Fans @Indosiar

33.6K posts

Fans @Indosiar banner
Fans @Indosiar

Fans @Indosiar

@bowbono

HAI. https://t.co/LHG0rWOWGY

Yogyakarta, Indonesia Katılım Temmuz 2009
816 Takip Edilen554 Takipçiler
Fans @Indosiar
Fans @Indosiar@bowbono·
@arieparikesit Labu kukus ini cepat mateng ya. Kalo ngukusnya kelamaan jd lembek, kurang suka wkwk. Jd harus cek tekstur yg pas di menit ke berapa. 🤣
Indonesia
1
1
1
316
#KelanaRasa
#KelanaRasa@arieparikesit·
Bawa gaes buat bekal di jalan
#KelanaRasa tweet media
Indonesia
36
2
63
3.8K
s0toayam
s0toayam@s0toayamm·
@antarani_hana Weh mana bisa bertahan 😭 yg di sby sinchon pocha pdhl murah, enak, ada rooftop ala drakor aja tutup april kemaren pdhl anakku doyan pol makan situ huhu
s0toayam tweet medias0toayam tweet medias0toayam tweet media
Indonesia
7
1
96
22.6K
a.m
a.m@antarani_hana·
pantes sepi, masa toppoki seporsi 102rb😫 kursimu lho ko rapat ning kelurahan
a.m tweet media
Indonesia
536
1K
28.2K
1.8M
Fans @Indosiar retweetledi
Sengoku Kang
Sengoku Kang@_mizuhashi·
@Sentjoko @allah Berjamaah + awal waktu itu effortnya gede. Terus 3 tempat itu di utamakan ya emng tempat yg dimuliakan oleh Allah. Lagian muslim mah ga ngitung pahala, mau dikali 100.000 pun ya kalau besok nya ga shalat mah dosa 😂 lagian gaada yg tau juga jumlah pahala brpa.
Indonesia
0
9
278
6.9K
Fans @Indosiar retweetledi
Ivan Lanin
Ivan Lanin@ivanlanin·
"Mohon maaf, seluruh petugas kami sedang melayani pelanggan lain." Kalau merasa tidak perlu minta maaf, coba alternatif ini: - Mohon kesediaan untuk menunggu. - Terima kasih atas kesediaan menunggu. Bisa tambahkan "Petugas kami akan segera melayani Ibu/Bapak."
Indonesia
8
66
333
12.8K
Fans @Indosiar retweetledi
Kadam Sidik
Kadam Sidik@AghaarXx·
Jangan sampai karena ada orang yang melampaui standar, kemudian membuat kita tak mau mengapresiasi yang sesuai standar. Jangan sampai karena ada guru yang tak mau digaji, kemudian kita tidak mengapresiasi guru yang menerima gaji yang sesuai haknya. Jangan sampai karena punya karyawan yang rela lembur, lantas kita tidak mengapresiasi karyawan yang pulang pada waktunya.
Indonesia
10
211
887
12.8K
Fans @Indosiar retweetledi
alfin rizal
alfin rizal@alfinrizalisme·
ketika guru-guru dinaikkan gajinya hingga 300% tapi cuma beberapa detik🥹 “karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. ada yang sampai hampir 300% naiknya penghasilan guru-guru. EEEEE HAKIM-HAKIM KITA.”
Indonesia
2.1K
17.1K
47.9K
4.1M
khansa
khansa@khansaneira·
kemarin check in hotel sama suami gw & ktp kita masih blm diupdate….JUJUR agak takut digrebek tapi gpp 🫶🏻 seru banget nikah
khansa tweet mediakhansa tweet media
Indonesia
122
126
11.3K
391.6K
Ayman Alatas
Ayman Alatas@AymanAlatas·
Ada ga yang kaya aku kalo pas olahraga mau itu lari atau gym ga pernah pake headset?
Indonesia
129
3
274
36.5K
Fans @Indosiar retweetledi
Choky 😺
Choky 😺@Choky4ever·
Baca komenan warga fesnuk emang asal jeplak soal sidang isbat Idul Adha.''Kenapa sih msh lama udah bisa sidang tp kalo Idul Fitri sidangnya mepet?'' Kalo yg nanya nonis gue jelasin tp kalo sama2 muslim males gue jawabnya 😆 Benci pemerintah boleh tp ya jgn nggladrah gitu. 😆
Indonesia
0
1
1
133
Fans @Indosiar
Fans @Indosiar@bowbono·
Nunggu hasil sidang isbat.
Indonesia
0
0
0
50
Fans @Indosiar retweetledi
dr. Gia Pratama
dr. Gia Pratama@GiaPratamaMD·
H-1 keberangkatan. Semua yang saya siapkan selama dua bulan terakhir, insyaAllah sudah sampai di titik akhir. Persiapan fisik sudah. Tas emergency berisi alat medis dan obat-obatan untuk jamaah sudah siap. Data medical check up jamaah sudah saya pelajari. Alur rujukan pasien sudah disiapkan. Koper pribadi juga sudah tertata. Kain Ihram pun sudah siap. Sekarang tinggal menata satu hal terakhir. Hati. Semoga tubuh ini kuat. Semoga pikiran ini jernih. Semoga langkah ini dijaga. Semoga setiap keputusan medis yang saya ambil nanti selalu Allah tuntun dengan ilmu, ketenangan, dan kasih sayang. Besok, insyaAllah saya berangkat untuk menjalani Spiritual Journey ini, menjalankan amanah menjaga kesehatan jamaah Haji di Tanah Suci sampai kembali ke Tanah Air. Bismillah. Bismillah ya Allah. Mudahkan. Kuatkan. Lindungi kami semua.
dr. Gia Pratama tweet media
Indonesia
130
133
1.9K
33.1K
#KelanaRasa
#KelanaRasa@arieparikesit·
Yang domisili di Jateng dan Jatim apakah berminat menjadi tim lapangan Pendamping Proses Produk Halal (P3H)? Dikerjakan saat waktu luang, baik posisi sedang bekerja atau tidak bisa melakukannya. Honor lumayan juga aku lihat, based berdasarkan pedagang yang dicover ya, makin rajin makin banyak pendapatannya, itunganku setata UMR lah dan ini freelance. Tidak ada pengeluaran sama sekali untuk join ya. Saya hanya bantu temannya teman mencari yang minat, Info saja nanti saya beritahu langkah selanjutnya, nanti berhubungan langsung dgn yang bersangkutan. Ini buat program jaminan halal yang free buat pedagang kecil ya.
Indonesia
11
5
6
920
Fans @Indosiar retweetledi
HAHINGANG ❗❗
HAHINGANG ❗❗@hahingang_·
AHmad SyaHri Assidiqi. Sang poLitisi muda from Jember ini akHirx meMinta maaf secara terBuka.
Jawafess@jawafess

Lur

Indonesia
1.1K
261
1.2K
1.2M
Fans @Indosiar retweetledi
Wan
Wan@amirwawan_·
klaten banyak keajaiban
Wan tweet media
Indonesia
1
1
0
351
Fans @Indosiar retweetledi
Andre Mrz
Andre Mrz@andremirza·
buat para pelari yg juga tamu hotel, ga susah kayaknya habis lari balik ke kamar dulu ganti baju dan di lap keringetnya, jangan langsung masuk ke area breakfast 😭😭😭 bau ubur2 mati di ruangan makan 😭😭😭 jadi mual bolak balik elu lewat badan kuyup keringetan TAU.... 🤬😤🐷
Depok, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
119
997
12.8K
569.7K
Fans @Indosiar retweetledi
daddy
daddy@dedymursaid·
@iknoooican Akan di-update berkala ya guys
daddy tweet media
Indonesia
98
174
2.4K
90.1K
Fans @Indosiar retweetledi
Kadam Sidik
Kadam Sidik@AghaarXx·
Apakah kita benar-benar ber-"La ilaha Illallah?" Seringkali kita merasa telah sangat Islam hanya karena lisan telah berucap "La ilaha illallah". Kita merasa Islam kita sudah sempurna hanya karena tidak lagi bersujud pada berhala, Merasa bshwa sekutu Allah itu hanyalah mereka yang mungkin selama ini dipertuhankan secara kasat mata, dari Yesus, Brahmana, ataupun yang lain, tanpa menyadari bahwa setiap hari hidup kita adalah medan ujian bagi tauhid tersebut. Kalau kita coba berandai, andai Allah kemudian memerintahkan hambanya, "wahai hambaku, jangan kalian bekerja, niscaya kalian akan menemukan setiap pagi di rekjening kalian berisi 10.000 dollar", lalu saat pagi ia benar-benar melihatnya. Atau andaikan Allah memerintahkan, "wahai hambaku, sakitmu itu, kamu tak perlu berobat, niscaya esok pagi kamu akan sembuh", dan dia benar-benar menemukan dirinya sembuh, niscaya tak ada ujian pada La Ilaha Illallah di sana. Namun, Allah justru membungkus Kemahakuasaan-Nya di balik tirai asbab (sebab-akibat). Allah memintamu bekerja dan berobat, sembari meyakini bahwa yang menyembuhkan dan memberikan rezeki bukanlah pekerjaan dan obat itu, melainkan Allah. Obat dan pekerjaan itu hanyalah sebab, dan Allah yang memberi dampak. Dia memerintahkan kita bekerja seolah dunia bergantung pada tangan kita, namun mengharamkan hati kita meyakini bahwa pekerjaan itulah yang mendatangkan rezeki. Di sinilah letak ujiannya, di saat tangan kita menyentuh sebuah fisikal, namun ruh kita harus melampaui cakrawala asbab. Ini sangat sangat sangat sulit. Beruntunglah bagi mereka yang sampai... Betapa sering kita melekukan syirik kecil pada perkara-perkara kecil. Misalnya, saat badai kesulitan menghantam kencang, yang pertama kali terlintas dalam benak kita pertama kali adalah saldo bank, koneksi, atau kehebatan akal sendiri, bukannya Sang Maha Pengendali Takdir. Dalam hal ini, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik yang aku dan para Nabi sebelumku katakan (qultu) adalah La ilaha illallah...". Banyak yang mengira bahwa yang spoesial dari hadis tersebut, ya, sekedar ucapan "La ilaha illallah..". Kata qultu di sana hakikatnya, bukan sekadar "aku berucap" di lisan, melainkan i'taqadtu, "aku meyakini", dengan segenap jiwa dan ragaku. Ia adalah sebuah i'tiqad bahwa seluruh kerajaan semesta ini dan segala pujian adalah murni milik-Nya secara mutlak. Maka, hakikat tauhid adalah sebuah proses "peniadaan diri", agar kita tidak lagi melihat makhluk memiliki daya sekecil debu sekalipun. Ia adalah sebuah keyakinan dan penyerahan diri secara total, agar kita tidak diperbudak oleh kecemasan akan hari esok. Ketika qultu telah berubah menjadi i'taqadtu, kita akan melangkah dengan tenang di atas bumi. Kita akan bekerja sebagai bentuk adab kepada syariat yang Allah perintahkan, namun tetap meyakini bahwa hanya Allah yang memegang kendali atas setiap cerita. Dan ketika telah sampai, maka tiada satu pun ujian, kecuali ia mampu membuat hatinya lebih tentram dan lebih baik.
Indonesia
8
153
759
13.1K
Fans @Indosiar retweetledi
Khanif Irsyad
Khanif Irsyad@khanifirsyad·
Saya pernah ada di posisi kalo belum jam 1 malem, belum ngantuk. Tidur paling cepet jam 2. Sebagai gantinya, bisa tidur pagi sampe siang. Akhirnya siklusnya muter kayak gitu terus. Setelah refleksi, saya ngerasa kebiasaan2 buruk itu perlu diubah. Ditambah, saya harus punya kebiasaan yg baru. Saya pun bertekad utk gak tidur pagi. Tercetus challenge #MenjagaPagi. Tujuannya simpel, biar pagi gak tidur. Ternyata dari situ, saya jadi kepikiran aktivitas yg sebelumnya gak terbayangkan. Saya mulai memenej aktivitas, dari pagi sampe malem. Hidup saya bener2 ngerasa lebih tertata. Pagi ngerasa lebih produktif, malem ngerasa capek dan jadi ngantuk. Kuncinya? Memenangkan pagi hari. Dari situ, saya nge-set maks tidur jam 12 malem. Dan bangun 30 menit sebelum subuh. Alhamdulillahnya, habbit itu bisa kejaga sampe sekarang. Saya percaya, kebiasaan baik akan menghidupkan kebiasaan baik lainnya.
Khanif Irsyad tweet mediaKhanif Irsyad tweet mediaKhanif Irsyad tweet mediaKhanif Irsyad tweet media
F@cowosukamatcha

guys mau nanya, kalian kalau lagi susah tidur itu biasanya ngapain?

Indonesia
24
260
2.2K
113.2K