
Ada sebuah cerita, pasangan muda Gen Z. Suami istri, Gajinya Rp 8 juta. Istrinya Rp 6 juta. Total: Rp 14 juta sebulan. Dua orang kerja. Dua karir. Dua sarjana. Tiap akhir bulan, mereka cek saldo rekening bersama. Bulan ini: minus Rp 340.000. Bulan lalu: minus Rp 820.000. Dua bulan lalu: minus Rp 1,2 juta. "Gaji kita segitu. Kok makin minus?" Sampai suatu malam mereka duduk. Hitung satu per satu. Dan hasilnya, bikin mereka terkejut Mereka tulis semua pengeluaran tetap: Kontrakan: Rp 3.000.000 Listrik + air + internet: Rp 800.000 Cicilan 2 motor: Rp 1.500.000 Makan harian: Rp 2.500.000 Bensin: Rp 600.000 Kebutuhan anak: Rp 1.200.000 BPJS + asuransi: Rp 400.000 Kiriman ke orangtua: Rp 1.000.000 Total: Rp 11.000.000 Sisa: Rp 3.000.000 "Masih ada Rp 3 juta. Harusnya cukup." Tapi bulan ini ada: Kondangan teman kantor +nengok bayi: Rp 600.000 Anak demam + dokter + obat: Rp 450.000 Seragam anak baru: Rp 380.000 Tagihan kartu kredit bulan lalu: Rp 870.000 Service motor: Rp 350.000 "Lain-lain": Rp 700.000 Total tak terduga: Rp 3.350.000 Rp 3.000.000 sisa. Dikurangi Rp 3.350.000. = MINUS Rp 350.000. Dan "lain-lain" itu selalu ada. Setiap bulan. Berbeda wujudnya. Tapi selalu datang. +62 pasangan muda, pada ngerasain jg kah? Source : thread



























