Faura

1.3K posts

Faura

Faura

@aksarafaura

Katılım Temmuz 2025
12 Takip Edilen21 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Faura
Faura@aksarafaura·
Seperti yang kubilang kemaren, hari ini aku mau share bahan belajar Mandarin. Here it is, kurangkum di sini, bisa cek link ini~ docs.google.com/spreadsheets/d…
Indonesia
1
0
6
1.2K
Faura
Faura@aksarafaura·
Nb: pas dia bilang dia psikolog lulusan UI, aku cek pddiktinya, dia drop out setelah 3 tahun kuliah, kan aneh ya masa di DO padahal baru kuliah 3 taun? Bukan DO karna kelamaan kuliah, berarti kan emng problematik peeps. Mana ngakunya pindah” jurusan karna bosen, udah paham semua
Indonesia
0
0
0
3
Faura
Faura@aksarafaura·
feeling terkait intensi dan kejujuran orang dalam beekomunikasi. Masalahnya, walau aku tau tujuan orang itu membesar”kan diri di sirkel biar dapet validasi, aku gamau ngevalidasi 😭 Buat orang yg ada trait narcissist, orang kek aku bakal diserang habis”an walau do nothing ya……
Indonesia
1
0
0
7
Faura
Faura@aksarafaura·
Ngomongin riset palsu, aku jadi inget ttg seseorang yg juga palsu tp dia dipanggil sana sini buat jadi pembicara di acara ilmiah juga 🙄 Ketauannya gara” aku diem aja, dia noticing kalo aku ga ‘terkesima’ sama cerita pencapaian”nya. Ya menurutku emang dia gak se wow itu sih…
Indonesia
1
0
0
9
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Kelemahan dr skema conference adalah reviewer cm baca abstract 250-300 kata buat mutusin topik research diterima buat presentasi. Gak ada cross-check data. Langsung percaya. Ini yg di-abuse pelaku makanya bisa berkali2 dpt grant. Jadi abstract yg overclaim kyk large scale dan populasi langka (as seen on the poster) pasti jd standout, pdhl ngablu. Integritas researcher jd satu2nya benteng dan ini yg dijebol sama pelaku.
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
9
58
277
11.4K
Kementerian Meme
Kementerian Meme@kementerianmeme·
Makanya periset itu seneng bukan main kalo dapar sponsor, entah dari swasta atau negara. Karena mereka bisa ngilangin beban untuk mikirin anggaran riset. Bebannya "cuma" nanti pas buat laporan pertanggungjawaban penggunaan dana risetnya aja
Indonesia
1
5
43
5.3K
Kementerian Meme
Kementerian Meme@kementerianmeme·
Terlepas dari kasus ini, bisnis jurnal palsu dan ilegal kayak gini tuh perputaran duitnya gede banget, sekitar $10 juta+ dolar atau Rp163 miliar (itu baru yang ketahuan) > skema gini namanya "paper mill" Cara kerjanya? > ada "perusahaan" yg jual jasa bikin riset palsu > kamu bayar $197–$5.472 per paper > nama kamu masuk sebagai penulis > harga rata-rata untuk jadi penulis pertama satu paper: sekitar $800 (~Rp13 juta) > gak ada kegiatan, gak ada data Cara mereka bikin riset? > sekarang udh pake AI > ngambil data dr database publik > jalanin proses analitik yg standar-standar aja > intinya semua digenerate pake AI (panjang kalo ditulis semua) Fun factnya... > mereka punya "partner" jaringan peer review palsu juga > satu pekerja paper mill bisa selesaikan lebih dari 30 paper per minggu > referensi palsu juga disuntikkan ke paper untuk terlihat kredibel > jadi seolah-olah banyak yg make tulisannya > paper mill paling banyak beroperasi di China, Rusia, India, dan Iran > biasanya buka jasa lewat Telegram
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Ada yang lagi rame: DUGAAN Beberapa orang Indonesia melakukan pemalsuan riset terorganisir dan TERUNGKAP di Konferensi ilmiah di Denmark?? Masih menunggu kesimpulannya. Karena ini berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan Indonesia di mata internasional.

Indonesia
17
561
1.6K
57K
Faura
Faura@aksarafaura·
@mutiaraai_ @skincharediary Yg banyak orang ga sadar adalah reviewer itu somehow subjektif juga, klo ada yg bisa memahami yg dimau reviewer, bisa menyampaikan dengan runtut ya luluh juga kadang.. Sementara peneliti yg beneran kerja, kadang kesulitan menyampaikan dan memahami apa exactly kemauan reviewer
Indonesia
0
0
0
111
Mutiara
Mutiara@mutiaraai_·
@skincharediary Kemungkinan orang-orang yang suka nipu gini mulutnya licin kak. Sementara peneliti yang beneran kerja dengan susah payah pasti lebih terus terang dan straightforward, lidahnya ga selihai para penipu ini.
Indonesia
2
0
230
5.6K