Fal
7.8K posts


@baksomixue @R_O_C_HIDE Serius? kok seinget gw k1l ya okelah makasih udh correct gw
Indonesia

@Rafi_Dhoho @R_O_C_HIDE 1515 cuma gabungan P2+P3 doang.. nggak pake K1L
Indonesia

@R_O_C_HIDE 実はこれ、かなり珍しい車両なんですよ。CC206 15 15 SMCは、CC206形の中で唯一、Nathan P-2とNathan K1Lという2種類のホーンを装備しています。普通のCC206はNathan P-2だけですが、K1Lは通常、スマトラ地区のCC201でしか見られません。
日本語

@ardianTaka @keluhkesahkonoh Pfftt.. arjuno ekspres sby-mlg aja pake rangkaian new image biasa.. ini malah ngarep stainless new generation😂
Indonesia

@keluhkesahkonoh Emang harusnya ada kereta yang lebih ekspres utk menghubungkan Surabaya - Blitar pake gerbong New Gen dsb dgn tarif lebih mahal.
Saya rasa 100k masih laku asal pake gerbong kayak Majapahit dsb dan cuma berhenti di stasiun besar/sedang.
Indonesia

Sebagai penumpang reguler kereta penataran dhoho, jujur merasa lelah dengan durasi perjalanannya. Surabaya - Blitar 5.5 jam. Dan berhenti di setiap stasiun kecil. Udah sejak kuliah sampai sekarang, jadi total 13 tahun and still counting udah berasa member tetap ya.
Tapi gak semua orang pengen turun di setiap stasiun kecil. Gak semua orang pengen berhenti setiap saat. Selama 13 tahun, gak ada keinginan untuk memudahkan mobilitas dari kota kecil ke kota besar.
Dan selama 13 tahun ini pun gak ada keinginan untuk menambah rel kereta lain untuk memudahkan mobilitas. Dan cuma kereta penataran dhoho ini aja akses satu satunya jalur kereta untuk Blitar Surabaya.
Gak semua orang kondisi lagi bener bener fit untuk bisa nunggu 5.5 jam di perjalanan. Gak semua orang mau kena distraksi yang gak perlu. Pengumuman di setiap stasiun, dan biasanya berhenti di stasiun kecil tuh per 15 -20 menit. Atau interaksi sama orang lain yg kita lagi gak mau.
Ini pun naik eks karena gak enak badan, dan merasa gak sanggup harus berhenti di setiap stasiun kecil. Tidak semua membutuhkan itu.
Booking kereta Blitar- Kertosono dengan durasi 1 jam saja. Dan menunggu di stasiun kertosono itu jauh lebih baik, daripada kena distraksi itu semua. Ketika orang lagi gak enak badan, dia cuma butuh ketenangan dan kenyamanan.
Belum slesai sampai situ. Tidak ada kereta konektor dalam waktu singkat. Aku harus nunggu 2 jam untuk naik kereta lagi dari Kertosono-Surabaya. Karena memang tidak ada kereta direct surabaya-blitar jalur cepat. Satu satunya akses hanya kereta penataran dhoho.
Sebenernya tidak ada pilihan. Tapi lebih baik bisa bersantai daripada kena distraksi yg tidak perlu. Kalau dihitung, Kertosono-Surabaya bisa 2 jam saja. Jadi total Blitar surabaya cuma 3 jam klo pakai kereta cepat. Tapi sayangnya belum ada yg direct trip.
Fokusku cuma 1, ingin segera sampai di Surabaya agar aku bisa rehat dan aktivitas normal besok. Kalau terlalu difotsir dengan menoleransi distraksi yg gak perlu itu, akhirnya jadi tambah gak fit.
Dan satu lagi, kesulitan dalam membeli tiket kereta penataran dhoho. Jujur ini sangat disayangkan. Kita bisa bayar, tapi kita gak bisa beli. Harus war H-7 tidak peduli berapapun uangmu. Hal yg kayak gini kadang gak perlu dipikir tapi jadi dipikir. Dan cuma kereta ini satu satunya aksesnya.
Dan alasan klise nya “harus sabar kan naik kereta ekonomi”. Masalahnya, gak semua orang mau naik ekonomi. Dia juga mau naik eksekutif, tapi masalahnya gak ada keretanya. Ini bukan masalah sabar. Tidak perlu namanya judgement class seperti itu. Ekonomi atau bukan semua orang sama sama bayar.
Sekalipun booking tiket eksekutif, jeda tunggu transit nya itu 3 jam. Jadi memang secara gak langsung gak support mobilitas aja. Gak akan ada yg mau, bayar mahal tapi harus transit 3 jam. Aku aja transit 2 jam itu sudah astagfirullah.
cc:threadpuputng_


Indonesia

@Alyvantte @rendragustipr @keluhkesahkonoh Bener.. dulu penataran ekspres berAC itu udah berasa kek kelas limited express
Indonesia

@rendragustipr @keluhkesahkonoh Dan sekarang penataran ekspress udh ga ada. Keknya masalah okupansi
Indonesia

@rendragustipr @keluhkesahkonoh Tahun segitu masih boomingnya kelas ekonomi ac, dan kereta lokal berAC dengan tagline "ekspres" harga 25k termasuk mahal buat kereta sekelas penataran..
Karena dulu tiket lokal dikisaran 6-10k an
Indonesia

@keluhkesahkonoh Dulu ada penataran ekspress yg harganya lebih mahal, bangku tetep tegak berhadapan, waktu tempuh sedikit lebih cepat & bonus gerbongnya distikerin area wisata di blitar malang surabaya.
Indonesia

@SAnryan06 @sahabat_kereta Gaperlu pake series² khusus, semua bisa aja diisi pake biosolar
Indonesia

@sahabat_kereta GE-AC-44I buatan Wabtec bisa sih pake BBM campuran B50 ato full B100, tapi nih loko lebih cocok buat angkut komoditas jarak jauh
Indonesia

@Izzadin_Sabani @don_sosco @sahabat_kereta Bener, kesannya malah kek nanggung.. malah rekomen beli baru biarpun mahal tapi bisa dipake buat jangka panjang
Indonesia

@don_sosco @sahabat_kereta Bisa aja, tapi secara biaya sepertinya menguntungkan brli baru daripada harus upgrade lokomtif tua. Toh, diupgrade pun paling masa pakainya hanya bertambah 10-15 tahun. Kalau beli baru kan bisa dipakai sampai 50 tahun.
Indonesia

@don_sosco @sahabat_kereta Ini pemikiran yg dilakukan ama balai yasa pengok dulu waktu rencana upgrade CC201 jadi CC204 taun 2003an dulu.. sebenernya sih bisa kalo diupgrade asal dibawah 60% dari harga baru.
Indonesia

@sahabat_kereta kalau cc201, 203, 204 cuman upgrade powerpack dengan body dan sasis yang sama apakah bisa?
Indonesia

@rxzkammr_ Percuma yang ada ntar fans area jabodetabek bakal berangkat semua, yg fansfar pada kaga kebagian
Indonesia













