🇲🇾🇺 retweetledi
🇲🇾🇺
37.2K posts

🇲🇾🇺
@amyu12
Land Analyst || Humanity Enthusiast ||
Jakarta, Indonesia Katılım Ağustos 2009
575 Takip Edilen683 Takipçiler

@masnyakamuuuu @Miminwashere Berarti feeling gw bener ya, didelete yang udh sempet teasernya beredar.
Indonesia
🇲🇾🇺 retweetledi

@Miminwashere Oh maknaya short yt yang sempet tayang tu ditarik ya om? Walau ya kemungkinan udah ada yang download si
Bagian itu juga jadinya gada di video panjang
Indonesia
🇲🇾🇺 retweetledi
🇲🇾🇺 retweetledi

Memantau crita Aureli. Kalo kamu mengucapkan kalimat-kalimat ini ke anak di bawah umur korban kekerasan seksual, maka kamu bagian dari kekerasan itu sendiri.
“Anaknya juga mau kok.”
“Anaknya terlalu dewasa untuk umurnya.”
“Dia kelihatan genit dari kecil.”
“Posting fotonya kayak orang gede.”
“Dia kan nggak nolak.”
“Sama-sama menikmati.”
Dan masih banyak lagi contoh kalimat lain.
Kalimat-kalimat ini bukan sekadar pendapat. Ini adalah alat kekerasan.
Karena dengan mengucapkannya, kamu:
1. Menghapus fakta bahwa anak tidak pernah bisa memberi consent,
2. Mengalihkan tanggung jawab dari pelaku ke korban,
3. Menanamkan rasa malu dan rasa bersalah pada anak—yang seharusnya dilindungi, bukan diadili.
Dampaknya jauh lebih berat ketika kalimat-kalimat ini datang dari orang dewasa yang punya otoritas: orang tua, guru, tokoh agama, aparat, atau figur publik.
Di titik itu, kekerasan tidak lagi berhenti pada pelaku pertama.
Ia berlanjut lewat bahasa. Lewat pembenaran. Lewat “logika” yang terdengar masuk akal, tapi aslinya kejam.
Pedofilia, grooming, maupun statutory ra--pe tidak pernah soal pakaian anak.
Bukan soal sikap anak. Bukan soal apakah anak melawan atau diam.
Semua itu SELALU tentang orang dewasa yang menyalahgunakan kuasa.
Dan setiap kali seseorang memilih menyalahkan anak alih-alih mengecam pelaku, dia sedang berpihak pada kejahatan.
Indonesia

@olivehateem_ Ngeri banget kok bisa sampai RMU akses detail "Access by KAI" Parah banget.
Indonesia

sebenernya males banget ngangkat ini ke publik, tapi krn lagi ramai, sekalian aja ya.
akhir bulan lalu aku naik kereta, udah biasa juga sendiri ke mana-mana dan ga pernah masalah duduk di sebelah siapa. sampai kejadian juga kasus kayak gini. konteks di tweet berikutnya 👇

Joshua Ochu@JoshuaOchu34866
@elisa_jkt @KAI121 Seorang perempuan feminis independen merasa terancam duduk di sebelah laki laki di kereta😌
Indonesia

@fathirrar Barusan udh Wa command center damkar. Udh terkendali dan ga membahayakan katanya
Indonesia
🇲🇾🇺 retweetledi
🇲🇾🇺 retweetledi
🇲🇾🇺 retweetledi
🇲🇾🇺 retweetledi
🇲🇾🇺 retweetledi


















