Yova retweetledi
Yova
94.9K posts

Yova
@avoyova
quaquaversal, sophrosyne, & anagapesis.
Jakarta Capital Region Katılım Ağustos 2009
1.3K Takip Edilen1.6K Takipçiler
Yova retweetledi

@Vacadayneeded ngelecehin cewe berani banget, pas gini nyari mami
Indonesia
Yova retweetledi
Yova retweetledi

Lagi viral!
Sedih banget liat chatnya. Orang tua sakit minta izin baik-baik malah disuruh resign.
Seorang karyawan gacoan marelan yang sudah loyal bekerja selama 3 tahun, bahkan rela kerja di hari Lebaran, justru diminta resign cuma karena izin urus orang tua yang sakit.
Baru menjabat 3 bulan tapi sudah berani minta karyawan lama resign cuma gara-gara urusan mendesak keluarga (orang tua sakit).

Indonesia
Yova retweetledi
Yova retweetledi
Yova retweetledi

Murka banget.. ada guru SD konten2nya mengarah ke child grooming gini. Yang beginian bisa ditindak ga sih? @Kemdikdasmen @zanatul_91 @daniellsinaga_



Indonesia
Yova retweetledi
Yova retweetledi

AI dipakai untuk menelanjangi perempuan -- and we’re pretending it’s just “user misuse”
NO. IT'S NOT.
Apa yang kita saksikan ini bukan sekadar penyalahgunaan teknologi. Ini adalah cerminan ketimpangan struktural yang selama ini dibiarkan.
AI tidak bekerja di ruang hampa. Ia beroperasi di dalam sistem sosial yang sudah timpang: timpang dalam literasi, timpang dalam akses ke keadilan, dan timpang dalam posisi tawar.
Ketika tanggung jawab sepenuhnya dilempar ke “pengguna”, asumsi yang digunakan adalah bahwa semua orang memiliki kapasitas yang sama untuk memahami risiko, melawan balik, dan mencari perlindungan.
Faktanya, tidak demikian.
Kelompok paling terdampak (perempuan, anak-anak, dan lansia) sering kali tidak memahami bagaimana sistem bekerja, tidak tahu ke mana harus melapor, tidak memiliki sumber daya hukum, dan tidak punya energi untuk menghadapi proses panjang yang melelahkan.
Akuntabilitas pun menjadi kabur karena tersebar di antara pengguna, platform, dan pembuat kebijakan, hingga akhirnya tidak ada pihak yang benar-benar bertanggung jawab.
Inilah yang jarang dibicarakan secara terbuka di ruang publik: meski membawa banyak manfaat, AI juga memperbesar ketimpangan kekuasaan yang sudah ada.
Mereka yang memahami sistem—cara kerja, celah hukum, dan batas tanggung jawab—berada di posisi relatif aman. Mereka yang tidak, justru menanggung risiko terbesar.
Karena itu, AI tidak bisa dipandang hanya sebagai isu inovasi atau efisiensi. AI adalah soal siapa yang terlindungi, dan siapa yang dibiarkan sendirian ketika kekerasan terjadi.
Dalam konteks ini, AI literacy dibutuhkan bukan sekadar mengajarkan kemampuan teknis menggunakan tools atau menulis prompt.
AI literacy adalah mekanisme perlindungan sosial. Ia menentukan apakah seseorang mampu memahami bahwa apa yang dialaminya adalah pelanggaran, bukan “risiko biasa” -- dan mengetahui opsi yang tersedia, meski terbatas, untuk mencari pertolongan.
Tanpa literasi ini, korban sering kali menyalahkan diri sendiri. Atau lebih buruk, menganggap kekerasan digital sebagai sesuatu yang harus diterima.
Selama kelompok paling rentan belum serius dilindungi, AI akan terus menguntungkan mereka yang sudah kuat dan berbahaya bagi mereka yang sejak awal berada di posisi paling lemah.
Itulah mengapa peringatan ini perlu terus diulang (saya juga sampaikan di berbagai forum lokal, internasional, dan kepada pemerintah melalui Menteri Komdigi) bahwa:
Tanpa literasi dan perlindungan yang memadai, kemajuan teknologi tidak pernah netral. Ia akan menguatkan yang sudah kuat, dan melemahkan yang sudah lemah.
Tugas pemerintah bukan hanya mendorong edukasi AI literacy, tetapi juga memastikan kebijakan publik yang berpihak nyata pada kelompok paling rentan.



Indonesia
Yova retweetledi
Yova retweetledi

Ternyata drama tumbler biru Tantrum Anita berakhir cukup ironis. Setelah heboh menuduh orang lain dan membuat kegaduhan seolah-olah barangnya hilang dicuri, publik justru dibuat terkejut ketika ditemukan bahwa tumbler tersebut ada di dalam mobilnya sendiri.
Bukan cuma soal benda yang tak seberapa nilainya, tapi bagaimana seseorang bisa menuduh dengan lantang tanpa memastikan fakta terlebih dahulu.


Indonesia
Yova retweetledi

Liat ini sakit bgt hati 💔 kalian yg merampas lahan/habitat mereka. Biadab kalian 😭 #SaveTessoNilo
Indonesia
Yova retweetledi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendukung Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur yang melakukan penggeledahan di Kantor Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jaktim untuk mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan mesin jahit senilai Rp9 miliar.
“Saya sudah mendapatkan laporan dari Wali Kota semalam dan kami akan memberikan dukungan kepada kejaksaan untuk menindaklanjuti itu,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2025).
Kendati demikian, Pramono menyebutkan proses yang dilakukan hanya sekadar penggeledahan dan tidak ada penahanan.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasie Pidsus) Kejari Jakarta Timur, Adri Eddyanto Pontoh mengatakan penggeledahan dilakukan oleh tim penyidik dari Kejari.
Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari upaya penyidikan atas kegiatan pengadaan mesin jahit dan senar yang berlangsung sejak tahun 2022 hingga 2024.
Baca selengkapnya di link berikut inilah.com/pramono-dapat-…
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#InilahNews #PramonoAnung #GubernurDKI #MesinJahit #Sudin #Kejari #PPKUKM #DugaanKorupsi #Inilahcom #titiktengah #titikcerah

Indonesia
Yova retweetledi
Yova retweetledi

YEAH YEAH YEAH - ENCORE for DAY2 in JAKARTA!
BLACKPINK DEADLINE JAKARTA
#DEADLINE_IN_JAKARTA_D2
English

Tuker tikeeet konser blackpink untuk hari keduaaa, yang tadinya ini wb punya kita tapi sekarang udah jadi punya orang lain🤗😆
#tiketkonser #DEADLINE_IN_JAKARTA #blackpink #konser #jisoo #rose #jennie #lisa #wts #wtb


Indonesia











