ariy purnama

371 posts

ariy purnama banner
ariy purnama

ariy purnama

@ariypurn

Pemikir | Muslim Pendosa | Hanya Mengharap Ridho Allah SWT

Surakarta, Jawa Tengah Katılım Aralık 2016
1.1K Takip Edilen101 Takipçiler
Seyed Abbas Araghchi
Seyed Abbas Araghchi@araghchi·
Netanyahu's criminal trial resumes on Sun. A region-wide ceasefire, incl in Lebanon, would hasten his jailing. If the U S. wishes to crater its economy by letting Netanyahu kill diplomacy, that would ultimately be its choice. We think that would be dumb but are prepared for it.
English
3.7K
28.9K
114K
3.1M
ariy purnama retweetledi
Karar Haber
Karar Haber@KararHaber·
Trump'ın sosyal medya hesabından NATO'yu hedef alan sert sözlerine, kısa süre önce Ulusal Güvenlik Direktörlüğü görevinden istifa eden Joe Kent'ten çarpıcı bir cevap geldi. Kent, ABD'nin NATO'dan ayrılma planının arkasında yatan asıl nedenin; Suriye'de yaşanacak olası bir "Türkiye-İsrail çatışmasında" Washington'un NATO müttefiki Türkiye'ye karşı rahatça İsrail'in yanında yer alabilmesini sağlamak olduğunu iddia etti karar.com/dunya-haberler…
Karar Haber tweet media
Türkçe
220
2.9K
5.5K
326K
ariy purnama retweetledi
Dr.Sam Youssef Ph.D.,M.Sc.,DPT.
Dr.Sam Youssef Ph.D.,M.Sc.,DPT.@drhossamsamy65·
- ID card found at C-130 "Hercules" wreckage site belongs to Major Amanda M. Ryder of the USAF. - Some personnel at the site were identified as nuclear experts. - Incident involved confirmed that it was a failed ground invasion‼️
Dr.Sam Youssef Ph.D.,M.Sc.,DPT. tweet mediaDr.Sam Youssef Ph.D.,M.Sc.,DPT. tweet mediaDr.Sam Youssef Ph.D.,M.Sc.,DPT. tweet mediaDr.Sam Youssef Ph.D.,M.Sc.,DPT. tweet media
English
9
190
390
9.5K
ariy purnama retweetledi
Aaron Rupar
Aaron Rupar@atrupar·
Trump: "You know who else didn't help us? South Korea didn't help us. We've got 45,000 soldiers in South Korea to protect them from Kim Jong Un, who I get along with very well. He said very nice things about me. He used to call Joe Biden a mentally retarded person."
English
2.9K
6.4K
57.3K
9.8M
Seyed Abbas Araghchi
Seyed Abbas Araghchi@araghchi·
Remember the Western outrage about hostilities near Zaporizhzhia Nuclear Power Plant in Ukraine? Israel-U.S. have bombed our Bushehr plant four times now. Radioactive fallout will end life in GCC capitals, not Tehran. Attacks on our petrochemicals also convey real objectives.
Seyed Abbas Araghchi tweet media
English
1.9K
19.5K
58.9K
2M
ariy purnama retweetledi
لمحات تاريخية
العبادلة الأربعة : هو لقب أطلقه المحدثين على أربعة من كبار الصحابة الذين اشتهروا بعلمهم وفتواهم، كان هؤلاء العبادلة إذا اتفقوا على شيءٍ قيل: "هذا قول العبادلة الأربعة"، وهم: عبدالله بن عمر بن الخطاب وعبدالله بن عباس وعبدالله بن الزبير وعبدالله بن عمرو بن العاص "رضي الله عنهم".
لمحات تاريخية tweet mediaلمحات تاريخية tweet mediaلمحات تاريخية tweet mediaلمحات تاريخية tweet media
العربية
5
78
280
9.2K
ariy purnama
ariy purnama@ariypurn·
@hoteliercrypto Pemimpin negara2 Teluk adalah pelayan setia AS. Bahkan Saudi tahun lalu ngasih2 cuma sebesar 1 triliun dolar AS. Hingga saat ini, meski ada pangkalan militer di negara tsb, AS tdk serius melindunginya & menyuruhnya berdamai dg Zionis dg proyek Abraham Accord
Indonesia
0
0
0
923
Hoteliercrypto
Hoteliercrypto@hoteliercrypto·
Rakyat Saudi ga marah ya dibilang Pangerannya menjilat pantat Trump? Trump tentang MBS dari Arab Saudi: “Dia tidak menyangka akan menjilat saya, sungguh tidak… dan sekarang dia harus bersikap baik kepada saya…. dia harus bersikap baik kepada saya, dia memang harus begitu..” Tuhanku, untung Presiden saya hanya bawa Map. Kalau Undang-Undang penghinaan pada kepala negara itu bisa ditujukan ke Rakyat, apa mempan kalau ke AS? 🤷‍♂️🤷‍♂️🤷‍♂️🤷‍♂️ Make nih orang.
The_Real_Fly@The_Real_Fly

Trump on Saudi Arabia’s MBS: “He didn’t think he would be kissing my ass, he really didn’t…and now he has to be nice to me….he better be nice to me, he’s gotta be..”

Indonesia
84
250
809
69.8K
ariy purnama retweetledi
The_Real_Fly
The_Real_Fly@The_Real_Fly·
Trump on Saudi Arabia’s MBS: “He didn’t think he would be kissing my ass, he really didn’t…and now he has to be nice to me….he better be nice to me, he’s gotta be..”
English
98
218
885
402.9K
ariy purnama retweetledi
Furkan Gözükara
Furkan Gözükara@FurkanGozukara·
Mask off moment. Pete Hegseth explicitly admits the US uses terrorism as diplomacy. We negotiate with bombs. He threatens to keep his hand on the throttle over Iranian cities. They are openly confessing to imperialist war crimes against sovereign nations.
English
499
4.6K
9.1K
230.6K
ariy purnama retweetledi
هيئة علماء فلسطين
هيئة علماء فلسطين@palscholars48·
المحلل الصيني جيانغ تشين: "إسرائيل" تُنفّذ الآن حفراً سرياً تحت قبة الصخرة والمسجد الأقصى لتفجيرهما من الداخل بعملية هدم مُحكمة، وسيُعلنون أن صاروخاً إيرانياً هو السبب.
هيئة علماء فلسطين tweet media
العربية
127
2.3K
4.5K
159.6K
ariy purnama retweetledi
Nayef Nahar نايف بن نهار
Today, Trump postponed striking Iran’s energy infrastructure out of fear of fluctuations in U.S market prices. Yet for over twenty days, he has watched Gulf societies come under Iranian missile strikes, as Gulf economies incur tens of billions of dollars in damages - without this prompting any change in his decisions. When the Qatari Minister of Energy warned his American counterpart that striking Iran’s gas fields would inevitably trigger retaliatory strikes against gas fields in the Gulf, he was disregarded. They attacked Iran anyway, leaving the Gulf states to face their fate alone against Iranian missiles. Striking Iran’s gas fields did not create any strategic advantage, but rather inflicted massive losses upon the Gulf’s energy sector, which ultimately benefits American gas companies. Trump only speaks about the Strait of Hormuz or the price of oil. In his eyes, the Gulf societies are barely worth a single barrel of crude.
English
2.1K
4.8K
19.3K
1.5M
ariy purnama
ariy purnama@ariypurn·
@SoftWarNews Kepala negara Teluk itu harus sadar, hentikanlah persekutuan kalian dg AS & Israel. Negara kalian hanya menunggu waktu untuk menjadi Iran selanjutnya.
Indonesia
0
0
37
4.6K
SW News - SOFT WAR NEWS
SW News - SOFT WAR NEWS@SoftWarNews·
Media Israel: Raja Abdullah II dari Yordania harus dihukum karena ia membiarkan rudal Iran mencapai Israel selatan dan tidak menjatuhkannya di Irbid, Yordania seperti biasanya. Dia sudah mendedikasikan hidupnya untuk melindungi Israel. Dia telah memberikan pangkalan dan wilayah udaranya untuk militer Amerika. Apakah Para Pemimpin Baduia Arab (Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain) tidak belajar dari Yordania? Kalian pada akhirnya akan diperlakukan sama seperti Qadafi, Saddam, Husni Mubarak, dan Raja Yordania.
SW News - SOFT WAR NEWS tweet media
Indonesia
50
242
1.1K
111.2K
ariy purnama retweetledi
Fauzan Al-Rasyid
Fauzan Al-Rasyid@fauzanalrasyid·
Untuk verifikasi, saya unduh videonya, saya transkripsikan dan terjemahkan dengan bantuan AI. Berikut isi video di bawah ini: Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, mengakui bahwa penyebaran paham Wahabi yang keras oleh negaranya merupakan permintaan dari pihak sekutu, dalam rangka menghadapi meluasnya pengaruh dan penetrasi Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Dalam wawancaranya dengan The Washington Post, ia menyatakan bahwa pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya telah menempuh jalur penyebaran paham Wahabi yang ketat. Ia menegaskan bahwa kini saatnya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang semestinya. Dalam pernyataan yang sarat pengakuan, Muhammad bin Salman menyebut bahwa penyebaran paham Wahabi oleh negaranya merupakan sebuah keniscayaan yang didorong oleh kepentingan serta tekanan Barat terhadap Riyadh, guna membendung ekspansi pengaruh Uni Soviet selama Perang Dingin. Akar dari investasi Saudi dalam pembangunan sekolah dan masjid bermula pada periode Perang Dingin, ketika sekutu meminta Arab Saudi untuk memanfaatkan sumber dayanya demi mencegah Uni Soviet memperluas pengaruhnya di negara-negara Islam. Ia menambahkan, “Saya percaya bahwa Islam itu rasional dan sederhana, tetapi ada pihak-pihak yang mencoba membajaknya.” Dengan demikian, Perang Dinginlah yang, menurut pernyataan Putra Mahkota, mendorong Riyadh melakukan kebijakan tersebut. Namun, saat ini Riyadh harus menanggung konsekuensi dari pemanfaatan dana-dananya oleh Barat dalam perang melawan ideologi komunis. Di sisi lain, terdapat pengakuan terbuka dari sang pangeran muda bahwa berbagai tuduhan yang diarahkan kepada rezim Al Saud, terkait pendanaan kelompok ekstremis dan teroris secara ideologis, merupakan akibat dari arah kebijakan yang ditempuh oleh pemerintah-pemerintah Saudi sebelumnya. Ia menegaskan bahwa saat ini perlu dilakukan upaya untuk mengembalikan keadaan ke jalur yang benar. Pendanaan terhadap paham Wahabi saat ini, menurutnya, sebagian besar berasal dari lembaga-lembaga swasta yang berbasis di kerajaan, bukan dari pemerintah. Ia juga menyebut bahwa dialog dengan institusi keagamaan telah berlangsung lama. Yang mencolok dari pernyataan-pernyataan ini adalah adanya kontradiksi yang jelas dengan fondasi Wahabi yang menjadi dasar berdirinya Arab Saudi modern. Penafsiran-penafsiran fikih yang khas dari lingkungan Saudi, yang di masa lalu turut memicu konflik dan bahkan menyeret sejumlah negara ke dalam perang saudara multidimensi, seperti di Aljazair pada tahun 1990-an, kini kembali menjadi sorotan. Hal ini memunculkan pertanyaan: apa dampak dari pernyataan Mohammed bin Salman terhadap masa depan arus Salafi, khususnya di Aljazair?
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

KABAR YANG BIKIN KAGET Putra Mahkota Arab Saudi, MBZ, bilang: Dulu kami nyebarin paham Salafi-Wahabi itu karena diminta sama Amerika Serikat, tujuannya buat ngelawan Uni Soviet di tahun 80-an.

Indonesia
156
2.2K
5.9K
511K
ariy purnama retweetledi
حيدر | Haydar
حيدر | Haydar@chronicalihere·
Remember, Iran has repeatedly opened up its nuclear facilities to the IAEA to visit; undergoing thorough scrutiny; always maintaining transparency and abiding by international regulations. Israel meanwhile adheres to "nuclear ambiguity”, refusing to admit to its nukes or even joining the Non-Proliferation Treaty. Not to mention that its nuclear facilities, instead of being placed in remote regions as Iran has, are purposefully placed in densely populated city centers like Dimona— essentially using the surrounding populations as a human shield that may lower the risk of these facilities being attacked outright, given civilians would have also be hit (a grave war crime) in the process of anyone targeting those sites. It is estimated Israel maintains an arsenal of hundreds of nuclear warheads, yet the Western media never speaks on that. Everyone accepts it as a fact that not only does Israel have nuclear weapons, but it is just allowed to— never needing to undergo any form of international scrutiny. Every American president is said to sign a letter pledging they will not interfere with Israel's nuclear weapons program. Rumor has it JFK refused to do so. It was in 1986 that an Israeli nuclear technician, Mordechai Vanunu, leaked photos of Israel’s nuclear weapons to the British press of its underground plant in the Negev Desert. The Mossad lured him to Italy, where he was drugged, kidnapped, and flown back to Israel. He was tried in secret and imprisoned for 18 years, including 11 years in solitary confinement. Israel had partnered with Apartheid South Africa to develop nuclear weapons in the 1960s and 1970s. Israelis had trained Apartheid South Africa’s elite military units, sold tanks and aviation technology to its army, and licensed the production of Galil rifles at a factory in South Africa. Prime Minister John Vorster of Apartheid South Africa, who the British had jailed during World War II for his pro-Nazi activities visited Israel, and Yitzhak Rabin praised him at a state banquet for creating a “prosperous atmosphere of cooperation” between their two countries. They made a deal that saw an exchange of raw materials for technology. South Africa mined uranium and sent 500 tons of yellowcake to Israel from the mid-1960s to the mid-1970s. In return, Israel shared its ballistic-missile technology and sent South Africa 30 grams of tritium.
Hadi Hoteit | هادي حطيط@HadiHtt

The Israelis recklessly attacked Bushehr nuclear facility in Iran. I can not understand what else they expected other than Iran responding by hitting Dimona Israeli nuclear facility. Please note that Iranian nuclear facilities, unlike Israeli ones, abide by the laws of IAEA.

English
5
304
736
26.2K
ariy purnama
ariy purnama@ariypurn·
AS nurut aja sama kata²nya orang ini. Sungguh memalukan, katanya sebagai bangsa kuat dalam sejarah umat manusia!
Indonesia
0
0
0
23
ariy purnama retweetledi
قناة الجزيرة
قناة الجزيرة@AJArabic·
#عاجل | المدير المستقيل للمركز الوطني الأمريكي لمكافحة الإرهاب: - إسرائيل هي من دفعت نحو الحرب وكنا نعلم أن إيران سترد - إسرائيل شعرت أنها محصنة وأننا سنضطر للرد فقط - ما جرى يظهر أن هناك جماعة ضغط باتجاه إدخالنا الحرب - إيران لم تكن على وشك امتلاك سلاح نووي
العربية
64
1.1K
3.9K
417.1K
ariy purnama
ariy purnama@ariypurn·
@KeiSavourie Oke anda memilih paham childfree sbg jalan hidup anda. Tapi jangan anda kampanyekan. Krn paham ini scr normatif akan menghilangkan sifat alamiah manusia itu sendiri spt menyukai lawan jenis, rasa kasih sayang, dst.
Indonesia
0
0
0
108
Coach Kei
Coach Kei@KeiSavourie·
Garis keturunan saya berhenti karena saya memilih childfree, gak mau punya anak. And it's okay. Gak akan ada yang ingat nama kita dalam 3-4 generasi. Kita aja gak tau nama kakeknya kakek buyut kita. In the grand scheme of things we're not that important. To think that our DNA is so important that we need to preserve it, is human arrogance. Itu perspective saya pribadi, silakan berbeda pendapat.
Teddy Bear@omteddybear

Pernah gak sih kalian terbesit. Garis keturunan keluarga terhenti di diri kalian karena memutuskan tidak nikah?

Indonesia
273
1.9K
8.3K
465.1K
ariy purnama
ariy purnama@ariypurn·
@el23280 @dina_sulaeman Dalam pernyataan² Trump & Netanyahu, tujuan perang ini adalah mengganti rezim Iran yg mau taat, melemahkan kemampuan militernya, & menghapus dominasi Iran di Timteng + proksi2nya. Makanya mereka sebanyak mungkin membunuh pejabat seniornya & membom bbrp fasilitas vitalnya.
Indonesia
0
0
1
52
Dina Sulaeman
Dina Sulaeman@dina_sulaeman·
Kemartiran Strategis Pembunuhan terhadap tokoh seperti Ali Larijani (dan sebelumnya, Ayatullah Ali Khamenei) tidak bisa dipahami sekadar sebagai “kehilangan pemimpin.” Justru, dalam konteks Iran, peristiwa itu sering berubah menjadi “kemartiran strategis”—yaitu kematian yang malah memperkuat perjuangan, bukan melemahkannya. Selama ini, Amerika dan Israel sering memakai strategi yang sama: membunuh pemimpin lawan dengan harapan sistemnya akan runtuh atau kacau. Logikanya sederhana: kalau pemimpinnya hilang, organisasinya akan melemah. Strategi ini disebut "decapitation" (pemenggalan kepala) Tapi terbukti, strategi decapitation berulang kali tidak berhasil di Iran. Mengapa? Karena cara berpikir Iran berbeda. Bagi Iran, kematian seorang pemimpin, terutama jika dianggap sebagai syahid, justru bisa menjadi sumber kekuatan baru. Kematian itu menginspirasi masyarakat, memperkuat solidaritas, dan membuat perjuangan terasa lebih bermakna. Bahkan, para pemimpin Iran sendiri sadar akan hal ini. Mereka tidak melihat kematian sebagai kekalahan. Dalam pandangan mereka: -Kalau menang, maka itu kemenangan -Kalau gugur (syahid), maka itu juga kemenangan Ali Larijani, sehari sebelum gugur syahid menulis di akun X-nya, mengomentari uang puluhan juta dollar yang ditawarkan AS kepada siapa saja yang kasih info lokasi para pemimpin kunci Iran: "Imam Husain berkata, 'Aku memandang kematian sebagai kebahagiaan, dan hidup bersama para penindas sebagai penderitaan.'” Karena itu, ketika seorang tokoh dibunuh, ia sering berubah menjadi simbol perjuangan, seperti dalam kisah Imam Husain di Karbala. Simbol ini kemudian: -membangkitkan semangat rakyat -memperkuat legitimasi pemerintah -membuat sistem justru lebih solid Akibatnya, strategi “pemenggalan kepala” yang dilakukan AS-Israel di Iran malah berbalik arah: bukannya melemahkan bangsa Iran, justru membuatnya semakin kuat dan tahan banting. (terinspirasi dari tulisan @AmalSaad, pengamat politik dari Lebanon)
Dina Sulaeman tweet mediaDina Sulaeman tweet media
Indonesia
20
165
519
21.2K