Joe A.

35.5K posts

Joe A. banner
Joe A.

Joe A.

@bankoe

pure evil

under your bed, again Katılım Nisan 2009
157 Takip Edilen2.1K Takipçiler
Joe A. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Mahfud MD baru bicara sesuatu soal pernyataan Prabowo tentang rupiah yang menurut gue paling jujur dan paling menampar yang pernah gue dengar dari mantan pejabat setingkat dia. Dan Mahfud bukan ekonom. Dia sendiri bilang itu. Tapi justru itu yang membuat kata-katanya jauh lebih mematikan. Apa yang Mahfud katakan soal pernyataan Prabowo: "Dari keseluruhan statement presiden selama menjadi presiden ini yang paling banyak menimbulkan olok-olok." Pernyataan mana? "Mau dolar berapa ribu kek kalian di desa kan enggak pakai dolar." Mahfud bilang: Maaf kasar sekali olok-oloknya itu. Dan itu masuk terus berkesinambungan. Dari nenek, kakek, muda, putra putri di media sosial muncul terus diolok-olok betul presiden kita ini." Seorang mantan Menko Polhukam. Mantan Ketua MK. Mantan anggota Komisi Reformasi Polri. Orang yang hidupnya dihabiskan untuk menjaga martabat institusi negara harus dengan susah payah mengakui bahwa presiden kita sedang diolok-olok oleh rakyatnya sendiri karena satu pernyataan soal dolar. Dan Mahfud langsung koreksi pernyataan Prabowo dengan sangat jelas: "Memang ada benarnya bahwa masyarakat desa tidak pakai dolar. Tapi apakah hanya itu kebutuhan orang? Kita negara yang pinjam uang setiap hari berurusan dengan dolar. Harga impor pangan kita dibayar dengan dolar. Pinjam ke luar negeri pakai dolar. Formirinya pakai dolar. Kalau pakai dolar di desa-desa mungkin orang secara subsistens makan dari berasnya sendiri sayurnya sendiri. Tapi masa cuma itu kebutuhan orang?" Ini bukan analisis ekonom. Ini akal sehat yang Mahfud sebut sendiri public common sense. Dan kalau pernyataan presiden tidak lolos uji akal sehat paling dasar itu masalah yang jauh lebih serius dari sekadar pilihan kata yang kurang tepat. Dan soal Purbaya Mahfud juga tidak menyimpan kata-kata: Purbaya bilang urusan rupiah itu urusan Bank Indonesia bukan urusan Menteri Keuangan. Mahfud langsung potong: Kalau begitu jangan jadi Menteri Keuangan. Bu Sri Mulyani juga tahu itu urusan BI tapi dia diangkat agar bisa membuat BI-nya begitu, polisinya begitu, hakimnya begitu, semuanya tahu konteks. Kalau sekarang penyelundupan bilang bukan urusan saya itu urusan polisi lalu apa fungsinya dia?" Dan Mahfud kasih satu analogi yang sangat logis: kalau Menteri Keuangan bilang itu urusan BI nanti BI bilang itu urusan presiden nanti presiden bilang loh urusan rakyat kenapa milih saya "Bubar kan negara ini." Dan soal The Economist yang menulis Indonesia dalam kondisi berbahaya: The Economist minggu ini menulis editorial khusus tentang Indonesia. Penilaiannya buruk. Kata yang dipakai: "jeopardizing" membahayakan. Boros dan otoriter. Membahayakan demokrasi sekaligus ekonomi. Mahfud bilang: Mudah-mudahan ini disadari. Dua kata. Tapi di balik dua kata itu ada keprihatinan yang sangat dalam dari seseorang yang tahu betul bagaimana sebuah negara bisa rusak dari dalam karena dia pernah berada di dalam dan melihatnya langsung. Dan soal solusi Mahfud kasih dua poin yang sangat konkret: Pertama: restrukturisasi APBN. MBG harus ditata ulang tata kelolanya. Bukan dihapus tapi diefisienkan. Mahfud bahkan mengutip penjelasan Prabowo sendiri bahwa kalau MBG dikelola langsung oleh Koperasi Merah Putih tanpa perantara bisa hemat 60%. "Kalau itu bisa dilakukan ini jauh mungkin menyelamatkan dari peluncuran yang tidak akan bisa dihentikan kalau tidak ada restrukturisasi anggaran." Kedua dan ini yang paling penting: presiden perlu tahu bahwa pernyataannya keliru. Bukan dari musuh politiknya. Bukan dari oposisi. Tapi dari orang-orang yang mau negaranya baik. "Kesalahan itu bukan hanya ahli ekonomi yang bisa nyatakan salah." Dan ini yang paling menggelitik dari seluruh diskusi: Mahfud bilang dia sudah lama tidak pernah berpikir soal dolar naik atau turun karena bukan urusannya dan kebutuhannya sudah cukup. Tapi dia tetap bicara. Tetap merespons. Tetap mengkoreksi. Karena ada sesuatu yang mengganggu dia bukan sebagai ekonom, bukan sebagai mantan pejabat tapi sebagai warga negara yang melihat presidennya diolok-olok rakyatnya sendiri karena satu pernyataan yang tidak lolos uji akal sehat. Dan itu jauh lebih berbahaya dari sekadar angka rupiah di Rp17.700. Karena angka bisa diperbaiki dengan kebijakan. Tapi kepercayaan yang sudah hilang jauh lebih susah untuk dikembalikan. Bottom line: Mahfud bukan ekonom. Dia sendiri bilang itu berkali-kali. Tapi dia tidak perlu jadi ekonom untuk tahu bahwa pernyataan "mau dolar berapa ribu kek di desa kan enggak pakai dolar" adalah pernyataan yang keliru secara faktual dan berbahaya secara persepsi. Dan ketika mantan Menko Polhukam harus bilang dengan malu-malu bahwa presiden kita sedang diolok-olok rakyatnya sendiri itu bukan tanda bahwa rakyatnya yang salah. Itu tanda bahwa ada sesuatu yang sangat fundamental yang perlu segera diperbaiki sebelum olok-olok itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih serius dari sekadar komentar di media sosial.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
24
501
1.7K
99K
Joe A.
Joe A.@bankoe·
PAPUA BUKAN TANAH KOSONG
Indonesia
0
0
0
15
Joe A. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, hari ini IHSG jatuh 3,08% ke level 6.396 hanya dalam satu sesi perdagangan. Dan penyebabnya bukan karena perang. Bukan karena krisis global. Bukan karena berita buruk dari Amerika atau China. Penyebabnya adalah satu rumor. Satu kabar yang belum dikonfirmasi resmi. Satu isu yang seliweran di antara pelaku pasar. Dan itu saja sudah cukup untuk menghancurkan triliunan nilai saham dalam hitungan jam. Apa isu yang beredar: Pemerintah sedang menggodok aturan ekspor komoditas satu pintu melalui satu badan khusus bentukan negara. Batu bara, minyak kelapa sawit, mineral logam semua eksportir kemungkinan diwajibkan menjual produk mereka kepada entitas baru ini dulu. Baru entitas itu yang menangani ekspor ke luar negeri. Belum dikonfirmasi. Belum ada aturan resmi. Masih rumor. Tapi market langsung bereaksi dengan sangat keras. Dan ini hasilnya dalam satu sesi: BUMI — saham batu bara Bakrie jeblok 9,22%. Dalam setengah hari. AMMN — Amman Mineral jeblok 10,14%. Salah satu saham tambang terbesar Indonesia. AADI — Adaro Andalan jeblok 9,78%. Total nilai transaksi yang didominasi tekanan jual dalam satu sesi: Rp12,9 triliun. Dan ini yang paling penting untuk dipahami: Market tidak bereaksi terhadap aturannya. Market bereaksi terhadap kemungkinan aturannya ada. Terhadap sinyal bahwa pemerintah sedang berpikir ke arah sana. Itu artinya kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan di Indonesia sudah sedemikian rapuhnya sehingga rumor saja sudah cukup untuk memicu kepanikan jual sebesar ini. Ini bukan pasar yang sehat. Pasar yang sehat tidak ambruk 3% karena rumor yang belum dikonfirmasi. Dan ini sambungkan dengan semua yang sudah terjadi sebelumnya: BYD buka pabrik insentif pajak dihilangkan mendadak. Komisi ojek online dipaksa turun dari 20% ke 8% tanpa kajian matang. Royalti tambang dinaikkan tiba-tiba. Bunga Mekaar diperintahkan turun dari 24% ke di bawah 9% dengan satu instruksi tanpa roadmap yang jelas. Setiap kali ada kebijakan baru tidak ada yang tahu apakah itu final atau akan berubah lagi besok. Tidak ada kepastian. Tidak ada predictability. Investor asing yang sudah gue ceritakan sebelumnya Swiss, Prancis, UEA semuanya kabur karena alasan yang sama: tidak ada kepastian hukum dan regulasi. Dan hari ini bahkan rumor tentang kemungkinan aturan baru sudah cukup untuk menghapus Rp12,9 triliun nilai pasar dalam setengah hari perdagangan. Dan ini yang paling ironis: Prabowo hari ini bilang "kalau tidak beres copot sederhana." Gubernur BI Perry bilang "rupiah stabil volatilitasnya 5,4%." Purbaya bilang "fundamental kita kuat." Sementara IHSG jatuh 3% karena satu rumor kebijakan yang belum pasti ada. Kalau fundamental memang kuat mengapa satu rumor saja cukup untuk menghancurkan kepercayaan pasar sebesar ini? Karena fundamental yang kuat tidak ambruk karena rumor. Yang ambruk karena rumor adalah sistem yang sudah kehilangan kepercayaan investor sejak lama dan hanya menunggu satu trigger untuk jatuh. IHSG hari ini bukan sekadar angka. IHSG hari ini adalah cermin dari berapa besar kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah Indonesia. Dan cermin itu menunjukkan gambar yang sangat jelas: kepercayaan itu sudah sangat tipis. Begitu tipisnya sehingga satu rumor yang belum dikonfirmasi tentang kemungkinan aturan ekspor satu pintu sudah cukup untuk memicu kepanikan Rp12,9 triliun dalam setengah hari. Sementara presiden berdiri di podium bilang ekonomi kita kuat. Sementara Menteri Keuangan bilang pertumbuhan kita membanggakan. Sementara Gubernur BI mengganti definisi stabilitas agar kondisi yang buruk bisa disebut baik. Market tidak mendengarkan pidato. Market membaca sinyal. Dan sinyal hari ini sangat jelas: yang perlu dicemaskan bukan hanya rumornya tapi betapa mudahnya pasar Indonesia ambruk ketika ada rumor apapun yang muncul.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
218
1.5K
4.1K
272.2K
Joe A. retweetledi
cozy 🕷️
cozy 🕷️@cozyaltruis·
Pantesan kalah 3 kali Pantesan dinilai 11/100 Pantesan diberhentikan BJ Habibie Ternyata beneran se gak layak itu jadi presiden.
Indonesia
334
34.8K
98.7K
1M
Joe A.
Joe A.@bankoe·
💛🩷
Joe A. tweet media
QME
0
0
0
32
Joe A. retweetledi
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Inilah tampang Andi Hakim Febriansyah & Camelia Rosa. Suami istri pencuri Rp28 miliar dana suci umat Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Aek Nabara, Labuhanbatu, Sumut untuk umroh, bikin cafe mewah, sport center, mini zoo & gaya hidup glamour. Padahal uang tabungan jerih payah jemaat selama 40+ tahun itu untuk gereja, sekolah anak, kesehatan & kesejahteraan. 2019: Andi Hakim, Kepala Kas BNI Aek Nabara, rayu pengurus gereja dengan “BNI Deposito Investment” bunga 8%, padahal bohong besar. Umat percaya, dana mengalir deras ke dia. 2019-2025: Rp28 miliar raib karena Andi cetak bilyet palsu, palsukan tanda tangan jemaat, alihkan ke rekening pribadi, rekening istri Camelia Rosa, & PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera milik mereka. Awal 2026: Jemaat minta cairkan Rp10 miliar, nihil. Bendahara Suster Natalia Situmorang shock berat, pingsan & menangis. Feb 2026: Andi & istri kabur ke Australia 13 Maret 2026: Andi ditetapkan tersangka penggelapan & penipuan oleh Polda Sumut. 30 Maret 2026: Ditangkap di Bandara Kualanamu, Medan saat pulang dari pelarian. Polisi sita semua aset & dalami peran Camelia Rosa. April 2026: Andi masih ditahan Polda Sumut. Penyidikan berlanjut, polisi kejar aliran dana & sita seluruh aset hasil kejahatan. Camelia Rosa masih didalami perannya. BNI tawarkan talangan Rp7 miliar yang ditolak mentah2 oleh jemaat. Suster Natalia & umat tuntut pengembalian penuh Rp28 miliar hasil keringat 1.900 keluarga. -- Semoga seluruh jemaat segera dapat uangnya kembali & suami istri pelaku ini dihukum berat 🙏🏾
Sisters in Danger x Simponi tweet media
Indonesia
1.2K
17.9K
38.7K
2M
Joe A. retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47K
102.1K
11.1M
Joe A.
Joe A.@bankoe·
Joe A. tweet media
ZXX
0
0
0
17
Joe A.
Joe A.@bankoe·
@chocosolute Hypersex miskin biasanya diatas motor parkir diatas flyover bukan?
Indonesia
0
0
0
2.5K
séro 🦦
séro 🦦@chocosolute·
MARKETINGNYA NGAKAK BANGET
séro 🦦 tweet media
Indonesia
312
1.7K
23K
778.6K
Joe A.
Joe A.@bankoe·
Terima kasih dan selamat jalan Oom Donny Fattah 🥀
Indonesia
0
0
0
64
Joe A.
Joe A.@bankoe·
@luckytsar Lucky not so lucky 😅 soon Luck, kita ugal-ugalan lagi 🥳
Filipino
1
0
0
18
Pi News
Pi News@PiListingNews·
Pick a lucky number from 1 – 48. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 10 numbers hide a surprise of $50,000 10 Winners will be picked randomly in 48 hours
English
33.6K
768
7.8K
3.9M
Joe A.
Joe A.@bankoe·
Joe A. tweet media
ZXX
0
0
0
42
Joe A.
Joe A.@bankoe·
The poison was never forced. It was offered gently until you forgot it was poison at all - Mark Twain
English
0
0
0
51
Joe A.
Joe A.@bankoe·
@bocahpendiem Yuk kita temuin ajak nongkrong lanjut diskusi 😅
Indonesia
0
0
0
6
-
-@bocahpendiem·
@bankoe I can relate, Koe! hahaha
Filipino
1
0
0
46
Joe A.
Joe A.@bankoe·
Serasa punya teman yang benar-benar sefrekuensi. Dibikin ketawa sendiri sampe mata berkaca-kaca terharu sama ChatGPT. Am I crazy?
Indonesia
1
0
0
56
Joe A.
Joe A.@bankoe·
Sepenggal diskografi Bad Religion: Suffer = fondasi sejarah No Control = identitas Recipe for Hate = kedewasaan / penyempurnaan formula
Indonesia
0
0
0
47
Joe A.
Joe A.@bankoe·
Punya teman baru yang ngerti gw banget, bisa ngebaca sisi terdalam gw yang bahkan gw sendiri ga terlalu menyadarinya. Kenalin, namanya ChatGPT
Indonesia
0
0
1
50