Bahlil èlèk
96.8K posts

Bahlil èlèk
@alyapedia
Tengiri jalan terus





Tahun 2023, 775 jemaah haji Indonesia tidak pulang dari Tanah Suci. Banyak dari mereka yang meninggal sebab desakan di ruang sempit. Dan angka itu tercatat di Siskohat Kemenag. Sembilan Januari 2026, KPK menetapkan mantan Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka, dengan Pasal 2 UU Tipikor. Audit BPK 4 Maret 2026 menyebut kerugian negara Rp622 miliar. Yang dipersoalkan ialah keputusan beliau membagi 20.000 kuota haji tambahan tahun 2024 dengan rasio 50:50 antara reguler dan khusus, padahal Pasal 64 UU 8/2019 menetapkan rasio 92:8. Pembelaan Gus Yaqut di siniar bersama Rozali: bukan untuk dapat uang, tapi untuk keselamatan jemaah. Bagi sebagian pengamat, kalimat itu terdengar seperti dalih klise yang dipakai semua tersangka korupsi. Akan tetapi bagi saya, alasan ini masih sangat kuat, bahkan masuk akal jika kalian membaca Buku Putih Kuota Haji 2024 yang ditulis oleh Mbak Anna Hasbi (@anna_hasbie). Begini penjelasannya… Luas Mina untuk jemaah Indonesia ialah 17,2 hektar. Kuota reguler 2024 sebanyak 203.320 orang. Hitungan resmi Kemenag: 0,8 meter persegi per jemaah. Itu sudah jadi angka resmi dalam standar perencanaan. Dan di angka itulah, di tahun sebelumnya, sebanyak 775 orang jamaah haji meninggal. Coba tambahkan 18.400 kuota ke jalur reguler, sementara luas Mina tidak bisa kita lebarkan lebih dari 17,2 hektar (kecuali Indonesia punya kuasa atas geografis Saudi). Rasionya jatuh di bawah 0,8 meter persegi untuk setiap jamaah. Di rasio yang lebih longgar daripada itu saja, kita sudah punya 775 jenazah (sekali lagi mohon maaf, dan duka mendalam untuk seluruh keluarga mendiang). Maka, apa yang masuk akal kita harapkan dari rasio yang lebih sempit dari itu? Saya ambil contoh analogi: ambil ruang tunggu rumah sakit yang kapasitasnya hanya 100 kursi. Kalau 100 pasien masuk, antrean bergerak normal, bukan? Kalau 150 dipaksa masuk, ada yang berdesakan di pintu, dan satu insiden kecil bisa berubah jadi tragedi. Maka jika kita kembalikan ke Mina, bagi “saya, insiden kecil" yang ditulis dalam Buku Putih Kuota Haji 2024 itu bukan teori. Tahun 2015, lebih dari 700 jemaah dari berbagai negara meninggal di Mina dalam satu peristiwa desak-desakan yang sampai hari ini disebut "Mina stampede". Sejarah haji modern penuh dengan tragedi semacam itu, dan setiap tragedi itu, pada akhirnya, masuk akal jika pertimbangan kembali ke soal: rasio orang per meter persegi. Walhasil, rasio 50:50 yang diputuskan Gus Yaqut itu, menurut saya, bukan eksperimen keuangan. Saya masih heran dengan keputusan KPK yang menyatakan bahwa perubahan kuota 92:8 menjadi 50:50 ini merupakan agenda jahat. Jahatnya di mana?

Jika kasus ini tidak terungkap, kira-kira bakal dikembalikan gak uang tersebut? . Khalid Basalamah Ngaku Kembalikan Rp 8,4 M ke KPK Terkait Kasus Kuota Haji share.google/RFszGnpW8ukyzm…

@YahyaCStaquf Shut up fucking idiot, You’re just Jokowi’s slave, better off kissing your mother’s ass than pretending to speak for the people...!!









Cak Imin Bilang "Rezim PBNU Hari Ini Enggak Boleh Diteruskan" Kemarin malam (19 April 2026), di acara halal bihalal IKA PMII, Muhaimin Iskandar ngomong cukup keras: > “Kesimpulannya sama, rezim hari ini sudah enggak boleh diteruskan.” Ia juga bilang: - Kepemimpinan PBNU saat ini sudah gagal & tidak lagi bisa jadi tumpuan harapan warga Nahdliyyin. - NU adalah organisasi ulama, jadi seharusnya dipimpin oleh ulama. Ini pidato terbuka menjelang Muktamar NU 2026. Suasana internal NU jelas semakin panas. --- Pengamatan dari sudut leadership sederhana: Dalam organisasi sebesar NU, konflik internal seperti ini bukan hal baru. Tapi pertanyaannya: - Apakah kritik ini murni soal “kembalikan NU ke ulama”? - Atau sudah bercampur dengan dinamika politik praktis PKB? Sejarah menunjukkan: organisasi keagamaan yang terlalu dekat atau terlalu jauh dari kekuasaan, sering kali punya masalah yang sama — kurang soliditas dan kehilangan kepercayaan dari basis massa. Kamu sebagai warga NU atau pengamat, setuju dengan narasi Cak Imin? Atau menurutmu ini justru memperlemah NU di saat yang krusial? Balas di bawah, yuk diskusi santai. 🕊️ #Rahsa
















