Rahmi & Kelas Writing
868 posts

Rahmi & Kelas Writing
@kelas_writing
📚 suka sharing ttg SEO content writing, loker content/copywriting, digital skills, optimasi CV & LinkedIn, info program digital untuk perempuan 🎀

Ini adalah ENGAGEMENT BAIT dengan unsur FOMO 1. Hook-nya sangat emosional: “ANAK KELAHIRAN 1997–2008 😭😭😭 AYO GAS!!!”. Kalimat seperti ini memang dirancang supaya orang berhenti scroll. 2. Klaimnya sangat umum: “Loker di Jerman lagi membludak banget.” Tidak disebutkan sektor apa, perusahaan mana, atau sumber datanya di tweet utama. 3. Saat ada yang bertanya sumber, balasannya hanya “SC: Google.” Itu bukan referensi yang bisa diverifikasi. Untuk konteks klaim faktual, Google bukan sumber utama (primary source). Google adalah mesin pencari (search engine) yang mengarahkan kita ke berbagai sumber. 4. Thread lanjutan hanya menjelaskan syarat umum (B1/B2, Ausbildung, dsb.), bukan memberikan tautan lowongan atau informasi spesifik yang mendukung klaim awal. —— Engagement bisa dicari dengan banyak cara. Untuk topik karier, semoga tidak mengorbankan kejelasan informasi hanya demi hook yang memicu FOMO.

Hallo temen temen, sedikit klarif ya, btw aku pernah belajar bahasa jepang sudah sampai bab 10 di buku Minna ni hongo, itu belajarnya mandiri,, aku hanya share yg aku tau ya man temen, dan untuk postingan aku yg digerman sumber dari google 😁😇😇

Hallo temen temen, sedikit klarif ya, btw aku pernah belajar bahasa jepang sudah sampai bab 10 di buku Minna ni hongo, itu belajarnya mandiri,, aku hanya share yg aku tau ya man temen, dan untuk postingan aku yg digerman sumber dari google 😁😇😇

Liat ada akun di X yang bikin thread riset lengkap, lengkap sama sitasi dan data yang jelas. Di saat feed isinya shitpost demi impresi, dia malah milih jalan yang "repot". Bikin thread riset di platform yang didesain buat nyari engagement, kecepatan, dan volume itu sebenernya kayak ngelawan arus. Algoritma X kan sukanya yang cepet, bukan yang detail. Ngulik data dulu baru posting berarti siap kehilangan momentum. Reachnya pasti kalah jauh sama hot take asal bunyi. Hari ini feed rame orang pamer payout X. Coba tebak berapa payout orang yang kontennya dikurasi segitunya dan postingnya jarang demi validitas data? Probably not even worth the time they spent to produce. Tapi mereka tetep pilih jalan itu. Berarti ada yang dikejar selain duit atau metrik. Entah itu trust pembaca, self-respect, atau emang ga peduli sama sekali soal monetisasi konten. Seringkali saya mikir "impresi itu penting buat reach". Tapi ternyata tetep ada ruang buat orang yang cuma pengen kerja beneran, lalu ngeshare hasilnya tanpa hitung-hitungan. Ternyata, buat sebagian orang, itu udah cukup. Btw, kalau ada akun yang tipe kontennya kayak gini, coba tag di bawah. Mau ikut follow sekaligus bilang terima kasih buat konten mereka yang selalu bermanfaat.





manager kopdes udah mau pelantikan nih




kerjaan yang ga bisa ditebak career ladder: - ojek payung - tukang parkir - jasa ss iphone - joki strava - jual witchcraft spells - jual prompt chatgpt





[1Hari1Substack⛈️] #22 entah kena angin apa aku menulis nama Franz Beckenbauer di sana wkwk Aku akan membagikan tulisan-tulisan lamaku di Substack ke X setiap harinya dan akan diselingi dengan tulisan baru juga, sesekali—sekian terima kasih 💖 ☔ Day 22, “Melati” open.substack.com/pub/hujanmelat…

























