Ananto Pratignyo
178 posts


Guys, ada foto yang menurut gue bicara lebih keras dari seribu pidato kenegaraan.
Di foto itu ada Lawrence Wong Perdana Menteri Singapura.
Dia tiba di Cebu untuk KTT ASEAN.
Naik Singapore Airlines.
Penerbangan komersial biasa.
Turun dari garbarata seperti penumpang biasa.
Tidak ada foto dramatis keluar dari pesawat karena memang tidak ada yang spesial untuk difoto dia cuma turun dari pesawat komersial layaknya orang normal.
Di hari yang sama Prabowo tiba di Cebu dengan pesawat kenegaraan.
Diiringi Hercules yang khusus membawa Maung
dan segala kebutuhan rombongan.
Konteksnya yang membuat ini makin menohok:
Singapura adalah salah satu kreditor terbesar Indonesia.
Utang Indonesia ke Singapura gabungan swasta, BUMN, dan berbagai instrumen lainnya mendekati Rp1.000 triliun.
Jadi analoginya begini:
ada orang yang punya utang ratusan miliar ke tetangganya.
Terus ada acara arisan di kompleks.
Si tetangga yang punya piutang ratusan miliar itu datang naik ojek santai, tidak perlu pamer.
Sementara si yang punya utang ratusan miliar datang naik Lexus dikawal Alphard dan Innova berjejer.
Itu bukan gaya hidup orang kaya.
Itu gaya hidup orang yang ingin terlihat kaya.
Dan bedanya sangat jauh.
Yang paling ironis:
Maung kendaraan yang dibawa dengan Hercules untuk dipamerkan di KTT ASEAN adalah mobil yang komponen lokalnya masih diperdebatkan.
Masih banyak bagian yang diimpor.
Masih jauh dari bisa disebut produk murni Indonesia.
Jadi kita membawa Hercules khusus untuk memamerkan mobil yang belum sepenuhnya Indonesia ke forum internasional sementara PM negara yang kita utangi hampir Rp1.000 triliun datang naik penerbangan komersial tanpa drama apapun.
Dan yang paling menyakitkan:
Prabowo dan Gerindra dulu adalah yang paling keras menyindir gaya pamer pemerintah sebelumnya.
Mereka yang paling lantang bicara soal efisiensi, kesederhanaan, dan tidak menghamburkan uang negara untuk gengsi.
Hari ini tidak ada yang bisa menjelaskan dengan muka lurus kenapa PM negara sekaya Singapura cukup naik SQ komersial,
sementara Indonesia yang defisit anggarannya Rp240 triliun di Q1 2026 saja merasa perlu membawa Hercules untuk urusan protokoler kenegaraan.
Kesederhanaan bukan tanda kelemahan.
Lawrence Wong tidak terlihat lemah dengan naik penerbangan komersial.
Justru sebaliknya dia terlihat seperti pemimpin yang tahu bahwa uang negara bukan untuk membiayai penampilan.
Sementara kita dengan segala tekanan fiskal, rupiah yang tertekan, dan defisit yang melebar masih merasa perlu membuktikan sesuatu dengan cara yang justru memperlihatkan ketidakamanan kita sendiri.
Bangsa yang benar-benar besar
tidak perlu selalu terlihat besar.
Bangsa yang benar-benar percaya diri tidak perlu membawa Hercules untuk membuktikannya.


Indonesia

@na_dirs Saya mau jual rumah warisan, lokasi di Magelang Kota. Strategis, dekat kepusat bisnis, pemerintahan, rs, sekolah, pasar dll. Luas tanah 382mtr. Luas bangunan 170mtr. Akses mobil. View Gn.Sumbing. (0895614339100)
Indonesia

@wangiwinwin Minyak goreng, gula pasir, beras, sabun mandi cair, odol, hit, cukur jenggot, indomie rasa soto, biskis, wafer, biskuit, sarden, kopi kapal api, top kopi gula aren, rinso, mama lemon, kornet, sari roti, es krim, paramex, decolgen, koyo salonpas, betadine.
Indonesia
Ananto Pratignyo retweetledi

Bismillahi Tawakkaltu Alallah la Haula Wala Quwwata Illa Billah❤️‼️
Terbang menempuh jarak 18.400KM dengan satu-satunya buah hati tersayang. Semoga Rabb selamatkan dan lindungi perjalanan kami hingga ke Tanah air.
Mengkritik pemerintah yang amatir, bukan berarti tidak cinta negeri. Justru sangat mencintai negeri kelahiran.
Karena Jakarta… Tempat aku pulang.
#GiveAway 16 Exemplar Mushaf Luxury Edition Matte Paper Glossy Size A5 persembahan dariku dan Sahabat Twitterku dunia akherat : Mas @RivaiAh75452476 (5 Exemplar. Silakan kalian follow akun Pewakaf), siap kami hadiahkan kepada 16 nama beruntung yang Rabb pilih sebagai Pemenang.
Pemenang akan aku umumkan Rabu, 24 Juli 2024 bertepatan dengan umurku yang Rabb In shaa Allah tibakan di 46 tahun‼️




Indonesia


Museum Agung Pancasila di Renon, Bali ini bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah.
Tapi di sini, juga tersimpan semangat api perjuangan yang tak kunjung padam yang selalu digelorakan Sang Proklamator kita, Bung Karno.
Dari sejumlah koleksi di museum ini, kita belajar bagaimana Bung Karno mengajarkan pentingnya persatuan dan kesatuan antar anak bangsa.



Indonesia
Ananto Pratignyo retweetledi

@MasMasBiassaa @kelixmann @didepancangkir @innovacommunity @wizcayn @DonWawawa Bareng ultahnya dengan anakku..semoga bisa jadi kado utknya, Aamiin YRA.
Indonesia

@suneo138 Bismillah, ke Cisauk Mak... Jl. HM.kadir no.59 RT.011/05 Kp. Rancamoyan, kab. Tangerang Selatan. (Buat kado anak sayah, kebetulan namanya saya ambil dari nama kurma itu, Annisa AJWA Prameswari).
Indonesia
Ananto Pratignyo retweetledi
















