messes

948 posts

messes banner
messes

messes

@auvacalythaaa

Katılım Ekim 2022
129 Takip Edilen76 Takipçiler
messes
messes@auvacalythaaa·
messes tweet media
ZXX
0
0
0
0
messes
messes@auvacalythaaa·
netflix premium yg bisa by wa #zonauang
Indonesia
30
0
0
218
messes
messes@auvacalythaaa·
messes tweet media
ZXX
0
0
0
11
messes retweetledi
shopkeeper dragon soda
shopkeeper dragon soda@vemmanov·
kadang aq isin banget nek mari mental breakdown, krn wdym stlh yapping meratapi nasib, berhasil nanges sampek lego, saiki aku mangan molen seperti tidak pernah terjadi apa2 (still dead inside but molen is always a good idea)
Indonesia
386
13.2K
33.4K
770.8K
messes retweetledi
沐夏
沐夏@11099l·
Every time I hear Prabowo speak, I’m always speechless. Every sentence by sentence, something that is stupid and gives you a headache. I really wondering, what was in his brain. Really the brain is like a human or a monkey because it doesn’t fit and is just stupid.
Jejak digital.@ARSIPAJA

English
0
11.3K
22.5K
586.2K
messes retweetledi
𝐄𝐧𝐢𝐠𝐦𝐚
𝐄𝐧𝐢𝐠𝐦𝐚@AboutManID·
Lu liat sendiri kehancurannya! 604 nyawa melayang! Gubernur Aceh sampai menangis bilang ini Tsunami Kedua, 4 kampung hilang entah ke mana! Bupati terpaksa terbitkan surat "TAK MAMPU" karena sistem kalian bangkrut! Kalian tahu apa yang paling memalukan? Di tengah semua kehancuran ini, rakyat kami harus mengemis minta tolong ke Raja Thailand dan Brunei karena bantuan RI tak kunjung datang! Kalian lebih takut rugi gengsi daripada kehilangan nyawa! Kalian hanya mengirimkan tangisan Eko Patrio, bukan ekskavator yang dibutuhkan! ​Sekarang lihat prioritas kalian yang busuk! Kalian cepat sekali kerahkan Polisi untuk menangkap 16 warga Sibolga yang cuma cari makan, tapi headline jelas-jelas bilang: Penjarah Hutan Tak Tersentuh Hukum! Kalian melindungi gudang minimarket, tapi kalian membiarkan pembunuh lingkungan yang menyebabkan longsor ini aman! Dengar pesan dari korban selamat, Reni: "Jangan Tebangi Hutan Kami Lagi!" Kalian berjanji akan membangun kembali rumah, tapi janji itu omong kosong selama kalian masih melindungi cukong yang menjual tanah air kami! ​Kalian sudah melihat aib dan bukti busuk ini. Jangan biarkan kemarahan ini jadi sampah yang berserakan di linimasa! Kalian tahu siapa yang patut disalahkan. Kumpulkan barisan! Ajak setiap jiwa yang punya darah panas dan hati nurani yang sama untuk ikut menyaksikan dan menyebarkan kebenaran yang tidak akan disensor ini. ​Kalian menjual hutan kami, dan harga mati yang dibayar adalah darah rakyat! Kumpulkan suara. Kalian tahu ke mana harus mencari sumber suara yang tak mau minta maaf ini kan!
Indonesia
64
15.7K
22.7K
609.6K
messes retweetledi
⋆。 ゚☁︎。 ⋆。 ゚☀︎。 ⋆。
@ARSIPAJA BENCI BGT KALO DENGER DIA NGOMONG "SAYA KIRA" "SAYA KIRA" presiden tuh org yg paling bertanggung jawab atas SELURUH keadaan negara. frasa "saya kira" itu menggambarkan ketidakpastian/opini, ngomong bukan berdasarkan data & fakta. hidup 280 juta rakyat GABISA DIKIRA-KIRA.
Indonesia
106
18.9K
36.4K
787.1K
messes retweetledi
i-Pop HQ
i-Pop HQ@iPopHQ·
i-Pop HQ tweet media
ZXX
247
46.3K
85.7K
1.5M
messes retweetledi
narkosun
narkosun@narkosun·
narkosun tweet media
ZXX
283
24.4K
57.1K
734.4K
messes retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
tempo.co tweet media
ZXX
2K
23.8K
58.6K
11.6M
messes retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Sesudah menghilangkan kesal pada Fedi, dan sesudah melakukan refleksi lebih mendalam pada film Pangku, inilah ulasannya. Perlu beberapa kali menulis ulang agar tertuang semua yang dirasakan saat menonton. Ada film yang selesai kita tonton, lalu kita pulang dan hidup seperti biasa. Ada juga film yang membuat kita pulang dengan cara pandang yang berubah. Pangku berada di kelompok kedua. Dalam debut penyutradaraannya ini, Reza Rahadian memilih menaruh kamera sebagai saksi yang tenang. Di sudut-sudut Pantura, di antara perempuan yang memikul beban rumah tangga sendirian, di warung-warung kecil yang menjadi ruang bekerja sekaligus ruang tawar-menawar martabat. Di sana kita bertemu Sartika, seorang ibu yang harus menghidupi diri dan anaknya di tengah krisis ekonomi, tanpa pegangan selain tekad untuk bertahan. Kita melihat dilemanya sebagai ibu tunggal dengan perasaan sepi dan kegelisahan akan dokumen yang tak lengkap. Di titik itu film ini mengingatkan kita bahwa keleluasaan memilih adalah sesuatu yang ikut direnggut oleh kemiskinan. Reza tidak menampilkan fenomena “kopi pangku” dalam film ini sebagai sensasi, melainkan sebagai gejala dari struktur yang timpang. Perempuan dijerumuskan ke dalam keterpaksaan yang berisiko, sementara laki-laki kerap digambarkan punya kelapangan yang lebih besar untuk datang dan pergi. Walau demikian, film ini tidak menghakimi para tokohnya, tapi memperlihatkan bagaimana lingkungan dan ekonomi bisa menyudutkan seseorang ke pojok yang sempit. Di balik semua itu, terlihat betapa serius Reza menggarap karyanya. Christine Hakim mengatakan bahwa momen nafasnya pun diatur oleh Reza. Ia juga ingat terakhir kali ia disutradarai sedemikian ketatnya adalah oleh almarhum Teguh Karya. Ia benar. Ada ketelitian dan obsesi pada kesempurnaan dalam pembuatan film ini yang mengingatkan pada tradisi Teguh Karya. Perhatian pada detail membuat dunia Pantura dalam film ini terasa dekat. Kulit yang tampak lengket oleh keringat, pakaian yang terlihat benar-benar usang, hingga ornamen kecil di warung dan rumah. Semuanya membuat kita merasakan gerahnya udara pesisir dan lelah yang menempel di tubuh para tokohnya. Tidak ada glamor yang dipaksakan, yang ada adalah keotentikan yang sering menyesakkan. Secara alur, Pangku bergerak pelan. Dialognya irit, tapi justru karena jarang, tiap kalimat jadi terasa penting. Seperti pemahat yang mengikis batu karena yakin bentuk patungnya sudah ada di dalam sana, Reza dan tim menyingkirkan kata-kata yang tidak perlu. Sisanya diserahkan pada tatapan, gestur, dan keheningan. Di sisi peran, Claresta Taufan memberi tubuh dan jiwa pada sosok Sartika. Rapuh dan lelah, tapi enggan menyerah. Christine Hakim adalah Christine Hakim, seorang maestro. Ia memberikan lapisan emosi yang halus pada tokoh Bu Maya. Hangat dan manipulatif dalam satu tarikan nafas. Sementara Shakeel Fauzi sebagai Bayu menjadi pintu empati penonton terhadap anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang “tidak lengkap” di mata masyarakat. Fedi Nuril kembali menambah lapisan dilema moral dalam cerita. Bagi saya, film tidak punya kewajiban untuk mendidik. Tugas utamanya adalah membangkitkan emosi yang membekas, entah itu tawa, takut, haru, atau geram. Tetapi ketika emosi itu membuat kita merenungkan cara kita memperlakukan ibu-ibu tunggal yang dipinggirkan, anak-anak dengan hak-hak yang diremehkan, dan mereka yang terpinggirkan tanpa dukungan, di situlah film ini berperan lebih jauh sebagai medium pengingat dan pembuka kesadaran. Pangku tidak memberi kita daftar pesan moral, tapi memberi kita pengalaman. Dari pengalaman itulah, pelan-pelan, kesadaran sosial ikut terbangun. Maka untuk itu, kita berterima kasih kepada Reza, seluruh aktor dan awak yang telah menghadirkan film ini bagi bangsa. Maju terus perfilman Indonesia! boxd.it/bHOIJp
Anies Rasyid Baswedan tweet media
Indonesia
569
6.4K
27K
2.9M
messes retweetledi
Film Indo Source
Film Indo Source@FilmIndoSource·
Falcon Pictures announced upcoming ‘WALUH KUKUS’ film based on the viral Twitter thread. Coming soon in theaters.
Film Indo Source tweet media
English
2.9K
3.4K
30.1K
3.1M
messes
messes@auvacalythaaa·
sedih bgt🥺
Indonesia
0
0
0
8
messes
messes@auvacalythaaa·
Ingatkah Anda kapan bergabung dengan X? Ya, saya ingat! #MyXAnniversary
messes tweet media
Indonesia
0
0
0
17
messes
messes@auvacalythaaa·
messes tweet media
ZXX
0
0
0
18
messes
messes@auvacalythaaa·
messes tweet media
ZXX
0
0
1
25