Dea Ananda Putri
11.5K posts


Seneng bgt akhirnya wishlist dr kapan tau kesampean. Thank uuu somachhh ayanggg🥹🥹🥹 @lutvanlutvan
Indonesia

@kangdede78 @oscarXoscar Bentar2 pak… dikasih… makan… bergizi. Ber..gi..zi? Hehe
Indonesia

@oscarXoscar Kalau ada koruptor tangkap.
Kalau ada mark-up audit.
Tapi kalau anak dikasih makan bergizi malah dimaki, itu masalahnya bukan program…tapi kebencian.
Indonesia

Aneh ya.
Anak sekolah dikasih makan bergizi oleh negara… ada saja yg marah.
Bukan marah karena anak-anak lapar.
Bukan marah karena gizi buruk.
Tapi marah karena pemerintahnya yg memberi makan.
Kadang saya curiga…
yg mereka lawan itu bukan programnya.
Tapi kebencian mereka pada pemerintah sampai rela melihat anak-anak tetap lapar.
Memang ada jenis politik yg levelnya sudah seperti ini.
Bikin kesal saja….🤯😱
Indonesia
Dea Ananda Putri retweetledi

Gue pun kaget ada temen SMA gue yang pas sekolah ngango doang tau-tau……
Ada di foto ini 🤭
Arif Wicaksono@arifbalikpapan1
Sayang anak, ipar, menantu, sepupu, keponakan 😘
Indonesia
Dea Ananda Putri retweetledi

Boss: “You arrived 10 minutes late.”
Employee: “Yesterday I stayed late finishing that last-minute report.”
Boss: “I understand… but rules are rules.”
The next day, the employee arrived exactly on time.
And at 6:00 p.m. sharp, shut down the computer.
No extra emails. No work taken home.
If punctuality is non-negotiable, then effort must have boundaries too.
Recognition cannot be one-sided.
When mistakes are highlighted but dedication is ignored, the real message becomes clear:
“Do only what’s required. Nothing more.”
Empathy costs nothing.
The absence of it? That can cost you everything—especially your best people.
English



