ädiyat

205 posts

ädiyat banner
ädiyat

ädiyat

@cap_pucin0

butiran kenangan • mas jawa asli🇮🇩

Katılım Mart 2026
253 Takip Edilen207 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
Baru mulai main X Katanya orang²nya ramah ya
Indonesia
3
0
1
399
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
@jeneocitys Turut berdukacita, kak. Sumpah kl korban kecelakaan bukan karna kesalahannya tuh berasa ikut sedih banget dah, apalagi pejuang rupiah😭
Indonesia
0
0
1
1.3K
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
Lagi² yg waras harus ngalah sama yg bloon Udah berapa byk kecelakaan akibat nerobos perlintasan kereta?
🐶🦁@lmhmkl

@CommuterLine Saran aja untuk ke depannya... Kalau kereta jauh mau lewatin stasiun jarak dekat sebaiknya bawanya agak dipelankan jangan terlalu kencang🙏🙏🙏 mohon maaf kalau ada salah kata

Indonesia
0
0
0
11
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
WHAT!🤷 Fancy you uuuuuu.... Liriknya begitu Lagunya enak juga, lupa nama grupnya
Indonesia
0
0
0
36
sisiy
sisiy@SeptiannSisca·
Hai aku lewat?
Indonesia
4
0
0
91
ädiyat retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
418
20.7K
51.4K
1.3M
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
Harusnya bersapi nggksih 😬
ädiyat tweet media
Indonesia
0
0
1
26
💭 baseconvo
💭 baseconvo@baseconvo·
💭 kalo ceo kantor kalian tbtb ngejar kalian, apa yang kalian lakuin
Indonesia
21
0
3
1.8K
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
@tanyarlfes 🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊🎉🎊
QME
1
0
113
294
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 hi halo temenan yok
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
577
26
212
22.4K
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
Kangen punya pasangan lagi hahahaha
Indonesia
0
0
0
41
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
@tanyarlfes Low - soul funk version Enak bet kl lg di mobil dengerinnya😁
Indonesia
0
0
0
222
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 morning!! guys kalian lagi suka denger lagu apa? selain kicau mania plss 😭
Indonesia
142
2
66
13K
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
@sbmptnfess Nanti mas yg onoh bikin thread "gemetar abis disosor laki"
Indonesia
0
0
1
283
CEK PINNED!
CEK PINNED!@sbmptnfess·
PTN! Sampai sekarang masih kepikiran 😭 kalau kamu lihat ini, maaf yaa mas.
CEK PINNED! tweet media
Indonesia
529
803
13.3K
749.2K
ädiyat
ädiyat@cap_pucin0·
@tanyarlfes Mulai sekarang kamu perketat saldo tabunganmu, Nder. Jangan mau kl diminta duit kl alesannya gk jelas.
Indonesia
0
0
1
2K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 guys aku nemu ini di hp suamiku, cara tau dia judol atau gk gmna ya? soalnya kalo ditanya pasti gk mau ngaku atau mungkin kalian ada saran gimana cara nanyanya? soalnya setau aku dia jg ada pinjol yg nominalnya lumayan gede dan aku gk dikasih tau uangnya buat apa
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
302
29
1K
472.7K