
.
33.8K posts




Drop unpopular opinions Anda tentang 'PARENTING'




Dua hari lalu, Valve baru saja merilis steam pricing tools terbaru dgn 3 variabel berbeda. ▫ Kurs mata uang ▫ Buying power ▫ Multi-variable method Yang menarik ada di nomor dua, untuk harga $60, buying power gamers indo itu di 290 ribu rupiah. 🔗store.steampowered.com/news/group/414…











Appreciate buat XL yang kuotanya gapernah angus dan akumulatif ke bulan2 berikutnya. Gw sampe bingung ini ngabisin kuotanya gimana. Sebagai pindahan dari provider merah jujur gua takjub ada fitur begini.


Sama2 BU, tapi menurut Gw Aldi Taher masih lebih jauh berkelas dibanding mbak Pinkan Mambo ini. Menurut gw ya, jadi jangan pada marah.



Regarding recent press coverage





Dosa terbesarku adalah menganggap semua saos yg dipake kang mie ayam/bakso gerobak itu pake tomat busuk yg di injek2 😭😭 Setelah 20thn, baru tau ada video ini ternyata saos ini pake ubi. MAAFKAN ATAS SEMUA PRASANGKA BURUK ANAK2 KECIL DULU KARENA DOKTRIN BOOMERS


What opinion about Naruto would have you like this?



unpopular opinion tentang Cerita Nabi


Dulu pertama kali mengenal Raditya Dika sebagai “anak blog” yang tulisannya absurd, jujur, dan terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Cerita tentang cinta yang gagal, teman yang nyebelin, sampai kejadian receh yang justru jadi lucu karena ditulis dengan gaya Deadpan yang jadi ciri khasnya. Buku-bukunya seperti Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, sampai Marmut Merah Jambu bukan cuma laris tapi jadi identitas generasi. Raditya Dika saat itu seperti teman yang duduk di sebelah kita, bercerita tanpa berusaha terlihat pintar, tapi justru terasa cerdas karena kejujurannya. Raditya Dika sekarang berbeda. Bukan lagi sekadar penulis cerita konyol, tapi kreator yang lebih matang. Podcast tentang hubungan, konten observasi kehidupan, bahkan pembahasan yang lebih reflektif dan filosofis. Humor masih ada, tapi lebih halus dan smart banget. Tidak lagi meledak-ledak, tapi lebih dalam dan improvisasi. Yang menarik, Raditya Dika sekarang juga banyak dilihat sebagai role model. Bukan karena hidupnya glamor, tapi justru karena terlihat sederhana. Hidup tenang, keluarga kecil, pilihan hidup yang realistis dan cara dia bicara tentang uang, karier, serta kehidupan terasa semakin relevan. Ia tidak lagi sekadar membuat orang tertawa, tapi juga memberi perspektif. Tentang pentingnya mengatur keuangan, membangun karier jangka panjang, dan menjalani hidup tanpa harus terlihat sibuk mengejar validasi. Dulu Raditya Dika membuat kita tertawa karena “hidupnya berantakan”. Sekarang Raditya Dika membuat kita tersenyum karena “hidupnya mulai tertata”. Mungkin itu bukan cuma perubahan Raditya Dika. Tapi juga perubahan kita yang tumbuh bersamanya. Dulu kita tertawa karena patah hati pertama. Sekarang kita tertawa karena tahu hidup memang seperti itu. Raditya Dika dulu terasa seperti teman sebangku. Raditya Dika sekarang terasa seperti teman lama yang sudah banyak belajar. Letak menariknya kita tidak kehilangan Raditya Dika yang lama. Kita hanya melihat versi yang lebih dewasa. Menurut kalian dalam posisi sekarang ini, lebih relate Raditya Dika dulu atau sekarang? Atau justru kamu tumbuh bersama perubahan itu? Reply di bawah 👇









