ask
467 posts





KIAN RAPUHNYA LEGITIMASI POLITIK PRABOWO Legitimasi politik Prabowo bisa semakin tergerus dan habis. Kritik keras dari kalangan nasionalis sudah dimulai antara lain diwakili oleh Prof. Saiful Mujani dan Feri Amsari. Saiful Mujani bahkan meminta Prabowo turun. Sementara dari kelompok islamis juga mulai melancarkan gugatan, antara lain dilakukan oleh Prof. Amin Rais dan Sri Bintang Pamungkas. Sri Bintang Pamungkas juga bicara soal lengsernya rezim. Sayang kelompok kedua ini masuk dengan isu yang sangat problematik, yakni orientasi seksual presiden dan pembantu dekatnya. Jika dua kelompok ini semakin menguat resistensinya, cepat atau lambat akan muncul suara dari elit-elit partai yang mewadahi kelompok-kelompok sosiologis itu. Apalagi pemilihan umum 2029 semakin dekat. Suara kritis ini potensial muncul dari partai seperti PDI Perjuangan yang memang selama ini tidak secara resmi ada di pemerintahan Prabowo. Dengan kondisi ekonomi yang carut marut, iklim investasi yang buruk, perilaku pemerintah yang tidak bersahabat dengan dunia usaha, dukungan kalangan bisnis sebetulnya juga sangat rentan. Para pengusaha yang selama satu setengah tahun ini ditindas dan dirugikan oleh kebijakan penguasa itu tinggal menunggu moment untuk ikut bergerak dengan caranya untuk melawan. Bagaimana dengan birokrasi? Kebijakan Prabowo yang cenderung sentralistik dengan memangkas anggaran daerah membuat pemerintahan di daerah tidak bisa berjalan maksimal. Inisiatif untuk menambah pemasukan melalui peningkatan pajak ditentang habis-habisan oleh warga daerah. Keresahan kepala daerah dan jaringan birokrasi pemerintahan daerah sebenarnya sudah menyala. Tinggal menunggu momentum nyala api itu meledak dan menjalar ke mana-mana. Keresahan yang sama juga dirasakan para birokrat di kementerian dan lembaga di tingkat pusat. Dengan demikian, satu-satunya kelompok yang mungkin menjadi bantalan dukungan presiden hanya tentara. Tapi apakah tentara akan solid di tengah gempuran dari pelbagai sisi itu? Jika perlawanan dari mana-mana ini terjadi dan semakin menguat, saya tidak yakin para elit militer akan tetap solid di belakang presiden. Sri Bintang Pamungkas menyatakan rezim harus jatuh. Dia memberi target sebelum ayam berkokok di 1 Januari 2027. Tanda-tanda ke arah sana semakin banyak. Depok, 5 Mei 2026 SAIDIMAN AHMAD







Hari Buruh MayDay yang tahun2 sebelumnya kadang Mencekam karena sering di tunggangi Provokator 😁 Sekarang dengan hadir nya Pak Presiden Prabowo menjadi Penuh Nasionalisme dan Semangat Persatuan untuk Bersama sama membangun Indonesia ✊🇮🇩










Beberapa hari terakhir ini: para TERNAK dan buzzer begitu gencar melakukan glorifikasi "prestasi" Megawati dan Jusuf Kalla. Apakah ini bagian dari komunikasi utk menduetkan mereka di pilpres 2029? 😂🤣😛



Inilah yang membuat guru-guru menderita.

Jokowi jadi capres 2014 saat msh menjabat Gubernur Anak Jokowi Gibran saat menjadi cawapres 2024, masih jadi Walikota Anies saat jadi capres 2024, sdh purna dari jabatan sebagai Gubernur Dari sini tentu kelihatan, siapa yg suka menata kata utk ngibul siapa yg menghornati kata2nya...










Presiden ke-7 Jokowi merespons pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) yang menyebut, dirinya berjasa menjadikan Jokowi Presiden ke-7 RI. Jokowi menjawab dengan senyum khasnya. Ayah dari Wapres Gibran Rakabuming Raka ini, berkata jika dirinya merupakan orang kampung. “Saya ini bukan siapa-siapa, saya orang kampung,” kata Jokowi tersenyum kepada wartawan di kediaman Solo, Senin (20/4). Eks Wali Kota Solo ini juga engga bicara banyak soal pernyataan lampau JK yang bilang negara bisa rusak jika Jokowi jadi presiden. "Yang menilai bukan saya (dianggap merusak negara),” kata Jokowi. 📸: Dok. kumparan. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | svt | E050 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

Keren respons Pak Jokowi atas klaim Chaplin merasa paling berjasa atas karier politik beliau dari Gubernur hingga Presiden sangat elegan & menyejukkan. Jawabannya : "Saya bukan siapa-siapa, Saya ini orang kampung....yg menilai bukan saya.” Pak Jokowi memilih tdk meladeni klaim berlebihan maupun provokasi. Beliau tetap rendah hati, tidak emosional & justru mengembalikan penilaian kepada rakyat sebagai pihak yg paling berhak menilai perjalanan politiknya. Sikap ini menunjukkan kedewasaan politik bukan adu klaim, tapi menghormati fakta & penilaian publik. Pak Jokowi memilih mengademkan suasana, bukan memperkeruh dgn debat siapa paling berjasa.




















