keii selalu sad
9.3K posts

keii selalu sad
@darilissad
remember that too much would hurt u so much
they/them Katılım Temmuz 2022
60 Takip Edilen19 Takipçiler
keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi

keii selalu sad retweetledi

Guys, sebelum semua drama trantrum AD pasca menikahnnya El Rumi dan Syifa Hadju meledak ke publik ada satu podcast yang menurut gue sangat penting untuk dipahami konteksnya.
Maia Estianty duduk dan bicara jujur tentang hidupnya. Dan kalimat yang dia pilih sebagai judul episode itu bukan kebetulan:
Semakin diserang mantan,
gue semakin diratukan suami.
Siapa Maia Estianty untuk yang perlu konteks:
Maia adalah salah satu musisi perempuan paling berpengaruh di Indonesia.
Mantan istri Ahmad Dhani salah satu hubungan yang paling banyak dibicarakan dan paling dramatis dalam sejarah industri musik Indonesia.
Dari pernikahan itu lahir tiga anak: Al, El, dan Dul.
Setelah perceraian yang penuh sorotan Maia menikah lagi dengan Irwan Mussry.
Dan itulah yang menjadi latar belakang dari kalimat yang dia ucapkan di podcast itu.
Yang paling jarang dibicarakan orang hubungan Maia dengan Al, El, dan Dul setelah cerai:
Ini bagian yang menurut gue paling penting dan paling sering terlewat di antara semua drama yang mengelilingi keluarga ini.
Maia mengakui sendiri di podcast ini dengan sangat jujur dan ini butuh keberanian untuk diucapkan seorang ibu di depan publik:
Kalau melihat masa lalu yang paling gue sedihin adalah ketika lihat video anak-anak masa kecil.
Gue ngerasa bahwa gue enggak full ada di situ.
Golden moment-nya enggak ada.
Dia cerai dari Dhani ketika Al berumur 9 tahun, El 8 tahun, dan Dul baru 6 tahun.
Setelah perceraian pertemuan dengan anak-anaknya sangat terbatas.
Kadang hanya sekali setahun.
Bahkan ada periode di mana intensitasnya sangat rendah.
Yang membuat situasi ini semakin kompleks: anak-anak tinggal bersama Dhani artinya Maia kehilangan akses ke momen-momen tumbuh kembang yang tidak bisa diulang.
Ulang tahun.
Hari pertama sekolah.
Pertandingan.
Momen-momen kecil yang justru membentuk ingatan seumur hidup.
Titik balik yang mengubah semuanya dan ini kisah yang jarang diceritakan:
Maia menyebutkan satu peristiwa yang mengubah dinamika hubungannya dengan anak-anaknya: kecelakaan yang dialami Dul pada usia 13 tahun.
Ketika Dul kecelakaan Maia masuk kembali dengan intensitas penuh ke kehidupan anak-anaknya.
Dan dari situlah semuanya mulai berubah.
Setelah itu anak-anak kemudian pindah ke rumah Maia. Kebersamaan yang selama bertahun-tahun hanya bisa dia impikan akhirnya terjadi.
Cara Maia bertahan di tahun-tahun paling gelap — dan ini yang paling mengejutkan:
Selama tahun-tahun ketika dia tidak bisa dekat dengan anak-anaknya sendiri Maia melakukan sesuatu yang menurut gue sangat reveal tentang karakternya.
Dia membiayai banyak anak yatim piatu.
Membangun pesantren.
Merawat anak-anak yang bukan anak kandungnya.
Logika yang dia pakai untuk bertahan secara mental adalah sesuatu yang sangat profound:
Sama aja antara membesarkan anak yang titipan Tuhan dan membesarkan anak-anak yatim yang juga punya Tuhan.
Karena aku belum bisa ngebesarin anak-anak tiga ini, aku ngebesarin yang lain-lain dulu.
Dan aku yakin suatu saat anak-anak akan kembali.
Dan mereka kembali.
Hubungan Maia dan anak-anaknya sekarang dan ini yang paling heartwarming:
Di podcast ini Maia bicara tentang hubungannya dengan Al, El, dan Dul dengan cara yang sangat berbeda dari narasi "ibu yang ditinggalkan" yang sering dibentuk media.
Sekarang Al dan istrinya Alisa tinggal dekat dengan rumah Maia di Pejaten jarak yang bisa ditempuh dalam hitungan menit.
Maia bilang hubungan mereka sudah sangat natural bukan lagi yang awkward atau penuh jarak.
Yang menarik Maia juga sangat sadar dengan perannya sebagai mertua.
Dia belajar dari pengalaman pernikahan Al untuk tidak membuat kesalahan yang sama di pernikahan El.
Salah satu hal konkret yang dia siapkan untuk pernikahan El dan Syifa: memastikan baju keluarga seragam atau senada supaya tidak ada kesan pilih kasih yang terbaca publik dan menyakiti perasaan siapapun.
"Kita penginnya supaya enggak terjadi banyak polemik.
Kasihan ke anak-anak sendiri juga."
Soal posisinya sebagai ibu setelah semua yang terjadi:
Maia mengakui bahwa ada masa ketika dia sangat keras ke anak-anaknya terutama ketika mereka baru mulai mengenal dunia pergaulan.
Dia pakai istilah "FBI" dia monitor, dia kasih tahu, dia arahkan.
Sampai pernah ada momen di mana anak-anaknya pindah karena merasa terlalu dikekang.
Tapi Maia bilang itu semua dia lakukan karena dia tahu dari pengalaman hidupnya sendiri apa yang bisa terjadi kalau seseorang tidak punya pegangan yang kuat di usia muda.
"Bukan aku enggak mau mereka mengalami seperti yang aku alami."
Dan yang membuat anak-anak akhirnya lebih nyaman bercerita ke Maia dibanding ke pihak lain justru karena Maia dikenal sebagai orang yang bisa menjaga cerita.
Tidak bocor.
Tidak reaktif berlebihan.
Mendengarkan dulu.
Soal Ahmad Dhani dan cara Maia bicara tentang dia:
Maia tidak berbicara dengan kepahitan tentang Dhani.
Tapi dia juga tidak berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Ketika ditanya tentang Dhani jawabannya singkat dan sangat revealing:
Mata gua ke mana-mana.
No komen deh sama orang ini.
Tapi dalam konteks anak-anak Maia sangat jelas:
Dhani tetap bapak dari Al, El, dan Dul.
Dan sebagai bapak dia harus dihargai posisinya.
Urusan hubungan mereka sebagai mantan suami istri itu urusan mereka.
Urusan Dhani dengan anak-anak itu urusan berbeda yang tidak dicampuradukkan.
Bahkan ada cerita kecil yang cukup revealing: ketika El menelepon dari Swiss setelah lamaran Maia yang pertama dia hubungi justru menegurnya karena dia belum telepon ayahnya duluan.
"Gimana sih kamu?
Harusnya telepon ayah dulu dong."
Dari seorang mantan istri yang kata orang "berseteru" dengan mantannya itu adalah sikap yang menurut gue jauh lebih dewasa dari yang banyak orang bayangkan.
Irwan Mussry dan mengapa hubungan ini berbeda:
Maia tidak berbicara tentang Irwan dengan cara yang kliché.
Yang dia ceritakan lebih spesifik: Irwan adalah seseorang yang tidak perlu dipengaruhi suara luar untuk menentukan bagaimana dia melihat istrinya.
Di era di mana opini publik begitu mudah terbentuk kemampuan seseorang untuk memilah mana yang dia tahu sendiri dari mana yang hanya dia dengar dari orang lain adalah sesuatu yang sangat langka.
Dan setiap kali serangan dari luar datang Irwan tidak bergeser. Justru semakin memperlihatkan posisinya. Itulah yang Maia maksud dengan "diratukan".
Bukan dalam arti glamor.
Tapi dalam arti yang paling fundamental: dia merasa aman. Dia merasa dipilih. Berulang kali. Bahkan di kondisi yang paling tidak mudah.
Cerita Maia bukan cerita tentang perempuan yang hidupnya hancur lalu diselamatkan oleh pernikahan kedua.
Itu terlalu simplistis.
Cerita Maia adalah tentang seorang perempuan yang kehilangan banyak hal termasuk tahun-tahun bersama anak-anaknya yang tidak bisa dikembalikan yang kemudian belajar untuk melepas kepahitan, memilih kedamaian, dan menemukan kembali dirinya.
Dan di ujung perjalanan itu dia tidak hanya menemukan suami yang tepat.
Dia menemukan kembali anak-anaknya.
Dan itu yang menurut gue jauh lebih berharga dari semua hal lain yang sering jadi headline.

Indonesia
keii selalu sad retweetledi

Instagram Ahmad Dhani
Sama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (benar ya nulisnya?), saya tidak nonton pernikahan anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty (dua idola saya di waktu kuliah).
Tapi apa yang ditulis Dhani di Instagram-nya saya baca, dan langsung teringat dengan salinan putusan pengadilan agama Jaksel yang dulu pernah beredar di Twitter (masih bernama itu, belum X).
Saya ulas di sini karena cukup mengernyitkan dahi ketika membaca tulisan Dhani itu.
"Kok, beda dengan yang saya baca dulu?"
Saya urai sejauh bacaan saya, apakah "pengakuan" Dhani ini sesuai dengan fakta hukum 2008 atau tidak?
(Disclaimer: ini putusan tingkat pertama [PA], bukan putusan kasasi MA. Untuk amar di banding atau kasasi, saya belum pegang berkasnya)
1. "Maia ditalak 3"
Talak satu bain sughra, bukan talak tiga. Dan ini bukan Dhani yang menjatuhkan, melainkan putusan pengadilan atas gugatan cerai Maia.
Dhani justru menolak perceraian.
2. "Maia selingkuh dengan pemilik TV swasta, diakui tertulis dan ditandatangani"
Tidak ada di dokumen. Majelis menyatakan tegas (kutipan langsung):
"...tidak ada yang mengarah kepada terjadinya nusyuz Penggugat kepada Tergugat."
3. Narasi "suami selingkuh dengan orang ketiga" disebut drama palsu Maia
Tamara Geraldine bersaksi di bawah sumpah mendengar langsung pengakuan perempuan yang mengaku dinikahi siri Dhani, di rumah Melly Goeslaw, sekitar 2006.
Menurut kesaksian Tamara, Dhani pernah mengirim SMS ke perempuan itu mengakui "memang enak punya dua isteri".
Setelah pengakuan itu, Tamara menerima teror dari Dhani. Majelis tidak memutus sah-tidaknya nikah siri, tapi mencatat isu ini nyata-nyata memicu kehancuran rumah tangga.
4. "Laporan KDRT palsu"
Maia melapor ke Polda Metro Jaya 20 April 2007 (bukti P.22). Tiga saksi di bawah sumpah (ayah, ibu, pembantu Maia) menerangkan: barang Maia dikeluarkan dari rumah, pakaian dikirim ke Surabaya, kamar dibongkar, lemari dijebol, baju dirobek, sepatu dibuang. Banyak hal terjadi saat Maia umrah.
Dhani tidak membantah peristiwanya. Pengakuannya sendiri: itu cara "memberi pelajaran" karena Maia tidak menuruti perintahnya.
Tidak ada temuan majelis bahwa laporan itu palsu.
5. "MA hanya mengabulkan permohonan cerai saja, hak asuh tidak dikabulkan"
Putusan PA Jaksel mengabulkan: cerai (talak satu bain sughra), hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa, Dhani wajib serahkan anak, nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan, sita marital atas tujuh aset sah, harta bersama dibagi dua.
NB: HAK ASUH
Oiya, ini tidak ada di Instragam, tapi ada di PA (bahkan saya juga kaget karena dulu gak baca sampai sana): Maia dituduh memakai narkoba oleh saksi-saksi yang dihadirkan Dhani.
Awalnya Maia menggugat agar tiga anaknya (Al, El, dan Dul) ditetapkan dalam asuhannya. Dhani menolak keras dan menghadirkan sembilan saksi yang menggambarkan Maia tidak layak mengasuh.
Salah satunya: Maia adalah pemakai narkoba.
Beberapa saksi yang dihadirkan Dhani bahkan mengaku ikut memakai narkoba bersama Maia.
Kemudian, Maia mengajukan hasil tes lab dari RS Azra Bogor dan RS Marzoeki Mahdi Bogor, dan keduanya membuktikan bahwa Maia negatif narkoba.
Majelis menerima bukti ini.
Maia juga dituduh mengabaikan anak. Namun Maia mengajukan 14 rapor sekolah anak (2006-2008) yang ditandatangani sendiri sebagai bukti keterlibatan.
Plus, ijazah S1 FISIP UI sebagai bukti kapasitas mendidik.
Amar putusan: hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa. Dan Dhani dihukum menyerahkan anak, dan wajib memberi nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan.
Saya akan lampirkan berkasnya di reply, silakan baca sendiri. Dan sila koreksi jika ada kekeliruan.


Indonesia
keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi

i hope all of you face consequences for what you’ve done, i hope people around you grow to hate you, i hope all of you live long lives just so you can sit with your own suffering for a hundred years, then end up in hell

lalala@bebekqaleo
@sampahfhui langsung aja spill ni tokoh-tokoh di bubble chatnya min, biar malu sekalian
English
keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi

keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi

@oddlilieth @sampahfhui Muhammad ya namanya mayoritas. Semoga Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tidak mengajak mereka minum di Telaga Al-Kautsar di mana minum di telaga itu tidak akan haus selamanya saat masuk ke neraka. Gantilah nama kalian, karena kalian tidak pantas menyandang nama mulia itu.
Indonesia
keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi
keii selalu sad retweetledi

MWEHEHEHEH @skipberat trims dh mampir di booth akuw
(Kena prank dikit ampe makesure 10kali WKWKWK)


Indonesia















