Magenta Rider
37K posts

Magenta Rider
@alexb14ck
Kurang - kurangin makan, merokok aja..

Ini penjelasan lengkapnya bisa kalian lihat vidio ini dengan jelas prosesi Khanduri Laot di Lhok Bakongan, Desa Darul Ikhsan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang mengira masyarakat melempar kerbau utuh ke laut. Namun warga setempat menjelaskan, kerbau tersebut sebelumnya telah disembelih sesuai syariat. Dagingnya dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat dan sedekah, termasuk kepada anak yatim. Sementara yang dilepaskan ke laut hanyalah kulit dan tulang kerbau yang diisi ampas kelapa serta bahan lain sebagai makanan ikan, lalu dijahit kembali hingga menyerupai bentuk aslinya. Masyarakat menegaskan prosesi itu bukan sesajen, melainkan bagian dari tradisi Khanduri Laot yang telah lama dijalankan masyarakat pesisir Aceh.

Negara random aja bsa bikin nuklir. Masa kita gak bisa?

Negara random aja bsa bikin nuklir. Masa kita gak bisa?

YAP! STOP!!! GW UDAH MUAK!! STOP! STOP! STOP!

Ketua serikat/persatuan/solidaritas buruh kok pada gembul2 ya? Apakah pertanda Buruh sudah makmur?

TNI aja kesusahan eksekusi rumah di lahannya sendiri apalagi KAI🤣🤣 Orang kita ini kan memang ada gila-gila nya dikit. Mental ngembat itu udah menjadi darah daging.




@TerapiMinor bner ga bang lo pelaku KS? kecewa sih gua hehe awikwok

Kayaknya baru kali ini ada presiden yg ngusir rakyatnya sendiri. Padahal mereka yg pengen kabur bukan bener2 mau kabur, tapi karena saking merasa gapunya masa depan di negara sendiri.







saya melampirkan rangkuman informasi, hasil analisis ahli / pengamat kereta api. terkait tragedi KRL. agar kita dapat paparan informasi yg empirik, bukannya polusi informasi. hasil mengutip dari berbagai siaran media... 1. Joni Martinus (Pengamat Perkeretaapian) Menyoroti adanya pelanggaran prinsip absolute block system. Sinyal masuk seharusnya merah jika ada kereta di petak blok depan, namun KA Argo Bromo tetap melaju dan menabrak. Kemungkinan penyebab: pelanggaran sinyal merah (SPAD), kegagalan sistem sinyal (wrong side failure), miskomunikasi antara masinis dan pusat kendali, gangguan rem, atau human error. Ia mendorong KNKT mendalami semua faktor ini dan menutup perlintasan liar. 2. Deddy Herlambang (Ketua Forum Perkeretaapian MTI - Masyarakat Transportasi Indonesia) Menyebut kecelakaan ini sebagai domino effect beruntun yang dimulai dari taksi mogok di perlintasan sebidang. Dugaan utama human error masinis Argo Bromo yang tidak melihat sinyal merah. Ia mendesak audit keselamatan menyeluruh sistem perkeretaapian nasional, percepatan pemisahan jalur, dan peningkatan otomatisasi. 3. Sony Sulaksono Wibowo (Pakar Transportasi ITB). Fokus pada gangguan persinyalan akibat taksi listrik yang mogok di rel. Komponen elektrik pada kendaraan listrik diduga mengganggu parameter sinyal di rel besi sehingga tidak ada peringatan dini bagi kereta berikutnya. Ia menekankan perlunya evaluasi palang pintu dan standar keselamatan kendaraan listrik di perlintasan sebidang. 4. Djoko Setijowarno (Pakar Transportasi, Anggota Dewan Penasihat MTI) Menekankan pentingnya pemisahan jalur operasional antara KA jarak jauh dan KRL commuter. Ia mendorong evaluasi menyeluruh keselamatan, sinergi semua pihak, serta penghapusan perlintasan sebidang dengan flyover atau underpass. 5. Adriansyah Yasin Sulaeman (Direktur Eksekutif Forum Transport for Jakarta). Menyebut kecelakaan ini sebagai alarm besar bagi pemerintah. Perlu perbaikan jaringan rel yang sudah tua dan prioritas pemisahan jalur antara KA ekspres dengan KRL. KRL adalah transportasi kelas pekerja sehingga risiko harus ditekan seminimal mungkin. Kesimpulan bersama mereka adalah kecelakaan ini bersifat sistemik (kombinasi perlintasan sebidang, gangguan sinyal, human error, dan infrastruktur padat). Rekomendasi utama: percepat otomatisasi keselamatan, hilangkan perlintasan sebidang, dan pisahkan jalur kereta. @txttransportasi sekali lagi... turut berduka atas kejadian ini 🥹🙏







