00

5.3K posts

00 banner
00

00

@bae_notnatnut

“hii”

Katılım Şubat 2019
243 Takip Edilen405 Takipçiler
00 retweetledi
elzgatza
elzgatza@liogtttscrp·
PARA IBLIS DAY CARE LITTLE ARESHA DI JOGJA. BIADAB LO SEMUA!!! buka jasa berbayar buat ngehandle anak orang tapi malah lo siksa. Sedih, hancur banget hati gw baca ulasan di google maps. Ada yang diikat, diseret, dipukul, ada yang speech delay dan tidak sedikit juga yang mengalami trauma. Engga kebayang penganiayaan itu terjadi sejak kapan, karena baru terendus sekarang. Stress lo semua, ANJINGG!!!
elzgatza tweet mediaelzgatza tweet media
risa-!@boyoknangis

Ceritain apa aja tentang tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia dong. Pengalaman buruk, berkesan, dll gas aja.

Indonesia
397
11.2K
28.9K
1.7M
00 retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
kuncinya : ikhlas memaafkan🥹
gara tweet media
Indonesia
241
11.4K
35.5K
477.3K
00 retweetledi
zel
zel@rachavvet·
zel tweet media
ZXX
137
7.3K
24.2K
185.8K
00 retweetledi
No Context Cats
No Context Cats@nocontextscats·
He's judging my thesis 😭
No Context Cats tweet mediaNo Context Cats tweet media
English
277
9.7K
92.1K
1.5M
00 retweetledi
julii-
julii-@ulianpuyy·
MOHON MAAF, SEMPET CURIGA KLO TOKO INI PABRIKNYA 🫵🏻😭 Kok bisa jualan makeup & skincare lebih murah-murah dari officialnya?!
julii- tweet media
Indonesia
34
365
3.8K
298.2K
00 retweetledi
NASA
NASA@NASA·
It's our home. This Earth Day, see our planet as our Artemis II astronauts saw it with these new images from the mission.
NASA tweet mediaNASA tweet mediaNASA tweet mediaNASA tweet media
English
2.9K
36.4K
199K
8.4M
00 retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
ada yang ngerasain juga?
gara tweet media
Indonesia
314
9.2K
38.2K
424.9K
00
00@bae_notnatnut·
Dah bosen ngapa ngapain
Indonesia
0
0
1
4
00 retweetledi
akra
akra@akraonside·
disaat semua harga naik, semoga Allah juga menaikan rezeki kita
Indonesia
130
6.4K
22.9K
215.8K
00 retweetledi
mazi
mazi@yelvyah·
deserves. even SZA liked a post about this (kasus FH UI). let this case go international so people can see how serious it is and how wrong this situation is, especially if institutions are still protecting those involved instead of holding them accountable
mazi tweet media
Saa@aarummanis

kasus FHUI sampe go internasional btw

English
95
14.3K
57.9K
771.6K
00 retweetledi
♡
@awmici·
@yappingfess Lu pada kalo mau liat gimana si manusia yang kelakuannya kaya setan? Nah kerja deh di bidang pelayanan, jasa, retail dsb yang berhubungan langsung sama customer atau user nanti lu paham kenapa manusia kelakuannya lebih setan dari setannya
Indonesia
166
2.8K
23.1K
347.5K
00 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Update terbaru guys........ Akhirnya OJK buka suara OJK telah memanggil Direksi dan manajemen BNI untuk meminta penjelasan secara menyeluruh berarti suara kita di dengar nih hari sabtu padahal kita apresiasii kawal sampe tuntas Sumber : ojk.go.id/id/berita-dan-…
Lambe Saham tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
239
4.3K
11.9K
354.9K
00 retweetledi
eng-Ky
eng-Ky@KWETlAW·
Bye @BNI Gue udah nggak pake lu lagi. Lu menyelesaikan masalah dengan matiin komen di sosmed 🤣
eng-Ky tweet mediaeng-Ky tweet mediaeng-Ky tweet media
Indonesia
191
4.1K
18.4K
658.7K
txt dari gajelas
txt dari gajelas@txtdarigajelas·
kok aing ikut kesel ya liatnya 😭
Indonesia
2.1K
685
13.3K
3.1M
00 retweetledi
August
August@AnakLolina2·
Teman-teman mohon bantuannya bersuara agar kasus uang jemaat sebesar 28 miliar yang raib di tipu oknum BNI bisa selesai. Kasus ini sudah berlangsung lama namun tak ada itikad baik,. @DivHumas_Polri @KejaksaanRI @prabowo No viral no justice kata @mohmahfudmd Bantu RT 🙏
August tweet media
Indonesia
479
20.9K
40.1K
1.4M