Diman
1.9K posts


Tunjangan profesi guru banyak yang belum dibayarkan, baik bagi guru dibawah Kemendikdasmen & Kemenag. Dengan alasan klasik 'masalah teknis'
Tapi disaat yang sama, pemerintah memberikan kendaraan kepada kepala dapur yang seharusnya tanggung jawab pemilik dapur
Dan ini belum termasuk kesulitan guru honorer diwilayah 3T.
Indonesia

"Kami belum ada tempat tinggal yang layak pak makanya kami bersuara seperti ini Dan saya akan bertanggung jawab dengan omongan saya ini karena memang ini nyata kejadiannya seperti ini, Mohon kepada teman-teman jangan lupa share video saya ini semoga dilihat oleh pak @prabowo "
@KemensetnegRI
@KemensosRI
Pembisik presiden yang busuk
Indonesia

@jhonsitorus_19 Hallo tuan presiden yg selalu bangun jam 3 pagi...smg vidio ini bisa dilihat ya @prabowo
Indonesia

@zoelfick Dan sbaiknya keempat plaku yg menyiram air keras ke Andrie hrs disiram juga pakai air keras biar mreka tahu perihnya mata dan kulitnya terkena air keras. Biar mreka ikut rasakan yg dialami Andrie. Biar tahu rasanya sebelah matanya buta. Terlalu bar bar dan biadab perbuatan mreka.
Indonesia

Dr Tifa tidak kemana-mana
Ternyata absennya saya pada beberapa acara menimbulkan rumors dan spekulasi luarbiasa dalam beberapa hari.
Yang saya perhatikan utamanya berasal dari seorang Pengacara yang membuat postingan spekulasi bahwa ada salah satu Tersangka yang berangkat menjadi Termul. Akibat postingan yang tidak bertanggung jawab tersebut, publik gelisah dan menduga-duga.
Siapa ya dari 5 Tersangka yang tersisa, yang otw ke Solo dan log out dari Pejuang dan login jadi Pecundang?
10 hari terakhir Ramadhan, seperti rutinitas selama ini, betul-betul saya manfaatkan untuk iktikaf, sehingga bertubi-tubi undangan TV dan Media , juga beberapa. Acara, tidak saya hadiri.
Akhirnya, beredarlah spekulasi bahwa saya diam-diam ke Solo menghadap. raja Jawa untuk mengharapkan pengampunan.
Sampai-sampai pengacara Kurnia Tri Royani berkata di salah satu podcast: "dr Tifa di manapun engkau berada... "
Saya aman sentosa di seputaran Jaksel, bu.. mondar-mandir dari rumah ke kampus Salemba mengurus Riset S3. Bukan ke Balige atau Samosir, apalagi ke Solo.
Adapun di hari-hari akhir Ramadhan saya memilih menarik diri sejenak.
Ramadhan mengajarkan untuk menenangkan hati, menjernihkan pikiran, dan melihat persoalan dengan lebih utuh.
Namun ada hal yang tidak bisa saya abaikan.
Saya melihat bagaimana kekuasaan, bahkan setelah tidak lagi menjabat, masih digunakan untuk menekan dan menghancurkan.
Cara-cara yang digunakan tidak lagi mencerminkan etika seorang negarawan, tetapi lebih menyerupai praktik kekuasaan yang mempertahankan diri dengan mengorbankan orang lain.
Akademisi menjadi sasaran. Reputasi dihancurkan.
Padahal persoalan ini sesungguhnya sangat sederhana.
Jika memang tidak ada yang disembunyikan, cukup tunjukkan saja.
Di mana pun.
Di depan publik, di pengadilan, bahkan di ruang yang paling sederhana sekalipun.
Sederhana.
Yang terjadi justru sebaliknya.
Masalah yang sederhana dipelihara menjadi rumit, memakan energi bangsa, dan menguras perhatian publik.
Saya melihat sendiri bagaimana negeri ini mulai lelah.
Rakyat jenuh.
Energi kolektif terkuras untuk sesuatu yang seharusnya bisa diselesaikan dengan kejelasan.
Di sisi lain, aparat penegak hukum berada dalam posisi yang tidak mudah.
Ada ruang-ruang kosong yang sulit diisi, ada celah-celah yang menyulitkan pembuktian.
Namun saya tetap menaruh harapan pada profesionalisme, terutama pada mereka yang masih bekerja dengan integritas.
Yang juga memprihatinkan adalah munculnya para Termul “pengiring kepentingan” yang menjadikan situasi ini sebagai ladang keuntungan.
Bukan mencari kebenaran, tetapi mencari peluang.
Mereka memperbesar masalah, bukan menyelesaikannya.
Ironisnya, kondisi ini justru mengganggu jalannya pemerintahan yang sedang berupaya membangun kembali negeri ini.
Saya tidak ingin terjebak dalam pusaran itu.
Dengan izin Allah, dan dengan dukungan banyak pihak yang masih percaya pada kebenaran, saya akan tetap berdiri.
Tanpa jalan pintas.
Tanpa kompromi yang merendahkan martabat.
Tanpa memilih cara-cara yang tidak terhormat.
Perjuangan ini mungkin tidak mudah.
Namun saya percaya, kebenaran tidak membutuhkan keramaian, ia hanya membutuhkan keteguhan.
Dan saya memilih untuk tetap teguh.
Salam,
Tifa

Indonesia

@anasurbaningrum Kebiasaan nyulik, akhirnya jd tabiat mereka. Pasti ada otak inteleltualnya.
Indonesia

@jhonsitorus_19 Kelompok itu lagi ??? Geng penculik, kebiasaan menculik gak diadili, akhirnya jd tabiat. Seakan perbuatan menculik itu hal yg normal.
Indonesia

@kompascom Dan sebaiknya kabinet jg ikut dirampingkan. Trus hentikan anggaran MBG dan kopdes merah putih. Negara lagi susah, gak usah paksakan program yg perencanaannya belum jelas.
Indonesia

“Kalau mau potong, penghematan ya harus mulai dari diri sendiri dulu. Mulai dari presiden, wakil presiden, para menteri, pejabat-pejabat negara di republik ini. Berikan contoh mulai dari atas bahwa kita di negara ini memang harus lebih efisien, hemat. Jangan perintahkan untuk potong orang lain,” ujar Andreas.
Baca di sini: nasional.kompas.com/read/2026/03/1…
~TR #PDIP #PrabowoPotongGaji

Indonesia

@anasurbaningrum Kopdes merah putih ini mirip dng BUMDES. Awal2 pembentukannya, setiap desa disuruh bentuk dan alokasikan dana. Meskipun hanya formalitas saja dan usahanya gak jelas. Akhirnya banyak dana yg tdk jelas rimbanya dan hanya jd bancakan pengurus dan konco2 kepala desa.
Indonesia

Meskipun dibangun dengan “kebijakan khusus”, sebaiknya Koperasi Desa Merah Putih direalisasikan secara bertahap. Benar-benar disiapkan segala perangkatnya dengan baik, baru dijalankan.
Target besar tentu baik. Tetapi tidak dipaksakan sekaligus di seluruh desa. Yang belum benar-benar siap, lebih baik dipersiapkan dulu dengan sangat memadai.
Bertahap secara terukur, lalu diakselerasi, pasti jauh lebih baik. Jangan sampai target kuantitas semata akan menyisakan banyak ketidakberhasilan.
Faktanya, KDMP pasti bertemu dengan realitas bisnis ritel yang sudah berjalan.
Kita dukung KDMP dengan implementasinya yang baik dan penuh tanggungjawab.
Sekadar saran.
Anas Urbaningrum@anasurbaningrum
Indonesia

@regar_op0sisi @SianiparRismon @DokterTifa @KRMT_RoySuryo Hilang semua kepakaranmu rismon. Kata katamu seperti tai yg menjijikkan. Mau berbusa busa mulutmu menjelaskan, tak akan ada yg percaya. Kau sudah terjerumus dalam kotoran sampah yg tak bisa dicuci dng air suci sekalipun.
Indonesia

Kalau anda @SianiparRismon seorang yg gentle,seharusnya sebelum memutuskan utk mengajukan RJ kenapa anda tdk lebih dulu membicarakannya dgn Roy dan Tifa?
Untuk membantah omongan anda ini gak perlu @DokterTifa ataupun @KRMT_RoySuryo
Cukup rekam jejak digital anda yg berbicara.
Indonesia

Air keras jadi senjata intimidasi yang mengerikan.
Tidak langsung membunuh, tapi jelas mengisakan bekas permanen. Jika korban tetap hidup, visual lukanya jadi peringatan buat orang lain.
Bahan juga mudah dibeli, sulit dilacak.
Ketika disiram ke wajah, selain amat menyakitkan, luka permanen di wajah tidak hanya menyerang fisik tapi juga psikologis. Korban akan semakin berat tampil ke publik.
Kerusakan bisa kena ke kulit, risiko buta, kena ke saluran nafas kalau kehirup, belum kalau tidak sengaja masuk mulut.
Teror model ini tidak hanya kejam, tapi juga pengecut.
Indonesia

@gitaputrid Cara biadab dan menjijikkan. Dan sejarah kelam yg menimpa pembela HAM terus berulang. Sungguh biadab kelakuan mereka.
Indonesia

Mengutuk & Mengecam Keras Aksi Teror Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS
1. Mengecam serangan penyiraman air keras kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS.
2. Sejarah Indonesia dibangun dari semangat kemerdekaan dan kebebasan dalam menyampaikan pendapat, berserikat dan berkumpul.
3. Tindakan teror tidak akan pernah berhasil membunuh demokrasi.
4. Teror tidak akan mematikan cara berpikir kritis di dalam membela kebenaran dan menperjuangkan keadilan.
5. Teror merupakan kejahatan dan anti kemanusiaan.
6. Kita berjuang bagi tegaknya demokrasi karena itulah meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas.
7. Kita juga menyesalkan lambatnya penanganan pada kasus-kasus teror sebelumnya pada beberapa tokoh kritis, dari jurnalis, mahasiswa, influencers dan aktivis seperti Francisca Chisty Rosana,Tiyo Ardianto, DJ Donny, Virdian Aurellio, Sherly Annavita dan aktivis-aktivis lainnya sehingga menjadi preseden yang buruk terulangnya kembali kejadian teror
8. Kejadian teror ini harus menjadi momentum bagi seluruh kelompok pro demokrasi untuk bersatu dan melawan segala tindakan teror dan represi.
Mohamad Guntur Romli

Indonesia


@kompascom Kurangi menterimu, stop MBG, sita harta Jokowi, tangkap Silvester matutina
Indonesia

Prabowo Ingatkan Rakyat Indonesia Bersiap Hadapi Kesulitan akibat Perang Timur Tengah
Baca di nasional.kompas.com/read/2026/03/0…

Indonesia

@ardisatriawan @prabowo lagi sibuk ngurus BOP, sibuk carmuk sama Amrik, dan lg susu rencana negara mana lg yg akan dikunjungi dlm waktu dekat.
Indonesia












