
Dari kembang melati yg dipakai teddy aja udah paham kan?? 😂
cranium
1K posts


Dari kembang melati yg dipakai teddy aja udah paham kan?? 😂




Ada yang sama gak zodiaknya kaya kalian







Cuplikan Perjanjian Perdagangan Indonesia-US: 1. Indonesia mengenakan tarif 0% atas 99% produk US (Produk pertanian, otomotif, seafood, kesehatan dll) 2. US mengenakan tarif max. 19% atas produk Indonesia, dengan pengecualian tarif 0% atas beberapa produk, terutama Garment dan Apparel. 3. Indonesia tidak kenakan pajak layanan digital atas perusahaan US. 4. Indonesia mengecualikan perusahaan US dan produk US dari persyaratan kandungan lokal (TKDN) 5. Indonesia membebaskan produk AS dari kewajiban/label halal (sesuai ruang lingkupnya), tidak memberlukan sertifikasi untuk produk non halal, mengakui lembaga sertifikasi halal US tanpa aturan tambahan. 6.Freeport-McMoRan MoU perpajangan kontrak di Grasberg Papua (tidak tersurat di dokumen agreement tapi muncul di rilis the White House) 7. Komitmen perdagangan: Indonesia mengimpor barang jasa senilai USD 33 billion atas produk US, meliputi: a. Komoditas energi USD15 B (LPG, Crude Oil, Refined Gasoline dkk) b. Pesawat dan barang jasa terkait aviasi USD 13.5 B c. Produk pertanian USD 4.5 B (kapas, kedelai, gandum) d. Meningkatkan impor apel, daging sapi, jeruk, jagung, etanol, anggur, beras dengan minimal tonase per tahun yang ditentukan.








BUKTI NYATA KELALAIAN NEGARA! 🚨 Hanya dalam satu jam hujan melanda Kampung Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah pada 11 Februari 2026, kembali mengancam. Banjir berulang, merenggut rasa aman yang belum sempat pulih pasca bencana sebelumnya. Ini bukan sekadar "musibah". Ini adalah bukti nyata kegagalan pemerintah dalam menjamin hak dasar warga atas keamanan dan kehidupan yang layak. Di balik deras air yang merendam ruang warga, tersimpan ketakutan yang lebih besar: kerakusan negara. Bagaimana mungkin perusahaan yang baru saja dicabut izinnya malah berganti aktor (negara) dalam pengoperasian yang sudah dipastikan penyebab bencana yang terjadi desember lalu, saat luka lama warga belum kering, banjir ini adalah cerminan dari kebijakan yang lebih mementingkan keuntungan segelintir orang daripada nyawa rakyatnya Negara tidak sedang 'memulihkan' bencana, melainkan sedang memeliharanya demi memuluskan investasi yang merusak. Mencabut dan mengoperasikannya kembali setelah kehancuran yang bertubi-tubi adalah tindakan kriminal sistematis. WALHI menegaskan agar negara segera menghentiman permanen perusahaan-perusahaan perusak lingkungan sebagai penyebab pasti bencana yang terjadi! #PulihkanSumatera #PulihkanIndonesia