@daAa_85@toopynity@tanyakanrl yakan? heran banget sekarang banyak orang yg penting punya pacar selagi ada yg mau sama dia padahal ga suka suka amat sama pacarnya
@tanyakanrl Dr ketikan lu ada 3 hal jelek yg lu punya
1. Lu segampang itu ngehina pacar sndri
2. Lu tinggi hati bgt berasa ga setara sm dia perkara umur & paras
3. Ada pemikiran mau bawa dia kondangan buat manfaatin dia krn lu gamau naik transum perkara jauh
Sifat jelek lu banyak bgt wkwk
@tanyakanrl mau main aja kudu dikasi warisan pacar 🤣. Gua do'ain dah lu sender semoga abis ini dapet warisan biar bisa main sendiri. Gila, ada ya manusia kaya gini modelan nya.
💚 napa pada nuduh aku minta warisan ortu pacarku. kalian gk bisa baca, kah? aku gak ada minta, cuma berharap dikasih dan diajak main doang. secara kan sekarang uang itu udh jadi milik pacarku 100%. gini doang pada salty
x.com/i/status/20498…
@tanyakanrl In this economy gw nonton film ya pake web srreaming ilegal lah yg banyak bgt iklan judol dan shopeenya, spotify yaudah gratis aja walaupun tiap abis lagu ada jeda iklan. Ngapain bayar mahal2 klo bisa gratisan.
Yg ga pernah ngerasain rasanya melarat ga usah komen.
yap! sebenernya apa susahnya deh ngetik K-A-M-U, kan dikit ya hurufnya make segala disingkat jadi km. Km tuu apa? kilometer? kamar mandi? kandang marmut?, kocak banget jadi laki masa cuma ngetik kamu aja kudu diajarin yang benar gimana, emosi saya ngeliat huruf vokal ilang begitu
🔞 | Supir truk! Toji Fushiguro (40) x penjaga warung Male! Reader (32).
Toji seorang duda anak 1 pekerjaannya adalah sebagai supir truk yang setiap harinya mengantar bahan pokok, dan perjalanannya yang jauh terkadang memaksa Toji untuk beristirahat sejenak di warung-warung pinggir jalan.
Tapi ada tempat istirahat favorite-nya Toji sebulan belakangan ini, yaitu warung sederhana yang tempatnya nggak jauh dari rumah makan yang sering Toji datangi. Bukan karena gorengannya, bukan juga karena segelas kopi hitam yang sering dia pesan. Tapi seorang pemuda yang sering gantian sama abangnya untuk jagain warung, yaitu kamu.
Kamu sering bantu jaga warungnya abang kamu, Shiu Kong, di hari Sabtu-Minggu di saat libur kerja sebagai buruh pabrik. Bukan karena kamu suka, tapi karena jaga warung di 2 hari itu bisa dapat sedikit bonus dari abangmu; lumayan, buat isi celengan kamu di kos.
Alasan Toji datang ke warung abangmu, awalnya karena dia teman dekatnya Shiu Kong. Tapi saat dia pertama kali melihat kamu yang berjaga di hari itu, Toji kaget karena kamu mirip sama Shiu; cuma bedanya kamu lebih kelihatan ramah, nggak kumisan, dan rambut sedikit panjang dari Shiu.
Toji nggak langsung menaruh rasa. Dia cuma penasaran dengan kamu yang kelihatannya sopan banget ke dia. Padahal biasanya orang-orang yang lebih muda darinya sedikit kurang ajar ke pria berusia 40 tahun itu.
"Eh, mas Toji. Hari ini nganter lagi barang lagi, ya?" | "Aduh, maaf mas... Mas Shiu lagi ke rumah sebentar mau ambil hp-nya yang ketinggalan | "Seperti biasa, kopi hitam sama tempe goreng ya, mas?" | "Mas Toji keren ya bisa luangin waktu olahraga di saat sibuk antar barang begini."
Begitu lah ucapanmu setiap kamu ketemu Toji, kadang ngobrol panjang lebar soal pekerjaanmu sebagai buruh pabrik yang perusahaannya nggak jauh dari warungnya Shiu Kong. Toji yang lebih tua juga nggak jarang memberi nasihat ke kamu soal dunia kerja, walaupun dia sendiri juga merasa belum sempurna sebagai pekerja dan sebagai seorang Ayah yang anaknya sekarang sudah duduk di bangku SMA kelas 1.
Di setiap waktu yang dinikmati, perlahan menumbuhkan rasa yang lebih dari sekedar "penasaran" di dalam hati Toji dan juga kamu. Tapi kamu yang masih sedikit sungkan berusaha menjaga sikap, agar Toji nggak merasa nggak nyaman di dekatmu. Sedangkan Toji yang berpikir 1001 cara untuk lebih dekat denganmu.
Sampai akhirnya malam Minggu yang dingin pun tiba. Malam itu hujan deras, banyak truk yang berhenti sejenak di warung terdekat; salah satunya truk yang ditunggangi Toji, yang sengaja parkir lebih dekat dengan warungnya Shiu di hari itu.
Seperti biasa, kamu menjaga warung itu. Hari itu sepi, hanya Toji yang nekat berteduh di sana.
"Loh, mas Toji?" Ucapmu sembari menghampiri Toji. "Tak kirain siapa yang ke warung hujan-hujan begini..."
Pria itu basah kuyup dan kelihatan berantakan, dengan kaos hitam dan celana jeans lusuh.
"Maaf ya, saya numpang berteduh sebentar. Warung yang lain jauh dari sini."
Bohong. Dia memang sengaja.
"Iya, mas. Boleh kok—tapi apa nggak kedinginan kalau nggak ganti baju? Kebetulan saya ada beberapa pasang pakaian di sini."
"Kamu bawa baju ganti? Memang ada kamar mandi di sini?"
"Ya bawa dong, mas. Gini-gini mas Shiu nyiapin kamar mandi dan tempat istirahat juga, biar saya nggak capek bolak-baliknya."
"Baik juga si Shiu."
Akhirnya, kamu membawa Toji ke dalam. Ke ruangan yang biasanya menjadi tempat beristirahat saat warung sementara tutup di jam tertentu. Di sana ada beberapa pasang pakaian, di atas meja kecil sederhana; ruangannya nggak terlalu besar, cukup untuk 2 orang sekaligus.
Di saat kamu memilih pakaian yang dikenakan, Toji tanpa sungkan membuka baju basah yang dikenakannya. Kamu sontak tertegun saat nengok ke belakang. Dibandingkan takut atau sungkan, kamu justru terkesima melihat tubuh Toji.
"Wow..." gumammu.
"Kenapa, dek?" Toji melirik.
"Nggak, mas... Anu, ini pakaiannya. Kayaknya ini bajunya mas Shiu deh, dan ini celanas saya, semoga muat."
c.⠀
@tanyakanrl apa karena aku gapernah nuntut kaya gitu ya makanya pacaran gapernah dapet apa apa? wkwk. Sumpah sbg cewe knp sih skrng cewe makin gak ada harga dirinya bgt, minta minta ke cowo. Secara mereka jg kerja, punya duit sendiri tp kaya bakal meninggal gt kl gak minta ke cowonya
💚 lihatlah dia guys, semalem habis telponan jam setengah 12 terus aku tidur dluan dan dia tidur gak ngabarin (aku udh tau dia bakal gak ngabarin soalnya dia pelor). enaknya diapain dia yaa🤨