Duta Radia Republica
9.3K posts

Duta Radia Republica
@dutaradia
innalloha ma ash'shobirin
Malang, Jawa Timur Katılım Kasım 2010
372 Takip Edilen307 Takipçiler
Duta Radia Republica retweetledi
Duta Radia Republica retweetledi

✅ RESMI : FIFA merilis ranking terbaru timnas futsal, Indonesia melejit dari posisi 24 ke 14 dunia. ⬆️🇮🇩
🗣️ Hector Souto (pelatih timnas futsal) :
"Masih adakah yang meragukan kekuatan futsal Indonesia? Hari ini kita mencapai peringkat 14 dunia di Ranking FIFA. Sebuah pencapaian bersejarah bagi negara dan olahraga ini."
"Karena kita berhasil sampai di titik ini hampir tanpa sistem kompetisi yang terstruktur, tanpa sistem nasional yang nyata untuk deteksi dan pengembangan talenta, dan hanya dengan turnamen-turnamen sporadis di berbagai daerah Indonesia,"
"Sekarang bayangkan apa yang bisa dicapai Indonesia jika kita benar-benar bersatu. Jika federasi, AFP, AFK, klub, pelatih, pemain, sekolah, pemerintah, dan investor bekerja bersama dengan visi yang sama."


Indonesia
Duta Radia Republica retweetledi

Gimana gak sakit?
- Rupiah Anjlok ke 17.300, padahal target Presiden Rp 5.000
- IHSG janjinya to the Moon 28.000, faktanya NYUNGSEP ke 6.900 dari 9000an poin
- Defisit Parah, Per Maret saja 240 Triliun (hampir 1% PDB)
- Mengatur uang 335 Triliun untuk MBG tanpa jaminan yang jelas bagi keuangan negara
- Negara tiba2 impor 105.000 Pick Up dari India
- BGN tiba2 Impor 25.000 Motor listrik tanpa sepengetahuan Purbaya
- Asing Menarik Modal, lebih tertarik dengan Vietnam & Filipina
- Bank HIMBARA disuruh memfasilitasi kredit program MBG Dan KOPDES
cc: threads

Indonesia
Duta Radia Republica retweetledi

So Arema fans, who rarely go to their teams' home games if the attendance figures are to be believed, are protesting about losing a game they didn't go to
Malang Raya Info@Malangraya_info
Situasi terkini di depan kantor Arema FC pada Minggu malam (2/5/26) sekitar pukul 19:40 WIB, pasca pertandingan melawan Persik Kediri. Beberapa suporter meluapkan kekecewaannya usai kalah dari Persik dengan skor 3-2. . . 🎥 kiriman warga
English
Duta Radia Republica retweetledi

Dari sepakbola kamu tahu letak Madrid ada di Spanyol, kota Porto di Portugal, Rabat nyempil di Maroko.
Gara-gara sepakbola kamu tahu negara Italia bentuknya seperti kaki, Prancis seperti segi enam & Turki membelah Asia serta Eropa.
Melalui sepakbola kamu tahu sejarah perlawanan rakyat, fasisme hingga pertikaian antar-sekte.
Karena sepakbola kamu ngerti laporan neraca keuangan, perhitungan laba rugi sampai amortisasi.
Disebabkan sepakbola kamu paham bahwa bratwurst asalnya dari Jerman, takoyaki dari Jepang.
Akibat sepakbola kamu tahu cara masyarakat Amerika Latin memandang sepakbola, bagaimana fanatisme daerah masih kental dalam dunia suporter bola Indonesia & lainnya.
Sepakbola cuma satu jenis cabang olahraga, tapi di dalamnya tersimpan banyak ilmu pengetahuan yang bikin kita bisa melihat dunia seisinya.
Iya apa iya? 😄




Brilliant Maps@BrilliantMaps
Host Cities For The 2030 FIFA World Cup (from the FIFA website)
Indonesia
Duta Radia Republica retweetledi

Shalom aleichem (Ibrani)
Shlama alokhun (Aramaik)
Assalamu’alaikum (Arab)
Semua frasa ini juga dipakai oleh orang Kristen dalam rumpun bahasa semitik. Umat Kristen di Timur Tengah, seperti Syria, Iraq, dan Mesir tidak canggung dengan penggunaan kata-kata ini. Karena artinya netral “Damai sejahtera bagimu”.
Catholic News Service@CatholicNewsSvc
"Peace be with you. Assalamu alaikum." Pope Leo XIV's first words to the people of Algeria, delivered at the Maqam Echahid (Martyrs' Memorial) in Algiers.
Indonesia
Duta Radia Republica retweetledi

Gimana hukumnya tadz, apa membayar untuk antrean haji khusus termasuk perkara yg haram?

Khalid Basalamah Official@ustadzkhalid
"Menolak sesuatu perkara yang haram termasuk ibadah"
Indonesia
Duta Radia Republica retweetledi

@cakimiNOW Hamba Allah yg profesional contohnya sinten Gus?
Indonesia
Duta Radia Republica retweetledi

Ini real sih, to some extent, gue belajar banyak soal geografi dari nonton bola, main FIFA, dan ngikutin update klub 😄
Contoh: waktu kecil, dari mana gue bisa tau ada negara namanya Saint Kitts and Nevis kalo bukan karena kepoin Wikipedia-nya Keith Kayamba Gumbs? Begitu juga tau ada wilayah otonom Catalunya, atau negara namanya Aruba dari Denzel Dumfries. Lalu jadi tertarik deh baca-baca soal sejarahnya.
Secara ga sadar kita juga automatically hafal ibukota negara-negara dari nama klub (contoh: CSKA Moskow — Russia) atau dari venue final match penting (contoh: Baku, Azerbaijan).
Abis itu juga hafal bendera di luar kepala. Terus hafal ciri khas aksen pemain dari negara apa, dan nama belakang yg bisa identifikasi asalnya. Misalnya sesimpel surname Fernandes & Fernandez yg keliatan sama tapi punya sejarah masing-masing. And many more things
Apa lagi ya? Kalo dari pengalaman lo, belajar geografi dari sepak bola juga ngga?


Lazy@LazyJam
Football has taught me more about geography than school ever did
Indonesia

✅ RESMI : Laga Finalissima antara Argentina vs Spanyol BATAL, setelah tidak tercapainya kesepakatan. ❌
UEFA mengusulkan untuk menggelar pertandingan di Bernabeu dengan jatah pembagian suporter 50 : 50, Argentina menolak.
Opsi kedua adalah menggelar Finalissima dalam dua leg - satu Bernabeu pada 27 Maret dan yang lainnya di Buenos Aires selama jeda internasional sebelum UEFA EURO dan Copa America 2028. Proposal ini juga ditolak. [@JacobsBen]
Sebaliknya, AFA menginginkan laga digelar di tempat netral.

Indonesia
Duta Radia Republica retweetledi
Duta Radia Republica retweetledi
Duta Radia Republica retweetledi

Benarkah Nabi Mengabarkan Yahudi Israel dan Syiah Iran Akan Bersatu Mengikuti Dajjal?
Belakangan ini beredar kembali postingan yang mengaitkan konflik Israel–Amerika melawan Iran dengan sebuah hadis dari Sahih Muslim. Hadis yang sering dikutip adalah:
يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْفَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ
Artinya:
“Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan yang mengenakan ṭayālisah (sejenis jubah atau selendang).”
(HR. Muslim)
Hadis ini memang sahih dan termasuk hadis eskatologis, yaitu hadis yang berbicara tentang fitnah akhir zaman.
Masalahnya bukan pada hadisnya.
Masalahnya pada narasi yang dibangun di sekeliling hadis ini.
Sebagian orang kemudian menyimpulkan:
“Tidak usah heran dengan perang hari ini. Sekarang saja mereka konflik tapi nanti mereka akan kompak menjadi musuh Islam. Rasulullah sudah mengabarkan bahwa Yahudi dan Syiah pada akhirnya akan bersatu mengikuti Dajjal.”
Sekilas terdengar meyakinkan.
Padahal kalau kita baca hadisnya dengan teliti, narasi ini tidak berasal dari hadis tersebut.
Nabi tidak pernah menyebut Syiah
Hadis itu hanya mengatakan:
“Yahudi dari Isfahan.”
Memang benar Isfahan hari ini berada di wilayah Iran.
Dan benar pula Iran modern mayoritas bermazhab Syiah.
Namun menyimpulkan bahwa hadis itu berbicara tentang Syiah adalah lompatan logika yang terlalu jauh.
Pertama, penyebutan Isfahan dalam hadis itu bersifat geografis, bukan ideologis atau mazhab.
Kedua, siapa yang bisa menjamin bahwa wilayah tertentu akan tetap berada di bawah identitas mazhab yang sama hingga akhir zaman?
Sejarah menunjukkan wilayah, bangsa, dan mazhab bisa berubah berkali-kali.
Karena itu menjadikan hadis ini sebagai bukti “koalisi Yahudi–Syiah” jelas bukan berasal dari teks hadis, melainkan dari cara kita menafsirkannya.
Hadis tidak selalu menyebut nama bangsa secara eksplisit
Dalam hadis lain tentang akhir zaman disebutkan bahwa pengikut Dajjal memiliki wajah:
“seperti perisai yang dipukul.”
Sebagian ulama klasik mencoba memahami deskripsi ini.
Misalnya Ibn Kathir berpendapat bahwa kemungkinan yang dimaksud adalah bangsa Turk.
Tetapi penting dicatat:
Nabi tidak pernah menyebut kata “Turk” dalam hadis itu.
Itu adalah interpretasi ulama, bukan teks hadis.
Dan istilah Turk dalam literatur klasik juga bukan berarti negara Turki modern.
Yang dimaksud adalah bangsa-bangsa Turkic di Asia Tengah, suku-suku nomadik yang hidup di wilayah luas seperti Turkestan dan Transoxiana.
Ini menunjukkan satu hal penting:
tafsir ulama selalu terkait dengan konteks zaman mereka.
Nama wilayah dalam hadis tidak sama dengan peta politik modern
Hadis-hadis akhir zaman juga sering menyebut nama wilayah seperti:
Khurasan – Wilayah luas di Asia Tengah dan Timur Persia pada masa klasik, mencakup sebagian besar Iran timur laut, Afghanistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan.
Syam – yang dulu meliputi Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon.
Rum – Merujuk pada Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium), yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Istanbul).
Semua istilah ini adalah geografi dunia klasik, bukan batas negara modern seperti yang kita kenal hari ini.
Batas wilayah dalam sejarah bisa berubah berkali-kali.
Dan bisa saja berubah lagi di masa depan.
Karena itu membaca hadis-hadis ini dengan peta politik hari ini sering kali justru menyesatkan.
Bahaya membaca hadis untuk membenarkan asumsi kita
Masalah terbesar muncul ketika hadis tidak lagi dibaca untuk memahami pesan Nabi, tetapi dipakai untuk menguatkan asumsi dan opini yang sudah kita miliki sebelumnya.
Lalu kita berkata:
“Lihat, Nabi sudah mengabarkan ini sejak dulu.”
Padahal yang terjadi sebenarnya adalah:
kita memasukkan asumsi dan opini kita ke dalam hadis,
lalu mengklaim bahwa itu berasal dari Nabi.
Parahnya lagi asumsi kita itu bisa saja dipenuhi dengan kebencian pada mazhab atau kelompok tertentu.
Ini bukan cara membaca hadis yang sehat.
1/2

Indonesia
Duta Radia Republica retweetledi

The lineage of Imam Khamenei:
Seyyed Ali Khamenei,
son of Jawad,
son of Sayyid Ali (al-Khamenei),
son of Muhammad,
son of Muhammad Taqi,
son of Mir Muhammad,
son of Mir Muhammad Taqi,
son of Mir Mirza,
son of Mir Habib Allah,
son of Mir Muhammad,
son of Mir Ali Akbar,
son of Mir Fakhr al-Din,
son of Mir Zahir al-Din,
son of Mir Qutb al-Din,
son of Mir Rukn al-Din,
son of Mir Qawam al-Din,
son of Mir Ibrahim,
son of Mir Muslih al-Din,
son of Mir Muhammad,
son of Mir Yahya,
son of Mir Muhammad,
son of Mir Ali,
son of Mir Ibrahim,
son of Mir Ali,
son of Mir Ali,
son of Mir Isa,
son of Mir Abi Ja'far,
son of Mir Ishaq,
son of Mir Ibrahim al-Asghar,
son of Mir Ali al-Shadid,
son of Mir Abdullah,
son of Mir Ja'far,
son of Mir Abdullah,
son of Mir Ibrahim al-Asghar,
son of Imam Musa al-Kazim (as),
son of Imam Ja'far al-Sadiq (as),
son of Imam Muhammad al-Baqir (as),
son of Imam Ali Zayn al-Abidin (as),
son of Imam al-Husayn (as)
son of Amir al-Mu'minin Ali ibn Abi Talib (as).

Eesti





