Anas S Hidayat

10.7K posts

Anas S Hidayat banner
Anas S Hidayat

Anas S Hidayat

@anasshidayat

Pembelajar | Penyuka Novel, Pantai dan Gunung | #KrocoMumet | Pengelana

Yogyakarta, Indonesia Katılım Eylül 2011
312 Takip Edilen459 Takipçiler
Anas S Hidayat retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Baca… Baca buku berat dan ringan. Baca buku fiksi dan non fiksi. Baca buku cetak dan digital. Baca buku di rumah, di jalan, dan saat istirahat kerja. Baca buku dari penulis terkenal dan dari penulis pemula. Baca buku beli sendiri dan pinjam dari perpustakaan. Baca buku sendirian dan bersama-sama. Baca buku sambil diam dan sambil diskusi. Baca buku buat berpikir serius dan buat suka-suka. Baca buku apa saja, kapan saja, di mana saja. Selamat Hari Buku Nasional! :)
Anies Rasyid Baswedan tweet media
Indonesia
399
6.4K
30.2K
411.3K
Martin
Martin@Martin234227003·
@anasshidayat @senogp Sakit dari mana mas? Silakan merujuk literarur kedokteran yang kredibel. Gak ada yang bilang homoseksual itu penyakit .
Indonesia
2
0
27
428
Anas S Hidayat
Anas S Hidayat@anasshidayat·
@senogp Tidak ramah lgbt disalahkan sama elu? Gimana? Gimana? GIMANA? HARUS RAMAH SAMA LGBT GITU? Sakit ko didiemin aja
Indonesia
3
1
116
5.7K
Seno GP
Seno GP@senogp·
Sangat tidak ramah LGBT. Menurut blio LGBT penyakit menular karena gaya hidup. Sebuah analisa yg mantap keluar dari penulis terbesar Indonesia.
Seno GP tweet media
Indonesia
136
179
1.7K
851.3K
Corry Laura Sianturi
Corry Laura Sianturi@CorryLauraS·
Biasanya ada pertanyaan buku bantal, jadi tadi malam aku coba jejerin yang menurutku lumayan keras buat bantal dan ukurannya kayak bantal film dracin kolosal. Tapi ga ada yang ngalahin Dorland dipojokan sih.
Corry Laura Sianturi tweet mediaCorry Laura Sianturi tweet mediaCorry Laura Sianturi tweet media
Adin Bin Saheh@adindilla

@CorryLauraS Foto kanan bukunya tebal-tebal. Butuh tekad kuat untuk menyelesaikannya.

Indonesia
4
8
94
4K
Anas S Hidayat
Anas S Hidayat@anasshidayat·
Selalu cemburu dg orang yg punya arus balik, harga skrg sangat nyawit dan sulit terjangkau. Sbg pembaca mbah pram, sangat penasaran dg isinya.
Dis-Allowed@ilovestr4t

@dallaballer alhamdulillah masih bisa membaca karya beliau dengan rilisan fisiknya

Indonesia
0
0
1
235
Anas S Hidayat retweetledi
Jaringan GUSDURian
Jaringan GUSDURian@GUSDURians·
Alkisah, seorang dokter gigi di Singapura keheranan. Kenapa ada banyak sekali warga Indonesia yang datang kepadanya, bahkan untuk sekadar scaling. Ia pun bertanya kepada salah satu pasien. Apakah di Indonesia kekurangan dokter gigi? "Bukan begitu. Karena di sini kami baru berani buka mulut. Di negara kami, buka mulut bisa dikriminalisasi atau bahkan dipenjara." Dokter gigi itu kemudian manggut-manggut 😬
Indonesia
24
160
1.2K
137.5K
Anas S Hidayat
Anas S Hidayat@anasshidayat·
Toyota tu jualan mobil apa jualan obat mata? Re: iklan puasa-lebaran
Indonesia
0
0
0
106
Anas S Hidayat
Anas S Hidayat@anasshidayat·
Bukan pertama kali ...
Ismail Fahmi@ismailfahmi

Refleksi: KHGT dan Esensi Ramadhan Ada beberapa kritik atas KHGT yg merupakan ijtihad Muhammadiyah ini. Dibilang bidah, agenda mengikuti barat dan liberal, dll. Saya tidak merespon banyak, hanya menulis satu artikel singkat tentang Mengapa Ramadhan tanggal 18 Februari, menurut KHGT. Cukup itu saja. Kenapa saya tidak ikutan perdebatan ini? Karena bagi saya, agama bukan untuk memenangkan argumen, tetapi untuk menundukkan ego (nafs) agar hati menjadi jernih. Termasuk bersosial media, juga tak lepas dari prinsip agama yang saya yakini. Sebisa mungkin hati tetap jernih. Ada beberapa lapisan refleksi yang saya lihat terkait pereebatan soal KHGT dan Ramadhan tahun ini. 1. Ilmu vs. Kebijaksanaan Saya coba membedakan antara ‘ilm (pengetahuan) dan gnosis atau hikmah batin. Menjelaskan perbedaan tanggal 18 atau 19 Februari, itu benar secara astronomis dan fiqh. Tetapi jika penyampaian itu bertujuan menunjukkan “saya lebih paham”, maka yang berbicara bukan lagi ilmu, melainkan ego. Apalagi kalau didasari oleh asumsi dan prasangka yang belum tentu benar. Ego itu sangat halus. Ia bisa bersembunyi di balik dalil, data, bahkan kebenaran. Puasa justru datang untuk “melembutkan ego itu”. 2. Ramadhan adalah latihan menundukkan nafs Dalam ajaran Islam yang saya pahami, inti ibadah adalah transformasi batin. Puasa bukan soal tanggal lebih awal atau lebih akhir, tetapi soal: Apakah lapar itu melembutkan hati? Apakah kita lebih sabar? Apakah kita berhenti menyakiti orang dengan kata-kata? Jika diskusi tentang 18 atau 19 Februari melahirkan rasa ingin menang sendiri, maka esensi puasa belum disentuh. Dan kalau saya ikut melakukan perdebatan terus menerus, saya khawatir saya semakin jauh dari esensi. Cukup saya infokan keputusan Muhammadiyah, landasannya, dan ijtihadnya. 3. Perbedaan sebagai rahmat, bukan bahan pembuktian Saya meyakini bahwa Allah menciptakan perbedaan sebagai ujian kasih sayang. Zona waktu berbeda itu sunnatullah. Fiqh berbeda itu juga rahmat. Yang diuji bukan siapa paling benar secara teknis, tetapi siapa paling bersih hatinya saat menyampaikan kebenaran. Buat saya, tidak ada kepentingan untuk menunjukkan pilihan saya benar, lebih benar, atau paling benar. Tp penting sekali buat saya untuk lulus ujian kasih sayang ini. 4. Dari “siapa benar” ke “siapa menjadi lebih baik” Diskusi atau perdebatan tentang Ramadhan ini membuat saya bertanya: Apakah postingan saya ini menambah cinta kepada Allah? Apakah ia mendekatkan hati-hati umat? Atau justru mengeraskan diskusi? Puasa itu perjalanan ke dalam. Kalau fokus kita hanya pada koreksi tanggal, tetapi lupa memperbaiki hati, maka kita berhenti di permukaan syariat dan belum menyentuh hakikat. Bukan berarti syariat tidak penting. Syariat penting. Dan Muhammadiyah mengikuti syariat, melakukan kajian panjang, hingga lahir ijtihad KHGT. Selanjutnya mengajak warga untuk menjalani Ramadhan, sebuah perjalanan kedalam diri. Demikian refleksi saya, seperti ajakan netizen agar warga Muhammadiyah melakukan refleksi, bertanya kendalam hati. Ini kesimpulan refleksi saya: Ramadhan tidak datang untuk membuktikan siapa paling benar. Ia datang untuk mengajarkan kita menjadi lebih lembut. Tiga hari lagi saya mulai puasa Ramadhan. Anda mungkin empat hari lagi. Semoga kita semua mendapat esensi dari Ramadhan. Mendapat hakikat Ramadhan. Aamiin YRA...

Indonesia
0
0
0
84
Biblio Base
Biblio Base@bibliobase·
📕 LAPAK WTS/WTB BUKU
Indonesia
337
27
443
32.7K
Anas S Hidayat retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
Konon Umberto Eco punya 30.000 buku di perpustakaan pribadinya dan tentu saja sebagian besar belum dia baca hingga akhir hayatnya. Eco selalu berprinsip bahwa buku yg blm dibaca jauuhhh lebih berharga dibandingkan buku yg telah dibaca. Buku2 yg belum dibaca, kata Eco, melambangkan cakrawala pengetahuan yg belum terjamah. Semakin luas pengetahuanmu, semakin tinggi pula tumpukan buku yg belum kamu baca. Karena kamu sadar betapa banyak hal yg belum kamu ketahui. Menurut Eco, tumpukan buku tak terbaca adl pengingat visual tentang segala ketidaktahuan kita. Dan hal ini lebih penting utk dijaga drpd rasa bangga atas apa yg telah dibaca dan diketahui. Jadi, mari kita budayakan menumpuk buku..🙏
Gramedia@gramedia

Valentine bukan budaya kita, karena budaya kita tuh beli buku tapi gak dibaca-baca

Indonesia
38
409
1.3K
77.4K
Anas S Hidayat
Anas S Hidayat@anasshidayat·
@coffeewing Biasanya kalo kayak gitu kan tetep ada pembanding atau sitasi penguat, kalo ga ada ya omong kosong belaka. Kalo pake AI ya sama aja nyontek dari buku.
Indonesia
0
0
0
53
Raven
Raven@coffeewing·
@anasshidayat banyak di insta yg jualan "buku cara kaya/sukses/motivasi" 👍 kalau sekarang ya curiganya pada pake genAI 🤢
Indonesia
1
0
2
90
📚 basebuku
📚 basebuku@basebuku·
apa 'jam terbang' bisa menentukan seseorang itu melabeli *buku bagus atau jelek? atau sah² aja mau dia jadi pembaca lama atau pembaca baru?
Indonesia
31
0
19
13K
Raven
Raven@coffeewing·
@basebuku penulis yg gak pernah baca aja berhak nulis buku, kenapa pembaca harus ngumpulin jam terbang untuk menilai? soal engagement terhadap penilaian tersebut jika dipos di sosmed, itu soal lain lagi 🫢
Indonesia
1
0
11
732
Anas S Hidayat
Anas S Hidayat@anasshidayat·
Bacaanmu udh berapa ribu si sampek bisa penilaian buku bagus dan jelek Bacaanmu udh se-'kaya' apa sampek bisa menilai buku bagus dan jelek Bacaanmu udh beragam kah sampek bisa menilai buku bagus dan jelek Baca ya baca aja, penilaian-mu tidak membuatmu ke mana2
Indonesia
0
0
0
48