Ambon

14.8K posts

Ambon banner
Ambon

Ambon

@driccckkk

Don’t be sad it’s over. Be happy that it happened.

Katılım Ocak 2015
281 Takip Edilen108 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Ambon
Ambon@driccckkk·
❤️😎
Ambon tweet mediaAmbon tweet media
QME
1
0
0
42
Ambon retweetledi
versace
versace@trunkszoldyck·
BBM naik Sembako naik Ongkos naik Rupiah hancur Biaya hidup melonjak naik Enih serius kagak ada yang demo besar besaran?
Indonesia
83
737
2.9K
62.2K
Ambon retweetledi
Takayama_Zero
Takayama_Zero@RaidenKevin17·
Ini bukan di Aceh atau di Papua tapi ini di Jambi! Nyawa rakyatnya buat mainan! Pemda nya buta dan budeg! 😡
Indonesia
51
2.1K
3.6K
36.9K
Ambon retweetledi
🐈‍⬛ Wisnu Suryaning Adji
prabowo bukan nyari mentri keuangan, dia nyari bendahara yg bersedia ngeluarin duit milik rakyat utk apa pun semau dia. pun, mentri2 yg lain.
Indonesia
41
1.9K
6.8K
78.4K
Ambon retweetledi
Mujab MS
Mujab MS@MSMujab22·
Presiden kita gak ngucapin hari pendidikan ya?
Indonesia
387
1.4K
8K
169.4K
Ambon retweetledi
ririz 🎀 REST
ririz 🎀 REST@pandafoxchoco·
Skripsi dihapus terus di DO karena dipenjara 1 tahun lah meanwhile pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan diberi perlindungan dari kampus agar tidak di DO. Yap it's always double standard dalam pendidikan Indonesia
SERANGAN FISIK@seranganfisik

Ada Mahasiswa Ditangkap Oleh Aparat, Lalu Dikarenakan Sikap Politiknya Kemudian Seluruh Barang Pribadinya Disita Bahkan Skripsinya Dihapus, Apakah Kalian Menyetujuinya? Selamat Hari Pendidikan Ironis Nasional 😊

Indonesia
9
3.7K
10.4K
114.9K
Ambon retweetledi
alfin rizal
alfin rizal@alfinrizalisme·
di hari buruh ia berjoget lepas baju. di hari pendidikan, udah tanggal 3, ia diam membisu.
Indonesia
76
3.2K
10.5K
87.3K
Ambon retweetledi
lando
lando@mercdssb·
mohon untuk belasungkawa kepada dr myta aprilia azmy salah satu sejawat saya yang meninggal karena beban bekerja di bangsal 3 bulan tanpa henti dan diberi ancaman serta gaslighting dari pihak rumah sakit, berita ini membuat kami ikut terpukul sebab almh dicaci maki mental lemah.
Indonesia
52
7.1K
26.7K
342.7K
Ambon retweetledi
Jorgiana Au.
Jorgiana Au.@jorgianaaa·
Sweeping ini dilakukan siang hari, kepada kawan-kawan yang bahkan BARU BERANGKAT aksi. Samsek belum sampai di titik lokasi. Jadi pakpol bisa tau "DIDUGA AKAN" melakukan kerusuhan nih dari mana ya? Bajunya? Mukanya? Atau sekarang polisi ada Unit Cenayang? Dampak KUHAP baru, kah?
Radio Elshinta@RadioElshinta

Polda Metro Jaya mengamankan 101 orang yang diduga akan melakukan kerusuhan saat peringatan Hari Buruh Internasional. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berusia 20–35 tahun dan berasal dari luar Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanudin, Jumat (1/5). 📸Eds @Poldametrojaya_ #PoldaMetroJaya #HariBuruhInternasional #pelaku #kericuhan #JagaJakarta

Indonesia
17
1.2K
2K
36K
Ambon retweetledi
Indonesian Poop Base
Indonesian Poop Base@iPoopBased·
Andi Gani selected for TIME’s cover after his viral “waduh” moment during today’s May Day.
Indonesian Poop Base tweet media
English
127
4.2K
15.2K
255.1K
Ambon retweetledi
Ambon retweetledi
Rumail Abbas (ꦫꦸꦩꦻꦭ꧀ ꦄꦧ꧀ꦧꦱ꧀)
"Saya dipaksa mengaku!" Kata terdakwa pembunuhan satu keluarga yang kemarin videonya viral. Konon, keluarga ini gak mau jual rumah-tanahnya. Jadi, dihabisi. Jika benar, bahaya benar negeri ini.
Indonesia
13
238
720
40.5K
Ambon retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia. Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026. Dan datanya bukan dari sembarang sumber. Dari Forbes. Dari LHKPN. Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah. Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas: 50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026. APBN Indonesia? Rp3.800 triliun. Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh. Satu tahun. Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu. Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari. Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam. Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri: Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih. Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang. Dua belas orang. Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun. Siapa? Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma. Ada juga Menteri Perumahan Rakyat. Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya. Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri: Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI. Dua ratus lima puluh dua tahun. Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun. Itu bukan angka. Itu absurditas. Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri. Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama. Di antara satu korps yang sama. Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya: Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili. Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta. Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili. Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak. Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap: Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa? Rp93 triliun per tahun. Sembilan puluh tiga triliun. Setiap tahun. Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang. Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar. Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun. Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh. Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan. Hanya dari 50 orang. Hanya 2%. Per tahun. Tapi itu tidak terjadi. Dan Celios menjelaskan kenapa: Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan. Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi. Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan. Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh. Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini: Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya. Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir. Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki. Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan. Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas. Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian. Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret: Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen. Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek. Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya. Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan. Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama. 50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya. Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini. Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya. Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas. ⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
225
4.1K
7K
208.2K
Ambon retweetledi
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
Harusnya may day ini bisa menjadi momentum untuk menagih janji 19 juta lapangan kerja, bukan acara dansa bersama. Selamat Hari Buruh Internasional
jakartalk tweet media
Indonesia
17
181
329
6.5K
Ambon retweetledi
Mongabay Indonesia
Mongabay Indonesia@MongabayID·
Dua gajah Sumatra terdiri dari induk dan anak ditemukan mati di kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Rabu (30/4/2026). Lokasi penemuan berada di area konsesi perusahaan kehutanan PT Bentara Arga Timber (BAT).
Mongabay Indonesia tweet media
Indonesia
53
1.6K
2.7K
54.5K
Ambon retweetledi
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
Outsourcing belum dihapus PHK dimana mana Buruh dipecat dipaksa buat surat resign Lembur dibungkus loyalitas Cuti diganggu deadline Izin keluarga masuk RS disuruh resign Tapi ada yang memilih berdansa dan melupakan marwah hari buruh! May day adalah perlawanan kawan ✊🏻
jakartalk tweet media
Indonesia
14
471
927
14.2K