
JUST IN: LPDP Libatkan TNI dalam Pembekalan Penerima Beasiswa
Oi, Qis!
1.5K posts


JUST IN: LPDP Libatkan TNI dalam Pembekalan Penerima Beasiswa

Kisah nyata tentang CPNS. Cerita ini viral di instagram, dari akun ceuk.ika. --- Dia masuk CPNS dengan nilai tertinggi di angkatannya! Sekarang dia belajar cara pura-pura sibuk. Sebut saja Raka. Fresh graduate terbaik. Lulus seleksi CPNS yang diikuti 3.000 orang untuk 1 kursi. Nggak ada titipan. Nggak ada orang dalam. Murni nilai. Hari pertama kerja, dia bawa notebook baru, pulpen bagus, dan semangat yang katanya “memalukan kalau diingat sekarang.” Mulai kerja, mulai bingung. Bulan pertama, Raka menyelesaikan tugasnya dalam 3 hari. Tugasnya dikembalikan ke mejanya dengan sticky note: “Tunggu dulu. Jangan keliatan kelar cepet.” Dia nggak ngerti maksudnya. Sampai akhirnya dia ngerti. Sistem yang tidak menghargai kecepatan akan mengajari orang untuk melambat. Bukan karena orangnya malas. Tapi karena selesai lebih cepat = dapat lebih banyak tugas, tanpa tambahan apresiasi. Lama-lama, otak yang cerdas belajar: kerja keras itu tidak aman. PUNCAK CERITA. Setahun kemudian, Raka mengajukan inovasi sistem pelaporan. Lebih efisien, Lebih transparan, Hemat waktu 40%. Proposalnya… dipuji dalam rapat. Lalu disimpan di laci. Tidak pernah dibuka lagi. Alasannya? “Sistemnya sudah berjalan. Ngapain diubah.” TITIK BALIK. Raka tidak resign. Dia tidak rusak. Tapi dia membuat keputusan diam-diam: Aku akan tetap kerja benar. Tapi aku tidak akan lagi berharap sistemnya ikut benar. Dia menurunkan ekspektasinya pada institusi. Dan menaikkan standarnya pada dirinya sendiri. Ada ribuan Raka di luar sana. Bukan PNS yang gagal. Tapi orang baik yang sedang bertahan di dalam sistem yang belum siap menerima mereka. Mereka tidak apatis karena tidak peduli. Mereka apatis karena terlalu sering peduli dan terlalu sering dilukai. Kalau kamu bukan PNS dan sering berpikir: "PNS itu males, ya?" Coba bayangkan ini: Kamu masuk kerja dengan semangat penuh. Tapi setiap kali kamu berlari, lantainya licin. Setiap kali kamu usul, pintunya terkunci. Setiap kali kamu selesai duluan, kamu justru dihukum dengan tugas tambahan. Berapa lama sebelum kamu juga belajar berjalan pelan? Tapi inilah yang jarang diceritakan: Raka masih di sana. Masih kerja benar, diam-diam. Masih menolak tanda tangan sesuatu yang tidak bisa dia pertanggungjawabkan. Masih membantu rekan yang baru masuk, supaya mereka tidak kehilangan diri secepat yang lain. Bertahan dengan integritas, tanpa tepuk tangan. itu bukan kekalahan. Itu salah satu bentuk keberanian yang paling sunyi. --- Btw, penulis cerita juga PNS. dan perlu kami pahami, tidak semua instansi pemerintah seperti instansi raka. Setelah membaca cerita itu, apakah kamu yakin tetap mau menjadi CPNS? Kalau kamu yakin tetap mau menjadi CPNS, tapi kamu belum puas dengan hasil belajar kamu, atau bahkan kamu belum mulai belajar, atau bingung mau mulai dari mana, atau hanya pingin lihat bagaimana soal CPNS, atau ga sanggup bayar tryout yg harus bayar ratusan ribu hingga jutaan (seperti ratusan followers kami yang lulus di CPNS sebelumnya tanpa tryout) atau stuck dan belum bisa mengerjakan 110 soal SKD di bawah 90 menit (karena test aslinya 100 menit) maka kamu harus ke lynk.id/vindikasi/WJWl… karena belajar pemetaan pola soal disitu bisa buat kamu ngerjakan 110 soal SKD CPNS, dari platform apapun, dalam 45-50 menit.

Kenapa ada org2 pingin kabur aja? Duh Paq, itu bukan krn matanya buram. Justru krn mereka jemu dgn tata kelola gov hari2 ini, dgn pemimpin yg maunya mendengar kelompok tertentu, dgn politik komando, dgn kelas menengah yg makin terjepit, dgn isi kepala yg jumud, etc etc etc


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyiapkan program yang mewajibkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) lulus pendidikan antikorupsi melalui e-learning setiap tahun. Program ini masih dalam tahap penyusunan dan telah diuji coba di 12 kementerian/lembaga serta pemerintah daerah. Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, menyebut setiap ASN nantinya harus lulus materi dasar antikorupsi dan integritas sebagai syarat menjalankan tugas. Jika lolos, ASN akan mendapatkan bukti kelulusan. KPK menargetkan program ini dapat diterapkan kepada sekitar 5,8 juta ASN pada awal tahun depan. Kebijakan ini akan berlaku untuk seluruh jenjang, mulai dari Eselon I hingga level terendah, dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan integritas serta menekan praktik korupsi. 📸: Dok. kumparan/Jamal. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: newsupdate | update | news | oneliner | R158 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan




ASN=Aparatur Sipil NEGARA, mengabdi ke negara, bukan ke pemerintah, apalagi presiden. Stop berpikir negara = pemerintah. Stop feodalisme. Presiden bukan raja, tidak perlu disembah, sangat boleh dikritik, tmsk oleh ASN. Indonesia republik.


Minggu pertama para ASN WFH di hari Jum'at, bagaimana pendapat kalian?

apa unpopular opinion kalian tentang parfum lokal? 👀




🙂




