dod retweetledi
dod
1.7K posts

dod retweetledi
dod retweetledi
dod retweetledi
dod retweetledi

@tamagotempura @muharafiansyah @chochonude Piye ga cepet rusak dalane ben udan aire ngendon ng kanan jalan,ning kunu ae ga ngalir
Indonesia

@muharafiansyah @chochonude saya sempet 2 tahun kerja di daerah ini. bayangin jalan sekecil ini di dalemnya itu ada beberapa perumahan baru, padahal ya ada perumahan yg mangkrak. tiap hari lewatannya truk gede, tiap bulan selalu ada agenda ngaspal jalan. soal banjir mah gaperlu ditanya🤷🏻♂️

Indonesia

Sudah waktunya Rakyat Surabaya menjaga wilayah timur dari pengembang properti dan menekankan hunian vertikal.
Nek onok wong suroboyo sing sek nuduh “anti pembangunan = meduro”, matio ae c*k!

Surabaya Worker Support@sby_workerspt
Baru aja kemarin liat banyak baliho penolakan warga Tretes perihal Alih Fungsi Lahan. Ternyata beritanya baru lewat timeline Semangat terus warga Tretes 💪🏻
Indonesia
dod retweetledi
dod retweetledi

Saya bikin postingan ini tanggal
28 Maret 2026.
Ini bukan kebetulan.
Ini memang sudah di takdirkan untuk kamu.
Siapapun yang baca postingan ini.
Kapanpun kamu baca.
Pokoknya 1 bulan dari kamu baca postingan ini.
Bakal ada penawaran kerja sama dari orang yang tidak pernah kamu pikirkan. Dia datang begitu aja. Tanpa kamu harapkan, tanpa kamu tunggu bahkan kamu lupa kenal di mana dengan orang ini.
Di momen ini kamu bakal kaget
"kok bisa ya rezeki datang dari pintu yang tidak pernah kamu duga".
Kemudian kamu akan ingat dengan postingan ini.
Yang kedua kamu akan menerima kabar yang sangat membahagiakan, yang akan membuat kamu bersujud syukur hingga menangis
"Ya Allah besar sekali nikmat yang kamu hadirkan hari ini 🥺"
Ini bukan hanya soal uang atau pekerjaan. Ini bisa juga tentang kamu menemukan jodoh, kamu menerima kabar kehamilan, kamu diterima di universitas impian. Kamu mendapatkan beasiswa. Pokoknya apapun hal yang selama ini membuat kamu
over thingking dan merasa tidak pantas akhirnya terbantahkan.
Kalian ingat baik baik ya.
1 bulan semenjak kamu membaca postingan ini.
Aamiin
Indonesia
dod retweetledi

🇩🇿 Great music of Tuareg Blues by Tamodre Band. Sahara desert, Algeria.
The Tuareg, a semi-nomadic people of Amazigh origin living in the heart of the Sahara Desert, are known as the "Blue Men of the Sahara" due to the indigo-blue veils worn by the men. Preserving their matriarchal traditions and ancient warrior identity amidst the vast dunes of North Africa, this community represents one of the most unique ethnic groups in the region.
English
dod retweetledi
dod retweetledi
dod retweetledi

Yth para calon pembeli hewan qurban, kalo nanti kalian datang ke kandang/lapak domba-kambing-sapi lalu tidak diijinkan untuk terlalu dekat dengan hewannya, mohon dimaklumi.
Bukan ngga menghormati calon pembeli, tapi kita ngga ada yang tau misal sebelumnya si calon pembeli ini baru datang dari kandang/lapak lain yang kebetulan ada hewan terpapar virus PMK, maka ada kemungkinan orang ini jadi pembawa virus.
Walaupun belum umum, tapi seharusnya sebuah kandang ternak itu punya dan menerapkan protokol biosekuriti yang dipatuhi semuanya, termasuk tamu pengunjung.
Amal Alghozali@pemudaidamanid
Wabah PMK masih belum hilang. Teman2 yg mempersiapkan hewan kurban perlu waspada. Cc @JantunGPiisanG
Indonesia
dod retweetledi
dod retweetledi

🚨🇮🇱🇷🇺🇱🇧 HOLY SHIT: The moment ISRAELI WARPLANES BOMBED Russia Today (RT) journalist Steve Sweeney @SweeneySteve in the South of Lebanon
English
dod retweetledi

Guys kata Tom Lembong di podcast Malaka dan ini salah satu yang paling jujur yang gw dengar dari mantan pejabat Indonesia soal kondisi sekarang.
Dia bilang kebijakan luar negeri Indonesia sekarang paling berantakan sejak 1965.
Bukan sejak 1998. B
ukan sejak reformasi. Tapi sejak 1965.
Dan dia kasih contoh konkret yang bikin gw tidak bisa bantah.
Beberapa minggu lalu Indonesia bergabung ke Board of Peace yang diketuai Amerika dan Israel.
Seminggu setelah itu Amerika dan Israel menyerang Iran.
Sekarang Indonesia ngemis ke Iran minta kapal tanker kita boleh lewat Hormuz.
Dan Iran dalam kondisi marah besar habis diserang mau simpati ke kita?
Itu konsekuensi langsung dari kebijakan luar negeri yang tidak berprinsip.
Soal energi ini yang paling bikin gw ngeri.
Stok BBM dan LPG nasional kita hanya ekuivalen dengan 20 sampai 25 hari konsumsi.
Itu saja.
Kalau Hormuz tidak buka dalam 25 hari puluhan kota di Indonesia bisa kehabisan bensin dan gas.
Ibu ibu tidak bisa masak.
Logistik lumpuh.
Bukan skenario jauh.
Itu risiko yang menurut Tom Lembong sangat nyata dan sangat dekat.
Bandingkan dengan Jepang yang stoknya 250 hari. China yang stoknya 1,3 miliar barel.
Mereka sudah siap dari jauh jauh hari.
Kita masih 20 hari dan tidak ada rencana darurat yang jelas.
Dan ini yang paling menyakitkan dari semua yang dia bilang.
Tahun lalu harga minyak dunia lagi murah.
Surplus 2 juta barel per hari.
Itu saat yang sempurna untuk borong dan nambah cadangan nasional.
Tapi tidak dilakukan.
Uangnya dialihkan ke program program lain yang multiplier effect-nya kecil yang kita sudah tau semua itu yaps EMBEGE
Soal tarif Trump Indonesia panik duluan. Buru buru negosiasi. Dapat kesepakatan tarif 19%. Eh satu hari kemudian Mahkamah Agung Amerika batalkan tarif itu karena ilegal. Negara yang tidak panik sekarang cukup bayar 10%. Kita yang paling semangat negosiasi malah kena 19%.
Tom Lembong bilang ini pelajaran lama yang terus diulang. Kalau kita tinggalkan prinsip demi keuntungan jangka pendek hasilnya selalu buruk. Selalu.
Dan kata dia satu satunya hal yang bisa dilakukan masyarakat sekarang hemat. Kencangkan ikat pinggang. Nabung. Dan mulai pikirin alternatif kalau LPG benar benar langka.
Karena pemerintah sendiri belum punya solusinya.

Indonesia
dod retweetledi

dod retweetledi
dod retweetledi













