D'n1

1.5K posts

D'n1 banner
D'n1

D'n1

@d3N1_4

Katılım Mayıs 2024
442 Takip Edilen66 Takipçiler
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@henrysubiakto Ngaku pengawal UU ITE 15 th tp gk bisa bedain "dakwaan yg bisa dikoreksi" dg putusan "bebas murni" ? Kan JPU tinggal revisi berkas, sidang bisa lanjut lg. Prof yg harusnya mengedukasi malah giring opini sesat demi ego politik & konten sepihak. It ain't over 'til it's over !
Indonesia
0
0
4
267
Henri Subiakto
Henri Subiakto@henrysubiakto·
Penerimaan eksepsi terdakwa dr Tifa oleh Majelis Hakim PN Jakarta Timur menunjukkan amburadulnya dakwaan Jaksa, yg bahannya berasal dari penyidik kepolisian. Ini juga refleksi kualitas penegak hukum, yang kadang bekerja dalam tekanan atau pesanan dari mereka yg punya pengaruh besar. Bersyukur masih banyak para hakim yang memiliki hati nurani dan keberanian memutus secara independen seperti hari ini, walau juga dengan keputusan sela ini, berarti ijazah Jokowi tetap jadi misteri.
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ@NenkMonica

DOKTER TIFA BEBAS ? Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menerima eksepsi terdakwa Tifauzia Tyassuma (Dokter Tifa) dalam perkara ijazah Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), pada Kamis (23/7/2026). Dengan putusan itu, artinya persidangan ini tidak dilanjutkan ke tahap pembuktian alias berhenti.

Indonesia
29
46
163
6.9K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@henrysubiakto It ain't over 'til it's over Penasaran, Prof. Jk Jaksa ajukan dakwaan baru hasil koreksi, Jokowi hadir bawa ijazah asli, & sidang berlanjut sampai vonis, apa Prof akn ksatria akui klo postingan "Case Closed" hari ini cuma cherry picking? Atau nanti malah nyalahin Hakim lagi? 🤔
Indonesia
0
1
2
260
Henri Subiakto
Henri Subiakto@henrysubiakto·
Hari ini diberitakan bahwa Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengabulkan eksepsi terdakwa kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa. Dengan diterimanya eksepsi terdakwa tersebut maka Sidang terkait ijazah tidak akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi, ahli dan terdakwa. Tidak ada pula pemanggilan atau kehadiran pak Jokowi. Berkas perkara dan kelengkapannya oleh Hakim dikembalikan kepada kejaksaan. Dengan putusan sela tersebut, maka pengadilan terkait ijazah Jokowi harus dihentikan demi hukum. Pengadilan tidak lagi dilanjutkan dengan memanggil saksi saksi. Case Closed, ijazah Jokowi tetap jadi misteri, berdasar persepsi masing-masing rakyat dan warga negara Indonesia. Walau keingintahuan rakyat belum terjawab secara legal lewat proses pengadilan, kasus Tifa berhenti. Persoalan palsu tidaknya ijazah Jokowi tetap jadi misteri. Ini memang skenario politik hukum yg sudah saya perkirakan jauh jauh hari, sebagaimana sudah saya sampaikan di podcast Rudi Kamri, dua minggu lalu, yang hanya buang waktu, yang berakhir dengan bebasnya Jokowi dari pengadilan ijazah yang selama ini selalu dihindari.
Indonesia
54
83
233
15K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@tham878 Putusan sela yg justru menggagalkan strategi hukum pihak Roy krna gagal nyontek di sidang pembuktian Tifa. Smentra sidang Tifa bisa diajukan kembali stelah jaksa koreksi tuntutannya. Kini pihak Jokowilah "penentu" timing sidang ini apakah start bareng atau justru Roy yg duluan.😉
Indonesia
0
0
3
475
D'n1 retweetledi
♏💤🇯🇵🅰️🇱🅴❎™️✪ⓃⓀⓇⒾ🇮🇩☀️
Maksud Suhadi : Eksepsi Tifa dikabulkan, Hakim hanya memerintahkan JPU memperbaiki surat dakwaan sehingga proses persidangan pokok perkara belum dimulai. Krn KUHAP tdk mengatur batas waktu yg kaku utk memperbaiki dakwaan setelah putusan sela, bisa saja JPU baru mau melanjutkan perkara setelah proses praperadilan Roy Suryo selesai. Jika itu terjadi, bukan tdk mungkin persidangan keduanya berjalan hampir bersamaan, sehingga Roy Panci tdk memiliki kesempatan melihat lebih dulu jalannya pembuktian dalam perkara Tifa. Yang pasti, putusan eksepsi adalah putusan sela, bukan putusan akhir. Penentuan bersalah atau tdknya terdakwa tetap diputus setelah seluruh proses pembuktian selesai. Jadi, tdk perlu buru-buru menyimpulkan perkara sudah dimenangkan.
Indonesia
55
12
67
16.2K
♏💤🇯🇵🅰️🇱🅴❎™️✪ⓃⓀⓇⒾ🇮🇩☀️
Bona... Bona...klo masyarakat yg menilai, itu namanya opini, bukan penilaian yg memiliki kekuatan hukum mengikat. Masyarakat tentu bebas berpendapat atau mengkritik suatu dokumen di ruang publik. Namun, pendapat publik tdk menentukan status hukum suatu dokumen ijazah. Lembaga yg berwenang menilai keaslian atau keabsahan suatu dokumen ijazah pada dasarnya adalah lembaga yg menerbitkan ijazah tersebut & jika timbul sengketa hukum, penilaian akhirnya berada di tangan pengadilan.
Indonesia
42
26
89
8.7K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@tham878 Menunggu Bonatua gugat UNJ ke KIP agar semua arsip hitam diatas putih terkait "karpet merah" kpd Roy Suryo dibuka ketimbang publik mengemis klarifikasi dr UNJ.
Indonesia
0
0
1
141
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@DianSandiU Setuju Bang, Nepal itu pengingat mahal agar komunikasi pusat gk kaku. Kita juga punya PR mendidik Gen Z agar kritiknya berbasis riset: fasih isu nasional, tp gak boleh gagap ttg rumah sendiri. Saatnya senior belajar mendengar, dan junior belajar sedia data. 🤝🙏🇮🇩
Indonesia
1
1
0
567
Dian Sandi Utama
Dian Sandi Utama@DianSandiU·
Mr. Q orang pintar. Kita memberi masukan kpd Pemerintah untuk mengelola komunikasi yg lebih baik thd Gen Z, sebelum semuanya terlambat. Cukup Nepal jadi saksi sejarah, bagaimana generasi ini sangat tdk menyukai gaya komunikasi paternalistik.
D'n1@d3N1_4

@DianSandiU Kalau diikuti secara keseluruhan, sprtinya semua yg mau GenZ dengar itu sdh dijawab oleh Mr. Q bang 🙏

Indonesia
9
0
12
2.4K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@Kimberley_PS08 Pemirsa bukannya melihat bulan yg ditunjuk tapi malah melihat telunjuk yg menunjuk bulan.
Indonesia
0
0
0
32
Kimberley
Kimberley@Kimberley_PS08·
Nah, sayangnya para pemirsa X tidak melihat hal ini. Yang dilihat pemirsa adalah Fatimah vs Qodari dan Fatimah adalah pemenang debat. Bukan esensi diskusinya
hariqo satria@hariqosatria

Benar2 dialog yg saling menghormati. Dulu mahasiswa menonton, kini perwakilannya jadi narsum utama, di jam tayang utama, langsung berdebat setara dgn Kepala Bakom RI. Ini tradisi baru. Terbukti kritik mahasiswa bagus dan bernas. Hormat dan doa kita untuk kesuksesan Mbak Fatimah Azzahra, pelajar dan seluruh teman2 mahasiswa. Di menit2 awal, tiga kata pertama dari Bang Qodari adalah "bagus dicek," sebuah pengakuan pada temuan teman2 mahasiswa ttg pembangunan Koperasi Desa di Aceh. Ia sampaikan “jadi di negara kita ini, ada tiga bentuk usaha: perusahaan swasta, bumn dan koperasi. Nah koperasi ini yg paling ketinggalan, dan kalau tidak ada dukungan dari negara, tidak akan bisa berkembang dan tumbuh” kata Bang Qodari. Kepala Bakom ini banyak memberikan apresiasi, dan mencatat kritik Mbak Zahra, lalu menjawabnya dengan data (Sayang bagian ini dihilangkan oleh saudara2 kita penyebar potongan). Bang Qodari bahkan mengusulkan kepada Menkes agar mahasiswa dilibatkan dalam evaluasi program MBG (cek di akhir video). Layaknya sportivitas dalam sepak bola. Di awal mereka bersalaman, bertanding dan kembali bersanding, lalu balik ke medan pengabdian masing2. Teman2, tempat kita berjuang mungkin berbeda, tetapi nadi kita berdetak untuk tujuan yang sama. Kita satu tim. Kita semua ingin ekonomi saudara2 kita di desa dan pesisir maju lewat koperasi. Kita menaruh harapan yang sama: memastikan anak2 Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan tangguh untuk memenangkan persaingan di 2045. MBG" di Maroko sudah 60 tahun, USA 80 tahun, Jepang 72 thn, Brasil 71 thn, Korea Selatan 15 thn, India 70 thn. Seluruh negara berlomba2 memperjuangkan masa depan ibu hamil, ibu menyusui, balita dan pelajarnya. MBG di Indonesia baru 19 bulan, maka kita wajib terus melakukan perbaikan. Sedikit cerita, tahun 2008 (18 thn lalu) saat mahasiswa, saya juga pernah diundang ke Metro TV, berdebat dgn sesama aktivis. Kemampuan saya jauh di bawah Mbak Fathimah yg hari ini mampu berdebat dengan pejabat setingkat menteri seperti Bang Qodari. Sebab itulah kita optimis dengan seluruh pelajar, mahasiswa dan generasi hari ini. Terima kasih.

Indonesia
18
3
14
2.1K
D'n1 retweetledi
hariqo satria
hariqo satria@hariqosatria·
Benar2 dialog yg saling menghormati. Dulu mahasiswa menonton, kini perwakilannya jadi narsum utama, di jam tayang utama, langsung berdebat setara dgn Kepala Bakom RI. Ini tradisi baru. Terbukti kritik mahasiswa bagus dan bernas. Hormat dan doa kita untuk kesuksesan Mbak Fatimah Azzahra, pelajar dan seluruh teman2 mahasiswa. Di menit2 awal, tiga kata pertama dari Bang Qodari adalah "bagus dicek," sebuah pengakuan pada temuan teman2 mahasiswa ttg pembangunan Koperasi Desa di Aceh. Ia sampaikan “jadi di negara kita ini, ada tiga bentuk usaha: perusahaan swasta, bumn dan koperasi. Nah koperasi ini yg paling ketinggalan, dan kalau tidak ada dukungan dari negara, tidak akan bisa berkembang dan tumbuh” kata Bang Qodari. Kepala Bakom ini banyak memberikan apresiasi, dan mencatat kritik Mbak Zahra, lalu menjawabnya dengan data (Sayang bagian ini dihilangkan oleh saudara2 kita penyebar potongan). Bang Qodari bahkan mengusulkan kepada Menkes agar mahasiswa dilibatkan dalam evaluasi program MBG (cek di akhir video). Layaknya sportivitas dalam sepak bola. Di awal mereka bersalaman, bertanding dan kembali bersanding, lalu balik ke medan pengabdian masing2. Teman2, tempat kita berjuang mungkin berbeda, tetapi nadi kita berdetak untuk tujuan yang sama. Kita satu tim. Kita semua ingin ekonomi saudara2 kita di desa dan pesisir maju lewat koperasi. Kita menaruh harapan yang sama: memastikan anak2 Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan tangguh untuk memenangkan persaingan di 2045. MBG" di Maroko sudah 60 tahun, USA 80 tahun, Jepang 72 thn, Brasil 71 thn, Korea Selatan 15 thn, India 70 thn. Seluruh negara berlomba2 memperjuangkan masa depan ibu hamil, ibu menyusui, balita dan pelajarnya. MBG di Indonesia baru 19 bulan, maka kita wajib terus melakukan perbaikan. Sedikit cerita, tahun 2008 (18 thn lalu) saat mahasiswa, saya juga pernah diundang ke Metro TV, berdebat dgn sesama aktivis. Kemampuan saya jauh di bawah Mbak Fathimah yg hari ini mampu berdebat dengan pejabat setingkat menteri seperti Bang Qodari. Sebab itulah kita optimis dengan seluruh pelajar, mahasiswa dan generasi hari ini. Terima kasih.
Indonesia
11
9
38
8.9K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@tham878 Dian Sandi mosting foto ijazah asli utk meluruskan hoaks. Roy-Tifa justru mencopot data itu, lalu memanipulasi visualnya utk tebar gosip keliling komplek. Makanya mrka terjerat perbuatan "mengubah/memanipulasi data orang lain" (Pasal 32).
Indonesia
1
0
2
158
♏💤🇯🇵🅰️🇱🅴❎™️✪ⓃⓀⓇⒾ🇮🇩☀️
Woooy Roy Panci... lupa ya? Bukankah dulu Anda sendiri yg menantang agar dilaporkan? Ditambah lagi Anda termasuk yg paling vokal menyebarkan tuduhan soal ijazah Pak Jokowi, bahkan berani menyebut 99,9% palsu di berbagai podcast. Sekarang ketika proses hukum berjalan, masih bertanya kenapa Anda yg dilaporkan?
Indonesia
62
21
98
8.9K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@AlienNotoNegoro @henrysubiakto Lu pikir cacian lu bikin gua takut njing ? Lu gk bisa bantah narasi gua, otak lu cuma mampu caci maki blok ! Keluarin argumen bantahan lu nyet ! 🫵
Indonesia
0
0
2
90
👹 Macan Asia 👹
👹 Macan Asia 👹@AlienNotoNegoro·
@d3N1_4 @henrysubiakto anj1nk2 termul rabies otak go blocked mcm lu mn mgkn paham ttg hal tsb?.. hrsx perbanyak lg belajar jgn asal mbacot congor lu nj1nk!😂😂
Indonesia
1
0
0
101
Henri Subiakto
Henri Subiakto@henrysubiakto·
Dapat kiriman video potongan acara saya di TV One beberapa hari lalu. Memang sekarang ini netizen maunya hanya melihat dan mendengar video yang pendek dan konfrontatif. Jadilah mereka kreatif membuat video video menarik. By the way, saya memang mengurus dan mengawal UU ITE itu 15 tahun lebih. Terus sekarang, muncul orang orang yang ngaku ngerti lalu menafsir pemahaman norma hanya berdasar supaya orang yg mereka target itu bisa dihukum. Menafsir terlalu luas suatu pasal hingga tidak sesuai makna dan tujuan norma itu saat dibuat, berarti mereka meluaskan norma hingga membuat norma baru. Itu ngawur dan sangat berbahaya karena seolah berhak melakukan legislasi.
Indonesia
54
124
334
15.8K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@henrysubiakto Saya jg lihat video pengakuan jujur anda sbg adik kelas Jokowi di UGM Prof. Berbekal pengakuan & rekam jejak pengawal UU ITE, Prof sbnarnya bsa makin terkenal & jd org penting lg. Caranya ? Melamar jd saksi ahli utk dua kubu sekaligus dlm satu sidang. Rekor dunia, Prof ! 😂🏆
Indonesia
0
1
6
302
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@ThreadSeekerX @akuhanyaaku24 Apalagi yg ditanya adalah data kampusnya sendiri dimana dia sebagai pentolan BEM. Fasih bicara isu di Aceh dan nasional tp gagap data di rumah sendiri. Satu pelajaran berharga dr senior yg emosinya mengedukasi junior. Menurutku 😊🙏
Indonesia
0
0
0
12
Thread Seeker
Thread Seeker@ThreadSeekerX·
@akuhanyaaku24 Menyampaikan aspirasi itu hak mahasiswa. Yang bikin aspirasi makin kuat adalah ketika disampaikan dengan data, fakta, dan argumentasi yang akademis, sehingga diskusinya lebih berbobot dan solutif.
Indonesia
1
0
1
52
al ୨୧
al ୨୧@akuhanyaaku24·
fatimah🥺🥺😭😭😭😭😭😭 doa baik dari seluruh rakyat indonesia buat kamu😭😭😭😭 Allah kasih penjagaan aamiin😭😭 semoga gak kapok menyuarakan suara kami😭😭😭 serem bgt njir, beginilah wujud komunikasi negara ke rakyat 😐
Indonesia
936
13.7K
58.5K
3.2M
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@Stakof Mas ini emang konsisten bgt. Di isu nasab alergi sains (DNA & filologi), di isu kebijakan publik alergi statistik (BPS). Pas mahasiswa gagap ditagih angka konkret kampus sendir, malah dipelintir jd konspirasi suap. Susah kalau dr awal udh punya bakat alergi sama data ilmiah.🤭
Indonesia
0
0
2
1K
Rumail Abbas
Rumail Abbas@Stakof·
Fathimah kurang peka. "Angka" di sini sebenarnya bukan "data" faktual/statistik. Tapi "angka" yang lain. Singkatnya, jika ada pertanyaan yang nge-bold kata seperti itu, maksudnya adalah: "Anda butuh 'angka' berapa untuk diam?" Tapi ini bukan tentang Qodari, ya.
al ୨୧@akuhanyaaku24

fatimah🥺🥺😭😭😭😭😭😭 doa baik dari seluruh rakyat indonesia buat kamu😭😭😭😭 Allah kasih penjagaan aamiin😭😭 semoga gak kapok menyuarakan suara kami😭😭😭 serem bgt njir, beginilah wujud komunikasi negara ke rakyat 😐

Indonesia
13
40
279
41.5K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@PaltiHutabarat Yg ngomong fakultas kedokteran di ITB itu host, bukan Qodari. Host gagal menerjemahkan ulang ucapan Qodari krna faktanya calon mahasiswa boleh pilih fakultas berbeda dr kampus lain.
Indonesia
0
1
1
546
Satyam Eva Jayate!!!
Satyam Eva Jayate!!!@PaltiHutabarat·
Nuduh Fathimah Tidak Punya Data Dan Angka Sehingga Ngarang, Eh Qodari Malah Halu Ada Kedokteran di ITB.. Malah jadi halu sendiri 🤭
Indonesia
5
24
83
5.6K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@Jumianto_RK Seperti inilah wajah komunikasi netizen: lbh liat telunjuk dibanding bulan yg ditunjuk. Qodari menagih standar akademis: data konkret & kritik yg kekuatannya di riset. Mengapa mahasiswa yg fasih bicara isu Aceh & Nasional, tp gagap angka saat ditanya masalah di rumahnya sndiri ?
Indonesia
0
0
0
31
Junto
Junto@Jumianto_RK·
Seperti inilah gambaran wajah komunikasi pemerintahan. Modal jilat, kalau udah menjabat harus ngeyel.
Indonesia
7
25
54
1.3K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@AirinDatangLagi Gaya Qodari terasa sprti "arogansi yg mengedukasi". Nadanya menekan, tp substansinya menuntut standar tinggi : klo berani bawa isu, wajib bawa data. Sayang, Fatimah yg fasih bicara makro negara dg tenang, gagap pas ditagih data internal rumahnya sendiri (UI). Pelajaran berharga!
Indonesia
0
0
0
68
AirinNz_KembaliLagi
AirinNz_KembaliLagi@AirinDatangLagi·
Fatimah jauh lbh tenang & bisa mengendalikan Emosi Sedangkan Qodari ya Terlihat Arogan & emosian Ternyata dia blm cukup matang dlm Berdiskusi😅🤣
Indonesia
23
66
211
4K
D'n1
D'n1@d3N1_4·
@Franken_blues Mpok Oneng berani bgt nyindir Emaknya yg mimpin partainya wong cilik. Partai wong cilik tp demen rapat di hotel mewah. 🤭
Indonesia
0
0
0
92