Andinie Sunjayadi 🇮🇩🇵🇸

20.8K posts

Andinie Sunjayadi 🇮🇩🇵🇸 banner
Andinie Sunjayadi 🇮🇩🇵🇸

Andinie Sunjayadi 🇮🇩🇵🇸

@andinie

🔻penikmat kata, pemerhati kalimat, belajar darinya🔻

Katılım Kasım 2008
116 Takip Edilen743 Takipçiler
˚⊱🪷⊰˚
˚⊱🪷⊰˚@floralcrown·
Ini merinding banget gasih diliat😭
˚⊱🪷⊰˚ tweet media
Indonesia
803
549
8.8K
629.5K
Asta Ebrahim
Asta Ebrahim@jellypastaa·
An Open Letter to Elon Musk, Nikita Bier, and the X Team Hello @elonmusk, @nikitabier and everyone at @X I am an author and educational content creator from Indonesia. I use X to share stories and information about animals, science, and the environment. I also use this platform to introduce and sell the books I create. Recently, I did not receive a revenue-sharing payout. However, I want to make it clear that this letter is not written out of disappointment over not being paid. In fact, I would be completely fine with disabling revenue sharing altogether. What concerns me much more is the significant difference between the results I currently receive on X and the results I receive on other platforms. The same creator, the same type of content, and the same products can perform very differently depending on the platform. On other platforms, my content can still reach new people and lead to meaningful engagement and sales. On X, however, the results have declined dramatically. Out of my latest 50 book sales, only one came from X. For someone who has spent years building an audience on this platform, that result is deeply frustrating. It makes me feel that my posts are no longer reaching people as effectively as they once did. Even when a post receives views or engagement, it does not always translate into discovery, trust, website visits, or sales. I cannot confirm how the algorithm works internally, and I do not want to make an unfair accusation. However, I sometimes wonder whether the distribution of monetized posts is being limited because wider reach could create larger payouts for creators. That is why I believe X should allow creators to disable revenue sharing while still giving their content a fair opportunity to reach a wider audience. I do not need X to pay me for every successful post. I need X to help my work reach the people who may genuinely benefit from it. My main goals on this platform are to provide education, build a community, and sell the books I create. Reach and discovery are far more valuable to me than payout. I also hope X can become simpler again, similar to how the platform felt between 2019 and 2023. During those years, it felt easier for creators to reach people beyond their existing followers, start conversations, and introduce their work to new audiences. X also has enormous potential to support authors, artists, creators, and small businesses. A built-in storefront where users can display products, combined with a simple and secure payment system, would be extremely helpful for small businesses and independent creators. Many of us are not asking X to simply pay us more. We are asking for a healthier distribution system that allows useful content, original work, and small businesses to be discovered. I would gladly give up revenue sharing if it meant my educational content and books had a fair chance to reach more people. Thank you for reading. Sincerely, Asta Ebrahim
English
33
77
229
18.7K
Khanif Irsyad
Khanif Irsyad@khanifirsyad·
Absen pagi dulu, seperti biasa cari jajanan di CFD 😆 Ada rekomendasi jajanan?
Khanif Irsyad tweet media
Indonesia
96
2
63
4.2K
Andinie Sunjayadi 🇮🇩🇵🇸 retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Kalian harus nonton ini. "Indonesia sedang tidak baik-baik saja" di 크랩 KLAB dari KBS, media Korea. Professor Youngkyung Ko dari Yonsei bilang: 1) IHSG ambruk, terburuk di Asia 2) Rupiah melemah, tapi efek ekonomi dalam negerinya sangat parah, dibanding negara lain yang mata uangnya lemah juga 3) Danantara, tidak ada transparansi, peluang cuci uang lewat patriot bond, 4) MBG makan anggaran sangat besar, pemborosan. Dengan pengelolaan ngawur. Keracunan di mana-mana 5) Korupsi yang dilakukan BGN dalam tata kelola MBG, dari konflik kepentingan dan pengadaan.
Ardianto Satriawan tweet media
Indonesia
354
6.3K
14K
204.4K
sasa 🪷
sasa 🪷@gemistale·
kenapa ya image CENBLU di mata orang tuh buruk 😭 pastinya karena yg post nya sampe ber-M tuh kebanyakan akun yang cari ribut/bermasalah gak sih..?? padahal BUANYAK banget akun edukasi…
Indonesia
112
5
100
32.8K
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
@andinie Benar. Tapi kegagalan ini tidak boleh dipandang sebagai sepenuhnya "salah SMK".
Indonesia
1
0
2
374
Sije eS
Sije eS@sijeisme_·
@gemistale Beberapa emang ada yang 'ganggu' sih. wkwkwk Ada nyolong konten, reply asbun yang penting komen, pakai tulisan AI. Di kolom reply ini mungkin akan ada yang begitu.
Indonesia
1
0
1
213
Sije eS
Sije eS@sijeisme_·
@andinie Kalau di tempatku, lampor itu keranda terbang, Kak. Kalau api aja banaspati. Tanpa api, gundul pringis. Hyak itulah khasanan hantu di Indonesia 🤣🤣😂
Indonesia
1
0
0
22
Seno GP
Seno GP@senogp·
Saya menyebutnya interaksi artifisial. Makanya saya masih seneng balas reply akun bukan cenblue apalagi saat bahas sastra. Yaa karena mereka balesnya paham apa yg sedang saya tweet. Jadi organik, jadi hidup. Ini yang kadang cenblue lupakan. Fokus mereka hanya pada akun cenblue, melupakan mutual lama yang memang ngefollow kita karena minat yg sama mungkin. *klo belum saya bales replynya, maaf ya bukan sombong, mau saya bales semua, tp waktu saya ga 25 jam di twitter 🙏
Ardianto Satriawan@ardisatriawan

Gils, agak ngeri ngeri sedap juga ngeliat postingan Om Niki yang baru baru ini. Jadi keknya makin diperketat lagi gais. Gaboleh minta difollow. Gaboleh minta say hi gitu gitu. Intinya yang saya tangkep, dia maunya yang serba organik organik aja. Kita sebagai karyawan cuma bisa manut. 😂

Indonesia
6
8
65
5.3K
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Media Askar, Dosen UGM: "DATANGLAH HARI KETIKA..." Kami, saya pribadi, itu tidak pernah menyangsikan niat program MBG ini. Hingga akhirnya datanglah hari di mana program itu diluncurkan. Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dipilih dari ahli serangga. Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dari polisi dan TNI Sampai kemudian datanglah hari ketika penunjukan SPPG itu tidak melewati skema pengadaan barang dan jasa yang benar. Datanglah hari ketika kita kemudian tau SPPG itu dimiliki oleh unsur, entitas yang terafiliasi dengan penguasa. Datanglah hari kemudian kita tau ada ribuan dapur dimiliki oleh polisi, kemudian TNI, ormas keagamaan, termasuk juga mereka yang terafiliasi dengan partai politik. Sampai kemudian datanglah hari ketika Pak Prabowo berpidato bahwa polisi dan TNI dilibatkan dalam pemberian Makan Bergizi Gratis. What's going on here? Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara. Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di Inggris. Tidak ada satu pun negara di seluruh dunia, yang program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan.
Indonesia
120
2K
5.6K
122.7K
Malik Ar Rahiem 🇵🇸
Malik Ar Rahiem 🇵🇸@malikarrahiem·
Daleman pabrik kina di Jalan Pajajaran Bandung. Pabrik yg pernah menyuplai 97% kina dunia kini sudah jauh melewati masa jayanya. Bukti gak ada yg abadi dan perubahan itu adalah keniscayaan.
Malik Ar Rahiem 🇵🇸 tweet mediaMalik Ar Rahiem 🇵🇸 tweet mediaMalik Ar Rahiem 🇵🇸 tweet media
Margacinta, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
12
123
808
61.8K