Ara

3.9K posts

Ara banner
Ara

Ara

@araasea_

(new account of atagabut) ♥this acc mostly post abt anime, comics, games, and politics. df if u r zionist, 02 voter. isi secreto: https://t.co/7IrtNjnSCq

Katılım Ekim 2024
90 Takip Edilen60 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Ara
Ara@araasea_·
welcome new moots! semoga betah ya bekawan denganku 🙆‍♀🙆‍♀🙆‍♀
Ara tweet media
Indonesia
4
1
10
746
Ara retweetledi
Fortis Est Veritas
Fortis Est Veritas@VeritasArdentur·
1. Seleksi pegawai jujur itu bukan tugas nasabah. 2. Didepan umum dan nasabah, @BNI bukan korban, BNI adalah organisasi yg diwakili pegawainya. 3. Membawa ke pidana sebelum membereskan kewajiban ke nasabah adalah trik licik utk menghindar dari konsekwensi, minimal menundanya. 4. Apapun urusan BNI dengan mantan pegawainya, adalah urusan BNI sendiri. 5. Nilai yg menjadi hak nasabah, bisa dengan mudah disimpulkan dari transfer bunga terakhir.
CNN Indonesia@CNNIndonesia

BNI Merasa Dirugikan di Kasus Penggelapan Dana Gereja Rp28 M cnnindonesia.com/ekonomi/202604…

Indonesia
27
1.4K
3.4K
96.7K
Ara
Ara@araasea_·
@bardanslm eh iya loh dulu waktu kecil aku bertanya2: "kok aku disuruh tidur sendirian gara2 udh bukan anak kecil lagi, tapi Mama sama Papa tidur berdua? ga adil bgt, emgnya Mama Papa anak kecil?" wkwkkw 😭
Indonesia
0
0
0
158
Bardan - Digital Marketer
bocil 3 tahun dengan polosnya 👧 : "pih kalau mandi di sekolah habis berenang kan cowok cewek dipisah yah" 👱🏻‍♂️ : "iyah kak, enggak boleh digabung karna malu, aurat" 👧 : "kalau papih sama mamih boleh mandi bareng?" keselek saya.
Indonesia
35
37
2.5K
89.6K
Ara
Ara@araasea_·
@tanyakanrl ini kalian masi sekolah kah nder...? keknya kl dah gede sama2 udh maklum kl dunia itu melelahkan 😭
Indonesia
0
0
0
8
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 lihatlah dia guys, semalem habis telponan jam setengah 12 terus aku tidur dluan dan dia tidur gak ngabarin (aku udh tau dia bakal gak ngabarin soalnya dia pelor). enaknya diapain dia yaa🤨
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
2.3K
86
2.9K
699.2K
Ara retweetledi
🐥Ccik
🐥Ccik@cikininii·
BUKAN MILIK AI, JANGAN TAKUT PAKAI EM DASH!!! Diskursus mengenai penggunaan em dash (—) semakin memanas sejak adanya tuduhan, "Em dash itu ciri khas tulisan AI." Padahal, jauhhh sebelum maraknya penggunaan AI, banyak penulis yang sudah memakai em dash ini.
Indonesia
30
2.5K
8.5K
117.9K
Ara retweetledi
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀)
Sewaktu nge-tag BNI, status saya akhirnya direspon oleh BNI lewat akun resminya. BNI bilang mereka "juga pihak yang terdampak" dalam kasus Rp28 miliar dana umat Paroki Aek Nabara. Secara teknis benar. Tapi kan ada jurang besar antara "terdampak" dan "bertanggung jawab". Apakah mereka sedang coba menyamarkan dua kata itu jadi satu? BNI memang keluar Rp7 miliar talangan pada 26 Maret 2026. Reputasi mereka tergerus di mana-mana (lihat saja di X). OJK dan BI sedang mengawasi ketat, dan bisa saja ada sanksi kalau terbukti lalai awasi internal. Secara bisnis, ya, mereka rugi. Tapi "terdampak" bukan sinonim "korban", bukan? Benarkah klaim BNI, yaitu "ada oknum di luar sistem resmi"? 1. Andi Hakim Febriansyah bukan tukang sapu. Dia Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara resmi. 2. Selama 7 tahun (2019 sampai 2026), dia memakai fasilitas resmi BNI sepenuhnya: layanan pick-up service untuk jemput uang, bilyet deposito BNI, rekening koran BNI, seragam, kartu identitas pegawai. 3. Suster Natalia dan pengurus Credit Union tidak menyerahkan uang ke "Andi pribadi". Mereka menyerahkannya ke BNI sebagai institusi, lewat mekanisme yang BNI sendiri sediakan. 4. Semua data transaksi tercatat di sistem BNI. Tapi yang lucu, BNI justru meminta CU menyediakan "bukti pendukung" berulang kali. Padahal catatannya ada di server mereka sendiri. Kalau seorang pegawai bank memakai jabatan, fasilitas, dan dokumen resmi bank untuk menipu 1.900 umat selama 7 tahun tanpa terdeteksi audit internal, itu bukan "oknum di luar sistem". Itu namanya kegagalan sistem! Secara hukum, ada prinsip tanggung gugat pengganti (Grok bilang, istilah ini disebut: vicarious liability). Bank wajib bertanggung jawab atas tindakan pegawainya yang dilakukan dalam kapasitas jabatan. Ini bukan opini saya, Gais. Ini ada di UU No. 10/1998 tentang Perbankan dan POJK tentang perlindungan nasabah. Di satu sisi, BNI adalah Bank BUMN, dengan aset triliunan rupiah, punya tim hukum dan tim humas korporat yang sibuk membangun narasi "kami juga korban". Di sisi lain, ada 1.900 umat Paroki Aek Nabara. Mayoritas dari mereka adalah petani dan buruh kecil. Mereka menabung selama lebih dari 40 tahun, rupiah demi rupiah, untuk biaya sekolah anak, dan biaya sakit. Rencana masa depan yang sederhana, bukan? Jawaban BNI sah secara korporat. Strategi "oknum dan tunggu dokumen" itu klasik. Tapi dari sisi keadilan, ini sangat miskin empati. Uang itu tabungan umat kecil yang dikumpulkan selama 40 tahun, bukan duit korporasi yang bisa dihitung ulang di pembukuan kuartal berikutnya. Kalau setiap kali ada pegawai berulah, jawaban resmi bank selalu "itu oknum, bukan kami", lalu kepada siapa nasabah harus percaya? Besok saya mau menutup rekening saya. Kalau masih antre, ya, saya tarik semua uang saya dari sana. Kalian sendiri gimana baca sikap BNI sejauh ini?
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀) tweet media
Indonesia
262
2.4K
5.3K
487.5K
Ara retweetledi
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Guys, ini bener-bener bikin dada sesak. Suster Natalia, seorang biarawati di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dia nggak pernah menikah. Nggak punya harta pribadi. Seluruh hidupnya dia abdikan buat gereja dan umatnya. Sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib. Bukan uangnya sendiri, tapi uang tabungan 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya selama puluhan tahun. Kronologinya begini. Credit Union Paroki Aek Nabara sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak untuk sekolah anak, biaya sakit, dan masa depan. Total terkumpul lebih dari Rp28 miliar, disimpan di deposito. Tahun 2019, Andi Hakim Febriansyah, Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, datang ke pengurus CU. Dia tawarkan “BNI Deposito Investment” dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Karena dia datang pakai seragam BNI, ID card resmi, dan mobil pick-up service bank, pengurus percaya. Tujuh tahun berjalan lancar. Bunga masuk tiap bulan. Nggak ada masalah. Sampai Desember 2025 semuanya runtuh. CU minta cair Rp10 miliar bertahap untuk pinjaman anggota. Januari dan Februari 2026 tidak cair-cair. Andi minta semua bilyet deposito “untuk pembaruan”. Suster Natalia serahkan semuanya karena masih percaya. Beberapa hari kemudian, kepala kas baru datang dan bilang “Andi Hakim Febriansyah sudah bukan pegawai BNI lagi. Produk itu bukan produk BNI.” Suster Natalia pingsan. Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya nggak ada bukti. Untung ada satu bilyet yang tersimpan di tangan pastor lain. Andi kabur ke luar negeri lewat Bali ke Australia lalu ke New Zealand. Sambil kabur dia masih angkat telepon Suster Natalia dan bilang “aman, Suster.” Akhirnya dia ditangkap setelah red notice Interpol. Uangnya dipakai buat beli sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset lain yang sekarang sedang dilacak. Yang paling sakit, BNI cuma mau tanggung jawab Rp7 miliar dari Rp28 miliar lebih. Dan mereka transfer secara sepihak tanpa persetujuan penuh dari CU. Enam kali mediasi, satu kali aksi damai, tapi belum ada satu pun pejabat BNI yang mengucapkan kata “maaf” atau “kami prihatin”. Suster Natalia yang nggak punya harta pribadi malah pinjam uang ke sana-sini buat bayar tagihan rumah sakit umatnya yang butuh berobat. Dia bilang: “Saya nggak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit.” Ini bukan cuma kasus oknum. Ini uang umat kecil yang menabung perak demi perak selama puluhan tahun, raib karena seorang kepala kas BNI yang beroperasi pakai nama, seragam, dan fasilitas bank negara selama 7 tahun. BNI sebagai bank BUMN seharusnya bertanggung jawab penuh. Gimana menurut kalian? Ini cukup adil? Atau BNI harus tanggung jawab full Rp28 miliar?Cerita pendapat lo di reply woi. Dan buat Suster Natalia serta 1.900 umat itu, semoga keadilan segera datang.
Dravenwe tweet media
Indonesia
83
835
2.6K
156.8K
Ara retweetledi
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Ga cuma umat Katolik, semua org. Senin bareng2 tutup rekening BNI. Yg karyawan tutup rekening koran. Yg pengusaha pindahin Payroll. Yg investor, cabut dari BIONS. Yg trader, lepas semua BBNI. Yg nyicil rumah, oper kredit. Mulai Senin.
Billy@Billy_Naravit

Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas. Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.

Indonesia
275
7.9K
26.9K
723.5K
Ara retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
𝗦𝗲𝗹 𝗼𝘁𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝘁𝗲𝗿𝗽𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿𝘂𝗵 𝗼𝗹𝗲𝗵 "𝘀𝗲𝗹𝗳-𝘁𝗮𝗹𝗸" adalah sesuatu yang ada bukti ilmiahnya Izin gue jelaskan ya! Secara sederahana, ini BUKAN berarti sel otak “mendengar” kata-kata seperti telinga, melainkan melalui proses neuroplastisitas, yang merupakan kemampuan otak untuk membentuk, memperkuat, atau melemahkan koneksi antar sel saraf, seiring dengan pengulangan pola pikir dan perilaku. Setiap kali kita berbicara pada diri sendiri (misalnya “Aku bisa” atau “Aku gagal”), otak mengaktifkan jaringan saraf tertentu. Akibatnya, jalur saraf berubah, dan dapat memengaruhi emosi, motivasi, perhatian, dan performa kognitif. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa 𝘀𝗲𝗹𝗳-𝘁𝗮𝗹𝗸 𝗽𝗼𝘀𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗻𝗲𝗴𝗮𝘁𝗶𝗳, 𝘁𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗺𝗲𝗻𝗴𝘂𝗯𝗮𝗵 𝗸𝗼𝗻𝗲𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗼𝘁𝗮𝗸 𝘀𝗲𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮. Secara umum kira-kira kaya gini efeknya pada otak antara lain: -𝗦𝗲𝗹𝗳-𝗰𝗿𝗶𝘁𝗶𝗰𝗶𝘀𝗺 justru meningkatkan performa kognitif, karena mengurangi rasa percaya diri berlebihan dan meningkatkan fokus serta motivasi internal -𝗦𝗲𝗹𝗳-𝗿𝗲𝘀𝗽𝗲𝗰𝘁 dapat memperkuat fungsi eksekutif, tapi bisa menimbulkan kepercayaan diri yang berlebihan 𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 Self-talk dapat berpengaruh pada plastisitas otak. Melalui self-talk yang sesuai, kita dapat memengaruhi kondisi dan kemampuan otak kita. Semoga bermanfaat!
For all Curious@fascinatingonX

🚨BREAKING: Science confirms that brain cells are influenced by our self-talk.

Indonesia
19
865
3.1K
86.6K
Ara retweetledi
𝕰𝖒𝖕è𝖗ö𝖗 𝕻è𝖓𝖌üí𝖓
Pada saat penipuan, suster Natalia tidak tau oknum, taunya @BNI yang menyimpan uangnya. Setelah ketahuan uangnya tidak bisa diakses, @BNI sebut karyawannya oknum agar bisa lepas dari tanggung jawab. Urusan nasabah adalah tanggung jawab bank, jangan jadi pengecut dan penjahat wahai @BNI Gitu ya kira2.
Catholic 𐕣@myshawti

Kenapa kasus seperti ini sulit naik di media? Padahal ini kasus tidak kalah pentingnya juga Nih awak test, pasti sulit naiknya

Indonesia
114
4.8K
10.2K
413.6K
Ara retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
46.6K
100.8K
9.7M
Ara retweetledi
BIM
BIM@_bmsk·
Gk belaku di indo yang rata2 tiap rumah punya septic tank. Kalau kamu masukin sabun ke wc sama aja kamu ngebunuh bakteri di septitank jadi bakal memperlambat tai kalian buat di urai. Apalagi selain anti bakterial sabun punya sifat pemisah antara air dan minyak malah makin susah lagi di urai. Makanya ada kasus. Septitank belum setahun udah harus sedot. Ya karena suka masukin air sahun ke wc. Aku jamin yang kayak gini ga banyak orang tau.
aira@airasukite

Is this a cool idea or just a waste of time? 🤔

Indonesia
52
378
3.3K
294.5K
Ara retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Sherly Tjoanda Gubernur Maluku Utara baru duduk di depan salah satu pewawancara politik paling tajam di Indonesia dan jawabannya lebih jujur dari kebanyakan politisi yang pernah gue dengar. Tapi justru itu yang bikin gue khawatir. Konteks yang perlu diingat dulu: Sherly bukan politisi karir. Dia pengusaha. Istri Bupati Morotai Benny Laos yang meninggal dalam kecelakaan kapal 12 Oktober 2024 42 hari sebelum pilkada. Malamnya ketua partai langsung datang ke rumah sakit dan bilang Sherly harus lanjutkan perjuangan. Sherly menolak. Lalu anak-anaknya minta dia maju. Dan dia akhirnya setuju bukan karena ambisi politik tapi karena tidak mau cita-cita suaminya selesai begitu saja. 51% suara di pilkada. Menang. Dilantik sebagai gubernur. Yang pertama langsung dihajar oleh host: "Anda tidak merasa dimanfaatkan oleh partai-partai politik itu?" Jawaban Sherly yang membuatnya berbeda dari politisi kebanyakan: "Dalam hidup ini kita semua saling memanfaatkan dengan tujuan masing-masing. Tujuan saya waktu itu saya harus menang dan menyelesaikan janji almarhum." Tidak defensif. Tidak berpura-pura murni. Tapi juga tidak naif dia sadar bahwa ada transaksi di balik semua dukungan itu. Pengakuan paling jujur dari seorang gubernur: "Saya ini kertas kosong. Kanvas kosong. I know nothing." Dan dia tidak bilang itu untuk merendah. Dia bilang itu karena itu fakta dan dia memilih belajar dari nol daripada pura-pura tahu. 9 bulan pertama dia habiskan untuk belajar teknis birokrasi ketemu semua dirjen, semua OPD, baca sendiri, bahkan tanya ChatGPT untuk hal-hal teknis yang belum dia pahami. "Saya bahkan bilang langsung ke delapan partai koalisi dari awal: saya tidak bisa bicara bahasa politik. Kalau menginginkan A katakan A. Saya tidak mengerti kalimat bersayap." Dan inilah yang membuat host langsung pasang sinyal bahaya: Maluku Utara bukan provinsi biasa. Ini provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia 39% karena nikel dan tambang yang luar biasa besarnya. Dari smelter saja ekspor per tahun mencapai hampir Rp150 triliun. IUP yang aktif menghasilkan sekitar Rp54 triliun setahun. Tapi Maluku Utara sebagai daerah tidak punya satu pun IUP sendiri. BUMD-nya tidak aktif sejak 2016 kena pemeriksaan BPK dan KPK dan untuk mengaktifkannya kembali butuh waktu 6 bulan sampai 1 tahun. "Kalau ini perusahaan BUMD punya satu IUP saja PAD bisa tambah 2 sampai 3 triliun per tahun." Tapi itu tidak dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya selama 10-15 tahun tambang jalan. Siapa yang menikmatinya? Bukan rakyat Maluku Utara. Dan di sinilah host menyampaikan pesan yang paling penting: "Anda sudah terlanjur bersepakat. Partai-partai mendukung Anda. Pada saatnya Anda harus tahu diri Anda harus bayar hutang." Sherly sadar akan ini. Tapi jawabannya jujur: "Belum. Saya belum menyiapkan diri untuk itu." Bukan karena tidak mau. Tapi karena dia benar-benar belum sampai ke titik itu dan dia tidak mau berpura-pura sudah siap untuk sesuatu yang belum dia pahami sepenuhnya. Soal oligarki dan dinasti pertanyaan yang paling tidak nyaman: Host bertanya langsung: apakah Sherly merasa bagian dari oligarki dan dinasti? "Saya tidak merasa bagian dari itu." Tapi host tidak membiarkan itu lewat begitu saja. Suami Sherly mantan bupati. Sekarang Sherly gubernur. Peta bisnis keluarga ditampilkan di layar puluhan PT terhubung dalam satu grup. Sherly menjawab: sebelum dilantik dia sudah keluar dari semua kepengurusan. Saham masih ada karena secara hukum boleh. Dan LHKPN almarhum suaminya justru turun selama 5 tahun jadi bupati bukan naik. "Semua yang dimiliki sudah ada sebelum beliau menjadi bupati. Almarhum bahkan tidak boleh saya menggunakan fasilitas jabatan. Dia bilang ada yang namanya korupsi kepatutan." Satu hal yang gue catat dan menurut gue penting banget: Sherly menang pilkada tanpa money politics. Tidak ada uang di hari H pemilihan. 367.000 orang memilihnya. "Saya harus memulai dengan benar. Karena ketika rakyat memilih pemimpin karena uang bukan karena hati nurani mereka akan menghasilkan pemimpin yang memperbudak nurani." Di negara di mana money politics sudah menjadi norma pernyataan itu bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Yang paling bikin gue mikir dari seluruh obrolan ini: Host menutup dengan satu kalimat yang tajam: "Ada kecerdasan di dalamnya. Ada keteguhan. Tapi ada juga naif di dalamnya." Dan itu mungkin diagnosis yang paling akurat. Sherly cerdas dan tulus tapi dia masuk ke sistem yang tidak dirancang untuk orang seperti dia. Sistem yang sudah menunggu untuk mengujinya dan yang paling berbahaya sudah menyiapkan tagihannya. Apakah dia akan tetap berdiri setelah 5 tahun? Atau akan menjadi satu lagi nama yang kita sebut sambil menggelengkan kepala? "Undang saya lagi 5 tahun dari sekarang. Saya akan duduk di sini dan bilang: I did it." Gue harap dia benar.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
107
751
5.5K
460.7K
spill here
spill here@ratjunmuu·
Iseng lihat poster di RS pas lagi break… TAPI KOK ISINYA KAYAK RAHASIA YANG SELAMA INI KITA NGGAK DIKASIH TAU 😭 Masalah kulit kusam & jerawat ternyata ada cara yang jauh lebih simpel… Dan aku baru sadar sekarang 😭
spill here tweet media
Indonesia
19
9.5K
92.3K
2.1M