Mas Dhea

9.8K posts

Mas Dhea

Mas Dhea

@dhea_ardi

https://t.co/mfn02aTZ4E IG: https://t.co/CamMtphJOR

Bekasi Selatan, Indonesia Katılım Aralık 2011
121 Takip Edilen143 Takipçiler
Mas Dhea retweetledi
Historic Vids
Historic Vids@historyinmemes·
In Interstellar (2014), the black hole was rendered with such scientific precision that each frame took around 100 hours to generate using the physics and VFX engine—meaning every single second on screen required roughly 100 days of processing.
English
45
211
2K
95.3K
Mas Dhea retweetledi
Nisa🐾🍳
Nisa🐾🍳@bolehjoingk·
Kalau mau sarapan soto di Jogja dengan view sawah atau ikan, dua tempat ini bisa jadi pilihan. Mangkok sotonya juga unik dari bathok kelapa dan bambu. Mau ramean atau bawa keluarga bisa banget karna tempatnya luas😆🫰🏼
Nisa🐾🍳 tweet mediaNisa🐾🍳 tweet media
Indonesia
40
183
1.6K
59.7K
Mas Dhea retweetledi
Nasi Darurat Jogja
Nasi Darurat Jogja@nasidaruratJogj·
Doa yg dulu saya sering ucapkan, tp pada akhirnya saya koreksi lagi: "Ya Allah, berilah saya rejeki yg lebih banyak supaya saya bisa terus menolong orang² ini..." Kalau doa saya diizinkan terjawab oleh Allah, saya akan berdoa begini - "Ya Allah, berilah rejeki yg banyak buat orang² ini sehingga mereka gak butuh lagi pertolongan dari saya" --------- Dengan bahasa yang pertama tadi, berarti saya juga ikut mendoakan biar selalu ada orang yang berkekurangan & membutuhkan pertolongan saya 🥲 Yg bikin saya ngga enak hati juga adalah: kenapa saya kemarin begitu sungkan sama Tuhan buat meminta rejeki untuk saya - sampai membawa embel² kesulitan orang lain dulu, biar seolah² saya minta buat kebaikan orang lain.. "Berilah rejeki yang lebih banyak biar saya bisa bantu orang lain. Biar bisa berbagi ke Panti Asuhan. Biar bisa berbagi ke orang miskin.." Tp kemudian saya diingatkan lagi: Ini semua bukan tentang berbagi ke panti asuhan, bukan tentang berbagi ke orang miskin, ngga. Kita pengen Tuhan memberi rejeki yg lebih banyak buat kita dulu, bukan ke mereka² yg membutuhkan..... 🥹 ------- memang betul, kalau rejeki kita lebih banyak, akan lebih mudah kita buat berbagi dari kelebihannya... Tapi, kalau kita memang betul² peduli sama poin berbagi buat orang lain, sebenernya ngga perlu nunggu rejeki yang lebih banyak. Dengan apa yang kita bisa sekarang, dengan apa yang kita punya sekarang, Kalau memang Allah me-Ridho-i, kalau memang Tuhan Berkenan dengan apa yang kita niatkan, dengan apa yang kita kerjakan, saya yakin pasti Tuhan terus menambah²kan Rejeki-Nya bagi kita - ngga melulu tentang uang, tapi bisa juga kesehatan yg membaik, keluarga & teman² yg suportif, ketenangan & kedamaian hati dalam menghadapi segala sesuatu.. --------- saya yakin di-Mata Tuhan tidak ada yang terlalu kecil untuk diperhitungkan sebagai pertolongan bagi mereka yang membutuhkan & tidak ada yang Rejeki yang terlalu kecil untuk kita nikmati sebagi bahan bersyukur menjalani hari-hari ❤️❤️
Nasi Darurat Jogja tweet media
Indonesia
22
624
4.5K
173.8K
Pantau.ID
Pantau.ID@AntzBrutallica·
@PecintaSejarah2 Dulu maen di FM 86-67Mhz Pake antena yagi, transmitter rakit sendiri booster pake transistor C1946 Tembus antar pulau
Indonesia
2
0
2
860
Pecinta Sejarah Tanah Air (PEJANTAN)
Dibalik Drone MQ-9 yang dibranding sebagai senjata canggih, tetap saja menggunakan komponen elektronik yang telah lama dikenal oleh anak-anak teknik elektro. Sedikit flashback ke era 80-90an, dimana banyak anak muda saat itu yang gandrung terhadap perakitan radio komunikasi amatir, saat itu dikenal sebagai 'brik-brikan'. Terlepas dari pro dan kontra saat itu, Mimin hanya ingin menguak fakta bahwa sistem pengendalian drone canggih juga mengadopsi teknologi yang serupa dengan alat komunikasi jadul tersebut, yakni dengan memanfaatkan frekuensi gelombang radio (RF) dengan pita standar 2,4 GHz hingga 5,8 GHz untuk navigasinya. Sayangnya minat besar anak-anak muda saat itu tidak dioptimalkan untuk mengembangkan riset, namun malah diberangus dengan penerapan regulasi yang membuat generasi 'brik-brikan' meninggalkan bakatnya. Serba salah jadinya, bikin radio dilarang, bikin tv dilarang, bikin mobil listrik dikriminalisasi, riset roket dengan biaya swadaya juga diancam pidana. Giliran impor malah difasilitasi.. Alhasil kemandirian teknologi tetap masih sebatas mimpi. Selamat menunaikan ibadah sholat Jum'at bagi kaum muslimin. 🙏
Pecinta Sejarah Tanah Air (PEJANTAN) tweet media
Indonesia
58
154
670
32.5K
salmaa
salmaa@salmainhere·
kalian tim mana sate taichan atau sate bumbu kacang?
salmaa tweet mediasalmaa tweet media
Indonesia
395
31
450
34.8K
Teh Nita
Teh Nita@tehnit4·
warga: apaan sih bawa pulang amenities hotel kayak orang miskin aku tiap check in hotel bintang 4-5 dengan kesadaran penuh: raup semua teh, kopi, sabun, lotion, sisir, sikat gigi, odol buat dibawa pulang.
Indonesia
590
1.6K
14.9K
720.8K
Mas Dhea retweetledi
Nadirsyah Hosen
Nadirsyah Hosen@na_dirs·
Tiga Pemeluk Agama Ibrahim yang Hobi Bertikai Bayangkan Tuhan membuka percakapan, bukan dengan perintah, tapi dengan sumpah yang hangat: “Demi tin dan zaitun, demi Ṭūr Sīnīn, demi negeri yang aman.” (QS. At-Tīn [95]:1–3). Ini bukan sekadar pembuka puitis. Ini seperti kode lintas iman. Tin dan zaitun mengarah ke tanah Syam, ruang spiritual Isa. Ṭūr Sīnīn adalah Sinai, tempat Musa menerima Taurat. Dan negeri yang aman itu Makkah, pusat risalah Nabi Muhammad. Tiga simbol, tiga tradisi, tiga saudara, satu panggilan: listen carefully—ini pesan langit untuk kalian semua, anak-anak Ibrahim. Lalu punchline-nya universal: “Kami ciptakan al-insān dalam bentuk terbaik.” (QS. At-Tīn [95]:4). Diksinya al-insān (bukan Muslim, bukan Yahudi, bukan Nasrani). Semua manusia. Artinya, martabat itu default setting kita. Tapi plot twist: “lalu Kami kembalikan ke serendah-rendahnya.” (QS. At-Tīn [95]:5). Bukan karena Tuhan berubah, tapi kita yang rusak. Ketika iman jadi identitas kosong, ketika “kebenaran” dipakai buat menghapus yang lain. Sejarah Abrahamik pun pernah jatuh di titik ini: saling klaim, saling benci, bahkan saling melukai. Perselisihan ini nyata. Lihat deh video satir dari akun aref.merhi, yang, kalau kita paham, harusnya sih nampol kesadaran kemanusiaan kita yah. Terus ada exit clause di ayat berikutnya: “kecuali yang beriman dan beramal saleh.” (QS. At-Tīn [95]:6). Iman itu bukan label, tapi relasi hidup dengan Tuhan. Amal saleh bukan sekadar ritual, tapi aksi nyata: adil, welas asih, jaga manusia dan bumi. Ini yang bikin nilai kita naik lagi. Lalu pertanyaan yang agak nyeletuk tapi dalam: “apa lagi yang bikin kamu dustakan hari pembalasan?” (QS. At-Tīn [95]:7). Hari ketika semua klaim diuji, semua luka diadili. Dan penutupnya: “Bukankah Allah seadil-adilnya hakim?” (QS. At-Tīn [95]:8). Dia nggak bias label. Yang dinilai itu hati dan perbuatan. Surat ini seperti DM dari langit: kita semua diciptakan mulia jangan jatuh karena ego kolektif. Balik ke fitrah. Iman yang hidup. Amal yang nyata. Keyakinan yang merangkul, bukan memukul. Selamat Jumatan dan selamat hari Paskah 🙏🏻 Tabik, Nadirsyah Hosen
Indonesia
30
122
257
15.2K
Mas Dhea retweetledi
Vala Afshar
Vala Afshar@ValaAfshar·
A physician shows us how to instantly calm an infant
English
35
857
4.8K
337.7K
Mas Dhea retweetledi
Science girl
Science girl@sciencegirl·
Space saving door solution
English
33
244
2K
137.7K