Arby
149 posts

Arby
@arbytyas
SawXer. IG: https://t.co/E9PSmT2z2d
Kota Serang, Banten Katılım Ekim 2020
66 Takip Edilen29 Takipçiler

Ketika laki-laki melecehkan perempuan secara verbal, akan dilihat sebagai bentuk kekerasan berbasis gender (power imbalance), ancaman, atau objektifikasi tubuh. Ini akan langsung mendapat perhatian besar dari aktivis, media, dan lembaga seperti Komnas Perempuan.
Sebaliknya, ketika perempuan melakukan hal serupa ke laki-laki (misalnya komentar vulgar tentang tubuh, rayuan paksa, atau lelucon seksual), masyarakat cenderung menganggapnya ringan, "basa-basi", atau bahkan "laki-laki harus kuat". Ini adalah contoh double standard yang masih kuat di banyak budaya, termasuk Indonesia.
Laporan dari laki-laki akan lebih jarang diproses serius oleh polisi/masyarakat, meski hukum memungkinkan. Korban laki-laki malah akan diremehkan atau ditertawakan.
Laki-laki diajarkan sejak kecil untuk "kuat", "tidak cengeng", dan "menanggung sendiri" (konsep masculine gender role stress atau discrepancy stress).
Ketika mengalami pelecehan verbal dari perempuan, banyak laki-laki merasa malu atau "tidak maskulin" jika melapor. Mengakui diri sebagai korban dianggap sebagai kelemahan yang mengancam identitas diri.
Stereotip di masyarakat memiliki kecenderungan bahwa perempuan dianggap lebih pasif, emosional, atau "lemah" sehingga pelecehan verbal dari mereka dianggap "hanya kata-kata" atau "reaksi defensif", bukan kekerasan serius.
Sementara laki-laki dianggap lebih kuat secara fisik dan emosional, pelecehan terhadap mereka dianggap "tidak mungkin menyakiti" atau bahkan "layak" jika ada alasan (misalnya, dianggap "salah sendiri").
Di dunia secara umum, norma patriarki masih kuat, tapi justru memperkuat paradoks ini. Laki-laki diharapkan dominan, sehingga menjadi korban pelecehan verbal dianggap "memalukan" dan jarang diangkat sebagai isu serius.
Persepsi masyarakat terhadap kekerasan terhadap laki-laki masih dipengaruhi stereotip maskulinitas, sehingga korban enggan bicara karena takut kehilangan citra diri atau dianggap "bukan laki-laki sejati".
Ini juga menunjukan bahwa konsep laki-laki dan perempuan setara mesti dilihat dari berbagai bidang. Di mata hukum, ekonomi, dan HAM sudah. Tapi di bidang sosial dan norma masih harus dilihat kembali.
SobatMiskinTV@MiskinTV_
Bayangin kalo kejadiannya dibalik:
Indonesia

T8_S3_Drag Tips #5 Rowling Tech?
ローリングエスケープ(WK,3+4)でホーミング中段などを避けられるケースが有ったため紹介。
1.中段ホーミングによっては、フレームやタイミングによりかわせる。
(なぜかホーミング技によっては、手前側のローリング[WK]と奥側のローリング[8WK]で躱せる差が有りそう。モーションやトラッキングなどのアルゴリズム関係でキャラが近い時に起きやすい?)
2.限定的に中段とガードクラッシュなどの2択を回避。
3.起き攻め以外のドラグノフ自身のセットプレイでも使えそうなのが有った。(別動画で紹介)
横移動性能や無敵というよりは、フレームにより鳳凰のような潜り性能が有りそうで他にもあるかも?
#Tekken8
日本語
Arby retweetledi
Arby retweetledi
Arby retweetledi
Arby retweetledi



















