Tedi Kaizar
26.3K posts

Tedi Kaizar retweetledi

Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara.
Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg:
"Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi,
pdhl dia asli bangsamu sndri.
Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam"
cc:alrogritm
Indonesia
Tedi Kaizar retweetledi

10 tanda TPPU:
1. Tiba2 usaha sgt besar
2. Uang mudah
3. Alibi "hasil usaha"
4. Membangun kerajaan baru
5. Sulit dianalisis
6. Bandar tersembunyi
7. Gak ngerti bisnis tapi berhasil
8. Dikelilingi media
9. Suka bagi2 duit
10. Dikelilingi orang2 bermasalah
#UsutKejahatanJokowi
Indonesia
Tedi Kaizar retweetledi

Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara

Indonesia
Tedi Kaizar retweetledi
Tedi Kaizar retweetledi

@afrkml Kikisaputry jadi merubah dari dalam ga sih? Kok malah suting terus
Indonesia
Tedi Kaizar retweetledi

Tedi Kaizar retweetledi

Halo, @BNI.
Tadi saya baca berita soal Suster Natalia Situmorang. Kalau uang jemaatnya gak diganti sepenuhnya (28 miliar), saya mau menutup rekening BNI saya.
👍
Indonesia
Tedi Kaizar retweetledi
Tedi Kaizar retweetledi

Tedi Kaizar retweetledi

‘kala’ directed by joko anwar — first chapter of the dead time trilogy




໊@buffys
pov it’s 2007 what are you watching?
English
Tedi Kaizar retweetledi
Tedi Kaizar retweetledi

@WatchmenID @rzakumar Gak sabar nonton back 2 back sama Ahsiapp Man
Indonesia
Tedi Kaizar retweetledi

KALA is a masterpiece of Indonesian cinema. You can't put a price on that.
Cinephile Intern@cinephileintern
Manoj Punjabi blak-blakan bilang Film KALA (2007, Joko Anwar) dg budget produksi 7M dapet penonton cuma 70rb bikin MD rugi 8M. Dibandingin sama SUSTER NGESOT yg budgetnya cuma 1M berhasil menghasilkan 4,5M.
English
Tedi Kaizar retweetledi
Tedi Kaizar retweetledi
Tedi Kaizar retweetledi
Tedi Kaizar retweetledi








