
Mannaa Tahaann
17.7K posts




JUST IN: LPDP Libatkan TNI dalam Pembekalan Penerima Beasiswa




Prabowo, Yordania, dan Fadli Zon Di penghujung Orde Baru, Prabowo menjadi figur yang kontroversial. Dengan posisinya sebagai Panglima Kostrad, ia dikaitkan dengan berbagai operasi keamanan menjelang kejatuhan rezim, termasuk penculikan aktivis pro demokrasi. Setelah Soeharto lengser, posisi Prabowo pun goyang. Ia dicopot dari jabatan Pangkostrad dan kemudian diberhentikan dari dinas militer. Setelah itu Prabowo memilih meninggalkan Indonesia untuk menghindari konsekuensi hukum lanjutan jika tetap berada di tanah air. Saat sebagian besar lingkaran kekuasaan menjauh setelah jatuhnya Orde Baru, Fadli Zon tetap setia sebagai pembela utama Prabowo. Ia berperan sebagai bagian dari jaringan sipil yang membantu menjaga koneksi, narasi, dan kelangsungan pengaruh Prabowo di dalam negeri. Saat Prabowo berangkat ke Yordania, negara sahabatnya, Fadli Zon tetap berada di garis depan Jakarta. Ia menjadi salah satu dari sedikit suara yang berani melawan narasi publik yang menyudutkan Prabowo, menjelaskan posisi sang jenderal dari sudut pandang yang berbeda. Yordania mungkin menjadi tempat Prabowo menyelamatkan diri dan membangun kembali kekuatan ekonominya. Namun, Fadli Zon lah yang memastikan bahwa pintu politik tidak tertutup bagi Prabowo saat ia nanti kembali ke Indonesia. Foto 1: Pangkostrad Letjen TNI Prabowo Subianto bersama Fadli Zon di Yordania, April 1998. Foto 2 & 3: Kedatangan Prabowo ke Yordania setelah diberhentikan dari militer. Foto 4: Fadli Zon bersama Prabowo di apartemennya di Amman, Yordania pada November 1998. 📷 Fadli Zon




Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”: “Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.” (nasional.kompas.com/read/2026/04/2…)








Dalam Video ini kita bisa lihat juga penampakannya 🔸️Tidak ada tanda tangan Dosen Penguji 🔸️Tak ada tgl. sidang & tgl. ditandatangani 🔸️Setelah lembar tadi langsung prakata 4/5








Ini yang jadi narasumber Celios yang dapat dana dari George Soros. Selalu muncul pas ada gonjang-ganjing keuangan. Model begini yg dicurigai sebagai antek asing. Tapi mari kita biasakan terbuka pada kritik namun tetap waspada akan agenda asing yang berusaha menghalangi kemajuan dan kemakmuran Indonesia.

















