Sabitlenmiş Tweet
the
9.5K posts

the retweetledi

the retweetledi

Betapa Rapuhnya Dunia Akademik 🤷🏻♂️🤷🏻♂️🤷🏻♂️
Kasus Prihantini (alumni S1 Matematika UNY 2015 & S2 ITB via LPDP) dan timnya jadi bukti terbaru: mereka diduga membuat paper & abstrak palsu pakai AI, lolos ke puluhan konferensi internasional bergengsi, bahkan dapat travel grant — hanya untuk jalan-jalan ke luar negeri.
Kenapa bisa lolos? Karena dewan editor, reviewer, dan penyelenggara konferensi hampir tidak pernah benar-benar memeriksa keabsahan tulisan. Hanya review abstrak pendek (200-300 kata), blind review, lalu langsung di-acc. Tidak ada background check, tidak ada verifikasi data, tidak ada cross-check mendalam.
Ini persis seperti kasus klasik Alan Sokal tahun 1996. Seorang profesor fisika sengaja menulis paper palsu yang penuh nonsense, tapi lolos peer review dan diterbitkan di jurnal ternama Social Text hanya karena nama besarnya. Reviewer lebih mempercayai reputasi daripada isi tulisan.
Dunia akademik ternyata sangat rapuh. Integritas dan kejujuran hanya jadi asumsi, bukan standar yang ditegakkan dengan ketat.
Kalau begini, berapa banyak paper palsu lain yang beredar di jurnal dan konferensi bergengsi? Siapa yang masih bisa percaya penuh pada “riset ilmiah” saat ini?
Indonesia

@yorusshika MAACII SYGKUUU 🥹🥹❤️❤️❤️baper diucapin km krn KM SEKEREN ITUU so many achievements youve achieved
Indonesia
the retweetledi
the retweetledi
the retweetledi

Karena yang gak libur orang-orang di negara dunia ketiga, kerjaan-kerjaan "gaenak" mereka udah di-outsource ke India, Bangladesh, Filipina dll...
Kr@karirfess
Kalian penasaran gak sih kenapa bule2 itu, bisa punya libur lama banget??😭😑 Orang Eropa terutama, mereka tuh bisa santai libur 1–2 bulan penuh di musim panas. Lah kita? Kerja 12 bulan, lembur, gaji pas-pasan, dan cuti cuma 12 hari. Kenapa bisa beda gini ya?
Indonesia
the retweetledi
the retweetledi

makin banyak tulisan2 bahasa Indonesia yang menarik di Substack 🤩
۟@wicaksara
Essays and articles on Substack that are genuinely worth reading. Thought I'd share a few.
Indonesia
the retweetledi
the retweetledi

Emangnya pada gak nyaman ya liat orang spend ridiculous amount of money semudah itu pdhl ketimpangan sosial parah sekali di negara ini
heather@Riliphim
replynya pada baik-baik banget sama orang kaya wkwk
Indonesia














