Sabitlenmiş Tweet
Amel
16K posts

Amel retweetledi
Amel retweetledi
Amel retweetledi
Amel retweetledi

𝐏𝐞𝐧𝐮𝐦𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐑𝐞𝐤𝐚𝐦 𝐒𝐮𝐚𝐬𝐚𝐧𝐚 𝐌𝐞𝐧𝐜𝐞𝐤𝐚𝐦 𝐝𝐢 𝐃𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐊𝐞𝐫𝐞𝐭𝐚 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐞𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐓𝐚𝐛𝐫*𝐤𝐚𝐧
Seorang penumpang merekam suasana di dalam kereta sebelum dan sesudah insiden di Bekasi Timur. Perjalanan sempat tertunda setelah terjadi tabrakan antara taksi dan kereta dari arah Cikarang, sehingga penumpang diminta tetap berada di dalam gerbong.
Tak lama kemudian, kereta yang ditumpangi justru ditabrak dari belakang oleh kereta lain. Penumpang sempat terjebak dalam kondisi gelap karena lampu mati dan pintu tidak bisa dibuka, sebelum akhirnya berhasil keluar. Sejumlah penumpang terlihat mengalami luka-luka dan situasi di lokasi berlangsung mencekam.
Naskah | Admin : RK
Video | Editor : Horida Nda | GF
🌐 Saksikan Garuda TV di Freee to Air attau Streaming melalui:
garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45
#GarudaTV #Laporan8 #BekasiTimur #KecelakaanKereta #KRL
Indonesia
Amel retweetledi

Pregnancy is HARD. Labor is HARD. Giving birth is HARD. Maintaining a good relationship with your partner during postpartum is HARD. Being a mother is HARD. Trying to love yourself while adjusting to a new body and life while still tending to a newborn is HARD.
Mothers have it HARD and still make it look so EASY. Don't discredit yourself girl it really is HARD. You just hold it all together. I see you.
English
Amel retweetledi
Amel retweetledi

Amel retweetledi
Amel retweetledi
Amel retweetledi
Amel retweetledi

@RebeccaFaniaA Sedih bgt liat ini mana keliatannya seumuran sm anakku. Ga tega liatnyaaa💔💔😭😭🥺
Indonesia
Amel retweetledi

Baru kali ini video persalinan normal lewat TL sejelas ini :')
Tonton videonya deh kalau penasaran guys! 👇🏻
Siphesihle Mashele🇿🇦@Siphesihle_Mash
Women don’t owe men anything. The real gag is… what do you bring to the table?
Indonesia
Amel retweetledi

Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah.
Dan ini bukan opini.
Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur.
Jawabannya satu kalimat
mereka masuk ke pernikahan
tanpa tahu siapa diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka masuk
semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi,
pengembangan diri pelan-pelan hilang.
Bukan karena dirampas.
Tapi karena struktur pernikahan
yang mereka masuki memang tidak dirancang
untuk menampung itu semua.
Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani.
Perempuan menikah.
Anak lahir.
Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri.
Pengembangan diri berhenti.
Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang?
Saya sudah S1,
saya pernah kerja,
saya punya mimpi.
Sekarang saya cuma masak
ngurus anak, dan menunggu suami pulang.
Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya.
Mereka kirim ke universitas terbaik.
Dorong untuk berkarir.
Ajarkan untuk mandiri secara finansial.
Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya.
Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal.
Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi.
Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat.
Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan.
Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri.
Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari.
perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan.
Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka.
Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.

Indonesia
Amel retweetledi
Amel retweetledi

Put a man in a room full of women
He will call it a heaven
Put a women in a room full of man
She will call it hell
✧@cessonmute
hit me with the harshest reality truth
English
Amel retweetledi

I know I’m not the target audience tapi ini membuka wawasan kalau ternyata konten semacam ini laku(?) 🤔 beneran penasaran sisi mananya yang merangkul audiens? Apakah karena minuman keras? Duduk di sofa? Ajeb di rumah?
Catholic 𐕣@myshawti
Seru banget bolos kerja shift malam nonton marapthon 🥰 terus patungan sama temen beli minum beralkohol biar solid kaya aaa clan 🫂 kalian yang gasuka FURAB 💜 itu pada kenapa 🥺 padahal gua aja teredukasi dari FURAB 🥰 gua juga pengen berhenti kerja biar keren kaya koko Yebe dan Kakak Fuji 😍💜
Indonesia















