Luthfan

10.7K posts

Luthfan banner
Luthfan

Luthfan

@lutvanlutvan

Katılım Nisan 2010
293 Takip Edilen212 Takipçiler
Luthfan retweetledi
Info Serie A Italia
Info Serie A Italia@Info_SerieA·
Kalo belom punya anak pasti mindsetnya soal pembagian tugas; istri jaga, laki kerja. Tapi pas punya anak, mindsetnya adalah; aku harus ada untuk anakku. Anakku butuh aku.
Indonesia
7
88
994
47.3K
Luthfan retweetledi
Nikola Tieko
Nikola Tieko@NikolaTieko·
Narasi “presiden nggak tahu kondisi sebenarnya” itu sering disebut sebagai bentuk plausible deniability — strategi komunikasi yang bikin figur utama punya ruang untuk terlihat “tidak terlibat” atau “tidak tahu,” meskipun secara posisi dan kekuasaan, dia seharusnya punya akses informasi paling besar. Fungsinya buat menggeser pusat kesalahan ke bawahan. Jadi yang muncul adalah kesan “yang salah sistem di bawahnya, bukan pemimpinnya.” Ini konsep responsibility shifting atau pengalihan tanggung jawab lewat framing bahasa. Padahal presiden itu pusat arus informasi. Laporan kementerian, data negara, media, sampai opini publik di media sosial. Jadi kalau alasan “beliau nggak tahu” terus dipakai, publik biasanya nggak lagi melihat itu sebagai kurang informasi, tapi sebagai kegagalan membaca realita atau memilih untuk menjaga jarak dari konsekuensi kebijakan. Wajar kalau kita merasa aneh ketika jabatan dengan akses informasi terbesar justru terus dibingkai sebagai pihak yang “tidak tahu apa-apa.” Karena makin sering narasi itu dipakai, makin kelihatan bahwa jabatan tertinggi di negara ini terus diperlakukan seolah cuma penonton yang “dibohongi bawahan,” bukan pengambil keputusan utama. Dan kalau setiap kegagalan selalu butuh kambing hitam, kita juga wajar mempertanyakan, “yang bermasalah sebenarnya bawahannya, atau kapasitas kepemimpinannya, atau justru keduanya?”
Jeya • English Hacks@sourvive

Seharusnya gaada ceritanya seorang presiden bisa ketipu sama bawahannya when it comes to the real implementation of a program ya. Presiden punya privilege dan akses informasi lebih banyak buat liat realita, sesimpel dari media sosial juga sebenernya bisa liat sih, ga mesti jadi presiden dulu. Kalo masih bilang "presiden tuh gatau kalo realitanya di lapangan ternyata bla bla bla" berarti dianya aja yang-

Indonesia
7
174
305
12K
Big Alpha
Big Alpha@BigAlphaID·
Per pagi ini, IHSG rontok -3% Dari awal tahun, IHSG sudah tumbang -25%
Big Alpha tweet media
Indonesia
63
407
1.1K
49K
Luthfan
Luthfan@lutvanlutvan·
@KAI121 ka Kertajaya sampai Semarang dan perkiraan sampai Surabaya jam berapa ya?
Indonesia
1
0
0
156
Kereta Api Indonesia
Kereta Api Indonesia@KAI121·
Selamat malam Kak. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Perjalanan KA Kertajaya (254B) sebelumnya terdapat gangguan pada genset dan dilakukan penggantian kereta pembangkit saat tiba di Stasiun Cikarang, sehingga mengalami keterlambatan sekitar 127 menit. Bagi penumpang yang terdampak gangguan genset pada perjalanan KA Kertajaya (254B) tanggal 17 Mei 2026, maka akan mendapatkan pengembalian bea sebesar 50% sebagai kompensasi sesuai ketentuan berlaku. Pengambilan bea dapat dilakukan di loket stasiun tujuan dengan menunjukkan KTP serta boarding pass, maksimal 3x24 jam terhitung dari waktu keberangkatan KA pada tiket. Sekali lagi Railmin mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami ya Kak. Railmin imbau untuk selalu hati-hati ya, terhadap akun penipuan yang mengatasnamakan KAI. Saat ini, seluruh akun media sosial KAI121 sudah terverifikasi. Mohon abaikan, jika ada balasan dari akun yang tidak bercentang emas dan meminta kakak untuk menghubungi via WhatsApp. Nomor resmi WhatsApp KAI121 (centang biru): 0811-2223-3121. Trims.
Indonesia
1
0
0
443
Radv
Radv@Advpdn·
@KAI121 ka 254b kertajaya kenapa min? Kok nggak ada kejelasan gini berenti.
Indonesia
3
0
1
340
Luthfan retweetledi
Milo. | #InvestasiTenang
Milo. | #InvestasiTenang@eskepalmilosatu·
Dollar naik: Rakyat desa ngga pake dollar. PHK banyak: Rakyat desa punya sawah, ngga butuh kerja kantoran. IHSG anjlok: Rakyat desa ngga main saham. Harga tiket pesawat naik: Rakyat desa ngga naik pesawat. Investor kabur, birokrasi rumit: Rakyat desa ngga butuh investasi. Harga sembako naik: Rakyat desa ngga beli sembako, mereka punya sawah sendiri.
GIF
Indonesia
9
64
137
31.4K
Luthfan retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Dari statement ini, kita bisa membaca bahwa Prabowo menunjukkan pola toxic leadership yang ditandai oleh empati rendah, kontrol otoriter, dan moral disengagement. Pola seperti ini berbahaya karena ia gagal membedakan dedikasi dengan eksploitasi, lalu memperlakukan penderitaan bawahan sebagai bukti loyalitas. Secara etik dan manajerial, ini sudah cukup menjadi indikator serius bahwa ada cacat mendasar dalam kualitas kepemimpinannya.
CNN Indonesia@CNNIndonesia

Prabowo: Menteri-menteri Saya Banyak Masuk RS karena Kerja Keras cnnindonesia.com/nasional/20260…

Indonesia
42
4.7K
9.7K
175.4K
Luthfan retweetledi
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal. ======== Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya. Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
M. Ridha Intifadha tweet mediaM. Ridha Intifadha tweet media
Indonesia
351
21.1K
40K
580.7K
Luthfan retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Ini adalah komen yang sangat cerdas soal MBG. Kalo cerdas pasti paham Mbg buka lapangan kerja? Nope Hanya menciptakan kontrak kerja, Yg saat mbg dihentikan, di detik itu jg ngk ada pekerjaan Mikiirrr
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
107
8.8K
20.7K
250.9K
Luthfan
Luthfan@lutvanlutvan·
@TradingDiary2 Memang angka 8 ini jadi favorit pemerintah sekarang 🤔
Indonesia
0
0
1
167
Chart Investor Saham IHSG,USA,Crypto
pemegang saham minoritas ga kuatlah suara tapi pemerintah bisa maksa , jadi ga usah beli juga bisa aja maksa turunkan potongan kan? beli saham hanya pemanis narasi 😂😂 gaya gayaan biar keren
Chart Investor Saham IHSG,USA,Crypto tweet mediaChart Investor Saham IHSG,USA,Crypto tweet media
TheEconopost.com@TheEconopost

$GOTO pastikan ada Danantara sebagai pemegang saham namun di bawah 1%. Soal Perpres yang memaksa agar biaya jadi 8%, perusahaan masih menunggu. Gimana kak? Di bawah 1% boleh ngatur kah? Atau yang dibeli Danantara saham seri A?

Indonesia
17
10
43
21.8K
Luthfan
Luthfan@lutvanlutvan·
@prastow Uang banyak kok ngutang
Indonesia
0
0
0
35
Arifin Effendi
Arifin Effendi@effendii_·
AKHIRNYAAA GAISSS, BUKU CLAUDE 101 KELAR JUGA!!! WKWK Setelah hampir 1.5 bulan nulis buku ini, akhirnya jadi jugaaa buku Claude 101 berbahasa Indonesia ini!!! Beberapa highlight di buku ini: - Total ada 154 Halaman - Dilengkapi 120+ ilustrasi & screenshots - Bahas dari mulai UI dasar, model, teknik prompting, artifacts, dan Claude Projects juga Claude Skills Super lengkapp buat yang pengenn banget pake Claude, tapi bingung harus mulai dari mana 😆 Buat yang tertarik dan pengen checkout, langsung aja klik link ini yaa dub.sh/claude101 Kalau mau liat samplenya, bisa cek di postingan kedua gaisss! Thankss
Indonesia
38
210
1.3K
60.1K
Luthfan retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, BPS baru merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia Q1 2026 dan angkanya mengejutkan banyak orang. 5,61 persen year-on-year. Melampaui ekspektasi konsensus yang hanya 5,4 persen. Tapi tunggu dulu sebelum ikut-ikutan tepuk tangan. Karena kalau dibaca lebih dalam datanya justru menyimpan cerita yang jauh lebih kompleks dari sekedar angka yang kelihatannya bagus. Mulai dari yang paling mencolok di slide BPS ini. Konsumsi pemerintah tumbuh 21,81 persen year-on-year. Itu adalah angka yang sangat tidak normal. Untuk konteks konsumsi rumah tangga yang merupakan 54 persen dari PDB hanya tumbuh 5,52 persen. PMTB atau investasi tumbuh 5,96 persen. Ekspor hanya tumbuh 0,90 persen. Tapi konsumsi pemerintah meledak 21,81 persen. Dan BPS sendiri dalam slidenya secara eksplisit menjelaskan apa yang mendorong angka itu gaji ke-14 alias THR pegawai negeri dan belanja barang yang diserahkan ke masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis. Ini adalah pertanyaan yang paling penting dan paling jarang ditanyakan dengan jujur. Kalau pertumbuhan ekonomi kita di Q1 2026 sangat bergantung pada konsumsi pemerintah yang naik 21 persen lebih dan konsumsi pemerintah itu didorong oleh THR PNS dan MBG maka pertumbuhan itu bukan pertumbuhan organik dari aktivitas ekonomi masyarakat. Itu adalah pertumbuhan yang dibiayai oleh pengeluaran negara yang luar biasa besar. Dan kita sudah tahu kondisi fiskalnya. Subsidi energi sudah jebol 266 persen dari target dalam tiga bulan. Rupiah di Rp17.4400 level terlemah sepanjang sejarah. Dua Dirjen Kemenkeu baru dicopot karena data restitusi pajak yang salah senilai Rp25 triliun. Dan Menkeu sendiri mengaku tidak tahu detail skema pembiayaan Kopdes Merah Putih. Dalam kondisi fiskal seperti itu pengeluaran pemerintah naik 21,81 persen. Uangnya dari mana? Soal validitas data BPS dan pertanyaan apakah angkanya mencerminkan kondisi nyata di lapangan ini adalah perdebatan yang sangat sah untuk diangkat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan kritis. Pertama MBG masuk sebagai komponen konsumsi pemerintah yang menaikkan angka PDB. Tapi MBG sendiri sudah banyak dilaporkan bermasalah di lapangan keracunan massal di berbagai daerah dari Sumatera sampai Jawa sampai Sulawesi yang sudah lebih dari 6.000 kasus, kualitas makanan yang tidak sesuai standar gizi yang dijanjikan, pembelian motor listrik senilai Rp1,2 triliun yang tidak ada kaitannya dengan program makan anak, dan survei Policy Research Center yang menemukan hanya 6,5 persen yang merasakan manfaatnya sampai ke anak secara signifikan. Tapi di data PDB angka itu tetap tercatat sebagai pengeluaran pemerintah yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Apakah itu benar secara teknis statistik? Ya benar. Tapi apakah itu mencerminkan peningkatan kesejahteraan nyata rakyat? Itu pertanyaan yang jawabannya jauh lebih kompleks. Kedua ada satu angka di slide ini yang sangat mencurigakan dan hampir tidak ada yang membahasnya impor negatif 20,29 persen dalam distribusi. Impor yang berkontribusi negatif sangat besar terhadap PDB. Ini bisa berarti impor turun drastis yang bisa jadi refleksi dari daya beli yang melemah di sisi konsumsi barang-barang impor atau bisa juga refleksi dari aktivitas industri yang melambat sehingga impor bahan baku turun. Kalau impor bahan baku turun karena industri melambat maka pertumbuhan ekonomi yang kelihatannya bagus di atas kertas bisa menjadi alarm bahwa mesin produksi kita sedang tidak berputar dengan sehat. Pertanyaan yang perlu diajukan kepada BPS dan pemerintah adalah satu yang sangat sederhana. Pertumbuhan 5,61 persen ini datangnya dari mana dan berkelanjutan tidak? Kalau pertumbuhan ini sangat bergantung pada konsumsi pemerintah yang melonjak 21 persen maka di Q2 dan Q3 ketika belanja pemerintah kembali ke level normal dan anggaran makin tertekan apakah pertumbuhan ini akan bertahan? Ferry Latuhihin sudah mengingatkan ini jauh-jauh hari impoverishing growth. Ekonomi bisa tumbuh secara statistik sementara kelas menengah menyusut 10 juta orang. Kedua hal itu bisa terjadi bersamaan dan itulah yang sedang kita saksikan. 5,61 persen itu angka yang bagus di kertas. Tidak perlu dibantah. Tapi konteksnya perlu dipahami dengan utuh. Pertumbuhan yang didorong oleh pengeluaran pemerintah yang tidak sustainable dalam kondisi fiskal yang sedang berdarah-darah bukanlah pertumbuhan yang bisa dirayakan terlalu keras. Yang perlu dirayakan adalah ketika konsumsi rumah tangga tumbuh bukan karena disubsidi MBG tapi karena penghasilan riil masyarakat naik dan lapangan kerja berkualitas tersedia lebih banyak. Dan data itu belum ada.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
50
204
403
34.3K
Luthfan
Luthfan@lutvanlutvan·
@effendii_ Bisa dibantu juga? Belum dapat filenya
Indonesia
2
0
0
32
Arifin Effendi
Arifin Effendi@effendii_·
Buat yang udah beli tapi belum dapet bukunya, bisa langsung chat aja di bawah ya teman2. Mohon maaf sebelumnya 🙏🏻
Indonesia
7
0
5
3.3K
Luthfan retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada analisis dari Tjoe Ay selaku CMO Jarvis Asset Management yang menurut gua adalah salah satu breakdown paling jujur dan paling tidak tedeng aling-aling tentang kondisi pasar Indonesia sekarang. Dan dia tidak sedang menenangkan siapapun. Mulai dari kondisi paling mendasar dulu. Rupiah sudah menyentuh Rp17.300 per dolar dan Tjoe Ay langsung bilang kita adalah salah satu mata uang dengan performa terburuk di antara semua negara berkembang saat ini. Bukan hanya karena faktor global. Tapi karena kita punya dua masalah besar yang berjalan bersamaan sekaligus. Masalah pertama adalah MSCI. Bobot Indonesia di MSCI Emerging Markets hampir pasti akan diturunkan bukan sampai ke frontier market tapi penurunan bobot dari sekitar 1,2 persen ke kisaran 0,7 sampai 0,9 persen itu sudah hampir pasti terjadi. Dan ketika bobot diturunkan semua fund asing yang mengikuti indeks MSCI secara otomatis harus mengurangi kepemilikan saham Indonesia. Tidak perlu ada alasan fundamental yang jelek cukup karena aturan mandatnya mengharuskan mereka ikuti bobotnya. Ini yang disebut passive outflow dan tidak bisa dilawan. Masalah kedua adalah budget downgrade dari investor global yang melihat cara Indonesia membelanjakan anggarannya. Dan ini menurut Tjoe Ay justru lebih berbahaya dari masalah MSCI karena dampaknya mengenai seluruh investor aset Indonesia tidak hanya yang main saham. Soal kenapa dolar terus menguat terhadap rupiah ada penjelasan yang sangat teknikal tapi bisa dipahami dengan logika sederhana. Indonesia butuh dolar untuk impor paling besar untuk minyak dan gas. Sementara dolar yang masuk dari ekspor semakin berkurang karena berbagai kebijakan yang justru membatasi volume ekspor komoditas seperti nikel yang terkena kebijakan hilirisasi dan batu bara yang terkena pembatasan. Emas pun tidak boleh diekspor dan harus dijual domestik. Hasilnya dolar yang keluar untuk bayar impor lebih besar dari dolar yang masuk dari ekspor. Selisih itulah yang membuat rupiah terus tertekan karena demand dolar lebih besar dari supply-nya. Dan situasi ini akan makin berat di bulan Mei karena banyak perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia membayar dividen ke induknya di luar negeri dan pembayaran dividen itu butuh dolar. Jadi ada gelombang permintaan dolar tambahan yang datang di bulan yang sama. Soal FDI atau investasi asing langsung Tjoe Ay sangat tegas tentang kenapa investor asing enggan masuk. Ketidakpastian hukum adalah alasan utama. Dia memberikan contoh konkret ada perusahaan yang beroperasi 20 tahun tanpa masalah lalu tiba-tiba asetnya disita negara. Atau Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB tambang yang berubah-ubah sehingga investor tidak bisa merencanakan kapasitas produksi dengan pasti. Kalau investor tidak bisa garantikan volume produksinya mereka tidak bisa menghitung ukuran investasi yang masuk akal dan akhirnya memilih tidak masuk sama sekali. Dia juga menyebut restitusi pajak yang dipersulit sebagai faktor yang membuat bahkan investor lokal pun bingung. Kalau yang lokal saja takut investasi apalagi yang asing. Soal IHSG dan kenapa bahkan saham dengan fundamental bagus pun tidak naik ini adalah insight yang menurut gua paling penting. Antam baru melaporkan profit yang bagus. Secara fundamental harusnya sahamnya naik. Tapi tidak naik sama sekali bahkan cenderung merah. Kenapa? Karena yang seharusnya beli saham fundamental bagus adalah fund asing. Tapi fund asing sedang outflow masif. Dan yang bisa menggantikan mereka adalah BPJS dan dana pensiun pemerintah lain yang sudah diperintahkan untuk menaikkan alokasi saham domestik ke 20 persen sejak bulan Februari atau Maret 2026. Tapi sampai sekarang hampir tidak ada yang sudah menjalankan perintah itu. Bahkan naik 1 persen saja belum ada yang melakukan. Tjoe Ay bilang ini sangat aneh. Hanya sebuah surat instruksi. Why so long? Dan selama dana pensiun belum masuk likuiditas pasar akan terus kering dan saham apapun fundamentalnya bagus tidak akan naik tanpa ada yang beli. Soal strategi Jarvis sendiri dan ini yang menurut gua paling menarik karena ada hasil nyatanya. Sejak awal tahun Jarvis sudah full position di komoditas. Ketika MSCI mengumumkan potensi downgrade mereka langsung membuang 80 persen portofolio menjadi cash dan menyisakan 20 persen di komoditas saja. Hasilnya di tengah IHSG yang minus 18 persen dari awal tahun portofolio mereka masih plus 7 persen year to date. Taktiknya sangat sederhana tapi sangat disiplin follow the flow. Tidak melawan arus besar. Tidak emotionally attached ke saham manapun. Ketika sinyal berubah langsung ubah posisi tanpa menunggu konfirmasi lebih lanjut. Dan sampai sekarang Jarvis masih belum menyentuh saham perbankan sama sekali karena proses rebalancing MSCI belum selesai dan passive fund yang masih pegang bank belum keluar sepenuhnya. Kalau kamu masuk bank sekarang kamu bisa kena gelombang jual dari passive fund itu yang waktunya belum bisa diprediksi dengan pasti. Soal perbandingan Indonesia dengan Malaysia dan ini pedas tapi perlu didengar. Malaysia beberapa tahun lalu terpuruk. Ringgit lemah. Bursa jelek. Tapi sekarang Malaysia bisa masuk ke dalam narasi global AI karena mereka punya perusahaan semikonduktor yang relevan, mereka punya Petronas yang untung dari harga minyak tinggi, mereka punya aluminium yang diproduksi dengan energi hijau sehingga bisa dijual ke pasar yang membutuhkan green aluminium. Semua bintangnya align pada waktu yang bersamaan. Indonesia punya semua bahan bakunya tembaga nikel aluminium batu bara. Tapi kita masih stuck di level bahan mentah. Kita belum bisa masuk ke ekosistem global AI sebagai pemain yang relevan. Data center besar memilih Malaysia atau Singapura bukan Indonesia. Dan Tjoe Ay mengaku bingung kenapa itu terjadi karena secara logika tidak ada alasan Indonesia tidak bisa bersaing. Satu saran konkret yang Tjoe Ay berikan untuk investor retail yang sedang nyangkut. Evaluasi portofolio bukan per saham tapi secara total. Tanyakan ke diri sendiri saham ini masih ada harapan tidak dalam 1 sampai 2 tahun ke depan? Kalau tidak ada harapan buang meski rugi karena 20 persen dari modal yang tersisa masih lebih baik dari nol. Kalau ada harapan tapi waktunya panjang tanyakan ke diri sendiri apakah kamu bisa sabar menunggu 3 sampai 5 tahun tanpa stres. Kalau tidak bisa jawab jujur dan ambil keputusan yang sesuai. Kesalahan terbesar retail Indonesia menurut dia adalah terlalu emotionally attached ke saham individual. Menunggu saham yang sudah minus 60 persen balik ke harga beli sementara modal yang masih ada bisa bekerja di tempat lain yang lebih relevan. kondisi IHSG dan rupiah sekarang bukan sekadar noise jangka pendek yang akan pulih sendiri dalam beberapa minggu. Ada masalah struktural yang nyata dari ketidakpastian hukum yang mengusir FDI, dari kebijakan yang tidak konsisten, dari dana pensiun yang belum menjalankan instruksi pemerintah, dan dari posisi Indonesia yang belum berhasil masuk ke narasi global yang sedang panas saat ini. Yang bisa menyelamatkan adalah komoditas selama harganya masih tinggi, kebijakan yang lebih pasti dan konsisten untuk menarik FDI kembali, dan dana pensiun yang akhirnya menjalankan instruksinya untuk masuk ke pasar saham domestik. Sampai tiga hal itu terjadi kata Tjoe Ay follow the flow dan jangan melawan arus besar.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
10
65
232
16.5K
Luthfan retweetledi
Faizal
Faizal@zalkad·
Rupiah melemah dan cara baca yang moderat Udah baca tulisan Pak Chatib Basri tadi pagi cuman butuh waktu lama buat dipikirin dan sialnya lagi banyak tanggapan yang miss terhadap tulisan beliau, memang perlu baca buku-buku pengantarnya biar bisa jump in. Tulisan beliau ini sopan santun sekali, jadi biar saya aja yang bagian "lancangnya", izin 🙏😏 Karena saya anak politik, maka framework saya ekonomi-politik ya. Thread bedah singkat. #ZalkadAnalisis
Faizal tweet media
Indonesia
32
529
1.5K
101.4K
Luthfan retweetledi
Milo. | #InvestasiTenang
Milo. | #InvestasiTenang@eskepalmilosatu·
Tapi ini beneran sih, seumur-umur makin percaya kalo hidup itu soal mengelola perasaan. Hati kita cuma seukuran dua kepal tangan. Kalo kita paksa masukin benci, marah, dan dendam, maka ruang buat cinta, syukur, dan ketenangan bakal terhimpit keluar. Mungkin bener, didikan orang tua yang penuh kasih itu jadi modal awal yang luar biasa. Tapi buat kita yang mungkin nggak seberuntung itu, kita punya pilihan buat mutus rantai kebencian itu sekarang. Punya pola pikir kayak dr. Gia itu tandanya seseorang udah “selesai” dengan dirinya sendiri. Dia nggak butuh menjatuhkan orang lain untuk merasa tinggi, atau membenci untuk merasa benar.
Bardan - Digital Marketer@bardanslm

Dr Gia : "buat apa benci seseorang? aku blm menemukan makna dan manfaat dari kebencian" orang yg punya pola pikir seperti ini apa karna dapet cinta yg sangat penuh dari orang tuanya ya?? kalau kamu punya ayah seorang pilot garuda kira2 punya pola pikir seperti ini enggak? 😂 penasaran gak siii kok bisa, vibesnya terlalu positif wkwk

Indonesia
3
100
363
15.6K