Jan Kim-Pieter SOE

5.2K posts

Jan Kim-Pieter SOE banner
Jan Kim-Pieter SOE

Jan Kim-Pieter SOE

@avicenna_ryu

A wild diplomat with his 7/24 opened eyes, The (Not biologically) son of Musashi & Sun Tzu, still chasing his own def of freedom 🇮🇩🇳🇱🇰🇷/🇹🇷 .ꦩꦸꦏ꧀ꦠꦶ

Sakarya, Türkiye Katılım Aralık 2017
472 Takip Edilen250 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Jan Kim-Pieter SOE
Jan Kim-Pieter SOE@avicenna_ryu·
Mulai deket pas awal masuk MAN, 2016, tepatnya pas ada PSN di IPB. Mulai dari pembicaraan ringan seputar "Kenapa rambutlu gak bisa diganggu gugat ar? 😅". Gak pernah bayangin kalo lu ber4 bisa sedeket ini sama gua. Dan akhirnya bener-bener pisah Semoga sukses kalian BDG-MLG-DPS
Jan Kim-Pieter SOE tweet media
Indonesia
1
0
9
0
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Daily Turkic
Daily Turkic@DailyTurkic·
Turkish schools will now refer to the discovery of America as “the European colonization of America.”
Daily Turkic tweet media
English
164
157
1.9K
582.2K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Tarihte O An
Tarihte O An@TarihteOan·
Halil İnalcık, dedesinin müezzinlik yaptığı Kırım'daki camide…
Tarihte O An tweet media
Türkçe
4
140
4.7K
46.3K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Video & Arsip Sejarah
Video & Arsip Sejarah@VideoSejarah·
Jamaah haji asal Banten di Mekah sekitar tahun 1890. Dengan pose andalan masyarakat Nusantara: jongkok.
Video & Arsip Sejarah tweet media
Indonesia
27
98
755
28.4K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Islamic Scientific Heritage
"Victory is changing the hearts of your opponents by gentleness and kindness." — Salahuddin Al-Ayyubi
Islamic Scientific Heritage tweet media
English
5
90
746
10.2K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
awan
awan@bopo_jodhipati·
Akhirnya ketemu juga ini instrumen.. namanya kemanak Pertama kali denger buat ngiringin bedhaya ketawang dari kraton Surakarta, eh ternyata di Kraton Jogja juga adaaa Kemanak itu salah satu alat musik tradisional khas Jawa yang biasanya dipakai di lingkungan Keraton gitu buat ngiringin tari-tarian sakral kek misalnya Tari Bedhaya dan Tari Srimpi. Bentuknya unik asli, bentuknya mirip pisang atau kelapa dibelah dua gitu, bahannya dari perunggu. Cara mainnya dipukul sampai keluar suara “tong-teng” gitu. Sumber: Kraton Jogja
Indonesia
26
415
1.8K
40.8K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Gila ya, ada ilmuwan asli Medan yang jadi salah satu pionir teknologi halal paling canggih di dunia, tapi justru lebih dihargai di luar negeri. Namanya Profesor Irwandi Jaswir. Lahir di Medan tahun 1970, dia berhasil ciptakan teknologi pelacak DNA babi dan alkohol di makanan serta kosmetik dengan kecepatan dan akurasi super tinggi. Dia juga kembangkan formula gelatin halal dari ikan dan unta, plus metode deteksi lain yang bantu jutaan umat Muslim di seluruh dunia memastikan produknya benar-benar halal. Tapi ironisnya, saat dia mau bangun pusat riset halal besar-besaran di Indonesia, malah terbentur birokrasi yang lambat dan minimnya dana riset. Fasilitas kurang memadai, dukungan pemerintah waktu itu juga kurang maksimal. Akhirnya dia terima tawaran dari Malaysia. Di sana, dia disambut bak raja. Dikasih laboratorium canggih, dana riset melimpah, dan langsung jadi profesor tetap di International Islamic University Malaysia (IIUM). Dia bahkan pimpin International Institute for Halal Research and Training (INHART) yang sekarang jadi salah satu pusat halal ternama dunia. Puncaknya tahun 2018, dia dapat King Faisal International Prize, sering disebut "Nobel-nya dunia Islam", langsung dari Raja Arab Saudi. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya membangun "Halal Science" sebagai bidang ilmu baru. Sekarang tahun 2026, Prof. Irwandi masih aktif di IIUM, terbitkan paper baru soal gelatin ikan, dan bahkan jadi board member di Halal Centre Saudi Food and Drug Authority. Penemuannya sudah dipakai oleh pabrik-pabrik global. Gue pribadi sedih sekaligus bangga baca cerita ini. Bangga karena anak bangsa bisa sehebat itu. Sedih karena negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia justru kehilangan talenta seperti dia gara-gara brain drain klasik, kurangnya support riset dan birokrasi ribet. Padahal industri halal dunia sudah bernilai triliunan dolar. Kita seharusnya jadi pemimpin, bukan cuma konsumen. Semoga kedepannya Indonesia bisa lebih mendukung ilmuwan seperti beliau.
Dravenwe tweet media
Indonesia
207
2.3K
6.5K
130.3K
Jan Kim-Pieter SOE
Jan Kim-Pieter SOE@avicenna_ryu·
Dari bekerja dengan Protkons, gua belajar banget arti kata ikhlas sesungguhnya. Kerjanya gak keliatan tapi bukan berarti gak kerja. Nyelametin ratusan orang, masih kena mock, tapi tetep nyelametin. Kerja dari pagi sampe pagi berikutnya, tapi tetep gak ngeluh 🥲
Indonesia
0
0
0
44
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Hassan Mafi ‏
Hassan Mafi ‏@thatdayin1992·
Zionist in English: "We are the victims." Zionists in Hebrew:
Hassan Mafi ‏ tweet media
English
267
21.1K
74.4K
656.1K
Ragıp Soylu
Ragıp Soylu@ragipsoylu·
BREAKING — Turkey unveils intercontinental ballistic missile Yildirimhan with 6,000KM range during SAHA arms expo. Developed by Turkish Defense Ministry
English
385
1K
8.4K
2.3M
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
toparlanın gitmiyoruz
toparlanın gitmiyoruz@toparlanvegitme·
Bosna Savaşı’nın efsanesi, askerlerinin namazlarını aksatmamalarını emreden, 505. Müslüman Bužim Tugayı’nın kahraman komutanı şehid Izet Nanic.
toparlanın gitmiyoruz tweet media
Türkçe
7
217
2.4K
22.3K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
neyi kaybettiğini hatırla
neyi kaybettiğini hatırla@neyikaybettik·
3 Mayıs 1481. Fatih Sultan Mehmed. — La grande aquila e morta “Büyük Kartal Öldü”
neyi kaybettiğini hatırla tweet media
Türkçe
17
397
3.6K
58.9K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Daily Ottoman
Daily Ottoman@dailyottoman·
“El Gran Turco.”
Daily Ottoman tweet media
Español
17
211
4.7K
72.8K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Tom Lembong baru ngomong panjang di podcast Gita Wirjawan dan menurut gua ini adalah salah satu percakapan paling substansial yang pernah keluar dari mantan pejabat Indonesia. Bukan karena dia bekas menteri. Tapi karena dia ngomong dengan jujur tentang hal-hal yang jarang diakui secara terbuka oleh orang yang pernah berada di dalam sistem. Mulai dari yang paling mengejutkan. Tom bilang dia sempat sangat arogan. Sangat sombong. Sangat sok tahu. Dan dia mengakui itu dengan sangat jelas tanpa basa-basi. Sembilan bulan di penjara mengubah sesuatu yang fundamental dalam dirinya dari orang yang percaya bahwa otak adalah segalanya menjadi orang yang sadar bahwa hati jauh lebih besar dari otak dan jiwa jauh lebih besar dari keduanya. Kalimat yang paling membekas dari seluruh obrolan ini adalah satu ultra capitalist market makes us sell our soul. Pasar yang terlalu kapitalistis membuat kita menjual jiwa kita. Dan itu bukan hanya kritik terhadap sistem ekonomi global. Itu adalah pengakuan diri dari seseorang yang pernah hidup di jantung sistem itu. Soal pendidikan dan guru Tom dan Gita sangat sepakat dan sangat keras. Indonesia menganggarkan 20% dari APBN untuk pendidikan. Angkanya sekitar 800 triliun rupiah per tahun. Tapi porsi terbesar dari anggaran itu tidak masuk ke gaji guru, tidak masuk ke sarana prasarana sekolah, tidak masuk ke peningkatan kualitas pengajaran. Banyak yang masuk ke sekolah vokasi yang sebetulnya bisa didanai dengan skema kredit pendidikan karena serapan kerjanya jelas. Sementara guru honorer di Sulawesi Tenggara masih dibayar 500 ribu rupiah per bulan. Dan guru tetap pun banyak yang hanya menerima 2,8 juta per bulan. Tom mengutip data dari Singapura negara yang merekrut guru dari 20 persen teratas lulusan universitas. Hasilnya guru berkualitas tinggi bisa mengajar setara 1,5 tahun ajaran dalam satu tahun kalender. Sementara guru dari golongan bawah hanya bisa mengajar setara 6 bulan ajaran dalam setahun yang sama. Artinya pilihan siapa yang menjadi guru adalah pilihan yang menentukan apakah generasi berikutnya akan maju atau mundur. Dan selama 88% kepala rumah tangga di Indonesia tidak punya pendidikan universitas kolam dari mana pemimpin-pemimpin berkualitas bisa muncul akan terus kecil dan dangkal. Soal birokrasi dan perizinan Tom dengan sangat jujur menggambarkan lingkaran setan yang sudah terlalu lama berlangsung. Tiongkok bisa mengeluarkan 10 izin per 1000 orang dewasa. Asia Tenggara rata-rata satu. Indonesia dan Filipina hanya 0,3. Tiga kali lebih rendah dari rata-rata kawasan. Kenapa? Karena setiap izin adalah sumber penghasilan bagi pejabat yang mengeluarkannya. Setiap rekomendasi bisa diperjualbelikan. Setiap pengecualian bisa diuangkan. Dan selama tidak ada mekanisme yang memberikan pejabat cara lain untuk membangun kesejahteraan jangka panjang yang lebih besar nilainya dari korupsi jangka pendek lingkaran setan itu tidak akan putus. Tom membuat argumen yang sangat menarik dan jarang didengar. Kalau seorang pejabat mau berpikir jangka panjang dan membangun aset yang nilainya naik beriringan dengan pertumbuhan ekonomi yang sehat nilai aset itu dalam 10 sampai 15 tahun akan jauh melampaui total uang yang bisa dikumpulkan dari korupsi. Tapi mayoritas pejabat berpikir instan. Dan selama sistem tidak memberikan insentif yang benar untuk berpikir jangka panjang korupsi akan terus menjadi pilihan yang lebih rasional secara individual meskipun merusak secara kolektif. Soal desentralisasi dan Tiongkok ada paradoks besar yang Tom ungkap dengan sangat menarik. Tiongkok secara politik adalah negara sentralistis dengan satu partai. Tapi secara ekonomi mereka sangat desentralistis. Walikota Chongqing bisa pergi langsung ke Stuttgart dan deal dengan Daimler tanpa perlu konsultasi Beijing. Sementara walikota Jember yang ingin membuka pabrik harus minta izin menteri A, menteri B, menteri C. Dan siapa yang bisa menjadi pemimpin daerah di Tiongkok bukan orang sembarangan. Mereka sudah melalui proses seleksi yang sangat ketat berbasis merit, sudah dilatih secara formal tentang bagaimana mengelola anggaran daerah, sudah punya track record yang bisa diverifikasi. Sebelum jadi presiden pun Xi Jinping sudah keliling menjadi pejabat daerah di berbagai provinsi. Di Indonesia pertanggungjawaban antara pusat dan daerah masih sangat lemah. Tidak ada KPI yang jelas dari pusat ke daerah. Tidak ada standar yang ditetapkan. Tidak ada akademi yang mendidik calon gubernur dan bupati tentang cara menyusun APBD yang optimal. Mereka belajar sambil jalan atau lebih tepatnya trial and error dengan uang rakyat. Soal abolisi yang diterima Tom setelah 9 bulan di penjara dia menyebutnya dengan sangat sederhana dan sangat dalam. Dia sudah menguras otak selama 9 bulan untuk membangun argumen paling cemerlang. Hakim tetap menjatuhkan vonis 4,5 tahun. Lalu seminggu kemudian abolisi datang dari presiden dan pimpinan DPR. Sesuatu yang hanya terjadi tujuh atau delapan kali dalam 80 tahun sejarah republik. Tom bilang itu tangan Tuhan. Dan dia menyimpulkan sesuatu yang menurut gua sangat penting 100% manusia itu hoki. Tapi 80% tidak terbuka saat hoki itu datang karena terlalu ngotot dengan rencana dan paradigma sendiri. Kerendahan hati dan keterbukaan adalah cara kita memaksimalkan faktor yang tidak bisa kita kendalikan itu. Intinya guys obrolan ini bukan sekadar tentang ekonomi atau politik. Ini tentang bagaimana sebuah bangsa membangun dirinya dari fondasi yang paling dalam kualitas guru yang membentuk generasi, pejabat yang punya insentif untuk jujur, pemimpin daerah yang punya kompetensi dan akuntabilitas, dan masyarakat sipil yang cukup cerdas untuk membedakan mana konten yang membangun dan mana yang hanya membuang waktu. Dan dari semua itu satu hal yang paling sederhana tapi paling berat untuk dilakukan berani ngomong apa yang harus didengar atasan, bukan apa yang ingin mereka dengar.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
18
338
938
49.1K
Jan Kim-Pieter SOE retweetledi
Mario Nawfal
Mario Nawfal@MarioNawfal·
🇮🇩🇺🇸🇨🇳 The Iran war is teaching Indonesia a lesson, and the implications could reshape Asian trade forever... Indonesia's Finance Minister just floated the idea of imposing a toll on ships transiting the Strait of Malacca, explicitly citing Iran's Hormuz strategy as the inspiration: "If we split it three ways between Indonesia, Malaysia, and Singapore, it could be quite substantial. Our stretch is the largest and the longest." The Malacca Strait is the most important chokepoint in the world for East Asia. Middle Eastern oil reaches China, Japan, and South Korea through it. Global supply chains depend on it. And China gets 80% of its energy imports through this waterway. Singapore and Malaysia immediately rejected the idea. But the genie is out of the bottle. Iran demonstrated that a single country with coastal missiles and small boats can hold global shipping hostage. Every nation bordering a chokepoint is now doing the math on whether they could do the same thing. The strategic picture is clearer than most people realize. The U.S. signed a cooperation deal with Indonesia during the Iran war. American military cooperation in the region is expanding. The first island chain of Japan, Taiwan, and the Philippines gives Washington the tools to restrict Chinese access to the Malacca Strait if needed. Control the chokepoints and you control who gets what resources. That's the logic Trump is operating on, and Indonesia is watching carefully. China's dependence on foreign energy through narrow waterways is its greatest strategic vulnerability. If tensions with the U.S. ever escalate, Washington doesn't need to attack Beijing. It just needs to control Malacca. And Indonesia has just publicly signaled it's open to being part of that leverage structure for the right price. The Iran war may end up reshaping the financial architecture of every global chokepoint, from Hormuz to Malacca to Panama. Source: CNA, Fanack
Mario Nawfal tweet mediaMario Nawfal tweet media
Mario Nawfal@MarioNawfal

🚨🇮🇷 BREAKING: IRGC Navy released footage of seizing the MSC Francesca and Epaminondas container ships in the Strait of Hormuz.

English
227
453
1.6K
415.6K
Jan Kim-Pieter SOE
Jan Kim-Pieter SOE@avicenna_ryu·
Pagi di lomba Marathon, sore di kantor, malem di kantor polisi. Berasa kayak masuk realm yang berbeda aslian wkwkwk
Indonesia
0
0
0
42