kina

20K posts

kina banner
kina

kina

@artimancies

maybe life’s less romantic when i don’t wanna die

Katılım Mayıs 2019
391 Takip Edilen1.1K Takipçiler
kina
kina@artimancies·
i fuckin love when ppl make music that physically makes me feel things
English
0
0
0
41
kina
kina@artimancies·
im not even exaggerating when i say that i truly feel like jiwa raga gue literally DITARIK balik and i feel the despair, anger and tightness in my chest all over again
English
1
0
0
61
kina
kina@artimancies·
the vibes of this songs is so 2023 kina coded
kina tweet media
English
1
0
0
64
kina
kina@artimancies·
but this is why she cant do a SEA tour im gonna kms
English
0
0
0
56
kina retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
419
20.8K
51.7K
1.3M
kina
kina@artimancies·
gg @ fib, otw divalidasi pemerintah sbg tidak relevan
Indonesia
0
0
0
76
kina retweetledi
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Orang Indonesia harus belajar 1. Agree to disagree 2. Disagreement without being disagreeable. Tolong banget orang tua yang punya anak atau yang baru mau punya anak, ajari ini biar anaknya menjadi pribadi yang bijak. Sebagian besar masalah di Indonesia sumbernya dari dua itu.
Indonesia
24
991
3.6K
115.1K
kina
kina@artimancies·
i will never stop talking abt this because its absolutely ridiculous.
English
0
0
0
86
kina
kina@artimancies·
imagine coming back from a friends funeral who died from sewercide and the first thing they asked me was “do you have any footage to use for todays news program?” hello??? just because we’re from UI doesnt mean our grief is at your disposal to use for your ratings jfc
English
1
0
0
102
kina
kina@artimancies·
they need to be more strict abt recruiting journalists istg. i told my spv when i was interning that a lot of these supposed journalists are more ratings driven rather than uhmm idk… being actual journalists.
TxtdariHI@TxtdariHI

Hayolooo Kompas

English
1
0
1
494
kina
kina@artimancies·
im so happy that some people still have the crochet roses i gave them for valentines a few years ago. its really nice to see a part of myself is still being appreciated in some way even tho udah gak sedeket dulu 🤧❤️
English
0
0
0
76
kina retweetledi
Elisa
Elisa@elisa_jkt·
BTW, asal muasal Burning Sun itu kan krn isi chat grup kakaotalk yg ke leak. Apa mrk awalnya grup Kakaotalk tongkrongan jg kah yg akhirnya berevolusi jadi “mengerikan”?
iris@___fleursdumal

Pertanyaan gue yang paling serius melihat tanggapan sebgian orang soal hukuman kasus KS FHUI adalah ... kalian serius mengira kalau objektifikasi perempuan di group chat WA yang isinya ngelecehin seksual *cuma* berhenti di ngelecehin di grup WA aja?

Indonesia
35
7K
28.1K
624.1K
kina retweetledi
fleabag
fleabag@savanisme·
melihat org yg speak up KS tp temennya yg hype up pun org yg pernah KS-in gue. #cukup dgn virtuesignalling ini.
Indonesia
3
91
1.4K
47.3K