan kekompakan serangan itu. Dalam waktu sangat singkat muncul empat isu sekaligus terhadap J potongan video pidato, tuduhan merancang keos, isu kredit 30 triliun, dan isu tidak berterima kasih ke Jokowi. Semua muncul hampir bersamaan. Semua dikoordinasikan. Prof. Hamid bertanya retoris Anda di mana ketika konflik itu terjadi? Anda di mana ketika Poso dan Ambon berdarah? Anda di mana ketika JK naik helikopter di bawah ancaman tembakan dari bawah? Speedboard kami dibakar. Jiwa kami taruhannya. Lalu sekarang dengan mudahnya Anda memotong pidato dan menuding orang yang bertaruh nyawa untuk mendamaikan bangsa ini sebagai pengadu domba? serangan terhadap JK sekarang bukan sekadar perang narasi biasa antara dua figur politik. Ini adalah serangan sistematis yang menggunakan isu agama sebagai senjata untuk memojokkan tokoh yang justru seluruh hidupnya dibangun di atas prinsip mendamaikan. Dan yang paling berbahaya dari seluruh situasi ini bukan dampaknya kepada JK sebagai individu tapi dampaknya kepada bangsa yang baru saja berhasil melewati beberapa fase konflik yang sangat berat dengan pertolongan orang-orang seperti JK. Kalau tokoh-tokoh seperti JK bisa dijatuhkan dengan cara seperti ini maka tidak ada lagi jembatan yang bisa dipercaya ketika konflik berikutnya datang. Dan konflik selalu datang.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
28
150
391
23.6K
Agoes shoe
Agoes shoe@agoeshoe·
@LambeSahamjja Kita ini masih terjebak pada politisi yg seolah olah dekat dengan masyarakat,tapi lupa bahwa ketika berkuasa semua dikangkangi,dan itu bisa tercermin dari tingkat penfidikan kita yg maaf masih rendah
Indonesia
0
0
0
1.1K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
AHY ini politikus yang punya semua privilege yang diinginkan politikus: >Ketum Partai Aktif >Bapaknya Presiden 2 periode >Partainya Demokrat masuk parlemen >Hidup di dunia militer juga dunia sipil >Kakeknya Pahlawan Nasional >Kaya Raya >Wajah Tampan >Masih Muda >Punya Jabatan di Pemerintah >Pinter bahasa ingrris >Body ideal >Bisa dekat ke Prabowo-Jokowi-SBY-Megawati >Istrinya cantik dll banyak dah. Tapi kok elektabilitasnya kecil? Ada yang tau kurangnya AHY dimana? hahaha cc:fb Jaha Namrezim
Lambe Saham tweet media
Indonesia
1.3K
554
5.9K
765.2K