arfkrnw

680 posts

arfkrnw

arfkrnw

@arfkrnw

Katılım Ağustos 2010
138 Takip Edilen112 Takipçiler
arfkrnw
arfkrnw@arfkrnw·
@kelas_writing Aku blm pernah cenblu sih, tapi ada niatan mau daftar. Menurutku memang karena algoritma premium dan cara orang berinteraksi di X yang udah beda. Ntah, rasanya akun/konten edu perlu effort lebih untuk gain interactions? Btw, kk udah berapa lama cenblu? Udah elig?
Indonesia
1
0
1
30
arfkrnw retweetledi
Rahmi & Kelas Writing
Rahmi & Kelas Writing@kelas_writing·
Ini capture analytics pas aku sempat jeda langganan Premium. Dulu (sebelum Premium), reply & QRT postinganku lumayan rame dengan user yg saling tanya-jawab tentang content writing dan digital skills. Siapapun bisa ikut baca, diskusi, dan belajar. Sekarang? Banyak followers lama yang belum Premium lebih sering bertanya/diskusi ke DM ku, karena mereka bilang “segan reply”, ada juga yang bilang“komennya mungkin ga keliatan”. Komentar non-Premium juga kadang ga masuk notif, jadi aku harus scroll manual. Akhirnya obrolan yang dulu terbuka di kolom komentar pindah ke DM. Padahal kalau tetap di kolom komentar kan lebih banyak orang yang bisa lihat dan belajar. Dulu juga views jauh lebih sedikit daripada yg sekarang, tapi diskusinya terasa lebih hidup. Sekarang views ku bisa 600rb dalam 7 hari, tapi obrolan terbuka tentang topik-topik di atas malah berkurang. Apa ada hal yang aku lewatkan untuk optimasi X Premium ini? Atau ada cara supaya jangkauan tetap luas tanpa kehilangan obrolan-obrolan seperti dulu?
Rahmi & Kelas Writing tweet media
Asta Ebrahim@jellypastaa

An Open Letter to Elon Musk, Nikita Bier, and the X Team Hello @elonmusk, @nikitabier and everyone at @X I am an author and educational content creator from Indonesia. I use X to share stories and information about animals, science, and the environment. I also use this platform to introduce and sell the books I create. Recently, I did not receive a revenue-sharing payout. However, I want to make it clear that this letter is not written out of disappointment over not being paid. In fact, I would be completely fine with disabling revenue sharing altogether. What concerns me much more is the significant difference between the results I currently receive on X and the results I receive on other platforms. The same creator, the same type of content, and the same products can perform very differently depending on the platform. On other platforms, my content can still reach new people and lead to meaningful engagement and sales. On X, however, the results have declined dramatically. Out of my latest 50 book sales, only one came from X. For someone who has spent years building an audience on this platform, that result is deeply frustrating. It makes me feel that my posts are no longer reaching people as effectively as they once did. Even when a post receives views or engagement, it does not always translate into discovery, trust, website visits, or sales. I cannot confirm how the algorithm works internally, and I do not want to make an unfair accusation. However, I sometimes wonder whether the distribution of monetized posts is being limited because wider reach could create larger payouts for creators. That is why I believe X should allow creators to disable revenue sharing while still giving their content a fair opportunity to reach a wider audience. I do not need X to pay me for every successful post. I need X to help my work reach the people who may genuinely benefit from it. My main goals on this platform are to provide education, build a community, and sell the books I create. Reach and discovery are far more valuable to me than payout. I also hope X can become simpler again, similar to how the platform felt between 2019 and 2023. During those years, it felt easier for creators to reach people beyond their existing followers, start conversations, and introduce their work to new audiences. X also has enormous potential to support authors, artists, creators, and small businesses. A built-in storefront where users can display products, combined with a simple and secure payment system, would be extremely helpful for small businesses and independent creators. Many of us are not asking X to simply pay us more. We are asking for a healthier distribution system that allows useful content, original work, and small businesses to be discovered. I would gladly give up revenue sharing if it meant my educational content and books had a fair chance to reach more people. Thank you for reading. Sincerely, Asta Ebrahim

Indonesia
1
2
6
227
arfkrnw retweetledi
•
@Al__Quraan·
“Do not be afraid, I am with you all the time, listening and seeing.” — Al Qur’aan [20:46]
• tweet media
English
16
669
3K
53.9K
arfkrnw retweetledi
Rahmi & Kelas Writing
Rahmi & Kelas Writing@kelas_writing·
Ini adalah ENGAGEMENT BAIT dengan unsur FOMO 1. Hook-nya sangat emosional: “ANAK KELAHIRAN 1997–2008 😭😭😭 AYO GAS!!!”. Kalimat seperti ini memang dirancang supaya orang berhenti scroll. 2. Klaimnya sangat umum: “Loker di Jerman lagi membludak banget.” Tidak disebutkan sektor apa, perusahaan mana, atau sumber datanya di tweet utama. 3. Saat ada yang bertanya sumber, balasannya hanya “SC: Google.” Itu bukan referensi yang bisa diverifikasi. Untuk konteks klaim faktual, Google bukan sumber utama (primary source). Google adalah mesin pencari (search engine) yang mengarahkan kita ke berbagai sumber. 4. Thread lanjutan hanya menjelaskan syarat umum (B1/B2, Ausbildung, dsb.), bukan memberikan tautan lowongan atau informasi spesifik yang mendukung klaim awal. —— Engagement bisa dicari dengan banyak cara. Untuk topik karier, semoga tidak mengorbankan kejelasan informasi hanya demi hook yang memicu FOMO.
nyuu🍃@nyuuu___

Hallo temen temen, sedikit klarif ya, btw aku pernah belajar bahasa jepang sudah sampai bab 10 di buku Minna ni hongo, itu belajarnya mandiri,, aku hanya share yg aku tau ya man temen, dan untuk postingan aku yg digerman sumber dari google 😁😇😇

Indonesia
4
5
30
2.4K
arfkrnw retweetledi
Rahmi & Kelas Writing
Rahmi & Kelas Writing@kelas_writing·
Kontenmu yg tentang loker di Jerman dan Jepang itu memang berpotensi ENGAGEMENT BAIT! Hook-nya memicu FOMO, klaimnya besar, tapi saat diminta referensi tidak ada sumber spesifik yang kamu berikan. Makanya orang mempertanyakan validitasnya. Apalagi sebagai pengguna Premium, ekspektasi orang terhadap kualitas informasi dari kita bisa lebih tinggi. Jangan sampai gara-gara konten seperti ini, pengguna centang biru malah makin sering dipandang negatif. Coba lihat kolom komentarmu. Sudah ada beberapa pengguna non-centang biru yang mengeluhkan konten seperti ini!
nyuu🍃@nyuuu___

@storyofmalife8 Diviralin aku kak katanya aku Ngada Ngada 😭😭

Indonesia
7
7
31
7.7K
arfkrnw
arfkrnw@arfkrnw·
Aku langsung kepikiran akunnya @kelas_writing. Salah satu akun yang menurutku rapi. Thread soal CV, portfolio, LinkedIn, content writing, AI, dan tips kariernya diindeks di bio sematan, jadi pembaca ga perlu scroll jauh buat nyari info. Berkah barokah buat akun Kak Rahmi✨✨
Aditya Ramanda@aditoss

Liat ada akun di X yang bikin thread riset lengkap, lengkap sama sitasi dan data yang jelas. Di saat feed isinya shitpost demi impresi, dia malah milih jalan yang "repot". ​Bikin thread riset di platform yang didesain buat nyari engagement, kecepatan, dan volume itu sebenernya kayak ngelawan arus. Algoritma X kan sukanya yang cepet, bukan yang detail. Ngulik data dulu baru posting berarti siap kehilangan momentum. Reachnya pasti kalah jauh sama hot take asal bunyi. Hari ini feed rame orang pamer payout X. Coba tebak berapa payout orang yang kontennya dikurasi segitunya dan postingnya jarang demi validitas data? Probably not even worth the time they spent to produce. Tapi mereka tetep pilih jalan itu. Berarti ada yang dikejar selain duit atau metrik. Entah itu trust pembaca, self-respect, atau emang ga peduli sama sekali soal monetisasi konten. ​Seringkali saya mikir "impresi itu penting buat reach". Tapi ternyata tetep ada ruang buat orang yang cuma pengen kerja beneran, lalu ngeshare hasilnya tanpa hitung-hitungan. ​Ternyata, buat sebagian orang, itu udah cukup. ​Btw, kalau ada akun yang tipe kontennya kayak gini, coba tag di bawah. Mau ikut follow sekaligus bilang terima kasih buat konten mereka yang selalu bermanfaat.

Indonesia
1
1
4
247
arfkrnw retweetledi
💬
💬@s4shig·
in august, I will have everything i prayed for.
English
30
2.1K
9K
121.3K
arfkrnw retweetledi
Memories
Memories@_Angel_broken·
Memories tweet media
ZXX
26
2K
3.8K
91.9K
arfkrnw retweetledi
di🎀🩷
di🎀🩷@abcdiyes·
when Allah said: “semustahil apapun jika kamu meminta kepadaKu sungguh-sungguh, maka itu akan menjadi milikmu”. Surah Al-Baqarah ayat 186.
Indonesia
7
1K
3.1K
34.1K
arfkrnw
arfkrnw@arfkrnw·
@kelas_writing Lah iyaya wkwk mana sofanya satu-satu lagi, berapa kali ngangkat itu, blm lagi ngembaliinnya
Indonesia
1
0
1
117
Rahmi & Kelas Writing
Rahmi & Kelas Writing@kelas_writing·
Uhm pas ngeliat video ini, sebenernya ada hal lain yg aku kepikiran. Kenapa ya di banyak acara, tamu kehormatan duduk di sofa, sementara peserta lain pakai kursi biasa? Apakah memang bagian dari protokoler, atau lebih karena tradisi? Mungkin bisa pakai kursi yang sama dengan peserta lalu diberi tanda reserved, atau menggunakan kursi yang desainnya lebih elegan daripada kursi peserta, tanpa harus memakai sofa? Di kampus atau acara yang kalian ikuti juga seperti ini? Kalau di luar negeri gimana?
Lambe Saham@LambeSahamjja

manager kopdes udah mau pelantikan nih

Indonesia
3
1
7
835
arfkrnw retweetledi
Rahmi & Kelas Writing
Rahmi & Kelas Writing@kelas_writing·
Kenapa banyak yang heran dengan “jualan prompt AI”? Temenku jualan prompt AI di marketplace Indo dan platform internasional. Di platform internasional itu bahkan produknya udah terjual ribuan kali. Siapa yang beli? Banyak. Guru TK atau SD yang ga punya banyak waktu untuk ngobrol panjang dengan AI. Mereka cukup memasukkan prompt, lalu bisa langsung bikin rencana pembelajaran, lembar mewarnai, ide aktivitas kelas, tutorial melipat kertas, dll. Ada juga orang tua yang beli prompt untuk bikin jurnal belajar anak, worksheet berhitung, latihan membaca, dongeng sebelum tidur yang dipersonalisasi, dll. Jadi yg dijual bukan sekadar “kumpulan kata/prompt”, tapi hasil dari proses trial & error yang panjang, jadi pembeli ga perlu ngabisin waktu berulang kali untuk nyoba berbagai prompt sampai menemukan hasil yang pas. Temenku juga bilang, “Produknya pasti bisa ditiru. Tapi pelayanan, update produk, dan cara menjaga loyalitas pelanggan, itu yang ga semua orang bisa tiru.” Dunia writing itu jauh lebih luas dari yang terlihat. Bahkan prompt AI pun hari ini bisa menjadi salah satu produk digital yang bernilai.
kira@krougee

kerjaan yang ga bisa ditebak career ladder: - ojek payung - tukang parkir - jasa ss iphone - joki strava - jual witchcraft spells - jual prompt chatgpt

Indonesia
0
8
38
3.3K
arfkrnw retweetledi
Rahmi & Kelas Writing
Rahmi & Kelas Writing@kelas_writing·
Kalau HRD bertanya soal kelebihan & kekurangan, jangan buru-buru menjawab dengan daftar sifat. Coba pakai framework ini: 🔗Kelebihan = cara kerja atau kebiasaan belajar + contoh singkat. Contoh (fresh graduate): “Kalau menemukan tools baru, saya biasanya mempelajari dokumentasinya terlebih dulu, kemudian mencoba fitur-fitur yang paling relevan dengan kebutuhan kerja.” Contoh (sudah berpengalaman): “Saya terbiasa melakukan riset sebelum menulis agar gaya penulisan yang saya buat sesuai dengan target audiens dan brand voice perusahaan.” ⚠️Kekurangan = area yang masih dikembangkan + langkah konkret yang sudah dilakukan. Contoh: “Saya kadang terlalu banyak mengeksplor referensi. Karena itu, saya membuat daftar pertanyaan atau objective riset di awal agar prosesnya agar prosesnya tetap fokus dan lebih terarah.” —— Menurutku, jawaban yang baik bukan yang terdengar sempurna, tapi yg bisa menunjukkan cara kamu bekerja, belajar, dan berkembang. Disclaimer: Ini hanya salah satu framework yang bisa dicoba. Tetap sesuaikan dengan pengalaman dan jobdesk yang kamu lamar ya ^^
WORK@worksfess

work! Mau tanya dong, cara kita jawab pertanyaan kelebihan dan kekurangan gimana ya kalau di tany hrd. Aku kadang bingung jawabnya, bukan kah yg menilai kita orang lain

Indonesia
5
170
1.1K
25.4K
arfkrnw retweetledi
•
@Al__Quraan·
“My Lord, I am in need of whatever good you send down to me.” — Al Qur’aan [28 : 24]
• tweet media
English
15
590
3K
65.6K
arfkrnw retweetledi
sahl
sahl@sahlbar·
don't say “aku bisa gak ya?” but say “ya Allah, tolong tuntun aku, berikan aku kemudahan, kelancaran, dan rasa percaya diri biar semua ini bisa jadi nyata” 🥹🤍✨
Indonesia
386
8.6K
25.4K
436.2K
Rahmi & Kelas Writing
Rahmi & Kelas Writing@kelas_writing·
“𝙉𝙞𝙡 𝙞𝙩𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙠𝙚𝙧𝙞𝙣𝙜 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝙈𝙚𝙨𝙞𝙧𝙠𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝.” Dalam film Ayat-Ayat Cinta, Maria menulis kalimat itu dalam bahasa Arab untuk menggambarkan perasaannya kepada Fahri. —— Barangkali ada kehilangan yang terlalu besar untuk dipanggil dengan namanya sendiri. Maka Maria meminjam sungai. Meminjam sebuah negeri. Agar luka itu berbicara tanpa perlu mengaku. Mungkin memang ada perasaan yang lebih memilih tinggal di balik lambang daripada hidup sebagai kalimat. Dan sastra tahu, kadang metafora mampu menyampaikan lebih banyak daripada sebuah pengakuan.
Rahmi & Kelas Writing tweet media
Literary Base@literarybase

/lt drop favorite quote yang ada di gallery kalian! I'll go first

Indonesia
1
0
6
528
arfkrnw retweetledi
Xrenita
Xrenita@xrenite·
Xrenita tweet media
ZXX
285
1.1K
4.3K
65.3K
arfkrnw retweetledi
cнєєкυ⋆。🪐˚ ⋆
Me refusing to sleep because i didn't get enough me time after work
English
995
106.5K
583.5K
23.4M
arfkrnw retweetledi
Rahmi & Kelas Writing
Rahmi & Kelas Writing@kelas_writing·
Kalau kamu masih mau coba cari magang konvensional, salah satu cara yang bisa dicoba lewat job portal (Glints, JobStreet, LinkedIn, dll). Kalau via Glints, buka aplikasi Glints → ketik “unpaid” di kolom pencarian → lalu filter: 📌 Tipe pekerjaan → Magang 📌 Kebijakan kerja → Remote/Dari rumah (atau sesuaikan preferensimu) Nanti akan muncul beberapa lowongan seperti ini. Tapi kalau masih belum mendapat magang konvensional, kamu juga bisa mempertimbangkan project-based internship. Apa itu project-based internship?
Rahmi & Kelas Writing tweet media
WORK@worksfess

Work! Sedih bgt ketolak intern unpaid ke sekian kalinya😭 bahkan gratis pun mereka ga mau nerima aku😭 kudu gimana lagi ini buat dapet pengalaman?

Indonesia
1
12
85
3.8K