Daniel H.T.

44.2K posts

Daniel H.T. banner
Daniel H.T.

Daniel H.T.

@danielht2009

Rakyat biasa yang selalu ingin menyalurkan aspirasinya.

Katılım Temmuz 2009
941 Takip Edilen2.4K Takipçiler
Daniel H.T. retweetledi
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti@susipudjiastuti·
😳😳😳😳😳😳😳
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62

KEMENAG SEWA 10 LAPTOP SETAHUN: RP349,8 JUTA. PADAHAL BELI BISA DAPET 12 UNIT LAPTOP MACBOOK PRO M4 LOGIKANYA GIMANA? Dokumen pengadaan pemerintah memang jarang viral. Tapi ketika yang viral adalah sewa 10 laptop selama 10 bulan seharga Rp349.800.000 dari APBN 2026, wajar kalau orang-orang mulai menghitung-hitung. APA YANG TERCATAT DI SIRUP OJK? Berdasarkan dokumen yang beredar dari sistem SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan): Kode RUP: 63727235 Nama Paket: Sewa Laptop Satuan Kerja: UPT Unit Percetakan Al-Quran, Kementerian Agama Lokasi: Jl. Raya Puncak Km.65, Ciawi, Bogor, Jawa Barat Spesifikasi: Sewa Laptop, 10 unit x 10 bulan Sumber Dana: APBN Rupiah Murni 2026 Total Pagu: Rp349.800.000 Artinya: satu unit laptop disewa selama 10 bulan dengan biaya total Rp34.980.000 per unit. Atau Rp3.498.000 per unit per bulan. KOK BISA SEMAHAL ITU? Harga sewa laptop di pasaran untuk kebutuhan korporat dan perusahaan berkisar antara Rp275.000 hingga Rp1.500.000 per unit per bulan, tergantung spesifikasi. Untuk laptop bisnis kelas menengah seperti Lenovo ThinkPad atau Dell Latitude, harga sewa normal di platform seperti Asani, Arental, atau Bhinneka DaaS ada di kisaran Rp400.000 hingga Rp800.000 per bulan per unit. Dengan harga Rp3.498.000 per unit per bulan yang tercatat di dokumen Kemenag, angka ini 4 sampai 8 kali lipat di atas harga sewa pasar normal untuk laptop bisnis standar. Beberapa kemungkinan yang bisa menjelaskan selisih ini: Pertama, mungkin spesifikasi laptop yang disewa memang premium sekali, misalnya MacBook Pro M3 atau workstation kelas berat. Tapi tidak ada keterangan merek atau spesifikasi laptop di dokumen yang tersebar. Kedua, dalam pengadaan pemerintah, biaya sewa sering sudah mencakup layanan teknis, garansi penggantian unit, asuransi, IT support on-call, dan administrasi kontrak yang menambah harga jauh di atas harga sewa ritel biasa. Ketiga, dan ini yang sering terjadi: markup dalam proses pengadaan. Ini bukan tuduhan, tapi sudah menjadi catatan BPK berulang kali dalam berbagai audit pengadaan IT pemerintah. Yang jelas, tanpa rincian spesifikasi dan klausul layanan dalam kontrak, angka Rp3,4 juta per laptop per bulan sulit untuk dipertanggungjawabkan kepada publik. KALAU LANGSUNG DIBELI, DAPAT APA? Total anggaran: Rp349.800.000 Jumlah unit yang dibutuhkan: 10 laptop Artinya per unit tersedia: Rp34.980.000 BISA BELI LAPTOP APA AJA? Pilihan 1: MacBook Pro M4 14 inci Spesifikasi: Chip Apple M4 Pro, layar Liquid Retina XDR 14,2 inci, RAM 24GB, SSD 512GB, baterai 18 jam Harga: sekitar Rp28.000.000 hingga Rp30.000.000 per unit Pilihan 2: Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 12 Spesifikasi: Intel Core Ultra 7, RAM 32GB, layar 2,8K OLED 14 inci, carbon fiber, standar militer MIL-STD-810H, bobot 1,12 kg Harga: sekitar Rp24.000.000 hingga Rp28.000.000 per unit Pilihan 3: Dell XPS 15 (Intel Core Ultra 9 + RTX 40-series) Spesifikasi: Intel Core Ultra 9, GPU NVIDIA RTX 4060, layar OLED 3,5K 15,6 inci, RAM 32GB, SSD 1TB Harga: sekitar Rp28.000.000 hingga Rp33.000.000 per unit PERBANDINGAN SEWA VS BELI Dengan sewa 10 laptop selama 10 bulan seharga Rp349,8 juta, negara tidak mendapatkan aset apapun setelah kontrak berakhir. Setelah 10 bulan, laptop dikembalikan. Kemenag kembali dari nol. Dengan membeli 10 unit ThinkPad X1 Carbon seharga total maksimal Rp280 juta, negara mendapatkan 10 laptop premium kelas dunia yang menjadi aset negara, bisa digunakan 5 tahun ke depan, bisa diaudit fisiknya, dan masih sisa Rp69 juta untuk pemeliharaan dan aksesori. Ini bukan soal benar atau salah secara hukum. Sewa perangkat IT untuk instansi pemerintah memang dimungkinkan dalam regulasi pengadaan. Tapi secara efisiensi anggaran dan logika keuangan publik, angka ini layak dipertanyakan.

ART
53
1.1K
2.9K
57.7K
Daniel H.T. retweetledi
Iranian Force
Iranian Force@MrImranPk·
Dear followers My account is currently under a coordinated mass-reporting campaign to silence it. If you believe what I share deserves to stay, I need your support now: Engage, repost, and speak the truth. Your voice is the real protection. Don’t leave me alone in facing this targeting.
English
1.5K
4.9K
12.8K
136.5K
Daniel H.T. retweetledi
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
BREAKING NEWS: Rusia peringatkan ASu dan israel agar tidak serang pembangkit listrik tenaga nuklir buatan Rusia di Iran, pembangkit Bushehr dibangun oleh Rosatom, masih beroperasi dengan staf dan teknologi Rusia, menyerang pembangkit itu, berarti Anda menyerang Rusia..!!!
Boediantar4 tweet media
Indonesia
22
371
1K
8.1K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
Ketika Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dibunuh AS dan Israel, Presiden Prabowo sama sekali tidak menyatakan keprihatinannya apalagi mengucapkan turut berduka cita. Sepertinya ia takut jika itu ia lakukan akan membuat Presiden Trump tidak senang. Sebelumnya, justru Prabowo dianggap sbg “anteknya” Trump. Sudah begitu bisa2-nya Prabowo malah secara kotradiksi mengajukan diri sebagai mediator AS/Israel - Iran.
Indonesia
2
0
9
6.3K
Henri Subiakto
Henri Subiakto@henrysubiakto·
Duta Besar Iran kemarin datang ke mantan Wakil Presiden RI Moh Jusuf Kalla, bukan mendatangi Prabowo atau Sugiono, bukan pula Gibran. Tapi dubes Iran lebih memilih datang dan bicara dengan pak JK. JK mengatakan, kedatangan Dubes Iran itu mengharapkan adanya dukungan dari umat Islam, termasuk Indonesia. Menurut JK, masyarakat dan Pemerintah Indonesia pada prinsipnya mendukung upaya perdamaian. Benar juga sih, sepertinya mayoritas rakyat, dan Pemerintah Indonesia itu sebenarnya memang mendukung Perjuangan Iran melawan serangan agresor AS dan Israel, kecuali prabowo dan para pembantunya. Bukankah begitu? kumparan.com/kumparannews/j…
Indonesia
155
835
3.9K
123K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
@GunRomli Bagaimana mungkin antek AS mau menjadi penengah perang AS vs Iran?
Indonesia
0
0
0
163
Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli@GunRomli·
Kalau Prabowo jadi ke Teheran, Iran, maka ini akan menjadi kunjungan ke-36 ke luar negeri. Dan Iran akan menjadi negara ke-26 yang ia kunjungi sbg presiden sejak dilantik 20 September 2024. Sudah 16 bulan dilantik, 35 kunjungan ke luar negeri, artinya tiap bulan: rata-rata ada kunjungan 2 kali lebih dikit ke LN dan ada 1 negara lebih dikit yg dikunjungi. Dari sekitar 500 hari menjabat, dia menghabiskan sekitar 20-25% waktunya di luar negeri (kurang lebih 100-120 hari). Pertanyaan selanjutnya: Kapan Presiden Prabowo bertolak ke Teheran, Iran?
Mohamad Guntur Romli tweet media
Indonesia
543
620
4.3K
568.6K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
@GunRomli Lebih berguna jika FPDI-P protes di DPR, daripada hanya 1 petingginya yg teriak di X
Indonesia
0
0
1
236
Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli@GunRomli·
PDI Perjuangan bongkar data bahwa dana MBG memang menyedot Anggaran Pendidikan, dr awalnya Rp 757,8T diambil MBG: Rp 223,5T, sisanya Anggaran Pendidikan: Rp 534,3T. Dgn demikian pejabat yg bilang kalau MBG tidak ambil Anggaran Pendidikan adalah BOHONG BESAR. Bukti 👇
Mohamad Guntur Romli tweet media
Indonesia
99
530
1.4K
57.8K
Mohamad Guntur Romli
Mohamad Guntur Romli@GunRomli·
Disuruh pegangin dokumen, tujuannya apa? 🤔
Indonesia
785
233
1.2K
369.1K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
@tvOneNews Selalu mengambil keuntungan pribadi dari penderitaan orang lain (rakyat).
Indonesia
0
0
0
36
Daniel H.T. retweetledi
b3'doel
b3'doel@B3doel___·
Menangkap itu, kalau tidak dikejar bagaimana caranya ??🤣🤣🤣🤣🤣
b3'doel tweet media
Indonesia
799
246
660
131.4K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
Di negara ini banyak banget pejabat negara yang diisi oleh orang2 tidak berkompeten. Nyaris tak ada sistem meritokrasi yang diterapkan. Reformasi Polri sudah pasti mubazir. Betapa tidak kebanyakn diisi pula oleh mereka yang berpikiran pragmatis tanpa reformis. Kapolri salah satunya. Selama ia menjadi Kapolri, kredibitas Polri terus merosot, eh justru dia salah satu anggota percepatan reformasi Polri. Sudah begitu dalam masa percepatan reformasi Polri itu ia justru membuat Peraturan Kapolri yang bertengangan dgn putusan MK mengenai larangan rangkap jabatan perwira Polri
Indonesia
0
1
11
1.1K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
Saat Mukidi hendak tidur malam sendirian di rumahnya, tiba2 terdengar pintu rumahnya dicongkel dan ada orang yang masuk. Mukidi membentak dgn suara keras hendak menggertak; “Siapa itu?!” Terdengar jawaban: “Saya maling, kau mau apa?! Mukidi sambil menaikkan selimut menutup wajahnya. Teringat dia pernyataan seorang Penasihat Ahli Polri di TV, “Saya cuma tanya, koq!” Trus berpura-pura tertidur.
Indonesia
0
0
0
493
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
Saya menemukan iklan penjual handuk dengan logo “BCA Prioritas” seperti ini. Setahu saya BCA hanya memberi souvenir, termasuk handuk, dgn logo “BCA Prioritas” , kepada nasabah terpilih (Prioritas), dan itu gratis. Tidak dikomersialkan seperti ini. @HaloBCA
Daniel H.T. tweet mediaDaniel H.T. tweet media
Indonesia
1
0
0
1.5K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
@ShamsiAli2 60.000a dollar AS sangat sedikit bagi pejabat negara yang terbiasa korupsi ratusan ribu hingga jutaan dollar AS. Tapi mereka justru enggan menggunakan meskipun sedikit saja untuk membantu rakyat yang terkena bencana besar.
Indonesia
1
0
17
1.8K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
Sudah terlalu banyak menteri dan pejabat tinggi negara di era Prabowo-Gibran tidak beretika, tidak berempati dan tidak bersimpatik dalam berucap maupun bertingkah laku. Itu semua berawal dari kekuasaan pemerintah sekarang diperoleh dengan cara tidak beretika dalam skandal “Mahkamah Keluarga”. Etika tidak lagi dianggap penting, yang lebih penting adalah kekuasaan itu sendiri. Aura tsb pun tertular kepada para menteri dan pejabat tinggi negara lainnya.
Indonesia
4
0
14
2.2K
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
@geloraco Kalau bantuannya “sedikit “ tidak bisa korupsi, dong?
Indonesia
0
0
3
373
Daniel H.T.
Daniel H.T.@danielht2009·
Sudah terlalu banyak menteri dan pejabat tinggi negara di era Prabowo-Gibran tidak beretika, tidak berempati dan tidak bersimpatik dalam berucap maupun bertingkah laku. Itu semua berawal dari kekuasaan pemerintah sekarang diperoleh dengan cara tidak beretika dalam skandal “Mahkamah Keluarga”. Etika tidak lagi dianggap penting, yang lebih penting adalah kekuasaan itu sendiri. Aura tsb pun tertular kepada para menteri dan pejabat tinggi negara lainnya.
Indonesia
0
0
6
460