amrfs

28.8K posts

amrfs banner
amrfs

amrfs

@ameravanindra

Muslim • An ordinary musician that plays guitar for a living • Milanista •

Curva Sud Katılım Ağustos 2010
653 Takip Edilen908 Takipçiler
amrfs retweetledi
Baru lvl 2, belum
Baru lvl 2, belum@CFALEVEL99·
Tahun 2011 ketika pertama kerja di Jkt, saya mimpi punya rumah di Jaksel. Kalau lagi bosen meeting, sy coret-coret denah rumah di kertas. Ada senior liat, nanya, trus ngetawain, "Lu ngerti ga sih rumah di jakarta itu mahal?". Tahun 2023 mimpi terwujud. Never listen to noises.
Jihad Brahmantyo | #pelanpelanlamalamajadijuga@Gieehad

"Never listen to Noises", Selalu ada yang iri Bang Sahil dan Ka Raniah baru selesai bikin Rumah Hasil Ngonten. Dari sempet Ngetaksi di pandemik sampai jadi selesai bikin rumah

Indonesia
23
521
4.4K
218.7K
amrfs retweetledi
goma
goma@soigomaa·
After a certain age, your parents slowly become your children. They ask simple questions, repeat stories, and depend on your patience the way you once depended on theirs. Very few understand this role reversal.What looks like innocence or inconvenience is really time coming full circle. Don't correct them harshly. Don't rush them. Care for them the way they once protected you. This is not a burden. It is repayment.
໊smolaraa@kesikesiluv

Hit me with the harshest reality truth.

English
574
29.3K
120.5K
5.4M
amrfs retweetledi
Gading ᵍⁿ | Code for Insanity
x.com/i/status/20410… exactly, berekspetasi tinggi terhadap orang yg rajin beribadah, pokoknya harus 100% suci. SEKALI buat kejahatan: "ternyata dia aslinya jahat" tapi maklum sama orang yg emang suka buat maksiat, SEKALI berbuat kebaikan: "wah, ternyata dia aslinya baik".
Seekor SPOT® ditabrak cybertruck dini hari tadi.@dewandijaya

@gading_coder Real, bias itu nyata bre. Banyak yg melakukan pemakluman krn satu circle. Ya mari kita sebut itu sebagai negativity bias. Orang akan selalu berekspektasi tinggi kepada orang yg biasanya berbuat baik. Kepada orang yg berkelakuan buruk, kita cenderung tidak berekspektasi apa².

Indonesia
1
5
46
1.4K
amrfs retweetledi
Gading ᵍⁿ | Code for Insanity
orang yg ga beribadah, tukang party, tukang mabok, maksiat, beban keluarga, ngabisin duit ortu, dan tetap jahat ke sesama manusia jg banyak kak. bedanya kalian lebih maklum, krn mereka termasuk circle kalian (tukang mabok juga). kalo org beribadah yg jahat bukan circle kalian.
Schaa@theultramilkkk

kalian sadar ga sih!?? Indonesia ini negara "religius" tapi cuma tau ibadah ke Tuhan doang. dosa ke sesama manusia? ga kepikiran. ada yang sholatnya ga pernah telat, tapi urusan ngomongin orang dia yang paling rajin. ada yang keliatan alim, tapi urusan cari duit paling dzolim. ada yang ceramah soal dosa tiap hari, tapi bikin orang nangis juga tiap hari. ibadahnya buat Tuhan, tapi kelakuannya bikin sesama manusia kapok.

Indonesia
18
347
1.3K
26.1K
amrfs retweetledi
Daniel Ahmad
Daniel Ahmad@DanieloAhmad·
Lagi di warung kopi sama dua bapak-bapak introvert. Kami cuma nyapa basa-basi, abis itu sibuk sama HP masing-masing. Datanglah Bapak-bapak extrovert. Baru duduk langsung cerita sejarah karirnya selama di Papua. Saya dan dua bapak introvert tadi saling lirik, gak ngomong--
Indonesia
18
76
3.5K
282.6K
amrfs retweetledi
femiiiiii.
femiiiiii.@femiiiszn·
seeing your siblings doing well is a top-tier feeling.
English
161
10.6K
52.8K
1M
amrfs retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Gue punya temen yang pertama kali merantau ke Jakarta, dia masuk kerja di salah satu kantor di pusat kota. Hari pertama, dia langsung ngerasa salah tempat. Bukan karena dia nggak kompeten, tapi karena lingkungannya beda banget. Orang-orang di kantornya ngomong campur Inggris, santai bahas kuliah di luar negeri kayak University of New South Wales atau Monash University, seolah itu hal biasa. Sementara dia? Dari kampus daerah, nongkrongnya dulu kopi sachet, mainnya kartu sama temen-temen. Kontrasnya kerasa banget. Hari pertama aja dia udah minder. Dia cerita ke gue, Gue ngerasa paling nggak nyambung di ruangan itu. Bahkan hal simpel kayak nanya kuliah di mana bisa jadi awkward, karena jawabannya beda dunia. Dia sempet mikir kalau dia kurang pintar, kurang keren, bahkan sempet kepikiran apa gue nggak pantes di sini ya? Tapi makin lama dia mulai sadar sesuatu yang cukup nendang. Ternyata bukan dia yang kurang tapi banyak dari mereka emang udah punya start lebih dulu. Dari SMA udah di luar negeri, udah biasa presentasi, udah terbiasa ngomong dengan cara yang terdengar pintar. Jadi pas masuk kerja, mereka keliatan langsung siap. Sementara temen gue? Baru belajar semua itu dari nol di dunia kerja. Yang bikin dia makin kaget, ada beberapa orang yang keliatannya santai banget, kerjanya nggak terlalu keliatan, tapi posisinya aman. Setelah dia cari tahu pelan-pelan, ternyata background keluarganya bukan kaleng-kaleng. Dari situ dia mulai ngerti, di Jakarta itu bukan cuma soal kerja keras tapi juga soal lu mulai dari mana. Dia juga pernah cerita pengalaman lain yang bikin dia makin kebuka matanya. Pernah dia kerja di tempat yang secara logika bisnis nggak masuk akalnggak jelas profitnya, tapi tetap jalan terus. Dia sampe nanya ke seniornya, ini kok bisa hidup ya? Jawabannya simpel, “Udah, nggak usah dipikirin. Beda dunia. Di situ dia sadar, buat sebagian orang, kerja atau bisnis itu bukan buat bertahan hidup, tapi cuma aktivitas Tapi justru dari semua itu, yang paling berubah dari dia bukan skill teknis tapi cara dia melihat diri sendiri. Awalnya dia minder, ngerasa kecil. Tapi lama-lama dia mulai ngerti dia mungkin nggak punya privilege yang sama, tapi dia punya daya tahan yang nggak semua orang punya. Dia terbiasa adaptasi, belajar dari nol, dan itu pelan-pelan jadi kelebihan. Sekarang, setelah beberapa tahun, dia bilang ke gue satu hal yang cukup pedas tapi jujur Di Jakarta, lu bakal ketemu orang yang keliatan jauh di atas lu. Tapi bukan berarti mereka lebih hebat kadang mereka cuma mulai lebih dulu. Tugas lu bukan ngejar mereka, tapi jangan berhenti jalan. Dan menurut gue itu poin paling real dari merantau.
Ridho Azhar@ridhoharryazhar

Unpopular opinion tentang merantau.

Indonesia
138
4.3K
20.3K
832.9K
amrfs retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Tahukah kamu? Berdasarkan estimasi UBS, total kekayaan dunia dan seisinya adalah US$471 triliun atau sekitar Rp7,99 kuintiliun. Jadi, kalau kamu sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, itu lebih bernilai dari 18 ribu tahun MBG.
Angga Fauzan @angga_fzn

Tapi Sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh itu lebih bernilai dari dunia dan seisinya. Jadi mungkin pas lu baru ucap sepotong takbir "Allahu.." doang, udh auto diparkirin tuh Rolls Roysce di kaplingan rumah surga lu.

Indonesia
123
2.4K
7.4K
191.6K
amrfs retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
✅Bagi2 100 ribu kupon. ✅Setiap kupon berharga Rp 500 ribu. ✅Pos anggarannya? "Pokoknya ada." Jika pemegang otoritas administratif tertinggi spt Sekkab dgn arogan dan enteng pakai frasa membunuh akuntabilitas kayak gini, berarti ada sinyal bahwa tertib administrasi negeri ini bisa dgn gampangnya diterabas demi kepentingan2 pragmatis. Ngeri bener pengelolaan negara ini..
Jejak digital.@ARSIPAJA

Seskab Teddy: "Pokoknya ada"

Indonesia
211
5.7K
10.3K
331.5K
amrfs retweetledi
Bayu Aji Bandoro
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro·
Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.
Indonesia
182
3.9K
7.5K
304.1K
amrfs retweetledi
My Greatest 11
My Greatest 11@MyGreatest11·
May 2012 - Milan vs Novara Pippo Inzaghi’s Final Goal for Milan Captured by a Fan ♥️
English
15
287
2.2K
103.4K
amrfs retweetledi
Muhammad Hallala
Muhammad Hallala@muhallala·
@NataliusPigai2 Memuji diri sendiri dan keluarga tapi juga dengan menyindir dan merendahkan orang lain adalah hal yg menjijikkan, kalo ada yg kerja sama saya kualitas hatinya spt ini sudah saya rumahkan pak, gak sehat utk lingkungan kerja.
Indonesia
44
552
4.8K
124.8K
amrfs retweetledi
ann
ann@anhtiss·
Orang dewasa punya standar tinggi kalau ketemu anak kecil. Di mata orang dewasa, anak harus ceria, harus mau respon segala pertanyaan, harus mau salim, harus mengikuti norma sosial dengan perfect. Anak kecil teriak dikit "Gak diajarin ortunya ya?" Anak kecil nangis "Kok cengeng sih?" Anak kecil slow to warm up "Masih kecil udah introvert ya" Anak kecil ikut ortu nongkrong, bosen, butuh input stimulus lain "Rewel ya ternyata" Kata gw mah elu yg rewel. Udah dewasa tapi judgemental banget ke anak-anak. Anak kecil tuh sedang belajar memahami dirinya sekaligus memahami dunia yang semua isinya tuh besar-besar. It gets too overwhelmed sometimes. It's a part of the growth process. Mari kita jadi orang dewasa yg wajar gitu lho.
JazEe | Web 3 Thinker@JazEWeb3

Unpopular opinion about child ?

Indonesia
223
7.6K
23.7K
952.8K
amrfs retweetledi
anggun
anggun@livngn·
Bayi berisik, balita rewel, nenek kakek yg jalannya lambat etc adalah dinamika wajar di ruang publik. Orang-orang yg nggak siap keluar rumah untuk menghadapi dinamika semacam itu dipersilakan gak usah keluar rumah sama sekali 👍
Zucchin1@timunnmas

@tanyakanrl Jangan normalisasi bayi berisik di pesawat dan ganggu seisi pesawat. Lu Malah nyalahin si mbak kenapa gak pake earphone. Damn! Ortu should have known better. Kalau bawa bayi diperjalanan panjang... minta "obat penenang" aman buat baby ke dokter anak.

Indonesia
118
6.5K
24.4K
655.9K
amrfs retweetledi
Anu
Anu@SosmedAnu·
Anu tweet media
ZXX
1.3K
2K
28K
1.8M
amrfs retweetledi
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 skrg aku kerja sbg staff HR, orang-orang di lingkungan rumah yg mau kerja di pabrik aku masukin ke tmpt kerja, asal sesuai kualifikasi perusahaan. Aku jg di rumah buka tempat les, ngaji, utk anak2 sekitar, gratis. Msh ga percaya bakal ada di titik ini
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
686
4.5K
34K
576.8K
amrfs retweetledi
🧚‍♀️🍉 Manifest 2026
🧚‍♀️🍉 Manifest 2026@cuannyabanyak·
@tanyakanrl see?? pendidikan gratis emang sepenting itu jiirrrrr bisa ngangkat 1 kampung bukan 1 keluarga doanggg
Indonesia
52
7.4K
29.6K
527.6K
amrfs retweetledi
Dino
Dino@Widino·
Dulu waktu ibu masih ada tiap bulan selalu pulkam buat ngasih uang cash ke ibu, dia sih selalu nolak tp gw tetep maksa ambil aja. Beliau kadang izin mau dibeliin emas aja uangnya. Tahun 2024 ibu meninggal, setelah 7 harian, kami anak2 bongkar lemari baju2nya dan kaget lah!!
ben_@benara_attire

Serius nanya, kalian ngasih ortu ngga kl abis gajian?

Indonesia
84
251
5.5K
939.1K
amrfs retweetledi
nasi.
nasi.@semangkukuji·
Dulu di kantor, ada senior namanya Pak Agus. Hubungan gue sama beliau tu sebel-sayang. Sering saling jadi menyebalkan satu sama lain, tapi tiap ada makanan, selalu disisihkan untuk gue. Tiap istrinya masak makanan enak, selalu diselundupkan cuma untuk gue (soalnya nggak enak sama yang lain karena nggak kebagian). Kalau gue sendirian di ruangan, beliau selalu nungguin karena tahu gue penakut akut. Gue tahu makanan apa yang beliau boleh makan dan nggak. Hampir setiap hari beliau minta dibelikan fish and fries ke gue karena cuma itu yang bisa beliau makan. Gue selalu ngomel kalau beliau lemburnya bablas karena gue tahu rumahnya jauh, dan beliau sudah nggak lagi bugar. Beliau tipikal bapak-bapak teduh. Jalannya pelan, tertawanya renyah, kalau ngomel judes banget tapi sepersekian detik lunak lagi. Ingat banget dulu satu unit ke Dufan, dan beliau cuma ikutin rombongan gue main, nunggu di depan wahana sambil lihatin kita. Kalau di suruh istirahat, nggak mau, bilangnya, “Udah main aja, bapak lihatin kalian.” Gue nggak peduli sebete apa orang-orang ke beliau kalau menyangkut kerjaan, bagi gue beliau adalah “Bapaknya gue.” Sampai satu hari beliau meninggal. Di rumah duka, gue memperkenalkan diri ke istrinya, lalu di depan Pak Agus gue janji, “Aku nggak akan lupa sama keluarga kecil Bapak.” Keluarga kecil yang selalu beliau banggakan. Cerita perjalanan cintanya yang selalu beliau ulang-ulang ke gue tiap jam 5 sore. Kesombongan beliau soal makanan istrinya yang enak. Kebanggaan beliau soal anaknya yang cerdas. Keluarganya kecil, hanya ada istri dan satu anak. Kalau dari cerita si Bapak, mereka berbahagia dalam sunyi. Sampai hari ini, hubungan gue sama istrinya sangat baik. Dari anaknya masih SMP sampai sekarang sudah kuliah, jalinan silaturahim kita nggak terputus. Kalau ada apa-apa, istrinya selalu menghubungi. Tiap natal, beliau selalu kirim ayam bakar buatan sendiri dan tiap hari raya, gue selalu kirim nastar buatan Mamah. Begitu terus selama bertahun-tahun. Lebaran kemarin, istrinya kirim teflon buat Mamah. Katanya tiba-tiba ingat kalau si Mamah suka masak. Tahun kemarin, beliau kirim satu set sprei biru buat gue, katanya biar gue tidur nyenyak 🥹 Gue bersyukur atas ikatan sederhana ini. Simpulnya nggak rumit tapi erat dan nggak terputus meskipun si penghubung utamanya hilang. Sebab setelah kepergian Bapak, kita punya penghubung baru. Kebaikan Pak Agus yang kita lestarikan bersama-sama. Gue setuju dengan kalimat, “Panjang umur kebaikan.” Orangnya memang mati, tapi baiknya terus hidup di sela-sela kehidupan kita yang masih bernapas di sini.
mon🍣 (sibuk rl)@montcheryz

punya tetangga yang masih kekurangan buat hidup sehari hari, dulu keluargaku juga pernah ada difase begitu, mungkin pas dulu lagi susah susahnya, ibu sharing cerita sama beliau. skrg keluargaku udah alhamdulillah. beliau hari ini kasih aku thr bilangnya “mumpung ada rejeki lebih” (aku kebetulan masih kuliah) beberapa tahun kebelakang beliau ga ngasih, gapapa banget, tapi disaat beliau ada rejeki lebih, beliau inget buat ngasih aku😭😭. jujur mandangin amplop dan uang ini daritadi, kenapa bisa sepeduli dan seinget itu😭😭😭 makasih orang orang udah baik

Indonesia
118
4K
20.5K
761.4K