baity || Stateside on WP

20.1K posts

baity || Stateside on WP banner
baity || Stateside on WP

baity || Stateside on WP

@asalcoret96

ga tau mau kemana? bingung haha https://t.co/n86NBtTrU0

hobi nulis Katılım Mayıs 2023
558 Takip Edilen461 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
baity || Stateside on WP
baity || Stateside on WP@asalcoret96·
Who knew, opening up Would make me a headline? Boots, that's my ego boost Schedule ain't been loose for a minute Yeah, I'm that girl, I've been it Tittle : Stateside Genre : Romance Tag : Adult Romance, Hate to Love, Enemies to Lovers wattpad.com/story/408713991 21+
baity || Stateside on WP tweet media
English
1
3
4
1.2K
baity || Stateside on WP retweetledi
Zaka✨
Zaka✨@zakariamlk·
Manifesting Mei full of this:
Zaka✨ tweet media
English
366
11K
40.6K
377.8K
baity || Stateside on WP retweetledi
coffeemix.
coffeemix.@punaidaon·
coffeemix. tweet media
ZXX
2
2.4K
6.4K
67.4K
baity || Stateside on WP retweetledi
حَرَمَيْنُ الشَّرِيفَيْن
Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah
حَرَمَيْنُ الشَّرِيفَيْن tweet media
Indonesia
66
203
1.8K
15.8K
baity || Stateside on WP retweetledi
Allah Islam Quran
Allah Islam Quran@AllahGreatQuran·
Allah Islam Quran tweet media
ZXX
27
957
13.5K
116.5K
baity || Stateside on WP retweetledi
coffeemix.
coffeemix.@punaidaon·
coffeemix. tweet media
ZXX
23
534
2K
21.9K
baity || Stateside on WP retweetledi
muklas
muklas@mukaikhlas·
muklas tweet media
ZXX
276
32.2K
107.3K
698.7K
baity || Stateside on WP retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, sebelum semua drama trantrum AD pasca menikahnnya El Rumi dan Syifa Hadju meledak ke publik ada satu podcast yang menurut gue sangat penting untuk dipahami konteksnya. Maia Estianty duduk dan bicara jujur tentang hidupnya. Dan kalimat yang dia pilih sebagai judul episode itu bukan kebetulan: Semakin diserang mantan, gue semakin diratukan suami. Siapa Maia Estianty untuk yang perlu konteks: Maia adalah salah satu musisi perempuan paling berpengaruh di Indonesia. Mantan istri Ahmad Dhani salah satu hubungan yang paling banyak dibicarakan dan paling dramatis dalam sejarah industri musik Indonesia. Dari pernikahan itu lahir tiga anak: Al, El, dan Dul. Setelah perceraian yang penuh sorotan Maia menikah lagi dengan Irwan Mussry. Dan itulah yang menjadi latar belakang dari kalimat yang dia ucapkan di podcast itu. Yang paling jarang dibicarakan orang hubungan Maia dengan Al, El, dan Dul setelah cerai: Ini bagian yang menurut gue paling penting dan paling sering terlewat di antara semua drama yang mengelilingi keluarga ini. Maia mengakui sendiri di podcast ini dengan sangat jujur dan ini butuh keberanian untuk diucapkan seorang ibu di depan publik: Kalau melihat masa lalu yang paling gue sedihin adalah ketika lihat video anak-anak masa kecil. Gue ngerasa bahwa gue enggak full ada di situ. Golden moment-nya enggak ada. Dia cerai dari Dhani ketika Al berumur 9 tahun, El 8 tahun, dan Dul baru 6 tahun. Setelah perceraian pertemuan dengan anak-anaknya sangat terbatas. Kadang hanya sekali setahun. Bahkan ada periode di mana intensitasnya sangat rendah. Yang membuat situasi ini semakin kompleks: anak-anak tinggal bersama Dhani artinya Maia kehilangan akses ke momen-momen tumbuh kembang yang tidak bisa diulang. Ulang tahun. Hari pertama sekolah. Pertandingan. Momen-momen kecil yang justru membentuk ingatan seumur hidup. Titik balik yang mengubah semuanya dan ini kisah yang jarang diceritakan: Maia menyebutkan satu peristiwa yang mengubah dinamika hubungannya dengan anak-anaknya: kecelakaan yang dialami Dul pada usia 13 tahun. Ketika Dul kecelakaan Maia masuk kembali dengan intensitas penuh ke kehidupan anak-anaknya. Dan dari situlah semuanya mulai berubah. Setelah itu anak-anak kemudian pindah ke rumah Maia. Kebersamaan yang selama bertahun-tahun hanya bisa dia impikan akhirnya terjadi. Cara Maia bertahan di tahun-tahun paling gelap — dan ini yang paling mengejutkan: Selama tahun-tahun ketika dia tidak bisa dekat dengan anak-anaknya sendiri Maia melakukan sesuatu yang menurut gue sangat reveal tentang karakternya. Dia membiayai banyak anak yatim piatu. Membangun pesantren. Merawat anak-anak yang bukan anak kandungnya. Logika yang dia pakai untuk bertahan secara mental adalah sesuatu yang sangat profound: Sama aja antara membesarkan anak yang titipan Tuhan dan membesarkan anak-anak yatim yang juga punya Tuhan. Karena aku belum bisa ngebesarin anak-anak tiga ini, aku ngebesarin yang lain-lain dulu. Dan aku yakin suatu saat anak-anak akan kembali. Dan mereka kembali. Hubungan Maia dan anak-anaknya sekarang dan ini yang paling heartwarming: Di podcast ini Maia bicara tentang hubungannya dengan Al, El, dan Dul dengan cara yang sangat berbeda dari narasi "ibu yang ditinggalkan" yang sering dibentuk media. Sekarang Al dan istrinya Alisa tinggal dekat dengan rumah Maia di Pejaten jarak yang bisa ditempuh dalam hitungan menit. Maia bilang hubungan mereka sudah sangat natural bukan lagi yang awkward atau penuh jarak. Yang menarik Maia juga sangat sadar dengan perannya sebagai mertua. Dia belajar dari pengalaman pernikahan Al untuk tidak membuat kesalahan yang sama di pernikahan El. Salah satu hal konkret yang dia siapkan untuk pernikahan El dan Syifa: memastikan baju keluarga seragam atau senada supaya tidak ada kesan pilih kasih yang terbaca publik dan menyakiti perasaan siapapun. "Kita penginnya supaya enggak terjadi banyak polemik. Kasihan ke anak-anak sendiri juga." Soal posisinya sebagai ibu setelah semua yang terjadi: Maia mengakui bahwa ada masa ketika dia sangat keras ke anak-anaknya terutama ketika mereka baru mulai mengenal dunia pergaulan. Dia pakai istilah "FBI" dia monitor, dia kasih tahu, dia arahkan. Sampai pernah ada momen di mana anak-anaknya pindah karena merasa terlalu dikekang. Tapi Maia bilang itu semua dia lakukan karena dia tahu dari pengalaman hidupnya sendiri apa yang bisa terjadi kalau seseorang tidak punya pegangan yang kuat di usia muda. "Bukan aku enggak mau mereka mengalami seperti yang aku alami." Dan yang membuat anak-anak akhirnya lebih nyaman bercerita ke Maia dibanding ke pihak lain justru karena Maia dikenal sebagai orang yang bisa menjaga cerita. Tidak bocor. Tidak reaktif berlebihan. Mendengarkan dulu. Soal Ahmad Dhani dan cara Maia bicara tentang dia: Maia tidak berbicara dengan kepahitan tentang Dhani. Tapi dia juga tidak berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Ketika ditanya tentang Dhani jawabannya singkat dan sangat revealing: Mata gua ke mana-mana. No komen deh sama orang ini. Tapi dalam konteks anak-anak Maia sangat jelas: Dhani tetap bapak dari Al, El, dan Dul. Dan sebagai bapak dia harus dihargai posisinya. Urusan hubungan mereka sebagai mantan suami istri itu urusan mereka. Urusan Dhani dengan anak-anak itu urusan berbeda yang tidak dicampuradukkan. Bahkan ada cerita kecil yang cukup revealing: ketika El menelepon dari Swiss setelah lamaran Maia yang pertama dia hubungi justru menegurnya karena dia belum telepon ayahnya duluan. "Gimana sih kamu? Harusnya telepon ayah dulu dong." Dari seorang mantan istri yang kata orang "berseteru" dengan mantannya itu adalah sikap yang menurut gue jauh lebih dewasa dari yang banyak orang bayangkan. Irwan Mussry dan mengapa hubungan ini berbeda: Maia tidak berbicara tentang Irwan dengan cara yang kliché. Yang dia ceritakan lebih spesifik: Irwan adalah seseorang yang tidak perlu dipengaruhi suara luar untuk menentukan bagaimana dia melihat istrinya. Di era di mana opini publik begitu mudah terbentuk kemampuan seseorang untuk memilah mana yang dia tahu sendiri dari mana yang hanya dia dengar dari orang lain adalah sesuatu yang sangat langka. Dan setiap kali serangan dari luar datang Irwan tidak bergeser. Justru semakin memperlihatkan posisinya. Itulah yang Maia maksud dengan "diratukan". Bukan dalam arti glamor. Tapi dalam arti yang paling fundamental: dia merasa aman. Dia merasa dipilih. Berulang kali. Bahkan di kondisi yang paling tidak mudah. Cerita Maia bukan cerita tentang perempuan yang hidupnya hancur lalu diselamatkan oleh pernikahan kedua. Itu terlalu simplistis. Cerita Maia adalah tentang seorang perempuan yang kehilangan banyak hal termasuk tahun-tahun bersama anak-anaknya yang tidak bisa dikembalikan yang kemudian belajar untuk melepas kepahitan, memilih kedamaian, dan menemukan kembali dirinya. Dan di ujung perjalanan itu dia tidak hanya menemukan suami yang tepat. Dia menemukan kembali anak-anaknya. Dan itu yang menurut gue jauh lebih berharga dari semua hal lain yang sering jadi headline.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
67
606
5K
428K
baity || Stateside on WP retweetledi
risa-!
risa-!@biduanssa·
Video Mahallll!!!!! Inilah Wujud Asli Rahim Wanita
Indonesia
349
6.7K
49.3K
1.8M
baity || Stateside on WP retweetledi
شيماء
شيماء@chayma65589·
I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD I❤️ محمد ﷺ MUHAMMAD
شيماء tweet media
اردو
23
82
1.3K
12.1K
baity || Stateside on WP retweetledi
Zaka✨
Zaka✨@zakariamlk·
omongan adalah doa, gua sumpahin dibulan Mei, kerjaan lu lancar, badan lu sehat, gaji lu naik, rezeki lu lancar dan duit lu banyak banget.
Indonesia
158
1.6K
5.6K
59.9K
baity || Stateside on WP retweetledi
wattpadmenfess /wp/
wattpadmenfess /wp/@wattpadmenfess_·
salah satu cerita office romance yang bikin senyum2🥰 /wp/
wattpadmenfess /wp/ tweet media
Indonesia
1
3
47
3.2K
baity || Stateside on WP retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, di antara 16 nama yang tercatat sebagai korban meninggal dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur ada satu nama yang menurut gue perlu lo dengar ceritanya. Nur Ainia Eka Rahmadhynna. 32 tahun. Karyawati Kompas TV. Malam itu dimulai seperti biasa: Senin malam, 27 April. Ain begitu teman-temannya memanggilnya baru selesai kerja. Dia menghubungi keluarga. Pesan sederhana. Minta dijemput setelah pulang. Pesan itu terkirim. Lalu tidak ada pesan berikutnya. Keluarga menunggu. Menelepon. Tidak diangkat. Mencoba lagi. Tetap tidak ada jawaban. Kecemasan mulai menggantung tapi mereka belum tahu apa yang sedang terjadi di Bekasi Timur malam itu. Semalam penuh mencari: Adiknya Zhafa menceritakan bagaimana keluarga menghabiskan malam itu dalam ketidaktahuan yang menyiksa. HP Ain tidak bisa dihubungi hingga larut malam. Tapi WhatsApp-nya masih berdering artinya ada sinyal. Artinya mungkin masih ada harapan. Dari pelacakan sinyal terakhir pukul 01.00 dini hari posisi Ain terlacak di area Stasiun Bekasi. Zhafa terus mencoba. Subuh WhatsApp masih berdering. Masih ada nada sambung. Masih ada secercah harapan yang dijaga. Sekitar jam 7 pagi HP Ain nonaktif. Dan dari grup WhatsApp keluarga malam hari sebelumnya mereka baru tahu ada kecelakaan besar di Bekasi Timur. Kepastian tentang Ain datang melalui proses identifikasi di RS Polri Kramat Jati. KAI mengkonfirmasi namanya masuk dalam daftar korban yang meninggal dunia. Yang teman lamanya tulis dan ini yang paling menyayat: Malam setelah kabar kepastian itu sampai seorang teman lama Ain menulis di grup: Malam ini ke Bekasi untuk mendoakan teman kami, yang biasa aku panggil Ain. Dulu semasa kuliah di Jogja pernah satu kos dan UKM Radio. Ain sangat suka kucing. Kucingmu sepertinya masih mencoba mencerna kehilangan kamu ini sama kayak kita." Temannya sempat mengabadikan satu momen malam itu. Kucing Ain yang biasanya menunggu di rumah tiba-tiba mendekat ke peti jenazah. Hewan yang tidak mengerti kematian. Tapi mengerti ketiadan. Mendekat ke peti itu. Mencari. Dan sang pemilik tidak akan pernah pulang lagi. Sebelum tahu teman itu pernah berharap: Di momen sebelum kepastian datang teman yang sama sempat menulis di grup: "Warga, barangkali ada yang lihat data penumpang kecelakaan KRL Bekasi di RS atau Puskesmas dekat sana kalau lihat nama Nur Ainia Rahmadhynna, tolong info aku ya. Berharap banget dia bukan salah satu korban. Berharap banget. Dua kata yang menyimpan begitu banyak doa yang akhirnya tidak terjawab seperti yang diharapkan. Siapa Ain: Ain adalah perempuan 32 tahun yang mencintai kucingnya. Yang masuk UKM Radio semasa kuliah di Jogja. Yang bekerja keras di Kompas TV. Yang malam itu hanya minta dijemput setelah kerja hal paling biasa yang dilakukan siapapun di hari biasa. Dia tidak tahu malam itu adalah malam terakhirnya. Tidak ada yang tahu. Dia naik kereta yang sama yang jutaan orang naiki setiap hari. Di kota yang sama. Di jalur yang sama. Yang selama puluhan tahun dibiarkan tanpa perlindungan yang memadai sampai malam itu segala kegagalan itu akhirnya bertemu di satu titik di Stasiun Bekasi Timur. Dan ini yang perlu diingat: Ain bukan angka dalam statistik. Ain bukan sekadar satu dari 14. Ain adalah perempuan yang kucingnya masih menunggu. Yang adiknya terus menelepon dari malam sampai subuh dengan harapan yang makin tipis tapi tidak pernah benar-benar padam sampai HP itu akhirnya nonaktif. Yang teman lamanya datang dari jauh hanya untuk mendoakan dan mendapati kucing kesayangan Ain mendekat ke peti mencari tuannya yang tidak akan pernah pulang. Di balik setiap perlintasan sebidang yang dibiarkan. Di balik setiap sinyal yang gagal bekerja. Di balik setiap Rp50 triliun yang habis untuk menutup kerugian BUMN yang tidak efisien sementara infrastruktur keselamatan kereta diabaikan puluhan tahun ada Ain. Ada keluarga yang menunggu. Ada teman yang berharap. Ada kucing yang tidak mengerti ke mana tuannya pergi. Alfatihah untuk Nur Ainia Eka Rahmadhynna. Dan untuk semua yang pergi malam itu. Sumber foto: threads
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
41
479
3.8K
270.5K
baity || Stateside on WP retweetledi
cha
cha@miniscalico·
memeluk erat semua perempuan; ibu, istri, anak, kakak, adik. yang seringkali mau teriak minta tolong tapi tahu kalau keliatan ngeluh dikit aja akan dihujat sama sekitar. yang seringkali harus nelen mentah-mentah apa yang dirasain karena terpaksa kuat 💔🫂
Indonesia
32
21.4K
50.9K
428.3K
baity || Stateside on WP retweetledi
bu-na 姊姊 🌸
bu-na 姊姊 🌸@Bunaspace·
bu-na 姊姊 🌸 tweet media
ZXX
22
1.4K
4.3K
43.8K
baity || Stateside on WP retweetledi
Hania Batool
Hania Batool@haniabatool9·
I love Muhammad ﷺ I love Muhammadﷺ I love Muhammad ﷺ I love Muhammadﷺ
Hania Batool tweet media
54
114
2.3K
13.4K