
Maulai
61 posts


@kamarlintang Tlg ceritakan kronologinya kak. Bisa jd akan terpikirkan kemungkinan2nya klo sdh tau kronologinya
Indonesia


@LambeSahamjja @Kemdikdasmen @kemenpendidikan @AimanWitjaksono @aniesbaswedan atau siapapun, ga ada kah yg punya akses untuk bantu menegakkan keadilan?
Indonesia

Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama — sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua — pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga — bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.


Indonesia

@rreihimawari @yappingfess Standarnya 2 gan, standar samping sm standar double
Indonesia


PENAMPAKAN atau BUKAN
28 April 2026, 00:36 WIB
yang ini asli dapat dari cctv resmi, saya tidak melakukan rekayasa, tapi silahkan dinilai, ini penampakan atau bukan?
mau ngecek sendiri juga boleh, semestinya masih bisa ditonton.
di bagian tertentu di video itu yang bikin yakin, gerakannya beda sekali
-maaf kominfo GunungKidul @PemkabGK , semalam saya gak bisa tidur, ini bukan untuk menakuti-nakuti, hanya hobby mencari yang anomali saja-
Indonesia

@ibamarief @prabowo @ririecili Saya turut mendoakan, semoga mas Ibam mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya
Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻

Indonesia

@waifujohnnyjsuh @sciencededuksi @BilalFahrur Klo kondisinya badai, mungkin cukup lama kapalnya terjebak ga kemana2 atau mlh belok dr arah awal krn terbawa arus (layar kapal diturunkan). Jd mungkin sulit dikalkulasi kan y bro
Indonesia

@beolmeong @sciencededuksi @BilalFahrur Fyi perjalanan biksu Yijing (abad 7 M) dari Kedah (Malaysia) ke Tamralipti (India bagian timur) 15 hari naik kapal. Dari Kanton (Guandong) ke Foshi (Sriwijaya/Palembang) 20 hari. Mungkin bisa dikalkulasikan dari jarak tempuh ini
Indonesia

Kemarin rame bahas Ibnu Shayyad...
Nah, ada juga lho shahabat yang pernah ketemu Dajjal face to face, bukan mimpi, bukan cerita orang. Namanya Tamim ad-Dari RA.
Beliau dulu Nasrani, pelaut dari Palestina. Masuk Islam, lalu ceritain ke Rasulullah ﷺ pengalaman tak terlupakan di lautan.
Suatu hari Tamim naik kapal bareng 30 orang dari suku Lakhm & Judzam. Lautan ngamuk parah, kapal terombang-ambing sebulan penuh. Akhirnya terdampar di sebuah pulau misterius pas matahari mau tenggelam.
Mereka duduk deket pantai. Terus masuk pulau, ketemu makhluk aneh: berbulu lebat banget, sampe gak keliatan mana depan mana belakangnya. Mereka kaget: "Wahai, kamu siapa?!"
Makhluk itu jawab: "Aku Al-Jassasah."
Mereka tanya lagi, dia bilang: "Pergi ke orang di gua situ, dia lagi kangen banget denger kabar kalian."
Mereka langsung lari ke sana. Di gua ketemu laki-laki gede banget, tubuhnya dibelenggu rantai besi super kuat — tangan ke leher, kaki dari lutut sampe mata kaki.
Mereka bilang: "Celaka kamu, siapa kamu sebenarnya?"
Orang itu balik nanya: "Ceritain dulu tentang pohon kurma Baisan, apakah masih berbuah?"
Mereka jawab iya. Dia bilang: "Nanti bakal gak berbuah."
Lalu tanya danau Tabariyyah (punya air banyak?), mata air Zughar (dipakai irigasi?). Semua dia tanya detail, lalu nanya soal Nabi yang buta huruf (Rasulullah ﷺ).
Mereka cerita: "Beliau sudah hijrah ke Yatsrib (Madinah), perang sama Arab, dan menang."
Dia denger, lalu bilang: "Kalau gitu lebih baik mereka taat sama dia."
Lalu laki-laki besar itu ngaku: "Aku ini Dajjal. Sebentar lagi aku diizinin keluar. Aku bakal keliling bumi, masuk setiap negeri selama 40 malam, kecuali Makkah dan Madinah. Dua kota itu haram buat aku. Tiap mau masuk, malaikat dengan pedang bakal halangin."
Rasulullah ﷺ pas denger cerita ini dari Tamim, langsung kumpulin orang-orang dan bilang: "Demi Allah, aku gak kumpulin kalian buat wasiat atau ancaman. Tapi karena Tamim (yang baru masuk Islam) cerita ini, dan itu cocok banget sama yang aku ceritain ke kalian selama ini tentang Dajjal."
Beliau pukul mimbar: "Ini Thaibah (Madinah), ini Thaibah..." dan nunjuk ke timur: "Dia ada di timur... di timur... di timur."
Subhanallah. Shahabat yang beneran liat Dajjal dengan mata kepala sendiri, denger suaranya, sampe Rasulullah konfirmasi ceritanya sahih.
Hadits ini diriwayatkan Fatimah binti Qais RA di Shahih Muslim.
Artinya guys... Dajjal itu nyata, sudah "siap" di belenggu nunggu izin Allah. Tapi Makkah & Madinah aman, dijaga malaikat.
So, kita minta perlindungan sama Allah dari fitnah Dajjal ya, setiap sholat. Amin.


Indonesia

@sciencededuksi @BilalFahrur Cocoklogi sy: klo badai dahsyat sampe sebulan, kemungkinan itu di samudera luas, kalau arahnya timur dr madinah (dan dkt samudera), sangat masuk akal klo lokasinya sekitar pakistan/india. Klo timurnya kejauhan bs sampe sumatera soalnya, hehe
Indonesia

@BilalFahrur Pertanyaannya kira2 itu shahabat yg bertemu Dajjal di perairan mana ya?
Indonesia

@d2_didit36172 @BilalFahrur Cocoklogi sy: klo badai dahsyat sampe sebula , kemungkinan itu samudera luas, kalau arahnya timur dr madinah (dan dkt samudera), sangat masuk akal klo lokasinya sekitar pakistan/india. Klo timurnya kejauhan bs sampe sumatera soalnya, hehe
Indonesia

@BilalFahrur Gw pernah baca teori terbaru klw dajjal terkurung di pulau astola di kuil kali bukan socotra

Indonesia

Banyak sebenrnya, cuma gue ceritain salah 1 aja ya yg bikin gue merinding sampe sekrng klo gue ceritain
Didatengin sama Demitnya pelet kk gue (yg mau melet kk gue)
Berawal dari mama yg curhat mulu oerkara kk gue yg berubh dri awalnya suka pulang sminggu skli (karna kk kerja di Jkt) jdi ga pernh pulng trkhir dpet kabar dr sodara yg dsana klo kk suka pulng ke Garut alias rumh pcrnya yg di Jkt, wktu itu mamah certa sedih bgt smp nangis, gue ga tega dong trs ak bilng "nanti juga si aa mah pulang lg, lagi kapoekan ku awewe (gelap sama wanita)" malemnya gue Sholat hajat yg di khususkan buat kk gue buat dia pulang kerumh mnta sama Allah biar kk dibukakan mata dan hatinya biar disadarkn sama kluarga disni intinya kk balik lg lah ke keluarga, gue baca do'a Sebisa gue pokonya.
Singkat cerita kk gue tibatiba balik nih ke rumh mamah seneng dong anak kesayangnya balik, nah dari sinilah awal mula gue di datengin sama tuh demit, gue mulai ceritanya nih
Inget bgt, tengah malem klo gasalah mamasuki jam 12 mlm krna kebetulan gue blm tidur saat itu, baru aja ni mata merem bberapa mnit, udh ga enak nih perasaan awalnya kek eureupeureup biasalah krna emng sblmnya sering tpi yg ini beda.
Dada gue sampe sesek kek badan gue tuh kek ketindihan bnda yg amat besar, mau buka matapun susahnya masyaAllah gue bacabaca sebisa mungkin sampe gue berasa (ini sadar ga sadar) gue buka mata dan demit itu tepat ada di atas kepala/bantal gue dan posisinya tuh bdan dia nutupim muka gue tpi wajahnya tuh diatas wajah gue bgt (njir merending) dsana leher gue kek di cekik kerasa bgt sakit + seseknya kek apa, si demit ini ngomong dgn suara seraknya itu dia ngomong gini
"Wanian dia nganganggu pagawean aing" (berani bgt km ganggu kerjaan saya), ga tau kenapa gue ngeuh kalo yg dia mksud kk gue trs gue jwb "heueuhlah ku aing di gnggu da eta lanceuk aing wajar w da aing adina" (iyalah sama saya dignggu krna itu kk saya wajar aja karna saya adenya), cekikanny dia makin kenceng trs dia bilng lagi "sia ku aing dibawa sakalian" (kamu saya bawa seklian) trs gue reflek jwb "sok w wani mah bawa aing, nu neanganna lain hiji, sia teu apal aing saha?" (Silahkan saja kalo berani bawa saya, yg nyarinya ga akan cuma 1, km ga tau saya siapa) dhl bnern gue aja ga tau gue sapa yaitumah ancaman aja wkwk sampe akhirnya pas gue udh bilng gtu, dia ngurangi tenaga cekikannya seolah seperti dia menerwang terlebh dahulu apa yg aku bilng tdi, sampe dia berangsung lpasin cekikan dia tnpa sepatah ktapun dan dia menghilng (ini gue certa gini leher gue sakit bjir)
Gue lngsung terduduk dan seolah masi gapercaya dgn apa yg terjdi sblumnya, gue masi inget ciriciri tuh demit kek mana
Badannya berisi, perut buncit wajah kek nenek nenek tpi bdannya umur 20an, rambutnya panjang tipis tpi menggumpal gtu basah kuyup kek abis keramas, pke baju putih lusuh udh kecoklatan krna lumpur, kukunya panjang bgt cekikannya itu membekas dan masi bsa gue rasain pas gue ceritain ini
Besoknya gue certa ke mamah apa yg gue alamin semlm, dan mamah bilng dimimpi mamah dia liat kk gue memang di halangi sama demit yg gue certain ciricirinya ke mamah, sama persis. Mamah bilng itu demit yg bersal dr peletnya kk lewat media garam (masakan) yg suka di konsumsi sama kk pas ditmpat kerja, efeknya gtu bikin lupa sama keluarga yg ada dlm ingatnnya hanya cewe itu semua pokonya yg ada di otaknya cuma cewe otu doang, sblm kk balik k jkt mamah berpesn buat jgn smbrangn makan mknan dri org lain klopun dikasih hrus berdo'a dulu, mama ga jlsin k kk maksudny apa. Sampe kk pulng san crta yg tdinya cewe ini mau diknalin jdi diurungkan niatnya krna kta kk sepulng dr sini ribut sama cewenya dan kk jdi malik benci ke si cewe ini katanya liatnya kek jiji aja gtu.
Dah ya leher gue sesek wkwkwk.
sebutsaja fer@ferdidwjlnt
mumpung maljum kasih dong opini atau cerita kalian tentang hal mistis di Indonesia
Indonesia
















