arcadia9
1.1K posts

arcadia9 retweetledi
arcadia9 retweetledi

Jika 𝗔𝗠𝗔𝗡𝗔𝗧 𝗞𝗢𝗡𝗦𝗧𝗜𝗧𝗨𝗦𝗜 saja berani diabaikan & dilanggar.. apalagi 𝗰𝘂𝗺𝗮 𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝘁 𝗿𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 ⁉️
_

𝚋𝚕𝚊𝚗𝚔@blank0429
𝗟𝗶𝘀𝘁 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗢𝗡𝗦𝗧𝗜𝗧𝗨𝗦𝗜 & 𝗧𝘂𝗿𝘂𝗻𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗞𝗮𝗯𝗶𝗻𝗲𝘁 𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 - 𝗚𝗶𝗯𝗿𝗮𝗻 Cukup banyak juga 👇
Indonesia
arcadia9 retweetledi

Dalam wawancara dengan Najwa Shihab, Presiden Prabowo menyebut tindakan penyiraman air keras sebagai bentuk terorisme.
Dengan mata berkaca-kaca dan suara yang tertahan, Najwa Shihab mewawancarai Presiden Prabowo Subianto terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Kontras. Momen ini memperlihatkan betapa berat dan sensitifnya isu yang dibahas, terutama ketika menyangkut keselamatan dan kebebasan sipil.
Indonesia
arcadia9 retweetledi

Mbak Nana disangka gabaca "rezim change, color revolution" oleh Presiden.
Dibales sama Mbak Nana "apakah bapak tidak membaca kritikan kritikan baik yang dilontarkan oleh yang bapak sebutkan"
Eh jawabannya normatif🤣
Kemudian coba tonton di pertengan sampai akhir, semakin menguat bahwa laporan bawahan Presiden kurang akurat, sampai didebat sama Mbak Nana😅
Indonesia
arcadia9 retweetledi
arcadia9 retweetledi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.
Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya.
Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat.
Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari.
“Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar.
Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103).
Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah.
Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak.
Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya.
Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5).
Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan.
Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam.
Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya.
Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia.
Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya.
Sumber: muhammadiyah.or.id/2025/06/haedar…
#SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Indonesia

@bukupembaharu @muhammadiyah Gak usah sok paling hebat Muhammadiyah. Ayo Mugammadiyah jika lho pingin samakan persepsi awal akhir RanDah lho inisuasi yg pertama duduk bareng dan ambil kesepakatan bulat. Semua punya dasar nya masing masing.
Indonesia

Adanya kesamaan langkah dan ketetapan mengenai 1 Syawal 1447 H di seluruh lini, menunjukkan bahwa @muhammadiyah adalah organisasi yang rapi dan tertib.
Kekuatan sistem dalam menentukan penanggalan secara presisi, merupakan bukti kematangan Muhammadiyah sebagai simbol peradaban Islam yang modern.
Kalau semua bergerak masing-masing tanpa acuan yang terukur, tidak ada keteraturan sistem dan kesatuan langkah, ketika keputusan pusat diabaikan begitu saja, maka sulit bagi sebuah organisasi untuk menjadi lokomotif kemajuan bangsa.

Indonesia
arcadia9 retweetledi
arcadia9 retweetledi

Di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan yang mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos begitu saja setelah melakukan genosida.
Darah warga Palestina dan Iran ada di tangan mereka.
Apa kredibilitas moral yang dimiliki Amerika?
Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Terima Kasih, Pernyataan Anda Mewakili Umat Manusia di Seluruh Dunia.
Indonesia
arcadia9 retweetledi
arcadia9 retweetledi
arcadia9 retweetledi

Terimakasih om @AndyFNoya , telah bersuara mewakili sebagian besar rakyat Indonesia.
T0361M4N@toe_giman
Nanti KLO ada yg tanya, emang apa yg udh Lo perbuat utk negara.. Kasih aja ini...
Indonesia

🚨 Awas! Bahaya Laten Penggunaan Buzzer oleh Penguasa Sebagai Penggerogot Ruang Demokrasi Kita.
Kawan-kawan, mohon beri atensi atas penyampaian kami ini, ya. Hari ini mungkin nampak sepele, biasa saja. Bisa kita block satu per satu.
Tapi kalau udah semasif ini, pembiaran yang terus-menerus hanya akan membikin penguasa merasa yakin, bahwa berbagai campaign bisa mengandalkan cara-cara kotor seperti ini. Perlahan, ia akan menggerogoti sedikit demi sedikit ruang demokrasi dan panggung kecil kita untuk berekspresi, untuk bersuara.
Hal menjijikkan seperti ini haram hukumnya menggunakan APBN yang sumbernya adalah pungutan pajak rakyat.
Oiya, kekhawatiran kami yang lain adalah, buzzer-buzzer ini bisa jadi menggunakan ava dari foto wajah orang-orang yang belum tentu berkenan dan berkehendak wajahnya disalahgunakan. Jika ini terbukti, maka ini juga bisa menjadi pelanggaran serius. Hati-hati.
Btw, kok tagar (#)LanjutkanMBG nya pada ketinggalan, ya?



Indonesia






















