Sabitlenmiş Tweet
back.azimoot
1.6K posts

back.azimoot retweetledi

@azzhuuraa_ @tanyakanrl kadang kita ga mau ngelawan, tapi gimana ya😭
Indonesia

@tanyakanrl Ibuku & kakakku banget.
Terus aku jawab gini, "ini kamar siapa?"
Ibuku nyaut, "yg bangun kamar ini siapa?"
Kujawab, "udh dikasih ke aku kan. Jadi hak ku dong, suka2 aku. Masih diungkit mulu? Pamali tau, Bu. Ibu dulu ngajarinnya gtu kan, udh dikasih gk boleh diungkit."
Beliau diem
Indonesia

@tanyakanrl aku pernah lagi speak up ke mama, kenapa kami kaka beradik ga dikasi kamar sendiri-sendiri, tega amat gitu kan.
jawabannya just "mama dulu..."
sampe skrg ga punya kamar sendiri diumur 26 tahun
insyaallah punya kamar sendiri di rumah ini kalau udah nikah🤣 tapi tetap ga sendiri
Indonesia

@tanyakanrl Yaa Allaaahh adiknya diapain ituu?? ga sanggup liat video nyaaa sebabb😭😭
Indonesia

@semi_sjw @Bunaspace sebelum lu bilang aneh, ibunya pasti udah banyak kepikiran what if what if, dan dari banyak what if yang ada, pasti itu udah what if paling terbaik untuk keadaan keluarga mereka😭 tega amat yak kalian yg bilang aneh😭
Indonesia

@Bunaspace Bukan bermaksud ngejudge atau gaada empati, tp emg aneh banget aja masa iya umur 3 bulan udh dimasukin daycare anjrit🤦🏻♂️
Indonesia

@NobeArk @VikirBaskervl atau kalau ga sanggup, jangan terima anak banyak-banyak, sesanggupnya aja, 1 guru maksimal 5 anak misalnya
Indonesia

@VikirBaskervl Bukannya bermaksud membela Daycare. Krn sy dl pernah sekali diminta mengajar Sekolah Minggu d Gereja yang masih PAUD/TK, sangat luar biasa stressingnya. Perkiraan sy, banyak yg sperti Daycare begini ketika mengurus banyak Balita yg tingkat stressnya super tinggi sekali
Indonesia

@naoncesaid iya kak kolestrol total, aku pengen cek darah deh, ada tu dikasih tau dokter nama cek darahnya, tapi ga keinget lagi, yg cuma khusus untuk cek ldl hdl sama tg nya😭 kalau mcu agak nye belum dulu gitu
Indonesia

"Dok, saya capek terus."
Kalimat yang hampir setiap hari saya dengar di RS.
Biasanya saya tidak langsung meresepkan apa-apa.
Saya perhatikan dulu.
Matanya lelah. Cara duduknya seperti menahan beban di punggung.
Pegal, katanya. Sudah lama. Sudah berobat. Sudah mencoba macam-macam.
Tapi keluhannya berulang terus.
Indonesia itu terang.
Matahari datang pagi-pagi, bertahan sampai sore, dan kadang senja pun seperti enggan pergi.
Tapi di rs, saya sering menemukan hal yang sama:
Kadar vitamin D yang rendah.
Pada pasien yang tinggal di negeri paling yang mataharinya bisa sepanjang tahun sekalipun.
Melihat matahari dan disentuh matahari adalah dua hal yang berbeda.
Vitamin D terproduksi dari kulit yang disapa cahaya.
Lalu ia berjalan jauh, diolah di hati, diaktifkan di ginjal, sebelum akhirnya bekerja.
Membantu kalsium duduk rapi di tulang.
Menjaga otot agar tidak terlalu cepat mengeluh.
Menopang tubuh yang kita pakai setiap hari, tanpa pernah kita ucapkan terima kasih.
Ketika kadarnya kurang, tubuh mulai mengirim 'surat.'
Pegal yang datang tanpa sebab.
Lelah yang tidak sembuh oleh tidur.
Otot yang terasa berat padahal tidak mengangkat apa-apa.
Nyeri tulang yang tersirat, seperti bisikan yang tidak mau hilang.
Surat-surat itu sering kita abaikan.
Kita sering berangkat saat langit masih gelap.
Pulang saat matahari sudah pamit.
Duduk di Ruangan ber-AC. Jendela tertutup. Tirai tebal.
Kulit yang tidak pernah disentuh matahari, tidak pernah punya kesempatan membentuk vitamin D.
Matahari melimpah tetapi tidak sampai ke kita.
Anjuran asupan harian vitamin D cukup sederhana.
*600 IU per hari.*
Angka yang IDAI anjurkan sejak usia 1 tahun.
Kecil. Tapi baiknya setiap hari.
Dan di situlah banyak orang tidak berhasil.
Bukan karena tidak mau, tetapi karena konsistensi memang seni yang tidak banyak orang kuasai.
Saya sering menyarankan bentuk yang tidak membuat orang menyerah di minggu kedua.
Vitamin D yang dalam bentuk gummy, satu butir sehari, rasa yang bersahabat, tanpa drama menelan.
Opsi bentuk lain ada,
Tapi yang paling baik adalah yang benar-benar kita minum. Bukan yg dibeli lalu diletakkan begitu saja.
Tubuh kita jarang berteriak.
Ia hanya berbisik, lewat pegal yang pulang-pergi, lewat lelah yang tidak masuk akal.
Dan yang ia minta bukan obat yang rumit.
Hanya fondasi kecil yang kita jaga konsistensinya setiap hari.
Indonesia

@oitimhere @BudiBukanIntel @bakuldimsum_ @direktoridosen @myshawti @txtdrbekasi @pasifisstate @LBH_Jakarta kalau kurang bayar, kaya penjahat ga mau bayar pajak😭
kalau kelebihan bayar disuruh ikhlas😭
Indonesia
back.azimoot retweetledi

@txtdaritaxpayer kalau LB gapapa, kan lebih untuk negara ya, kita yg ngurus LB yang repot
yang kurang bayar, udah jadi penjahat negara aja tu😭
Indonesia

@yappingfess ada orang hobi cari musuh ni gini lah
sehatsehat deh si paling cowo ini biar sehat juga akal pikirannya
Indonesia

@unmagnetism potong video bagian "anda sampah", spam di semua sosmednyaaa.... aku benci diaaaaa.. dia tau orang tua kak vidi pasti manutmanut aja karna mereka SEBAIK ITUUUUUUU
patah hati banget liat dia memanfaatkan kebaikan orangtua kak vidiii💔
Indonesia

di episode ini om dedi sempat bahas soal orang yg memanfaatkan nama vidi untuk eksposure pribadi, om dedi bahkan menyebutnya “anda bukan vidi, anda bukan siapa2, anda sampah”
ga nyebut nama tapi kita semua tau siapa yg dimaksud
folkative@insidefolkative
Deddy Corbuzier resmi akhiri program PodHub dengan mengundang para sahabat Vidi Aldiano di episode terakhir.
Indonesia

@pohonpisaaang_ aq sama org yang ngasih brosur mobil gitu,
"udah kerja kan dik?"
*geleng-geleng untuk mulai ngarang bebas😭
"oalah masih kuliah ternyata"
Indonesia












